Kamis, 12 Maret 2026

PAI KUA Kalimanah Bekali Materi Tentang Sholat Sunah Berjamaah Bagi Siswa SMPN 2 di Masjid Al Huda


PAI KUA Kalimanah, MA Zaenal Abidin saat membimbing praktik sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Rabu (11/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah, para siswa mendapatkan materi tentang shalat sunah berjamaah, pengertian, tata cara dan doanya, selama tiga hari berturut-turut di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa–Kamis (10–12/3/2026).

Materi mengenai shalat sunah berjamaah diikuti oleh sedikitnya 756 siswa, dan materi ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, yaitu Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Purba, dan MA Zaenal Abidin.

Dalam penyampaiannya, Imam Edi Siswanto menjelaskan pengertian shalat sunah berjamaah serta berbagai jenisnya yang dianjurkan dalam Islam, seperti shalat Tarawih, shalat Idul Fitri, shalat Idul Adha, shalat gerhana dan shalat Istisqa. 
PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat menyampaikan materi sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Kamis (12/3/2026). (Foto: MA Zaenal Abidin)
Ia menekankan bahwa pelaksanaan shalat sunah secara berjamaah dapat mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan semangat beribadah di tengah masyarakat.

Menurutnya, shalat Istisqa adalah shalat sunah dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah untuk memohon turunnya hujan ketika terjadi kekeringan.

Shalat ini biasanya dilakukan di lapangan atau tempat terbuka dan dilanjutkan dengan khutbah yang berisi doa, istighfar, dan ajakan untuk banyak bersedekah dan bertaubat kepada Allah SWT. Adapun pelaksanaan sholatnya seperti sholat Idul Fitri/Idul adha atau seperti sholat Jumat.
PAI KUA Kalimanah, Azizah Dwi Purba saat menyampaikan materi sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa (11/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Sementara itu, Azizah Dwi Purba menyampaikan tata cara pelaksanaan shalat sunah berjamaah, mulai dari niat, susunan saf, hingga adab ketika menjadi makmum maupun imam. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekhusyukan dan kedisiplinan dalam berjamaah agar ibadah yang dilakukan lebih bermakna.

Ia menjelasakan tata cara shalat Idul Fitri dan Idul Adha yang dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah pada pagi hari.

Ia menjelaskan bahwa pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir setelah takbiratul ihram, sedangkan pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir sebelum membaca surat Al-Fatihah dan surat dalam Al Quran. Setelah shalat, jamaah mendengarkan khutbah yang berisi pesan keimanan dan persaudaraan.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/03/kua-kalimanah-dan-smpn-2-kalimanah.html

PAI KUA Kalimanah, MA Zaenal Abidin saat menyampaikan materi sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Kamis (12/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)


Sementara itu, MA Zaenal Abidin menjelaskan tata cara shalat gerhana matahari dan gerhana bulan. Shalat ini dilaksanakan dua rakaat, namun setiap rakaat memiliki dua kali ruku’. Shalat gerhana menjadi sarana bagi umat Islam untuk mengingat kebesaran Allah serta memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar ketika terjadi fenomena alam tersebut. 
 
Ia menambahkan penjelasan mengenai hikmah dan keutamaan shalat sunah berjamaah. Menurutnya, selain menambah pahala, ibadah ini juga menjadi sarana pendidikan spiritual yang menumbuhkan kebersamaan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap masjid.

Melalui kegiatan pembelajaran yang diberi contoh dan siswa berpraktik langsung ini, para siswa diharapkan dapat memahami berbagai ibadah dalam Islam tidak hanya secara teori, tetapi juga mengetahui tata cara pelaksanaannya.

Dari kiri PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Ourba dan MA Zaenal Abidin saat di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Rabu (11/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Dengan demikian, kegiatan Ramadhan Aksi Islami ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat beribadah di kalangan siswa.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan pula dapat memahami pentingnya shalat sunah berjamaah sekaligus mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun dilingkungan masyarakat, di masjid maupun juga di mushala dilingkunganya.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

KUA Kalimanah Perdalam Pemahaman Haji dan Umrah dalam Program Ramadhan Aksi Islami Siswa SMPN 2

Staf KUA Kalimanah. H. Mukhyono saat menyampaikan materi tentang ibadah haji dan umrah dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan KUA Kalimanah dan dilaksanakan selama tiga hari, Selasa–Kamis (10–12/3/2026). (Foto: Amin Muakhor)

Purbalingga-Siswa SMP Negeri 2 Kalimanah mengikuti pembelajaran tentang ibadah haji dan umrah dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan KUA Kalimanah dan dilaksanakan selama tiga hari, Selasa–Kamis (10–12/3/2026).

Materi disampaikan oleh Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, MSI bersama staf KUA, yaitu Amin Muakhor dan Mukhyono. Kegiatan berlangsung sekitar tiga jam, mulai pukul 08.00 hingga 11.50 WIB di ruang kelas sekolah, dengan antusiasme tinggi dari para siswa.

Dalam pemaparannya, H. Kholidin menjelaskan pengertian ibadah haji dan umrah serta syarat dan rukun yang harus dipenuhi. Ia menerangkan bahwa haji merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi umat Islam yang mampu, sedangkan umrah merupakan ibadah sunnah yang dapat dilakukan kapan saja. 

Ia juga menegaskan bahwa syarat wajib haji meliputi Islam, baligh, berakal, merdeka, dan mampu secara fisik maupun finansial (Istita'ah), sementara rukun haji di antaranya ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa’i, tahallul dan tertib. 

Para pelajar SMPN 2 Kalimanah saat mengikuti materi tentang ibadah haji dan umrah dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan KUA Kalimanah dan dilaksanakan selama tiga hari, Selasa–Kamis (10–12/3/2026). (Foto: Amin Muakhor)

Sementara itu, H. Mukhyono menyampaikan tentang keutamaan ibadah haji dan umrah. Ia menjelaskan bahwa kedua ibadah tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar dan dapat menjadi sarana penghapus dosa. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/03/kua-kalimanah-dan-smpn-2-kalimanah.html 

Selain itu, haji yang mabrur akan membawa perubahan sikap dan akhlak seseorang menjadi lebih baik. Menurutnya, perjalanan haji dan umrah juga mengajarkan kesabaran, keikhlasan, serta persaudaraan umat Islam dari berbagai penjuru dunia.

Adapun Amin Muakhor menjelaskan dasar hukum serta praktik pelaksanaan ibadah haji dan umrah. 

Ia memaparkan bahwa kewajiban haji memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Antara lain QS. Ali 'Imran Ayat 97, yakni ayat utama yang menegaskan bahwa haji adalah kewajiban manusia kepada Allah bagi yang mampu.

Selain itu, dijelaskan pula secara singkat tahapan-tahapan pelaksanaan ibadah tersebut, mulai dari ihram di miqat, tawaf di Ka’bah, sa’i antara Safa dan Marwah, hingga tahallul. 

Penjelasan ini membantu siswa memahami gambaran nyata tentang pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa tidak hanya memahami teori tentang ibadah haji dan umrah, tetapi juga dapat menangkap makna spiritualnya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT serta menumbuhkan semangat untuk beribadah dengan lebih baik di masa mendatang.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Tiga Hari Bersama PAI KUA Kalimanah, Siswa SMPN 2 Belajar Pemulasaran Jenazah

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Pujianto dan Mughofar saat menyampaikan materi Pemulasaran Jenazah di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di ruang kelas setempat, Selasa (10/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)
Purbalingga-Dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bersama KUA Kalimanah, selama tig ahri berturut-turut, Selasa-Kamis (10-12/3/2026) para siswa mendapatkan pembelajaran penting mengenai pemulasaran jenazah sebagai bagian dari kewajiban umat Islam. 

Materi ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Pujianto, Mughofar, dan Zamroni Irham kepada para siswa sebagai bekal pengetahuan keagamaan yang aplikatif dalam kehidupan bermasyarakat.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/03/kua-kalimanah-dan-smpn-2-kalimanah.html 

Para siswa diperkenalkan pada tata cara pengurusan jenazah dalam Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyolatkan jenazah

Para siswa sedang praktik mengkafani jenazah pada kegiatan program Aksi Islami SMPN2 Kalimanah di ruang kelas setempat, Rabu (11/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Pada tahap memandikan jenazah, dijelaskan bahwa jenazah dibersihkan dengan cara yang baik dan penuh penghormatan sebagai bentuk pemuliaan terakhir kepada orang yang telah meninggal. Proses ini dilakukan dengan menjaga aurat serta mengikuti tata cara yang dianjurkan dalam syariat Islam.

Selanjutnya pada tahap mengkafani jenazah, para siswa dijelaskan bahwa jenazah dikafani dengan kain kafan yang bersih dan suci sebagai simbol kesederhanaan manusia ketika kembali kepada Allah SWT. 

Kain kafan dililitkan dengan rapi sesuai tuntunan syariat sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan.

Adapun menyolatkan jenazah merupakan doa yang dipanjatkan oleh kaum muslimin untuk memohonkan ampunan dan rahmat Allah SWT bagi orang yang telah wafat. 

Sholat jenazah dilaksanakan tanpa rukuk dan sujud, namun berisi doa-doa kebaikan agar almarhum atau almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Pujianto dan Mughofar saat menyampaikan materi Pemulasaran Jenazah di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di ruang kelas setempat, Selasa (10/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Melalui materi ini, para pelajar diharapkan memahami bahwa pemulasaran jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah, yaitu kewajiban bersama umat Islam yang harus dilaksanakan ketika ada anggota masyarakat yang meninggal dunia. 

Dengan memahami ilmu ini sejak dini, para siswa diharapkan memiliki kesiapan dan kepedulian untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial keagamaan di lingkungan mereka.

Pembelajaran ini juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama manusia, sehingga para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menyadari makna ibadah dan tanggung jawab sosial dalam ajaran Islam.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Selasa, 10 Maret 2026

KUA Kalimanah dan SMPN 2 Kalimanah Bekali Siswa Ilmu Ibadah dan Praktik Keagamaan, Berikut Ceritanya

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.Si, saat menyampaikan materi Haji dan Umroh di hadapan ratusan pelajar SMPN 2 Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: Amin Muakhor)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah mengisi kegiatan diklat keagamaan bagi siswa-siswi SMP Negeri 2 Kalimanah selama tiga hari berturut-turut, Selasa hingga Kamis (10–12/3/2026).

Kegiatan tersebut dikemas dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” Kegiatan dilaksanakan di lingkungan sekolah serta di Masjid Al Huda Kalimanah.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KUA Kalimanah dan SMPN 2 Kalimanah dalam rangka memberikan penguatan literasi keagamaan bagi para pelajar selama bulan suci Ramadhan. Program ini diikuti oleh tiga kelompok jenjang kelas, yaitu kelas VII, VIII, dan IX, dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran keagamaan bagi para siswa.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/03/menata-masa-depan-dan-cegah-pernikahan.html 

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat menyampaikan materi Sholat Sunah Berjamaah di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: MA Zaenal Abidin)

Pada hari perdana ini, untuk kelas VII, materi disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Pujianto, Mughofar, dan Zamroni Irham dengan tema Pemulasaran Jenazah. Para siswa diberikan pemahaman tentang tata cara pengurusan jenazah dalam Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyolatkan jenazah.

Tidak hanya teori, para siswa juga diajak melakukan praktik secara langsung agar memahami proses tersebut dengan benar. Para siswa terlihat antusias saat mengikuti praktik mengafani jenazah, bahkan secara bergantian mereka ikut mempraktikkan langkah-langkah yang dijelaskan oleh para penyuluh.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan memiliki bekal pengetahuan dasar tentang kewajiban fardhu kifayah yang menjadi tanggung jawab umat Islam.

Sementara itu untuk kelas VIII, materi disampaikan oleh Kepala KUA Kalimanah Drs. H. Kholidin, M.Si bersama staf KUA Amin Muakhor dan H. Mukhyono dengan tema Ibadah Haji dan Umrah. Dalam sesi ini para siswa mendapatkan penjelasan tentang syarat, rukun, dan tujuan ibadah haji dan umrah, serta pemahaman mengenai makna spiritual dari ibadah tersebut.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Pujianto dan Mughofar saat menyampaikan materi Pemulasaran Jenazah di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di ruang kelas setempat, Selasa (10/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Selain materi teori, para siswa juga diajak melakukan praktik mengenakan pakaian ihram dan memahami tata cara thawaf serta urutan pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam, mulai pukul 08.00 hingga 11.50 WIB tersebut berlangsung menarik, meskipun para siswa sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mencoba mengenakan pakaian ihram secara langsung.

Adapun untuk kelas IX, materi disampaikan oleh PAI Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Purba, dan MA Zaenal Abidin yang dilaksanakan di Masjid Al Huda Kalimanah dengan tema Sholat Sunah Berjamaah.

Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai macam sholat sunah berjamaah, seperti Sholat Idul Fitri, Idul Adha, Sholat Gerhana Matahari dan Bulan, serta Sholat Istisqa (memohon turunnya hujan).

Setelah mendapatkan penjelasan materi, para siswa kemudian diajak untuk mempraktikkan langsung tata cara pelaksanaan sholat-sholat sunah tersebut secara berjamaah.

Beberapa siswa bahkan mendapat kesempatan untuk menjadi imam, di antaranya Iqbal, Riska, dan Aufa, sehingga kegiatan berlangsung lebih interaktif dan edukatif.

Melalui rangkaian kegiatan pembelajaran dan praktik ibadah ini, para siswa diharapkan dapat memahami ajaran Islam secara lebih mendalam serta mampu mempraktikkannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

Program Ramadhan Aksi Islami ini menjadi salah satu bentuk komitmen KUA Kalimanah dalam menghadirkan dakwah yang edukatif dan aplikatif bagi generasi muda, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi keagamaan dalam membentuk karakter pelajar yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Sebagai informasi, para pelajar siswa SMPN 2 Kalimanah akan mendapatkan semua materi tersebut di atas secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak sekolah.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Menata Masa Depan dan Cegah Pernikahan Dini: KUA Kalimanah Awali Program The Most KUA di SMPN 2 Kalimanah

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.Si, saat menyampaikan materi The Most KUA di hadapan ratusan pelajar SMPN 2 Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: Amin Muakhor)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah resmi mengawali Program The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat) melalui kegiatan edukasi bagi para pelajar SMP Negeri 2 Kalimanah, Selasa (10/3/2026). 

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KUA Kalimanah dan SMPN 2 Kalimanah dalam memberikan pembinaan keagamaan serta edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan keluarga yang baik dan berkualitas.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah sekaligus koordinator kegiatan, Azizah Dwi Purba, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sinergi antara lembaga pendidikan dan KUA dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan berkeluarga sejak dini kepada para pelajar yang di kemas dalam kegiatan Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah "Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I'tikaf Qolbu". 

Melalui kolaborasi ini diharapkan para siswa memiliki pemahaman yang benar tentang makna pernikahan dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga.

Kegiatan dilaksanakan dengan pembagian materi sesuai jenjang kelas. Untuk kelas VII, materi disampaikan oleh PAI Pujianto, Mughofar, dan Zamroni Irham. Sementara itu kelas VIII mendapatkan pembinaan dari Kepala KUA Kalimanah Drs. H. Kholidin, M.Si, bersama staf KUA Amin Muakhor dan H. Mukhyono

Adapun kelas IX dibimbing oleh PAI Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Purba, dan MA Zaenal Abidin, yang pelaksanaannya bertempat di Masjid Al Huda Kalimanah.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah sekaligus koordinator kegiatan, Azizah Dwi Purba,saat menyampaikan materi The Most KUA di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Materi yang disampaikan kepada para siswa menekankan pada pemahaman tentang fondasi keluarga sakinah serta pentingnya pencegahan pernikahan usia dini. Para pelajar diberikan pemahaman bahwa pernikahan merupakan ikatan suci yang dilandasi cinta, tanggung jawab, dan komitmen jangka panjang antara suami dan istri.

Dalam penyampaiannya, para penyuluh juga menegaskan bahwa berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, batas minimal usia pernikahan di Indonesia adalah 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan. Ketentuan ini bertujuan agar calon pasangan memiliki kesiapan yang cukup, baik secara fisik, mental, maupun sosial sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Para siswa juga diberikan pemahaman bahwa menikah bukan sekadar gambaran romantis seperti yang terlihat dalam foto prewedding atau media sosial. Pernikahan adalah perjalanan panjang yang menuntut kedewasaan, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Selain itu dijelaskan pula bahwa pernikahan di usia terlalu muda dapat menimbulkan berbagai risiko. Dari sisi kesehatan, tubuh remaja umumnya belum siap untuk proses reproduksi secara optimal. Dari sisi psikologis, usia remaja masih berada pada tahap pertumbuhan emosional sehingga belum sepenuhnya matang dalam mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Pujianto saat menyampaikan materi The Most KUA di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.Si, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaborasi ini. Menurutnya, edukasi kepada para pelajar sangat penting agar generasi muda memiliki pemahaman yang benar tentang pernikahan dan mampu merencanakan masa depan dengan bijak.

“Kami sangat mendukung kegiatan kolaboratif seperti ini. Remaja perlu diberikan pemahaman bahwa pernikahan bukan sekadar romantisme sesaat, tetapi sebuah komitmen besar untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Oleh karena itu, mereka harus mempersiapkan diri dengan ilmu, kedewasaan, serta tanggung jawab yang matang,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa para pelajar saat ini sebaiknya memfokuskan diri pada pendidikan, pengembangan diri, serta membangun cita-cita. Dengan bekal tersebut, diharapkan kelak mereka dapat memasuki jenjang pernikahan pada waktu yang tepat dan dengan kesiapan yang lebih baik.

Dijelaskan pula bahwa pernikahan di usia terlalu muda dapat menimbulkan berbagai risiko. Dari sisi kesehatan, tubuh remaja umumnya belum siap untuk proses reproduksi secara optimal. 

Sementara dari sisi psikologis, usia remaja masih berada pada tahap pertumbuhan emosional sehingga belum sepenuhnya matang dalam mengelola konflik dan tanggung jawab dalam rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan memahami bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan kesiapan ilmu, kedewasaan, serta perencanaan masa depan yang matang.

Program The Most KUA menjadi salah satu langkah nyata KUA Kalimanah dalam menghadirkan dakwah yang edukatif sekaligus preventif, serta memperkuat kerja sama antara lembaga pendidikan dan institusi keagamaan dalam membimbing generasi muda menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Jumat, 06 Maret 2026

Semangat Berbagi di Bulan Suci: KUA Kalimanah Kumpulkan Paket Sembako untuk Program “Ramadhan Sehati”

Rakor KUA Kalimanah tentang pengumpulan paket sembako untuk program “Ramadhan Sehati” Bazar Tebus Murah yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Kantor setempat, Kamis (5/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Purbalingga menggelar rapat koordinasi (rakor) terkait pengumpulan paket sembako untuk program “Ramadhan Sehati” Bazar Tebus Murah yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga.

Dalam rakor yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan KUA Kalimanah untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial Ramadan. 

BACA:  https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kholidin

Ia menekankan bahwa momentum Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kepedulian, solidaritas, dan semangat berbagi kepada sesama, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.

Rakor KUA Kalimanah tentang pengumpulan paket sembako untuk program “Ramadhan Sehati” Bazar Tebus Murah yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Kantor setempat, Kamis (5/3/2026). (Foto: Rizal)

Melalui gerakan sedekah dari para ASN, berhasil terkumpul 15 paket sembako. Setiap paket berisi 2 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir

"Paket-paket tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial dari keluarga besar KUA Kalimanah untuk membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Rencananya, paket sembako tersebut akan ditasyarufkan dalam kegiatan Bazar Tebus Murah Program “Ramadhan Sehati” yang akan dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026 pukul 08.30 WIB hingga selesai di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. 

"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara lembaga keagamaan dan masyarakat," harapnya.

Selain membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, hasil dari kegiatan bazar tersebut juga akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial keagamaan lainnya

Melalui program ini, KUA Kalimanah berharap semangat berbagi di bulan Ramadan dapat terus tumbuh, sehingga nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial semakin kuat di tengah kehidupan masyarakat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Kamis, 05 Maret 2026

Menyiapkan Keluarga Sakinah Sejak Awal: KUA Kalimanah Bimbing 5 Pasangan Calon Pengantin

PAI KUA Kalimanah, Pujianto (berdiri) dan Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.SI (kanan depan) pada acara Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri kepada  para Calon Pengantin (Catin) di aruang Balai Nikah KUA Kalimanah, kamis (5/3/2026). (Foto: Rizal)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi Calon Pengantin (Catin) yang diikuti oleh lima pasangan calon pengantin di ruang Balai Nikah KUA Kalimanah, Kamis (5/3/2026).

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/02/bekali-calon-pengantin-menuju-keluarga.html

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat menyampaikan materi Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri kepada  para Calon Pengantin (Catin) di aruang Balai Nikah KUA Kalimanah, kamis (5/3/2026). (Foto: Rizal)

Acara dibuka oleh Kepala KUA Kalimanah, Kholidin. Dalam sambutan sekaligus menyampaikan Bimwinnya, ia menyampaikan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan antara dua insan, melainkan komitmen besar untuk membangun keluarga sakinah yang membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat. 

Ia juga mengingatkan para calon pengantin agar mempersiapkan pernikahan dengan ilmu, kesabaran, dan tanggung jawab.

Kemudian, materi pertama hingga ketiga disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto. Ia menjelaskan tentang fikih munakahat, yang membahas dasar-dasar hukum pernikahan dalam Islam, mulai dari rukun, syarat, hingga hak dan kewajiban suami istri. 

PAI KUA Kalimanah, Zamroni Irham, saat menyampaikan materi Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri kepada  para Calon Pengantin (Catin) di aruang Balai Nikah KUA Kalimanah, kamis (5/3/2026). (Foto: Rizal)

Selain itu, ia juga menyampaikan materi tentang membangun landasan keluarga sakinah, yaitu keluarga yang diliputi ketenangan, cinta, dan kasih sayang (sakinah, mawaddah, wa rahmah), serta pentingnya komunikasi dan akhlak mulia dalam kehidupan rumah tangga.

Dalam sesi berikutnya, peserta juga mendapatkan materi tentang perencanaan perkawinan yang kokoh menuju keluarga sakinah. Pada bagian ini dijelaskan bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan mental, spiritual, sosial, dan ekonomi. 

Calon pasangan dianjurkan memiliki visi bersama dalam membangun keluarga yang harmonis, mampu menyelesaikan konflik dengan bijak, serta menanamkan nilai-nilai agama dalam kehidupan keluarga. 

Para Catin Foto bersama dengan Kepala KUA, Penghulu Muda dan PAI usai acara Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri bagi Calon Pengantin (Catin) di halaman KUA Kalimanah, Kamis (5/3/2026). (Foto: Rizal)

Selanjutnya pada sesi kedia, materi mengenai keuangan keluarga disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah, Zamroni Irham. Ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak dalam rumah tangga, mulai dari perencanaan kebutuhan, pengaturan pengeluaran, hingga menabung untuk masa depan.

Menurutnya, keterbukaan dan kerja sama antara suami dan istri dalam mengatur keuangan menjadi salah satu kunci menjaga keharmonisan keluarga.

Kegiatan bimbingan tersebut dipandu oleh Pujianto yang memandu jalannya acara dengan suasana interaktif dan penuh keakraban. Melalui kegiatan ini, diharapkan para calon pengantin memiliki bekal pengetahuan dan kesiapan yang lebih matang dalam membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, dan penuh keberkahan.(*)

Pewarta: Imam Edi siswanto 

PAI KUA Kalimanah Bekali Materi Tentang Sholat Sunah Berjamaah Bagi Siswa SMPN 2 di Masjid Al Huda

PAI KUA Kalimanah, MA Zaenal Abidin saat membimbing praktik sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yan...