Tampilkan postingan dengan label Kepenyluhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepenyluhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Agustus 2026

Keren, Penyuluh Agama Jadi Pilot Drone Pertanian, Dorong untuk Tingkatkan Produktivitas Petani

Zamroni Irham, saat belajar mengoperasikan drone pertanian bersama UPJA Tinggar Jaya, Desa Kalitinggar, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, di area persawahan setempat, Ahad (16/8/2026) lalu. (Foto: tangkapan layar)

Purbalingga – Hobi di bidang pertanian dan peternakan mendorong Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Zamroni Irham, untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Salah satunya dengan belajar mengoperasikan drone pertanian bersama UPJA Tinggar Jaya, Desa Kalitinggar, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, di area persawahan setempat, Ahad (16/8/2026).

Bagi Zamroni, belajar teknologi pertanian menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk kepeduliannya terhadap perkembangan dunia pertanian. Dalam praktiknya, ia belajar mengoperasikan drone untuk melakukan aplikasi bahan pertanian, khususnya pemupukan dan penyemprotan pada tanaman padi.

Bahan yang digunakan dalam kegiatan budidaya antara lain Pupuk Organik Cair (POC) Biometa, PGPR, AB Mix, booster tanaman, dan Nitrobacter, yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta teknik dan formulasi aplikasi. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Zamroni%20Irham

Zamroni menjelaskan, pengoperasian drone pertanian tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Dibutuhkan keterampilan, keahlian, pemahaman teknis, serta perhatian terhadap aspek keselamatan dan ketentuan yang berlaku.

“Drone pertanian tidak bisa dioperasikan sembarang orang. Ada keterampilan dan keahlian yang harus dimiliki, sehingga operator perlu memahami teknis pengoperasian, keselamatan, dan ketentuan yang berlaku,” jelas Zamroni.

Menurutnya, pemanfaatan drone dalam kegiatan pemupukan dan penyemprotan memberikan sejumlah keuntungan bagi petani karena mampu bekerja secara cepat, efektif, dan efisien. Teknologi tersebut dapat membantu menghemat tenaga serta mempercepat proses aplikasi bahan pertanian, khususnya pada lahan persawahan yang luas.

Dalam praktik yang dilakukan bersama UPJA Tinggar Jaya, drone dengan kapasitas tangki 20 liter digunakan untuk aplikasi pada area persawahan sekitar satu hektare dengan waktu kurang lebih satu jam.

“Dengan volume 20 liter, berdasarkan praktik yang kami lakukan, drone ini mampu melakukan aplikasi pada sekitar satu hektare sawah dalam waktu kurang lebih satu jam. Ini menjadi salah satu teknologi yang efektif dan efisien untuk membantu petani,” ungkapnya.

Bagi Zamroni, pengalaman tersebut bukan sekadar menyalurkan hobi di bidang pertanian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami secara langsung perkembangan teknologi yang digunakan masyarakat. 

Ia melihat bahwa kemajuan teknologi pertanian dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu petani meningkatkan efisiensi kerja dan mendukung produktivitas pertanian.

Kegiatan belajar bersama UPJA Tinggar Jaya tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penyuluh agama dapat hadir dan berinteraksi dengan masyarakat melalui berbagai bidang kehidupan. 

Dengan semangat belajar dan kolaborasi lintas bidang, penyuluh agama tidak hanya menjalankan peran kepenyuluhan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari masyarakat yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Satu Semangat dalam Meneladani Rasulullah, Merawat Generasi Qur’ani dan Mengisi Kemerdekaan

Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, Milad ke-36 TPQ Nurul Iman, dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia TPQ Nurul Iman Penaruban di Musala Al Haq, Kamis (20/8/2026) kemarin.(Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga- PAI KUA Kalimanah Imam Edi Siswanto mengajak jamaah menjadikan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, Milad ke-36 TPQ Nurul Iman, dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai tiga momentum yang memiliki satu semangat, yakni membangun manusia yang beriman, berakhlak, berilmu, dan bermanfaat.

Demikian disampaikanya pada kegiatan di TPQ Nurul Iman Penaruban di Musala Al Haq, Kamis (20/8/2026) kemarin. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Imam%20Edi%20Siswanto

Menurutnya, Rasulullah ﷺ menjadi teladan dalam membangun umat melalui iman dan akhlak, TPQ berperan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada generasi, sementara kemerdekaan merupakan hasil perjuangan yang harus diisi dengan pembangunan dan kebaikan.

Mengutip firman Allah SWT, لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ — “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian” (QS. Al-Ahzab: 21), ia menekankan bahwa kecintaan kepada Rasulullah ﷺ harus diwujudkan dalam akhlak.

Peringatan Maulid tidak cukup hanya dengan kegiatan seremonial, tetapi hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki perilaku, menjaga lisan, memperkuat hubungan keluarga, menyayangi sesama, dan meneladani kesabaran serta kasih sayang Rasulullah ﷺ.

Sementara itu, Milad ke-36 TPQ Nurul Iman dipandang sebagai perjalanan panjang dalam menanamkan pendidikan Al-Qur’an kepada anak-anak. Selama 36 tahun, TPQ telah menjadi bagian dari perjuangan mencetak generasi yang mengenal Al-Qur’an, belajar shalat, memahami doa dan akhlak. 

PAI KUA Kalimanah Imam Edi Siswanto (kanan) foto bersama ppara santri dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ, Milad ke-36 TPQ Nurul Iman, dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia TPQ Nurul Iman Penaruban di Musala Al Haq, Kamis (20/8/2026) kemarin.(Foto: Imam Edi Siswanto)

Imam Edi mengingatkan bahwa pendidikan agama tidak hanya menjadi tanggung jawab TPQ dan guru, tetapi juga orang tua. Rumah adalah madrasah pertama, sehingga nilai yang diajarkan di TPQ perlu dilanjutkan melalui keteladanan orang tua di rumah.

Anak-anak perlu dibekali kemampuan menggunakan gawai dan media sosial secara bijak. Mereka harus diajarkan untuk menyaring informasi, melakukan tabayun, menjaga perkataan di media sosial, tidak melakukan perundungan digital, serta menggunakan teknologi untuk belajar dan berkarya.

Semangat ini sejalan dengan firman Allah SWT, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا — “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya” (QS. Al-Hujurat: 6).

Dalam kaitannya dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Imam Edi mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan bukan hanya dengan perayaan, tetapi dengan menjadi pribadi yang beriman, berakhlak, rajin belajar, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi orang tua, mendidik anak dengan baik merupakan bagian dari mengisi kemerdekaan. Bagi guru TPQ, mengajarkan Al-Qur’an adalah bentuk pengabdian. Sementara bagi anak-anak, belajar dengan sungguh-sungguh, berakhlak baik, dan menghormati orang tua merupakan bentuk nyata menghargai perjuangan para pahlawan.

Menutup penyampaiannya, Imam Edi mengajak jamaah menjaga tiga warisan penting: warisan Rasulullah ﷺ berupa akhlak mulia, warisan TPQ berupa kecintaan kepada Al-Qur’an, dan warisan para pahlawan berupa kemerdekaan serta persatuan.

“Ketiganya perlu diteruskan kepada generasi berikutnya agar anak-anak tidak hanya tumbuh cerdas, tetapi juga menjadi generasi Qur’ani, berkarakter, cinta tanah air, dan peduli terhadap sesame,” ucapnya.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Kamis, 02 April 2026

KUA Kalimanah Tetap Prima Layani Masyarakat, Menuju Sukses WBBM 2027

Pegawai KUA Kalimanah, Regina tampak sedang beraktivitas diruang kerja kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Di tengah beragam kebutuhan layanan keagamaan, seluruh jajaran tetap bekerja dengan penuh semangat, profesional, dan humanis, Kamis (2/4/2026).

Sejak pagi hari, aktivitas pelayanan sudah tampak berjalan optimal. Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, terlihat langsung turun tangan melayani masyarakat. Ia dengan ramah menerima tamu yang datang untuk berkonsultasi terkait rencana pernikahan, memberikan arahan dan solusi yang tepat guna mempersiapkan pernikahan yang sakinah.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kholidin?m=0

Di sisi lain, para Penyuluh Agama Islam (PAI) juga aktif menjalankan tugasnya. Mereka tampak melakukan pembaruan (update) data lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta data wakaf. Langkah ini penting untuk memastikan data keagamaan tetap valid dan dapat mendukung program pembinaan umat secara berkelanjutan.
Kepala KUA Kalimanah, Kholidin tampak sedang melayani konsultasi masyarakat di ruang kerjanya, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Pelayanan administrasi pun berjalan dinamis. Staf KUA Kalimanah sigap melayani masyarakat yang mengurus permohonan surat rekomendasi nikah, dengan proses yang cepat dan transparan. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen KUA dalam memberikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Pelayanan?m=0

Tak kalah penting, Penghulu Muda juga terlihat aktif melaksanakan bimbingan perkawinan (bimwin) bagi calon pengantin. Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam membekali pasangan dengan pengetahuan dan kesiapan membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Selain layanan inti, administrasi kehumasan juga terus diperkuat melalui berbagai media informasi. KUA Kalimanah secara aktif mengelola kanal digital untuk menyampaikan informasi, edukasi, serta publikasi kegiatan kepada masyarakat luas.
PAI KUA Kalimanah, Zamroni Irham dan Pujianto tampak sedang melakukan updating data Wakaf dan lembaga TPQ di ruang kerja kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Adapun jam pelayanan KUA Kalimanah dibuka setiap hari Senin hingga Jumat, pukul 07.30 hingga 16.00 WIB, dan khusus hari Jumat hingga pukul 16.30 WIB. Kantor ini beralamat di Jalan Mayjend Sungkono No. 529, Kalimanah.

Lebih dari itu, semangat pelayanan yang ditunjukkan KUA Kalimanah tidak lepas dari komitmen besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.
Dengan suasana kekeluargaan, Pegawai KUA Kalimanah, Prayitno dan Supriyono tampak sedang melayani tamu di ruang kerja kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Setelah sukses meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), kini seluruh satuan kerja, termasuk KUA Kalimanah, terus berbenah dan berinovasi menuju pencapaian Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2027.

Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan publik, penguatan integritas aparatur, serta optimalisasi pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan semangat tersebut, KUA Kalimanah siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang tidak hanya bersih, tetapi juga semakin responsif, transparan, dan berdampak nyata bagi umat.
Penghulu Muda KUA Kalimanah, Rizal tampak sedang melayani konsultasi di ruang kerja kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Masyarakat juga dapat mengakses informasi dan layanan melalui berbagai media resmi KUA Kalimanah, di antaranya email: kuakalimanah1@gmail.com, serta media sosial Instagram, Facebook, TikTok, dan blog resmi KUA Kalimanah.

1. Instagram @kuakalimanah https://www.instagram.com/kuakalimanah?igsh=YzljYTk1ODg3Zg==
2. Facebook @kuakalimanah https://www.facebook.com/share/fVV7hsEveuzmB5PX/?mibextid=qi2Omg
3. Tiktok @kuakalimanah
https://vt.tiktok.com/ZSY3KtrX6/
4. Blogspot
https://kuakalimanah.blogspot.com/?m=1

Dengan semangat melayani sepenuh hati, KUA Kalimanah terus berupaya menjadi garda terdepan dalam pelayanan keagamaan yang profesional, responsif, dan berdampak positif bagi masyarakat. Komitmen ini menjadi wujud nyata transformasi layanan publik yang semakin adaptif di era modern serta langkah optimis menuju WBBM 2027.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Kamis, 12 Maret 2026

PAI KUA Kalimanah Bekali Materi Tentang Sholat Sunah Berjamaah Bagi Siswa SMPN 2 di Masjid Al Huda


PAI KUA Kalimanah, MA Zaenal Abidin saat membimbing praktik sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Rabu (11/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah, para siswa mendapatkan materi tentang shalat sunah berjamaah, pengertian, tata cara dan doanya, selama tiga hari berturut-turut di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa–Kamis (10–12/3/2026).

Materi mengenai shalat sunah berjamaah diikuti oleh sedikitnya 756 siswa, dan materi ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, yaitu Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Purba, dan MA Zaenal Abidin.

Dalam penyampaiannya, Imam Edi Siswanto menjelaskan pengertian shalat sunah berjamaah serta berbagai jenisnya yang dianjurkan dalam Islam, seperti shalat Tarawih, shalat Idul Fitri, shalat Idul Adha, shalat gerhana dan shalat Istisqa. 
PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat menyampaikan materi sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Kamis (12/3/2026). (Foto: MA Zaenal Abidin)
Ia menekankan bahwa pelaksanaan shalat sunah secara berjamaah dapat mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan semangat beribadah di tengah masyarakat.

Menurutnya, shalat Istisqa adalah shalat sunah dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah untuk memohon turunnya hujan ketika terjadi kekeringan.

Shalat ini biasanya dilakukan di lapangan atau tempat terbuka dan dilanjutkan dengan khutbah yang berisi doa, istighfar, dan ajakan untuk banyak bersedekah dan bertaubat kepada Allah SWT. Adapun pelaksanaan sholatnya seperti sholat Idul Fitri/Idul adha atau seperti sholat Jumat.
PAI KUA Kalimanah, Azizah Dwi Purba saat menyampaikan materi sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa (11/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Sementara itu, Azizah Dwi Purba menyampaikan tata cara pelaksanaan shalat sunah berjamaah, mulai dari niat, susunan saf, hingga adab ketika menjadi makmum maupun imam. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekhusyukan dan kedisiplinan dalam berjamaah agar ibadah yang dilakukan lebih bermakna.

Ia menjelasakan tata cara shalat Idul Fitri dan Idul Adha yang dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah pada pagi hari.

Ia menjelaskan bahwa pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir setelah takbiratul ihram, sedangkan pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir sebelum membaca surat Al-Fatihah dan surat dalam Al Quran. Setelah shalat, jamaah mendengarkan khutbah yang berisi pesan keimanan dan persaudaraan.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/03/kua-kalimanah-dan-smpn-2-kalimanah.html

PAI KUA Kalimanah, MA Zaenal Abidin saat menyampaikan materi sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Kamis (12/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)


Sementara itu, MA Zaenal Abidin menjelaskan tata cara shalat gerhana matahari dan gerhana bulan. Shalat ini dilaksanakan dua rakaat, namun setiap rakaat memiliki dua kali ruku’. Shalat gerhana menjadi sarana bagi umat Islam untuk mengingat kebesaran Allah serta memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar ketika terjadi fenomena alam tersebut. 
 
Ia menambahkan penjelasan mengenai hikmah dan keutamaan shalat sunah berjamaah. Menurutnya, selain menambah pahala, ibadah ini juga menjadi sarana pendidikan spiritual yang menumbuhkan kebersamaan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap masjid.

Melalui kegiatan pembelajaran yang diberi contoh dan siswa berpraktik langsung ini, para siswa diharapkan dapat memahami berbagai ibadah dalam Islam tidak hanya secara teori, tetapi juga mengetahui tata cara pelaksanaannya.

Dari kiri PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Ourba dan MA Zaenal Abidin saat di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Rabu (11/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Dengan demikian, kegiatan Ramadhan Aksi Islami ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat beribadah di kalangan siswa.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan pula dapat memahami pentingnya shalat sunah berjamaah sekaligus mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun dilingkungan masyarakat, di masjid maupun juga di mushala dilingkunganya.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

KUA Kalimanah Perdalam Pemahaman Haji dan Umrah dalam Program Ramadhan Aksi Islami Siswa SMPN 2

Staf KUA Kalimanah. H. Mukhyono saat menyampaikan materi tentang ibadah haji dan umrah dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan KUA Kalimanah dan dilaksanakan selama tiga hari, Selasa–Kamis (10–12/3/2026). (Foto: Amin Muakhor)

Purbalingga-Siswa SMP Negeri 2 Kalimanah mengikuti pembelajaran tentang ibadah haji dan umrah dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan KUA Kalimanah dan dilaksanakan selama tiga hari, Selasa–Kamis (10–12/3/2026).

Materi disampaikan oleh Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, MSI bersama staf KUA, yaitu Amin Muakhor dan Mukhyono. Kegiatan berlangsung sekitar tiga jam, mulai pukul 08.00 hingga 11.50 WIB di ruang kelas sekolah, dengan antusiasme tinggi dari para siswa.

Dalam pemaparannya, H. Kholidin menjelaskan pengertian ibadah haji dan umrah serta syarat dan rukun yang harus dipenuhi. Ia menerangkan bahwa haji merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi umat Islam yang mampu, sedangkan umrah merupakan ibadah sunnah yang dapat dilakukan kapan saja. 

Ia juga menegaskan bahwa syarat wajib haji meliputi Islam, baligh, berakal, merdeka, dan mampu secara fisik maupun finansial (Istita'ah), sementara rukun haji di antaranya ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa’i, tahallul dan tertib. 

Para pelajar SMPN 2 Kalimanah saat mengikuti materi tentang ibadah haji dan umrah dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan KUA Kalimanah dan dilaksanakan selama tiga hari, Selasa–Kamis (10–12/3/2026). (Foto: Amin Muakhor)

Sementara itu, H. Mukhyono menyampaikan tentang keutamaan ibadah haji dan umrah. Ia menjelaskan bahwa kedua ibadah tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar dan dapat menjadi sarana penghapus dosa. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/03/kua-kalimanah-dan-smpn-2-kalimanah.html 

Selain itu, haji yang mabrur akan membawa perubahan sikap dan akhlak seseorang menjadi lebih baik. Menurutnya, perjalanan haji dan umrah juga mengajarkan kesabaran, keikhlasan, serta persaudaraan umat Islam dari berbagai penjuru dunia.

Adapun Amin Muakhor menjelaskan dasar hukum serta praktik pelaksanaan ibadah haji dan umrah. 

Ia memaparkan bahwa kewajiban haji memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Antara lain QS. Ali 'Imran Ayat 97, yakni ayat utama yang menegaskan bahwa haji adalah kewajiban manusia kepada Allah bagi yang mampu.

Selain itu, dijelaskan pula secara singkat tahapan-tahapan pelaksanaan ibadah tersebut, mulai dari ihram di miqat, tawaf di Ka’bah, sa’i antara Safa dan Marwah, hingga tahallul. 

Penjelasan ini membantu siswa memahami gambaran nyata tentang pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa tidak hanya memahami teori tentang ibadah haji dan umrah, tetapi juga dapat menangkap makna spiritualnya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT serta menumbuhkan semangat untuk beribadah dengan lebih baik di masa mendatang.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Selasa, 10 Maret 2026

Menata Masa Depan dan Cegah Pernikahan Dini: KUA Kalimanah Awali Program The Most KUA di SMPN 2 Kalimanah

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.Si, saat menyampaikan materi The Most KUA di hadapan ratusan pelajar SMPN 2 Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: Amin Muakhor)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah resmi mengawali Program The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat) melalui kegiatan edukasi bagi para pelajar SMP Negeri 2 Kalimanah, Selasa (10/3/2026). 

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KUA Kalimanah dan SMPN 2 Kalimanah dalam memberikan pembinaan keagamaan serta edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan keluarga yang baik dan berkualitas.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah sekaligus koordinator kegiatan, Azizah Dwi Purba, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sinergi antara lembaga pendidikan dan KUA dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan berkeluarga sejak dini kepada para pelajar yang di kemas dalam kegiatan Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah "Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I'tikaf Qolbu". 

Melalui kolaborasi ini diharapkan para siswa memiliki pemahaman yang benar tentang makna pernikahan dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga.

Kegiatan dilaksanakan dengan pembagian materi sesuai jenjang kelas. Untuk kelas VII, materi disampaikan oleh PAI Pujianto, Mughofar, dan Zamroni Irham. Sementara itu kelas VIII mendapatkan pembinaan dari Kepala KUA Kalimanah Drs. H. Kholidin, M.Si, bersama staf KUA Amin Muakhor dan H. Mukhyono. 

Adapun kelas IX dibimbing oleh PAI Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Purba, dan MA Zaenal Abidin, yang pelaksanaannya bertempat di Masjid Al Huda Kalimanah.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah sekaligus koordinator kegiatan, Azizah Dwi Purba,saat menyampaikan materi The Most KUA di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Materi yang disampaikan kepada para siswa menekankan pada pemahaman tentang fondasi keluarga sakinah serta pentingnya pencegahan pernikahan usia dini. Para pelajar diberikan pemahaman bahwa pernikahan merupakan ikatan suci yang dilandasi cinta, tanggung jawab, dan komitmen jangka panjang antara suami dan istri.

Dalam penyampaiannya, para penyuluh juga menegaskan bahwa berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, batas minimal usia pernikahan di Indonesia adalah 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan. Ketentuan ini bertujuan agar calon pasangan memiliki kesiapan yang cukup, baik secara fisik, mental, maupun sosial sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Para siswa juga diberikan pemahaman bahwa menikah bukan sekadar gambaran romantis seperti yang terlihat dalam foto prewedding atau media sosial. Pernikahan adalah perjalanan panjang yang menuntut kedewasaan, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Selain itu dijelaskan pula bahwa pernikahan di usia terlalu muda dapat menimbulkan berbagai risiko. Dari sisi kesehatan, tubuh remaja umumnya belum siap untuk proses reproduksi secara optimal. Dari sisi psikologis, usia remaja masih berada pada tahap pertumbuhan emosional sehingga belum sepenuhnya matang dalam mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Pujianto saat menyampaikan materi The Most KUA di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.Si, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaborasi ini. Menurutnya, edukasi kepada para pelajar sangat penting agar generasi muda memiliki pemahaman yang benar tentang pernikahan dan mampu merencanakan masa depan dengan bijak.

“Kami sangat mendukung kegiatan kolaboratif seperti ini. Remaja perlu diberikan pemahaman bahwa pernikahan bukan sekadar romantisme sesaat, tetapi sebuah komitmen besar untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Oleh karena itu, mereka harus mempersiapkan diri dengan ilmu, kedewasaan, serta tanggung jawab yang matang,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa para pelajar saat ini sebaiknya memfokuskan diri pada pendidikan, pengembangan diri, serta membangun cita-cita. Dengan bekal tersebut, diharapkan kelak mereka dapat memasuki jenjang pernikahan pada waktu yang tepat dan dengan kesiapan yang lebih baik.

Dijelaskan pula bahwa pernikahan di usia terlalu muda dapat menimbulkan berbagai risiko. Dari sisi kesehatan, tubuh remaja umumnya belum siap untuk proses reproduksi secara optimal. 

Sementara dari sisi psikologis, usia remaja masih berada pada tahap pertumbuhan emosional sehingga belum sepenuhnya matang dalam mengelola konflik dan tanggung jawab dalam rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan memahami bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan kesiapan ilmu, kedewasaan, serta perencanaan masa depan yang matang.

Program The Most KUA menjadi salah satu langkah nyata KUA Kalimanah dalam menghadirkan dakwah yang edukatif sekaligus preventif, serta memperkuat kerja sama antara lembaga pendidikan dan institusi keagamaan dalam membimbing generasi muda menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Rabu, 04 Maret 2026

#26 Ciri-Ciri Orang yang Mengenal Allah dan Kunci Kebaikan Dunia–Akhirat

Kegiatan rutin kajian Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani di KUA Kalimanah setiap Rabu Pagi edisi ke 26, Rabu (4/3/2026). (Foto: Supriyono)

Pubalingga–Kajian rutin Kitab Nashoihul ‘Ibad edisi ke-26 kembali digelar pada Rabu pagi di KUA Kalimanah. Seperti biasa, acara diawali dengan pembacaan teks oleh Staf KUA Kalimanah, Prayitno yang akrab disapa Ibrahim dan penjelasan oleh Amin Muakhor, Rabu (4/3/2026). 

Dari kajian tersebut dapat kami sampaikan ringkasan isi kandungan terjemah kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 51 sampai 53 dari Kitab Nashoihul Ibad.

Rangkuman Maqolah 51–53 dari Nashoihul ‘Ibad:
1. Ciri Orang yang Mengenal Allah (Maqolah 51–52)
Menurut Dzun Nun Al-Misri, orang yang benar-benar mengenal Allah (arif billah) memiliki beberapa tanda utama:
  • Terikat oleh cinta kepada Allah, sehingga seluruh hidupnya tertawan dalam kecintaan dan ketaatan kepada-Nya.
  • Hatinya selalu merasa diawasi (muraqabah) dan lahiriahnya dihiasi dengan evaluasi diri (muhasabah).
  • Banyak beramal untuk Allah, amalnya terus bertambah dan dilakukan dengan ikhlas.
  • Menepati janji kepada Allah, yakni melaksanakan perintah-perintah-Nya dengan setia.
  • Berhati cerdas dan cepat tanggap, peka terhadap kebenaran.
  • Amalnya suci dan berkembang, selalu diperbaiki dan ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Intinya, orang yang mengenal Allah bukan hanya kuat secara spiritual dalam hati, tetapi juga nyata dalam amal dan komitmennya.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kajian%20Kitab?m=0

2. Pangkal Segala Kebaikan (Maqolah 53)
Menurut Abu Sulaiman Ad-Darani, pokok seluruh kebaikan di dunia dan akhirat adalah rasa takut kepada Allah.

  • Rasa takut kepada Allah mampu mengubah nasib amal seseorang dari keburukan menjadi kebaikan.Seorang hamba sebaiknya memiliki rasa takut dan harap sekaligus:
  • Takut mencegah dari maksiat.
  • Harap mendorong untuk beramal saleh.

Ibadah yang didasari harapan kepada rahmat dan cinta Allah lebih utama dibanding ibadah yang hanya didasari rasa takut, sebagaimana seorang raja dapat membedakan antara pelayan yang taat karena takut hukuman dan yang taat karena berharap kemurahan.

Beliau juga menjelaskan:
Kunci dunia adalah kenyang, karena kenyang memudahkan urusan dunia.

Kunci akhirat adalah lapar, karena lapar (hidup sederhana dan menahan diri) melembutkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
Kesimpulan

Maqolah 51–53 menegaskan bahwa orang yang mengenal Allah akan dipenuhi cinta, kesetiaan, keikhlasan, serta kesungguhan dalam beramal. Sementara itu, rasa takut dan harap kepada Allah menjadi fondasi utama segala kebaikan, dengan sikap zuhud dan pengendalian diri sebagai jalan menuju kebahagiaan akhirat.

Kegiatan rutin kajian Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani di KUA Kalimanah setiap Rabu Pagi edisi ke 26, Rabu (4/3/2026). (Foto: Rizal)

Berikut terjemahan lengkapnya:

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 51

 الْمَقَالَةُ الْحَادِيَةُ وَالْخَمْسُونَ (قَالَ) أَيْ ذُو النُّونِ الْمِصْرِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ (اَلْعَارِفُ بِاللَّهِ تَعَالَى أَسِيرٌ) أَيْ مَرْبُوطٌ بِحُبِّهِ (وَقَلْبُهُ بَصِيرٌ) أَيْ مُزَيِّنٌ لِبَاطِنِهِ بِالْمُرَاقَبَةِ وَلِظَاهِرِهِ بِالْمُحَاسَبَةِ (وَعَمَلُهُ لِلَّهِ كَثِيرٌ).

Maqolah yang ke lima puluh satu (Telah berkata) Maksudnya Dzun nun Al-Misri Radhiallahu Anhu (Orang yang kenal kepada Allah Ta'ala itu tertawan) Maksudnya terikat dengan cintanya kepada Allah (Dan hatinya itu melihat) Maksudnya menghiasai untuk hatinya dengan sifat merasa terus diawasi Allah dan pada jasmaninya dengan berevaluasi diri (Dan amalnya kepada Allah itu banyak).

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 52


 الْمَقَالَةُ الثَّانِيَةُ وَالْخَمْسُونَ (قَالَ) أَيْ ذُو النُّونِ الْمِصْرِيُّ (اَلْعَارِفُ بِاللَّهِ تَعَالَى وَفِيٌّ) أَيْ بِعَهْدِ اللَّهِ تَعَالَى بِأَنْ أَدَّى أَوَامِرَ اللَّهِ تَعَالَى (وَقَلْبُهُ ذَكِيٌّ) أَيْ سَرِيعٌ (وَعَمَلُهُ لِلَّهِ زَكِيٌّ) أَيْ صَالِحٌ زَائِدٌ فِي كُلِّ وَقْتٍ.

Maqolah yang ke lima puluh dua (Telah berkata) Maksudnya Dzun nun Al-Misri (Orang yang kenal kepada Allah itu menepati janji) Maksudnya atas janji kepada Allah Ta'ala dengan menunaikan perintah-perintah Allah Ta'ala (Dan hatinya itu cerdas) Maksudnya cepat tanggap (Dan amalnya kepada Allah itu murni) Maksudnya yang lurus dan bertambah di setiap waktu.

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 53

 الْمَقَالَةُ الثَّالِثَةُ وَالْخَمْسُونَ (عَنْ أَبِي سُلَيْمَانَ الدَّرَانِيِّ أَنَّهُ قَالَ: أَصْلُ كُلِّ خَيْرٍ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ الْخَوْفُ مِنَ اللَّهِ) فَإِنَّ الْخَوْفَ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى مُحَوِّلُ الصَّحِيفَةِ فَيَجْعَلُهَا فِي الْيَمِينِ بَعْدَ أَنْ هَوَتْ إلَى الشِّمَالِ فَلِلْعَبْدِ فِي حَالِ سَلَامَتِهِ مِنَ الْمَرَضِ أَنْ يَكُونَ خَائِفًا رَاجِيًا لِيَزْجُرَهُ الْخَوْفُ مِنْ الْمَعَاصِي وَيَبْعَثَهُ الرَّجَاءُ عَلَى اكْتِسَابِ الْعَمَلِ الصَّالِحِ، وَعِبَادَةُ الرَّاجِي أَفْضَلُ لِغَلَبَةِ مَحَبَّةِ اللَّهِ فِيهِ فَوْقَ الْخَائِفِ وَالْمَلِكُ يُفَرِّقُ بَيْنَ مَنْ يَخْدُمُهُ اتِّقَاءَ عِقَابِهِ وَمَنْ يَخْدُمُهُ رَجَاءَ كَرَمِهِ وَمَنْ يَخْدُمُهُ لَا لِشَيْءٍ (وَمِفْتَاحُ الدُّنْيَا الشَّبَعُ) فَتُفْتَحُ أُمُورُ الدُّنْيَا بِالشَّبَعِ (وَمِفْتَاحُ الْآخِرَةِ الْجُوعُ) فَتُفْتَحُ أُمُورُ الْآخِرَةِ بِالْجُوعِ.

Maqolah yang ke lima puluh tiga (Dari Abu Sulaiman Ad-Daroni ia berkata : Pangkal dari setiap kebaikan di dunia dan di akhirat adalah takut karena Allah) Karena sesungguhnya takut karena Allah Ta'ala itu bisa merubah lembaran amal maka rasa takut akan menjadikan lembaran amal di tangan kanan sesudah jatuhnya lembaran amal itu di tangan kiri maka untuk seorang hamba dalam keadaan selamatannya hamba itu dari penyakit supaya ada rasa takut lagi berharap supaya mencegah kepadanya oleh rasa takut dari melaksanakan maksiat dan supaya membangkitkan padanya oleh rasa berharap melakukan amalah sholeh. Ibadah orang yang berharap itu lebih utama karena lebih kuatnya cinta kepada Allah karena berharap diatas orang yang takut. Seorang raja itu bisa membedakan antara orang yang berkhidmah kepada raja karena takut dari siksaan raja dan orang yang berkhidmah kepada raja karena berharap dari kemurahannya dan orang yang berkhidmah kepada raja bukan karena apa-apa (Kunci dunia adalah kenyang) Maka terbuka urusan dunia dengan kenyang (Sedangkan kunci akhirat adalah lapar) Maka terbuka urusan-urusan akhirat dengan lapar.

Source: lilmuslimin.com
Editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 25 Februari 2026

#25 Menggapai Ridha Allah: Antara Cinta, Qanaah, dan Tawakal

Kegiatan rutin kajian Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani di KUA Kalimanah setiap Rabu Pagi edisi ke 25, Rabu (25/2/2026). (Foto: Rizal

Pubalingga–Kajian rutin Kitab Nashoihul ‘Ibad edisi ke-25 kembali digelar pada Rabu pagi di KUA Kalimanah. Seperti biasa, acara diawali dengan pembacaan teks oleh Staf KUA Kalimanah, Amin Muakhor dan penjelasan oleh Pujianto, Rabu (25/2/2026). 

Dari kajian tersebut dapat kami sampaikan ringkasan isi kandungan terjemah kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 
46–50 dari Kitab Nashoihul Ibad.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kajian%20Kitab

Ringkasan Maqolah 46–50 Bab 3 Nashoihul Ibad: Bagian ini menegaskan hakikat cinta kepada Allah, zuhud terhadap dunia, dan sikap hati seorang hamba. 

Pada Maqolah 46–47 dijelaskan bahwa orang yang benar-benar mencintai Allah akan mencintai para ulama dan orang saleh, mencintai amal saleh, serta lebih memilih beramal secara tersembunyi; cinta kepada Allah terbukti dengan mendahulukan firman-Nya, majelis-Nya, dan ridha-Nya di atas segalanya. 

Maqolah 48 mengajarkan bahwa ambisi dunia menjadikan seseorang fakir meski berharta, sedangkan qanaah dan ketaatan menjadikannya kaya dan mulia walau sederhana. 

Maqolah 49 menegaskan bahwa mengenal Allah membuat hati tidak terpikat pada makhluk dan dunia yang fana, serta menjauhkan diri dari permusuhan. 

Maqolah 50 menjelaskan bahwa rasa takut kepada Allah mendorong menjauhi maksiat, harapan kepada surga mendorong amal saleh, dan orang yang telah merasa dekat dengan Allah akan merasa asing dari ketergantungan kepada makhluk. 

Secara keseluruhan, maqolah ini mengajarkan kemurnian cinta kepada Allah, sikap zuhud, qanaah, tawakal, serta orientasi hidup yang tertuju pada akhirat.

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 46

(وَ) الْمَقَالَةُ السَّادِسَةُ وَالْأَرْبَعُونَ (عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: مَنْ أَحَبَّ اللَّهَ أَحَبَّ مَنْ أَحَبَّ اللَّهَ تَعَالَى) مِنَ الْعُلَمَاءِ وَالصَّالِحِينَ (وَمَنْ أَحَبَّ مَنْ أَحَبَّهُ اللَّهُ تَعَالَى أَحَبَّ مَا أُحَبَّ فِي اللَّهِ تَعَالَى) مِنَ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَاتِ (وَمَنْ أَحَبَّ مَا أُحَبَّ فِي اللَّهِ تَعَالَى أَحَبَّ أَنْ لَا يَعْرِفَهُ النَّاسُ) بَلْ يَشْتَغِلُ الْأَعْمَالَ فِي الْخَلْوَةِ.

Maqolahh yang ke empat puluh enam (Dari Supyan bin Uyainah Radhiallahu Anhu ia berkata: Barang siapa mencintai Allah maka pasti ia akan mencintai orang yang mencintai Allah Ta'ala) Dari golongan ulama dan dari golongan orang orang yang sholeh (Dan barang siapa yang mencintai orang yang telah cinta kepadanya Allah Ta'ala maka pasti ia akan mencintai perkara yang ia senangi karena Allah Ta'ala) Dari Amal-amal sholeh (Dan barang siapa mencintai perkara yang ia senangi karena Allah Ta'ala maka pasti ia akan menyenangi supaya tidak mengenal kepadanya para manusia) Bahkan ia sibuk beramal di waktu sendirian. 

وَنَقَلَ الْعَسْقَلَانِيُّ: أَنَّ مَحَبَّةَ اللَّهِ قِسْمَانِ: فَرْضٌ وَهِيَ الْبَاعِثَةُ عَلَى اِمْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيهِ وَالرِّضَا بِقَدَرِهِ، وَنَدْبٌ وَهِيَ أَنْ يُوَاظِبَ عَلَى النَّوَافِلِ وَيَجْتَنِبَ الشُّبُهَاتِ اهُ. وَقَالَ الصِّدِّيقُ: مَنْ ذَاقَ مِنْ خَالِصِ مَحَبَّةِ اللَّهِ شَغَلَهُ ذَلِكَ عَنْ طَلَبِ الدُّنْيَا وَأَوْحَشَهُ عَنْ جَمِيعِ الْبَشَرِ.

Dan telah menuqil Syaikh Ibnu Hajar Al-Asqollani: Sesunggunya cinta kepada Allah terbagi dua: Fardhu yaitu yang memotifasi pada melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah dan ridho dengan takdirnya. Dan sunnah yaitu menekuni pada ibadah sunnah dan menjauhi perkara syubhat. Sampai sini nuqilan Syekh Ibnu Hajar berakhir. Berkata Abu Bakar As-Siddiq Radhiallahu Anhu : Barang siapa yang mencicipi dari kemurnian cinta kepada Allah maka pastii akan mengsibukkan kepadanya kemurnian cinta itu dari dunia dan Allh pasti akan menjauhkan ia dari seluruh manusia.

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 47

(وَ) الْمَقَالَةُ السَّابِعَةُ وَالْأَرْبَعُونَ (عَنِ النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أَنَّهُ قَالَ: [صِدْقُ الْمَحَبَّةِ فِي ثَلَاثِ خِصَالٍ: أَنْ يَخْتَارَ كَلَامَ حَبِيبِهِ عَلَى كَلَامِ غَيْرِهِ، وَيَخْتَارَ مُجَالَسَةَ حَبِيْبِهِ عَلَى مُجَالَسَةِ غَيْرِهِ وَيَخْتَارَ رِضَا حَيِّيَيْهِ عَلَى رِضَا غَيْرِهِ]) فَإِنَّ مَنْ أَحَبَّ شَيْئًا فَهُوَ عَبْدُهُ. وَقَالَ يَحْيَى بْنُ مُعَاذٍ: وَمِثْقَالُ خَرْدَلَةٍ مِنْ حُبِّ اللَّهِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ عِبَادَةِ سَبْعِينَ سَنَةً.

Maqolah yang ke empat puluh tujuh (Dari Nabi Alaihis Sholatu Wassalam sesungguhnya Nabi bersabda: [Benarnya cinta ada pada tiga perkara: Orang yang mencintai memilih perkataan kekasihnya di atas perkataan orang lain, dan ia memilih majelis kekasihnya diatas majelis orang lain, dan ia memilih ridho kekasihnya diatas ridho orang lain]) Karena sesungguhnya orang yang mencintai sesuatu maka ia adalah hamba sahayanya. Dan telah berkata Yahya bin Mu'adz: Seberat biji sawi dari cinta Allah lebih dicintai olehku daripada ibadah tujuh puluh tahun.

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 48

(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّامِنَةُ وَالْأَرْبَعُونَ (عَنْ وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ الْيَمَانِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: مَكْتُوبٌ فِي التَّوْرَاةِ: الْحَرِيصُ فَقِيرٌ) أَيْ الطَّالِبُ لِشَيْءٍ بِاجْتِهَادٍ فِي إِصَابَتِهِ فَاقِدٌ لِمَا يَحْتَاجُ إِلَيْهِ (وَإِنْ كَانَ مَالِكَ الدُّنْيَا) أَيْ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ مِنَ الْأَمْتِعَةِ وَالْجَوَاهِرِ (وَالْمُطِيعُ لِلَّهِ تَعَالَى مُطَاعٌ لِلنَّاسِ وَإِنْ كَانَ) أَيْ الْمُطِيعُ (مَمْلُوكًا) أَيْ عَبْدًا لِلنَّاسِ (وَالْقَانِعُ) أَيْ السَّاكِنُ الْقَلْبِ عِنْدَ عَدَمِ الْمَأْلُوفَاتِ وَالرَّاضِي بِقِسْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى (غَنِيٌّ وَإِنْ كَانَ جَائِعًا) وَهَرَبَتْ اِمْرَأَةٌ أَسِيرَةٌ مِنْ بِلَادِ الْكُفْرِ وَمَشَتْ مِائَتَيْ فَرْسَخٍ لَمْ تَأْكُلْ شَيْئًا فَسُئِلَتْ: كَيْفَ قَوِيتِ عَلَى الْمَشْيِ بِلَا أَكْلٍ؟ فَقَالَتْ: كُلَّمَا جِعْتُ قَرَأْتُ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَأَشْبَعُ.

Maqolah yang ke empat puluh delapan (Dari Wahab Bin Munabbih Al-Yamani Radhiallahu Anhu: Termaktub dalam kitab Taurat: Orang yang ambisius itu adalah orang fakir) Maksudnya Orang yang mencai sesuatu dengan bersungguh-sungguh dalam memperoleh sesuatu itu adalah yang tidak mempunyai perkara yang ia mebutuhkan pada perkara itu (Walaupun terbukti ia memiliki dunia) Maksudnya perkara di antara langit dan bumi dari berbagai kenikmatan dan perhiasan (Dan orang yang taat kepada Allah Ta'ala itu adalah orang yang akan ditaati oleh manusia walaupun terbukti) Maksudnya orang yang mentaati Allah (Adalah seorang budak) Maksudnya budak milik manusia (Dan orang yang qonaah) Maksudnya yang tenang hatinya ketika tidak ada perkara yang menjadi kebiasaanya dan ridho atas bagian dari Allah Ta'ala (Adalah orang kaya walaupun terbukti ia adalah orang yang lapar) Telah kabur seorang wanita yang ditawan dari negaranya orang kafir dan ia berjalan sejauh dua ratus parsah ia tidak makan apapun kemudian ia ditanya: Bagaimana kamu bisa kuat berjalan tanpa makan, kemudian ia berkata setiap kali aku lapar maka aku membaca قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ tiga kali kemudian aku kenyang.

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 49

(وَ) الْمَقَالَةُ التَّاسِعَةُ وَالْأَرْبَعُونَ (عَنْ بَعْضِ الْحُكَمَاءِ) رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ (مَنْ عَرَفَ اللَّهَ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَعَ الْخَلْقِ لَذَّةٌ) لِأَنَّهُ لَمْ يُحِبَّ غَيْرَ اللَّهِ تَعَالَى (وَمَنْ عَرَفَ الدُّنْيَا) بِأَنَّهَا فَانِيَةٌ (لَمْ يَكُنْ لَهُ فِيهَا رَغْبَةٌ) بَلْ اخْتَارَ الدَّارَ الْبَاقِيَةَ وَعَمِلَ لَهَا (وَمَنْ عَرَفَ عَدْلَ اللَّهِ تَعَالَى لَمْ يَتَقَدَّمْ إلَيْهِ الْخُصَمَاءُ) أَيْ لَمْ يُقْبِلُوا عَلَيْهِ لِأَنَّهُ قَدْ تَرَكَ الْخُصُومَةَ كَمَا قَالَ الْحَسَنُ رَحِمَهُ اللَّهُ: مَنْ عَرَفَ اللَّهَ أَحَبَّهُ وَمَنْ عَرَفَ الدُّنْيَا كَرِهَهَا.

Maqolah yang ke empat puluh sembilan (Dari sebagian orang-orang yang bijaksana) Radhiallahu Anhu (Barang siapa yang kenal kepada Allah maka tidak akan ada baginya bersama makhluk suatu kenikmatan) Karena sesungguhnya ia tidak mencintai kepada selain Allah Ta'ala (Dan barang siapa kenal kepada dunia) Karena sesungguhnya dunia akan sirna (Maka tidak akan ada baginya di dalam dunia suatu kesenangan) Bahkan ia akan memilih tempat tinggal yang kekal dan beramal untuknya (Dan barang siapa mengenal pada keadilan Allah Ta'ala maka tidak akan menantang kepadanya musuh-musuh) Maksudnya mereka tidak akan datang kepadanya karena sesungguhnya ia telah meninggalkan permusuhan sebagaimana telah berkata Imam Hasan Rahimahullah: Barang siapa kenal kepada Allah maka pasti ia akan cinta kepada Allah dan barang siapa kenal pada dunia pasti ia akan membenci dunia.

وَقَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : 

 عَلَيْهَا كِلَابٌ هَمُّهُنَّ اجْتِذَابُهَا * فَمَا هِيَ إِلَّا جِيفَةٌ مُسْتَحِيلَةٌ
وَإِنْ تَجْتَذِبْهَا نَازَعَتْكَ كِلَابُهَا * فَإِنْ تَجْتَنِبْهَا كُنْتَ سِلْمًا لِأَهْلِهَا

Telah berkata Imam Syafi'i Radhiallahu Anhu:

Tiadalah keduniaan itu melainkan bangkai yang busuk * berkerumun diatas bangkai itu anjing mereka ingin menarik bangkai itu 

Jika engkau menjauhi dunia itu maka kamu pasti akan menjadi aman dari ahli dunia * Dan jika engkau menarik dunia itu maka pasti akan merebut kepadamu anjing-anjing dunia

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 50 

(وَ) الْمَقَالَةُ الْخَمْسُونَ (عَنْ) أَبِي الْفَيْضِ (ذِي النُّونِ الْمِصْرِيِّ) وَاسْمُهُ ثَوْبَانُ ابْنُ إِبْرَاهِيمَ، وَقِيلَ الْفَيْضُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَأَبُوهُ كَانَ نَوْبِيًّا وَهُوَ أَوْحَدَ وَقْتِهِ عِلْمًا وَوَرَعًا وَحَالًا وَأَدَبًا وَكَانَ رَجُلًا نَحِيفًا تَعْلُوهُ حُمْرَةٌ لَيْسَ بِأَبْيَضِ اللِّحْيَةِ تُوُفِّيَ سَنَةَ خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ وَمِائَتَيْنِ (كُلُّ خَائِفٍ) مِنْ شَيْءٍ (هَارِبٌ) مِنْهُ أَيْ فَمَنْ خَافَ مِنْ عَذَابِ النَّارِ عَمِلَ عَمَلًا يُبْعِدُهُ مِنْهَا (وَكُلُّ رَاغِبٍ) فِي شَيْءٍ (طَالِبٌ) لَهُ، أَيْ فَمَنْ رَغِبَ فِي الْجَنَّةِ عَمِلَ عَمَلًا يُقَرِّبُهُ إِلَيْهَا (وَكُلُّ آنِسٍ بِاللَّهِ مُسْتَوْحِشٌ بِالْخَلْقِ، وَفِي نُسْخَةٍ: مُسْتَوْحِشٌ عَنْ نَفْسِهِ).

Maqolah yang ke lima puluh (Dari) Abu Faidh (Dzun nun Al-Misri) Namanya adalah Tsauban bin Ibrohim, dan dikatakan Faidh bin Ibrohim dan ayahnya adalah seorang na'ib. Dzun nun Al-Misri adalah satu-satunya orang di zamannya yang paling alim dan wara dan tingkah lakunya dan tatakramanya dan terbukti Dzun nun Al-Misri adalah seorang lelaki yang ramping bagian atasnya merah dan tidak ada yang putih jenggotnya ia wafat pada tahun 245 H (Setiap orang yang takut) Dari sesuatu (Adalah yang melarikan diri) Darinya maksudnya barang siapa yang takut dari siksa neraka maka ia pasti mengerjakan amalan yang akan menjauhkan ia dari siksa neraka (Dan setiap orang yang senang) pada sesuatu (Adalah yang mencari) padanya. Maksudnya barang siapa yang senang pada surga maka ia pasti mengerjakan amalan yang akan mendekatkan ia kepada surga (Dan setiap orang yang merasa dekat bersama Allah adalah orang yang merasa asing dengan makhluq. Dalam salinan matan: Adalah orang yang merasa asing dari dirinya sendiri).(*)

Source: lilmuslimin.com
Editor: Imam Edi Siswanto

Sabtu, 21 Februari 2026

PAI KUA Kalimanah Ajak Syukur dan Buat Target Ibadah: Pesan Ramadhan untuk Jamaah Al Haq dan An Nuur

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat menyampaikan tausiyah atau kultum Ramadhan 1447 H di Mushala Al Haq Penaruban, Kamis (19/2/2026) lalu. (Foto: Ahza Farikh)

Purbalingga- Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto, menyampaikan tausiyah atau kultum Ramadhan 1447 H di Mushala Al Haq dan Mushala An Nuur pada Kamis dan Jumat (19–20/2/2026) lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak jamaah untuk mensyukuri nikmat karena kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan.

Menurutnya, wujud rasa syukur tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus dibuktikan dengan mengisi Ramadhan sebaik mungkin sesuai kemampuan masing-masing. Ia mengingatkan agar Ramadhan tahun ini meninggalkan atsar atau bekas kebaikan dalam diri.

BACA:  https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Imam%20Edi%20Siswanto

“Jangan sampai setelah Ramadhan berakhir kita justru menyesal karena melewatinya seperti hari biasa. Sungguh itu kerugian besar,” pesannya.

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat menyampaikan tausiyah atau kultum Ramadhan 1447 H di Mushala An Nuur Penaruban, Jumat (20/2/2026) lalu. (Foto: Ahza Farikh)

Imam Edi juga menekankan pentingnya meluruskan niat dalam setiap ibadah semata-mata karena Allah, sebab itulah yang dinilai dan menjadi sebab turunnya pahala serta ridha-Nya.

Kepada para remaja dan pemuda, ia berpesan agar menjaga akhlak, menjauhi gaya hidup boros dan pergaulan bebas, dan kompetisi gaya hidup hedonism (kepuasan materi belaka) serta tetap semangat menuntut ilmu yang bermanfaat.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Ramadhan%202026

“Puasa mengajarkan kita untuk hidup dengan penuh kesabaran, rasa syukur, sederhana dan ikhlas,” pesannya kepada para remaja dan pemuda mushala tersebut.

Selain itu, ia mengajak jamaah untuk menjalani “puasa digital” dengan membatasi penggunaan gawai hanya untuk hal yang perlu dan bermanfaat agar tidak melalaikan maupun mengurangi pahala puasa.

Diahir kultumnya, Ia mendorong setiap jamaah menetapkan minimal satu target ibadah selama Ramadhan, seperti tadarus dan khatam Al-Qur’an, shalat berjamaah, bersedekah, saling memaafkan, serta bekerja dan mencari nafkah halal.

“Satu target saja yang penting bernilai ibadah dan sesuai kemampuan, agar kita benar-benar merasakan nikmatnya bulan penuh rahmat, berkah, dan ampunan,” harapnya.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Kamis, 19 Februari 2026

Ramadhan Ceria: Bersama PAI KUA Kalimanah, Bina Santri Berakhlak Mulia

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat memberikan motivasi kepada para santri TPQ Nurul Iman Penaruban di Mushala Al Haq, Selasa (16/2/2026) sore lalu. (Foto: Tyas)

Purbalingga-Suasana penuh semangat dan kebahagiaan mewarnai hari menyambut Ramadhan 1447 H di Mushala Al Haq pada Selasa (16/2/2026) sore lalu. Di hadapan para santri TPQ Nurul Iman Penaruban, PAI KUA Kalimanah, yang sekaligus Kepala TPQ Nurul Iman Penaruban, Imam Edi Siswanto, hadir memberikan motivasi yang menyejukkan hati. 

Menurutnya, momentum awal Ramadhan ini dijadikan sebagai penguat tekad atau niat karena Allah untuk menyambut bulan suci dengan hati yang gembira dan penuh harapan.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Imam%20Edi%20Siswanto 

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat memberikan motivasi kepada para santri TPQ Nurul Iman Penaruban di Mushala Al Haq, Selasa (16/2/2026) sore lalu. (Foto: Tyas)

Dalam pesannya dengan bahasa sederhana dan diselingi kisah para Nabi yang inspiratif, Imam Edi Siswanto mengajak para santri untuk merasa senang dan bangga karena dipertemukan kembali dengan bulan mulia yang penuh rahmat, berkah, dan ampunan. 

"Untuk anak-anakku semua, bahwa Ramadhan itu mengajarkan kita untuk menahan makan dan minum, tetapi juga kesempatan kita semua untuk belajar dan memperbaiki diri serta meningkatkan iman sejak usia anak-anak," katanya disambut jawaban semangat anak-anak.

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat memberikan motivasi kepada para santri TPQ Nurul Iman Penaruban di Mushala Al Haq, Selasa (16/2/2026) sore lalu. (Foto: Tyas)

Ia juga memberikan apresiasi kepada anak-anak yang mulai belajar menahan makan dan minum. Menurutnya, itu adalah langkah awal yang sangat baik. 

Namun, perjuangan tidak berhenti di situ. Para santri diajak melanjutkan latihan dengan belajar menahan diri dari perilaku nakal dan kebiasaan berbohong, serta membiasakan berkata jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Para santri TPQ Nurul Iman Penaruban pada acara silaturahmi menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H di Mushala Al Haq, Selasa (16/2/2026) sore lalu. (Foto: Tyas)

Di akhir motivasinya, Ia memberikan satu kuis dan hadiah kepada santri sebagai pesan agar para santri semakin rajin belajar, taat beribadah, serta menghormati orang tua dan para ustadz. 

Dengan semangat Ramadhan, diharapkan tumbuh generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kuat iman dan indah akhlaknya.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Minggu, 15 Februari 2026

Sukseskan Geber BBM, PAI KUA Kalimanah Bersama Santri dan Takmir Jemput Ramadhan dengan Gotong Royong

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat melaksanakan Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid dan Mushala (BBM) yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto, bersama para santri kelas Al-Qur’an dan kelas Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA) Nurul Iman Penaruban serta Takmir Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, menggelar kegiatan bersih-bersih mushala, Ahad (15/2/2026).

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kegiatan

Kegiatan ini sekaligus menyukseskan Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid dan Mushala (BBM) Tahun 2026, yang diinisiasi oleh Direktur Jenderal Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Republik Indonesia, dalam rangka meningkatkan kualitas pemberdayaan Rumah Ibadah (Masjid Berdaya Berdampak) jelang Ramadan 1447 H/2026 M. 

Santri dan remaja TQA Nurul Iman Penaruban bersam aTakmir Msuhala Al Haq Penaruban pada kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto)

Dijelaskan oleh Imam Edi, bahwa suasana kerja bakti berlangsung lancar, penuh semangat gotong royong dan kebersamaan. Anak-anak, remaja, dan orang tua berbaur tanpa sekat, bekerja sesuai kemampuan masing-masing. 

Pemandangan ini bukan sekadar aktivitas membersihkan bangunan, melainkan juga potret pendidikan karakter yang hidup di tengah masyarakat.

Gotong Royong yang Bernilai Ibadah
Menurut Imam Edi Siswanto, yang juga Kepala TPQ Nurul Iman dan Penasehat Takmir Mushala Al Haq, kerja bakti telah menjadi tradisi masyarakat muslim.

“Gotong royong itu sudah menjadi ciri masyarakat desa, selain juga bernilai ibadah,” jelasnya.

Santri Kelas Al Quran TPQ Nurul Iman Penaruban pada kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto)

Pernyataan ini menegaskan bahwa kerja bakti bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah (persaudaraan) sekaligus ladang pahala.

Belajar dari Tindakan, Bukan Sekadar Teori
Anak-anak dan remaja dibagi dalam beberapa kelompok. Anak-anak bertugas menyapu lantai, membersihkan kaca jendela, serta menata kitab dan buku di lemari. 

Remaja menangani pekerjaan yang lebih menantang seperti membersihkan kipas angin, ventilasi, langit-langit, tempat wudhu, dan WC.

Sementara pekerjaan berat seperti memperbaiki kabel listrik, saluran air, sound system, dan peralatan lainnya dikerjakan oleh para orang tua.

Pembagian tugas ini bukan tanpa tujuan. Imam Edi menjelaskan alasan pentingnya melibatkan anak-anak TPQ dalam kegiatan tersebut:

1. Islam mengajarkan rajin bekerja sejak dini.
2. Melatih tanggung jawab.
3. Menumbuhkan rasa peduli dan memiliki terhadap rumah ibadah.
4. Membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
5. Mendatangkan pahala karena bagian dari ibadah dan sedekah tenaga.
6. Membentuk karakter sukses anak yang gemar membantu di rumah dan di masyarakat.
7. Menunjukkan semangat menyambut Ramadhan sebagai salah satu ciri orang beriman.

Ketua Takmir Mushala al Haq, H. Mudasir (berkopiah) saat kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto)

Menanam Kenangan, Menuai Kerinduan
Lebih dari sekadar bersih-bersih, kegiatan ini menjadi pengalaman yang membekas di hati anak-anak. 

Di masa depan, kenangan menyapu lantai mushala atau membersihkan jendela bersama teman dan orang tua akan menjadi panggilan rindu untuk kembali memakmurkan masjid dan mushala.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membersihkan hati, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian. 

Ketika generasi muda diajak terlibat sejak dini, mereka tidak hanya belajar tentang ibadah, tetapi juga tentang cinta kepada Allah, kepada sesama, dan kepada rumah-Nya.

Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga, menjadikan mushala bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter dan kebersamaan umat.(*)

Pewarta: Imam Edi siswanto 

KUA Kalimanah: Sambut Hari Santri Nasional dan Perkuat Komitmen WBBM dengan Doa Bersama dan Khotmil Qur’an

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Drs. H. Kholidin, MSI, bersama staf dan pegawai mengikuti kegiatan doa bersama dan kho...