Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri IMAM EDI SISWANTO. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri IMAM EDI SISWANTO. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Februari 2026

Sukseskan Geber BBM, PAI KUA Kalimanah Bersama Santri dan Takmir Jemput Ramadhan dengan Gotong Royong

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat melaksanakan Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid dan Mushala (BBM) yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto, bersama para santri kelas Al-Qur’an dan kelas Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA) Nurul Iman Penaruban serta Takmir Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, menggelar kegiatan bersih-bersih mushala, Ahad (15/2/2026).

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kegiatan

Kegiatan ini sekaligus menyukseskan Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid dan Mushala (BBM) Tahun 2026, yang diinisiasi oleh Direktur Jenderal Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Republik Indonesia, dalam rangka meningkatkan kualitas pemberdayaan Rumah Ibadah (Masjid Berdaya Berdampak) jelang Ramadan 1447 H/2026 M. 

Santri dan remaja TQA Nurul Iman Penaruban bersam aTakmir Msuhala Al Haq Penaruban pada kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto)

Dijelaskan oleh Imam Edi, bahwa suasana kerja bakti berlangsung lancar, penuh semangat gotong royong dan kebersamaan. Anak-anak, remaja, dan orang tua berbaur tanpa sekat, bekerja sesuai kemampuan masing-masing. 

Pemandangan ini bukan sekadar aktivitas membersihkan bangunan, melainkan juga potret pendidikan karakter yang hidup di tengah masyarakat.

Gotong Royong yang Bernilai Ibadah
Menurut Imam Edi Siswanto, yang juga Kepala TPQ Nurul Iman dan Penasehat Takmir Mushala Al Haq, kerja bakti telah menjadi tradisi masyarakat muslim.

“Gotong royong itu sudah menjadi ciri masyarakat desa, selain juga bernilai ibadah,” jelasnya.

Santri Kelas Al Quran TPQ Nurul Iman Penaruban pada kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto)

Pernyataan ini menegaskan bahwa kerja bakti bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah (persaudaraan) sekaligus ladang pahala.

Belajar dari Tindakan, Bukan Sekadar Teori
Anak-anak dan remaja dibagi dalam beberapa kelompok. Anak-anak bertugas menyapu lantai, membersihkan kaca jendela, serta menata kitab dan buku di lemari. 

Remaja menangani pekerjaan yang lebih menantang seperti membersihkan kipas angin, ventilasi, langit-langit, tempat wudhu, dan WC.

Sementara pekerjaan berat seperti memperbaiki kabel listrik, saluran air, sound system, dan peralatan lainnya dikerjakan oleh para orang tua.

Pembagian tugas ini bukan tanpa tujuan. Imam Edi menjelaskan alasan pentingnya melibatkan anak-anak TPQ dalam kegiatan tersebut:

1. Islam mengajarkan rajin bekerja sejak dini.
2. Melatih tanggung jawab.
3. Menumbuhkan rasa peduli dan memiliki terhadap rumah ibadah.
4. Membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
5. Mendatangkan pahala karena bagian dari ibadah dan sedekah tenaga.
6. Membentuk karakter sukses anak yang gemar membantu di rumah dan di masyarakat.
7. Menunjukkan semangat menyambut Ramadhan sebagai salah satu ciri orang beriman.

Ketua Takmir Mushala al Haq, H. Mudasir (berkopiah) saat kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto)

Menanam Kenangan, Menuai Kerinduan
Lebih dari sekadar bersih-bersih, kegiatan ini menjadi pengalaman yang membekas di hati anak-anak. 

Di masa depan, kenangan menyapu lantai mushala atau membersihkan jendela bersama teman dan orang tua akan menjadi panggilan rindu untuk kembali memakmurkan masjid dan mushala.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membersihkan hati, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian. 

Ketika generasi muda diajak terlibat sejak dini, mereka tidak hanya belajar tentang ibadah, tetapi juga tentang cinta kepada Allah, kepada sesama, dan kepada rumah-Nya.

Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga, menjadikan mushala bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter dan kebersamaan umat.(*)

Pewarta: Imam Edi siswanto 

Kamis, 12 Maret 2026

PAI KUA Kalimanah Bekali Materi Tentang Sholat Sunah Berjamaah Bagi Siswa SMPN 2 di Masjid Al Huda


PAI KUA Kalimanah, MA Zaenal Abidin saat membimbing praktik sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Rabu (11/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah, para siswa mendapatkan materi tentang shalat sunah berjamaah, pengertian, tata cara dan doanya, selama tiga hari berturut-turut di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa–Kamis (10–12/3/2026).

Materi mengenai shalat sunah berjamaah diikuti oleh sedikitnya 756 siswa, dan materi ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, yaitu Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Purba, dan MA Zaenal Abidin.

Dalam penyampaiannya, Imam Edi Siswanto menjelaskan pengertian shalat sunah berjamaah serta berbagai jenisnya yang dianjurkan dalam Islam, seperti shalat Tarawih, shalat Idul Fitri, shalat Idul Adha, shalat gerhana dan shalat Istisqa. 
PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat menyampaikan materi sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Kamis (12/3/2026). (Foto: MA Zaenal Abidin)
Ia menekankan bahwa pelaksanaan shalat sunah secara berjamaah dapat mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan semangat beribadah di tengah masyarakat.

Menurutnya, shalat Istisqa adalah shalat sunah dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah untuk memohon turunnya hujan ketika terjadi kekeringan.

Shalat ini biasanya dilakukan di lapangan atau tempat terbuka dan dilanjutkan dengan khutbah yang berisi doa, istighfar, dan ajakan untuk banyak bersedekah dan bertaubat kepada Allah SWT. Adapun pelaksanaan sholatnya seperti sholat Idul Fitri/Idul adha atau seperti sholat Jumat.
PAI KUA Kalimanah, Azizah Dwi Purba saat menyampaikan materi sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa (11/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Sementara itu, Azizah Dwi Purba menyampaikan tata cara pelaksanaan shalat sunah berjamaah, mulai dari niat, susunan saf, hingga adab ketika menjadi makmum maupun imam. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekhusyukan dan kedisiplinan dalam berjamaah agar ibadah yang dilakukan lebih bermakna.

Ia menjelasakan tata cara shalat Idul Fitri dan Idul Adha yang dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah pada pagi hari.

Ia menjelaskan bahwa pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir setelah takbiratul ihram, sedangkan pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir sebelum membaca surat Al-Fatihah dan surat dalam Al Quran. Setelah shalat, jamaah mendengarkan khutbah yang berisi pesan keimanan dan persaudaraan.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/03/kua-kalimanah-dan-smpn-2-kalimanah.html

PAI KUA Kalimanah, MA Zaenal Abidin saat menyampaikan materi sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Kamis (12/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)


Sementara itu, MA Zaenal Abidin menjelaskan tata cara shalat gerhana matahari dan gerhana bulan. Shalat ini dilaksanakan dua rakaat, namun setiap rakaat memiliki dua kali ruku’. Shalat gerhana menjadi sarana bagi umat Islam untuk mengingat kebesaran Allah serta memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar ketika terjadi fenomena alam tersebut. 
 
Ia menambahkan penjelasan mengenai hikmah dan keutamaan shalat sunah berjamaah. Menurutnya, selain menambah pahala, ibadah ini juga menjadi sarana pendidikan spiritual yang menumbuhkan kebersamaan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap masjid.

Melalui kegiatan pembelajaran yang diberi contoh dan siswa berpraktik langsung ini, para siswa diharapkan dapat memahami berbagai ibadah dalam Islam tidak hanya secara teori, tetapi juga mengetahui tata cara pelaksanaannya.

Dari kiri PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Ourba dan MA Zaenal Abidin saat di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Rabu (11/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Dengan demikian, kegiatan Ramadhan Aksi Islami ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat beribadah di kalangan siswa.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan pula dapat memahami pentingnya shalat sunah berjamaah sekaligus mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun dilingkungan masyarakat, di masjid maupun juga di mushala dilingkunganya.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Selasa, 23 September 2025

Literasi Keuangan Keluarga: Bersyukur dan Hidup Sederhana, Kunci Rukun Pasangan Muda di Kalimanah

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat melakukan penyuluhan Literasi Keuangan Keluarga di Desa Kalimanah Wetan, Senin (22/9/2025) kemarin. (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Mensyukuri nikmat yang ada dan begaya hidup sederhana mengantarkan hidup kita merasakan kedamaian dan ketenteraman.

Demikian yang diungkapkan oleh Ernawati, istri dari Adi Cahyono di kediamannya Desa Kalimanah Wetan saat kunjungan kegiatan Literasi Keuangan Keluarga (LKK) oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto, Senin (22/9/2025) kemarin.

BACA: 
2. https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/Literasi%20Keuangan%20Keluarga

Ernawati mengakui bahwa dalam hal keuangan, ia dan suaminya kerap menghadapi tantangan. Pemasukan yang tidak menentu sering kali tidak sebanding dengan kebutuhan keluarga sehari-hari. Namun, ia tetap berusaha bersyukur atas rezeki yang diterima.

“Memang terasa berat. Untuk membeli susu anak saja bisa habis sampai Rp 500 ribu per bulan,” ungkap ibu satu anak ini sambil tersenyum.

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto ditemani Jumari saat melakukan penyuluhan Literasi Keuangan Keluarga pada ernawati, Ibu rumah tangga warga Desa Kalimanah Wetan, Senin (22/9/2025) kemarin. (Foto: Imam Edi Siswanto)

Suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan memiliki penghasilan yang tidak tetap, berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta per bulan. Sementara itu, kebutuhan rumah tangga mereka bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp1,5 juta setiap bulannya.

Meski demikian, pasangan ini tetap berusaha menjalani hidup dengan sederhana. Mereka juga berupaya menabung, meskipun hasilnya belum signifikan.

“Alhamdulillah kami tidak memiliki hutang dan kami sudah berusaha menabung, tapi belum terkumpul banyak, uangnya sudah terpakai lagi karena kebutuhan,” tambahnya.

Ernawati menekankan bahwa dirinya dan suami selalu berupaya memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Mereka membedakan dengan jelas antara kebutuhan dan keinginan.

Meskipun usia pernikahan mereka baru dua tahun, Ernawati menyebut bahwa komunikasi dan musyawarah menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan rumah tangga.

“Kalau ada sesuatu yang penting, kami selalu bermusyawarah,” ujar ibu rumah tangga lulusan SLTP ini.

Dalam hal perencanaan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang, ia mengakui masih sangat sederhana dan belum terbiasa melakukan pencatatan secara rutin.

Dalam kunjungannya, Imam Edi Siswanto memberikan arahan agar Ernawati dan keluarga tetap istiqamah menjalani hidup dengan penuh syukur dan kesederhanaan. Ia menekankan bahwa prinsip tersebut sejalan dengan ajaran Islam dan teladan Rasulullah SAW.

“Menabung itu tidak harus menunggu punya uang banyak. Mulailah dari yang kecil, yang sedikit, tapi dilakukan secara rutin,” pesan Imam Edi.

Ia juga mengingatkan pentingnya membiasakan perencanaan keuangan, serta mendorong adanya usaha untuk memiliki tabungan atau bahkan investasi, sekecil apapun nilainya. Menghindari hutang kepada bank plecit, pinjaman online dan tidak terjebak judi online.

Lebih jauh, ia mengajak keluarga untuk terus menerapkan nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan kesabaran dan sholat, insyaAllah rumah tangga yang sakinah dan sejahtera dapat terwujud.

Sebagai informasi, program Literasi Keuangan Keluarga adalah program Bimas Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Purbalingga. (*)

Pewarta/Editor: Imam Edi siswanto

Senin, 04 Agustus 2025

Pepeling Ulama Hadir di MI Ma’arif NU Karangsari, Edukasi Siswa Madrasah Ramah Tanpa Bullying

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto pada acara Anti Bulllying di MI Ma’arif NU Karangsari, Kalimanah, Senin (4/8/2025). (Foto: M Agus Zaenal Abdidin)

Purbalingga-Semangat menciptakan lingkungan madrasah yang ramah dan bebas dari perundungan terus digelorakan di Kabupaten Purbalingga.

Kali ini, Gerakan Madrasah Brantas Bullying (Gema Braling) dan Penyuluh Agama Peduli Bullying – Unit Layanan Penyuluh Agama (Pepeling Ulama) kembali menyapa siswa-siswi MI Ma’arif NU Karangsari, Kalimanah dalam kegiatan edukatif bertema anti-bullying di Masjid Al-Mustahal, Senin (4/8/2025).

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/07/pai-kua-kalimana-imam-edi-siswanto-saat.html

Penyuluh Agama Islam (PAI) K KUA Kalimanah, hadir dengan pendekatan yang lembut, menyenangkan, dan sarat pesan moral.

Melalui kegiatan ini, Gema Braling dan Pepeling Ulama menegaskan komitmennya dalam memberantas bullying di lingkungan madrasah. Mereka tidak hanya mengedukasi, tetapi juga membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, peduli, dan berakhlak mulia.

PAI KUA Kalimanah, M. Agus Zaenal Abidin pada acara Anti Bulllying di MI Ma’arif NU Karangsari, Kalimanah, Senin (4/8/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

1. Mengajarkan Akhlak Mulia Sejak Dini

Penyuluh agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, M. Agus Zaenal Abidin mengawali kegiatan dengan nasihat hangat yang menyentuh hati. Ia mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anakku, Islam mengajarkan akhlak yang mulia. Jadilah anak baik. Jangan suka menghina, mengejek, atau berkelahi. Itu bukan perbuatan yang baik,” tutur Agus dengan nada lembut.

Melalui tayangan slide proyektor, Zaenal juga memperkenalkan berbagai contoh perilaku positif seperti berkata jujur, suka menolong, serta saling menghormati. Tujuannya adalah menanamkan nilai kebaikan dalam diri anak-anak sejak dini.

PAI KUA Kalimanah, Mughofar pada acara Anti Bulllying di MI Ma’arif NU Karangsari, Kalimanah, Senin (4/8/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

2. Film Edukatif: Media Efektif Tanamkan Empati

Penyuluh agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto kemudian mengajak siswa menyaksikan film pendek bertema bullying. Ia meyakini bahwa tayangan visual mampu menyentuh emosi anak-anak lebih cepat dan efektif.

“Kalau suka nakal dan mengganggu teman seperti di film tadi, itu namanya akhlak buruk. Jangan ditiru, ya,” pesannya, lembut namun tegas.

Dengan menonton film atau video pendek, anak-anak bisa lebih memahami dampak negatif dari perundungan terhadap teman sebayanya.

Imam juga mengajak salah satu siswa kelas 5 untuk tampil di depan sebagai sahabat. Adegan dan pertanyaan yang dilontarkan kepada siswa-siswi dalam contoh perilaku yang baik, diharapkan bisa diterima efektif pada anak-anak.

Sebelum mengahiri materinya, Ia mengajak anak-anak untuk saling berangkulan, sebagai tanda saling menyayangi sesama teman di sekolah dan di rumah.

Pengawas Madrasah Kecamatan Padamara, Akbar, pada acara Anti Bulllying di MI Ma’arif NU Karangsari, Kalimanah, Senin (4/8/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

3. Bernyanyi, Bergandengan, dan Saling Memaafkan

Keceriaan pun hadir saat PAI Mughofar mengajak anak-anak bernyanyi bersama lagu “Di Sana Teman, Di Sini Teman.” Setelahnya, para siswa diajak bergandengan tangan, saling bersalaman, dan berpelukan tanda persahabatan dan saling memaafkan.

Kegiatan ini menciptakan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan yang memperkuat pesan bahwa madrasah adalah tempat yang aman dan nyaman untuk semua.

Kepala MI Ma’arif NU Karangsari, Tofik acara Anti Bulllying di MI Ma’arif NU Karangsari, Kalimanah, Senin (4/8/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara itu, Sebelumnya dalam kata sambutanya Kepala MI Ma’arif NU Karangsari, Tofik, mengajak anak-anak untuk menjaga persahabatan dan menjadikan madrasah sebagai tempat menimba ilmu dengan hati yang gembira dan saling menghargai.

Senada dengan itu, Pengawas Madrasah Kecamatan Padamara, Akbar, juga memberikan wejangan penting kepada siswa-siswi agar mereka terus menjaga adab dalam pergaulan dan memperkuat kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.(*)

Pewarta & Editor : Imam Edi Siswanto

Rabu, 26 November 2025

Penyuluh KUA Kalimanah Hadir di MIM Babakan 1 dalam Program PSM–Peduli Pendidikan

 
Salah satu siswa Kelas 6 MIM Babakan 1 Kalimanah saat praktik menulis huruf hijaiyah, Jumat (21/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga- Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin, kembali hadir di MIM Babakan 1 Kalimanah untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan pada Jumat (21/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Penyuluh Sahabat Madrasah Peduli Pendidikan (PSM–Peduli Pendidikan)”, sebuah inisiatif kolaboratif antara PAI KUA Kalimanah dan Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKKM) Kecamatan Kalimanah. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/PSM%20Peduli%20%20Pendidikan

Pada kunjungan keduanya ini, Imam dan Zaenal memberikan materi Bahasa Arab di kelas 6 A dan Kelas 6 B dengan fokus pada cara menulis, melafalkan, dan memberi harakat pada huruf hijaiyah.

Materi ini menjadi fondasi penting dalam pembelajaran Al-Qur’an sekaligus dasar bagi pemahaman bahasa Arab bagi peserta didik. 

Imam menjelaskan bahwa kemampuan anak dalam menulis dan melafalkan huruf hijaiyah bukan hanya keterampilan teknis, tetapi menjadi pintu awal bagi mereka untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. 

Salah satu siswi Kelas 6 MIM Babakan 1 Kalimanah saat praktik menulis huruf hijaiyah, Jumat (21/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Pemahaman terhadap harakat, lanjutnya, sangat penting untuk menghindari kesalahan makna serta memperkuat dasar ilmu bahasa Arab sejak dini.

“Dengan memahami harakat, anak dapat melafalkan kata sesuai kaidah, meningkatkan ketelitian dan konsentrasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar,” ungkapnya. 

Ia juga menambahkan bahwa pembiasaan ini mampu menumbuhkan karakter disiplin, melatih fokus, dan membentuk kebiasaan belajar positif yang akan bermanfaat sepanjang perjalanan pendidikan anak.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menanamkan semangat belajar dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. 

Melalui program PSM–Peduli Pendidikan, penyuluh agama hadir sebagai sahabat bagi madrasah, mendampingi, menguatkan, dan menginspirasi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan percaya diri.

Selain materi bahasa Arab, kegiatan penyuluhan juga mencakup Tahsin, Aqidah Akhlak, Qur’an Hadis, serta penguatan karakter siswa.

Selama periode November hingga Desember 2025, para Penyuluh Agama Islam dari KUA Kalimanah dijadwalkan untuk berkeliling ke berbagai madrasah, membawa semangat kolaborasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan keagamaan di tingkat dasar.

Sebelumnya, materi yang sama juga disampaikan di MIM Rabak pada Senin 17 November 2025 dan di MIM Rabak pada Rabu 19 November 2025.

Berikut, jadwal dan nama PAI KUA Kalimanah selama bulan November sampai Desember 2025.

Senin

MIM Jompo

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Rabak

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIMA Rabak

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

Rabu

MIMA Blater

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Grecol

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIM Kalikabong

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

Jum'at

MIM Babakan 1

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Babakan 2

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIM Kalimanah Wetan

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

Sebagai informasi: Untuk jadwal dan materi berikutnya, insyaallah akan dipublikasikan pada kesempatan mendatang.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 31 Juli 2025

Bersama Pepeling Ulama Kita Lawan Bullying: Menjadi Generasi Sholeh Tanpa Kekerasan di MIM Grecol

PAI KUA Kalimanah, Mughofar saat menyampaikan materi anti bullying di MI Muhammadiyah Grecol, kamis (31/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying-Unit Layanan Penyuluh Agama) kembali menggelar kegiatan edukatif bertema anti-bullying di MI Muhammadiyah Grecol.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang bahaya bullying serta menumbuhkan semangat akhlak mulia di kalangan siswa. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Anti%20Bullying

Penyuluh Agama Islam (PAI) dari KUA Kalimanah, Mughofar mengajak anak-anak memahami istilah bullying secara sederhana namun mengena. 

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat menyampaikan materi anti bullying di MI Muhammadiyah Grecol, kamis (31/7/2025). (Foto: M. Agus Zaenal Abidin))

Ia menjelaskan bahwa kata "bullying" berasal dari bahasa Inggris "bull" yang berarti banteng hewan yang dikenal agresif, suka menyepak dan menanduk.

Dengan pendekatan ini, anak-anak diajak untuk mengenali bahwa perilaku menyerang, menyakiti, dan merasa paling kuat seperti "banteng" tidak patut ditiru manusia.

“Ayo anak-anak, mari kita jadikan rumah, sekolah, dan lingkungan pertemanan sebagai tempat yang nyaman dan membahagiakan dengan berakhlak baik,” ajaknya penuh semangat. 

Dalam pemaparannya, Mughofar menekankan empat jenis bullying yang harus dihindari, yakni.

  1. Bullying Fisik: seperti memukul, mendorong, atau bentuk kekerasan fisik lainnya.
  2. Bullying Verbal: termasuk memanggil dengan nama buruk, menghina, atau menggunakan kata-kata kasar.
  3. Bullying Sosial: seperti mengucilkan, menyebarkan rumor, atau mempermalukan di depan umum.
  4. Cyber Bullying: termasuk mempermalukan seseorang di media sosial atau mengirim pesan yang menyakiti.  

Kepala MI Muhammadiyah Grecol, Joko Waluyo saat menyampaikan materi anti bullying di MI Muhammadiyah Grecol, kamis (31/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara itu, Imam Edi Siswanto, PAI KUA Kalimanah lainnya, menyampaikan pentingnya komunikasi dua arah dalam interaksi anak-anak, agar mereka fokus dan lebih mudah memahami pesan-pesan anti-bullying.

Ia juga memutar sebuah video pendek yang menggambarkan dampak bullying dan mengajak siswa merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Bullying bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Pelaku bullying bisa menyebabkan temannya merasa minder, stres, bahkan prestasinya menurun. Itu sebabnya, Islam sangat menekankan akhlak yang baik dalam pergaulan, seperti dalam surat al Hujurat ayat 11,” jelas Imam. 

Dari kiri PAI KUA Kalimanah, M. Agus Zaenal Abidin, Imam Edi Siswanto, dan Mughofar dalami acara anti bullying di MI Muhammadiyah Grecol, kamis (31/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Kegiatan ini ditutup dengan ajakan dan jani kepada seluruh siswa untuk menjadikan berperilaku baik sebagai gaya hidup, sebagai wujud pengamalan ajaran Islam. 


“Jadilah anak yang sholeh, karena anak yang baik insyaallah akan meraih masa depan yang bahagia, di dunia maupun akhirat,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah Grecol, Joko Waluyo, menyambut baik kegiatan anti-bullying yang digagas oleh Gema Braling dan Pepeling Ulama tersebut. 

Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian para Penyuluh Agama Islam dalam membina karakter siswa sejak dini.

Dan Ia juga berpesan kepada anak-anak bahwa sikap saling menyayangi dan menghormati sesama adalah inti dari pendidikan Islam.(*)


Pewarta: Imam Edi Siswanto

Selasa, 29 Juli 2025

Anti Bullying: PAI KUA Kalimanah Tanamkan Nilai Persahabatan Sejak Dini di MI Ma'arif NU Rabak

PAI KUA Kalimana Azizah Dwi Purba saat menyampaikan materi Anti Bullying di MI Ma'arif NU Rabak, Selasa (29/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Rabak, Umi Hidayatun, mengajak seluruh siswa untuk menanamkan pesan-pesan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/07/gema-braling-dan-pepeling-ulama-bangun.html

Ia menekankan pentingnya bersikap baik, tidak mengejek, menghina, atau melakukan tindakan yang menyakiti orang lain, karena masa depan yang cerah dibangun dari hati yang bersih dan sikap yang mulia. 

Nasehat tersebut disampaikanya saat sambutan diacara Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying-Unit Layanan Penyuluh Agama) di MI Maarif NU Rabak, Selasa (29/7/2025).  

PAI KUA Kalimana Imam Edi Siswanto saat menyampaikan materi Anti Bullying di MI Ma'arif NU Rabak, Selasa (29/7/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Pengawas Madrasah Kecamatan Kalimanah, Aris Sumanto juga berpesan agar anak-anak senantiasa menjadikan akhlak baik sebagai gaya hidup sehari-hari.

“Anak-anak harus tumbuh dengan sikap saling menyayangi dan menghormati, baik kepada teman sekelas, adik kelas maupun kakak kelas. Di sekolah, semua memiliki kedudukan yang sama sebagai pelajar,” pesanya kepad semua anak-anak yang hadir.

Ia juga menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan buruk yang dapat melukai sesama, baik secara fisik maupun emosional. 

Pengawas Madrasah Kecamatan Kalimanah, Aris Sumanto saat sambutan di acara Anti Bullying di MI Ma'arif NU Rabak, Selasa (29/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)


Senada dengan itu, Pujianto mengingatkan bahwa menjadi pribadi yang baik berarti tidak mengganggu, menakuti, atau membuat teman merasa tidak nyaman.

Ia menegaskan pentingnya menjaga kebahagiaan sesama dan menghindari paksaan dalam pergaulan.

“Jadilah anak yang mengasihi dan menyayangi teman. Jangan suka memaksa atau menekan teman untuk menuruti keinginan kita,” tuturnya. 

PAI KUA Kalimana Pujianto saat menyampaikan materi Anti Bullying di MI Ma'arif NU Rabak, Selasa (29/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara itu, Imam Edi Siswanto memberikan pesan moral melalui kisah inspiratif tentang seorang anak yang sepatunya rusak dan hampir lepas talinya.

Anak-anak diajak untuk merespons situasi itu, apakah hanya sekadar mengingatkan, atau ikut membantu memperbaikinya.

Dua reaksi positif ini menjadi gambaran bahwa kepedulian dan empati masih tumbuh subur di antara siswa MI Ma’arif NU Rabak. 

Kepala MI Ma'arif NU Rabak, Umi Hidayatun saat sambutan di acara Anti Bullying di MI Ma'arif NU Rabak, Selasa (29/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Imam juga menekankan pentingnya menjaga semangat belajar dan sikap baik sebagai bekal masa depan.

“Jangan pernah berhenti menjadi anak baik. Teruslah belajar dan ukir prestasi untuk masa depan yang gemilang,” pesannya.

Menutup kegiatan, Azizah Dwi Purba mengajak seluruh siswa berjanji untuk tidak melakukan perundungan dalam bentuk apapun. Ia mengajak anak-anak bernyanyi bersama lagu sederhana namun penuh makna.

Di sini teman,
Di sana teman,
Di mana-mana semua teman.
Tak ada musuh,
Tak ada lawan,
Semua saling sayang dengan teman...

Tidak ejek-ejekan
Tidak pukul-pukulan
Saling tolong dan saying dengan teman … 2x
.(*)

Pewarta & Editor: Imam Edi Siswanto 

Senin, 28 Juli 2025

Pelajar Berprestasi Tanpa Bullying: PAI KUA Kalimanah Tanamkan Nilai Kebaikan dan Anti-Kekerasan Sejak Dini di MTs Al Hikmah

PAI KUA Kalimana Pujianto saat menyampaikan materi Anti Bullying di MTs Al Hikmah Kalikabong, Senin (28/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga – Suasana berbeda tampak di MTs Al Hikmah, Kelurahan Kalikabong, Senin (28/7/2025). Sebanyak 80 siswa dan Guru antusias mengikuti kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Madrasah Ramah Anak (Anti Perundungan/Bullying) yang digelar guna menumbuhkan kesadaran dan sikap aktif dalam mencegah segala bentuk kekerasan atau perundungan di lingkungan sekolah, Senin (28/7/2025).

Kegiatan kolaborasi Tim Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying-Unit Layanan Penyuluh Agama) ini menjadi langkah penting dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, hukum, dan ajaran agama yang mengedepankan perdamaian serta saling menghormati sesama. 

Para narasumber menghadirkan sudut pandang yang beragam namun saling melengkapi, memberikan pemahaman yang utuh tentang pentingnya menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa. 

Kepala MTs Al Hikmah Kalikabong Suroyo saat membuka acara Anti Bullying di MTs Al Hikmah Kalikabong, Senin (28/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Pujianto, dalam membuka acara dan penyampaian materinya, menekankan bahwa anak-anak adalah generasi penerus agama dan bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari bullying.

Menurutnya, perilaku saling menyakiti tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga dapat menghambat masa depan generasi muda.

Dari sisi hukum, Azizah Dwi Purba menjelaskan bahwa tindakan perundungan tidak hanya sekadar persoalan etika, tetapi juga bisa termasuk pelanggaran hak asasi manusia dan memiliki konsekuensi hukum.

PAI KUA Kalimana Azizah Dwi Purba saat menyampaikan materi Anti Bullying di MTs Al Hikmah Kalikabong, Senin (28/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

"Bullying bisa dipidanakan," tegasnya, sembari mengingatkan pentingnya anak-anak memahami batasan-batasan hukum dalam berinteraksi sosial.

Sementara itu, Imam Edi Siswanto menyampaikan pandangan keislaman tentang bullying. Ia mengutip QS Al-Hujurat ayat 11 yang secara jelas melarang umat Islam saling mengolok-olok satu sama lain.

“Islam mengajarkan perdamaian, saling menghormati, dan saling menghargai. Itu yang harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di sekolah,” tegasnya.

Kepala MTs Al Hikmah Kalikabong Suroyo menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap seluruh siswa dapat menjaga komitmen untuk terus menebar kebaikan, menghormati sesama, serta taat pada aturan madrasah.

Kegiatan ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa, tetapi juga membentuk tekad baru.

Salah satu siswa kelas XI, Faiz Maulana, mengaku sangat bersyukur mendapat pembinaan seperti ini. Menurutnya, menjaga akhlak baik dalam pergaulan bukan hanya kewajiban, tetapi telah menjadi gaya hidup. 

PAI KUA Kalimana Imam edi Siswanto saat menyampaikan materi Anti Bullying di MTs Al Hikmah Kalikabong, Senin (28/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

“Kita harus saling menjaga pergaulan dan persaudaraan, serta saling support sama teman, agar suasana nyaman di sekolah maupun di luar sekolah,” ucap Faiz penuh semangat.

Dengan kegiatan ini, MTs Al Hikmah membuktikan komitmennya sebagai madrasah ramah anak yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter pelajar yang berakhlak mulia, cerdas secara sosial, dan taat hukum.

Turut hadir dalam TIM PAI KUA Kalimanah di MTs Al Hikma Kelurahan Kalikabong, Puralingga, Mughofar, Moch. Zainal Abidin dan Zamroni Ircham.(*)

Pewarta & Editor: Imam Edi Siswanto



Jumat, 21 Agustus 2026

Satu Semangat dalam Meneladani Rasulullah, Merawat Generasi Qur’ani dan Mengisi Kemerdekaan

Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, Milad ke-36 TPQ Nurul Iman, dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia TPQ Nurul Iman Penaruban di Musala Al Haq, Kamis (20/8/2026) kemarin.(Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga- PAI KUA Kalimanah Imam Edi Siswanto mengajak jamaah menjadikan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, Milad ke-36 TPQ Nurul Iman, dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai tiga momentum yang memiliki satu semangat, yakni membangun manusia yang beriman, berakhlak, berilmu, dan bermanfaat.

Demikian disampaikanya pada kegiatan di TPQ Nurul Iman Penaruban di Musala Al Haq, Kamis (20/8/2026) kemarin. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Imam%20Edi%20Siswanto

Menurutnya, Rasulullah ﷺ menjadi teladan dalam membangun umat melalui iman dan akhlak, TPQ berperan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi, sementara kemerdekaan merupakan hasil perjuangan yang harus diisi dengan pembangunan dan kebaikan.

Mengutip firman Allah SWT, لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ — “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian” (QS. Al-Ahzab: 21), ia menekankan bahwa kecintaan kepada Rasulullah ﷺ harus diwujudkan dalam akhlak.

Peringatan Maulid tidak cukup hanya dengan kegiatan seremonial, tetapi hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki perilaku, menjaga lisan, memperkuat hubungan keluarga, menyayangi sesama, dan meneladani kesabaran serta kasih sayang Rasulullah ﷺ.

Sementara itu, Milad ke-36 TPQ Nurul Iman dipandang sebagai perjalanan panjang dalam menanamkan pendidikan Al-Qur’an kepada anak-anak. Selama 36 tahun, TPQ telah menjadi bagian dari perjuangan mencetak generasi yang mengenal Al-Qur’an, belajar shalat, memahami doa dan akhlak. 

PAI KUA Kalimanah Imam Edi Siswanto (kanan) foto bersama ppara santri dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, Milad ke-36 TPQ Nurul Iman, dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia TPQ Nurul Iman Penaruban di Musala Al Haq, Kamis (20/8/2026) kemarin.(Foto: Imam Edi Siswanto)

Imam Edi mengingatkan bahwa pendidikan agama tidak hanya menjadi tanggung jawab TPQ dan guru, tetapi juga orang tua. Rumah adalah madrasah pertama, sehingga nilai yang diajarkan di TPQ perlu dilanjutkan melalui keteladanan orang tua di rumah.

Anak-anak perlu dibekali kemampuan menggunakan gawai dan media sosial secara bijak. Mereka harus diajarkan untuk menyaring informasi, melakukan tabayun, menjaga perkataan di media sosial, tidak melakukan perundungan digital, serta menggunakan teknologi untuk belajar dan berkarya.

Semangat ini sejalan dengan firman Allah SWT, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا — “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya” (QS. Al-Hujurat: 6).

Dalam kaitannya dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Imam Edi mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan bukan hanya dengan perayaan, tetapi dengan menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, rajin belajar, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi orang tua, mendidik anak dengan baik merupakan bagian dari mengisi kemerdekaan. Bagi guru TPQ, mengajarkan Al-Qur’an adalah bentuk pengabdian. Sementara bagi anak-anak, belajar dengan sungguh-sungguh, berakhlak baik, dan menghormati orang tua merupakan bentuk nyata menghargai perjuangan para pahlawan.

Menutup penyampaiannya, Imam Edi mengajak jamaah menjaga tiga warisan penting: warisan Rasulullah ﷺ berupa akhlak mulia, warisan TPQ berupa kecintaan kepada Al-Qur’an, dan warisan para pahlawan berupa kemerdekaan serta persatuan.

“Ketiganya perlu diteruskan kepada generasi berikutnya agar anak-anak tidak hanya tumbuh cerdas, tetapi juga menjadi generasi Qur’ani, berkarakter, cinta tanah air, dan peduli terhadap sesame,” ucapnya.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

#38 Nashoihul Ibad Bab 4 Maqolah 24 - 26, Mengendalikan Hawa Nafsu dan Menjaga Ibadah dalam Segala Keadaan

Suasana kajian kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani di KUA Kalimanah pada kajian rutin Rabu Pagi edisi ke 38, Rabu (2/9/20...