Purbalingga – Hobi di bidang pertanian dan peternakan mendorong Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Zamroni Irham, untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Salah satunya dengan belajar mengoperasikan drone pertanian bersama UPJA Tinggar Jaya, Desa Kalitinggar, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, di area persawahan setempat, Ahad (16/8/2026).
Bagi Zamroni, belajar teknologi pertanian menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk kepeduliannya terhadap perkembangan dunia pertanian. Dalam praktiknya, ia belajar mengoperasikan drone untuk melakukan aplikasi bahan pertanian, khususnya pemupukan dan penyemprotan pada tanaman padi.
Bahan yang digunakan dalam kegiatan budidaya antara lain Pupuk Organik Cair (POC) Biometa, PGPR, AB Mix, booster tanaman, dan Nitrobacter, yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta teknik dan formulasi aplikasi.
BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Zamroni%20Irham
Zamroni menjelaskan, pengoperasian drone pertanian tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Dibutuhkan keterampilan, keahlian, pemahaman teknis, serta perhatian terhadap aspek keselamatan dan ketentuan yang berlaku.
“Drone pertanian tidak bisa dioperasikan sembarang orang. Ada keterampilan dan keahlian yang harus dimiliki, sehingga operator perlu memahami teknis pengoperasian, keselamatan, dan ketentuan yang berlaku,” jelas Zamroni.
Menurutnya, pemanfaatan drone dalam kegiatan pemupukan dan penyemprotan memberikan sejumlah keuntungan bagi petani karena mampu bekerja secara cepat, efektif, dan efisien. Teknologi tersebut dapat membantu menghemat tenaga serta mempercepat proses aplikasi bahan pertanian, khususnya pada lahan persawahan yang luas.
Dalam praktik yang dilakukan bersama UPJA Tinggar Jaya, drone dengan kapasitas tangki 20 liter digunakan untuk aplikasi pada area persawahan sekitar satu hektare dengan waktu kurang lebih satu jam.
“Dengan volume 20 liter, berdasarkan praktik yang kami lakukan, drone ini mampu melakukan aplikasi pada sekitar satu hektare sawah dalam waktu kurang lebih satu jam. Ini menjadi salah satu teknologi yang efektif dan efisien untuk membantu petani,” ungkapnya.
Bagi Zamroni, pengalaman tersebut bukan sekadar menyalurkan hobi di bidang pertanian, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami secara langsung perkembangan teknologi yang digunakan masyarakat.
Ia melihat bahwa kemajuan teknologi pertanian dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu petani meningkatkan efisiensi kerja dan mendukung produktivitas pertanian.
Kegiatan belajar bersama UPJA Tinggar Jaya tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penyuluh agama dapat hadir dan berinteraksi dengan masyarakat melalui berbagai bidang kehidupan.
Dengan semangat belajar dan kolaborasi lintas bidang, penyuluh agama tidak hanya menjalankan peran kepenyuluhan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari masyarakat yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi.(*)
Pewarta: Imam Edi Siswanto












