Sabtu, 14 Maret 2026

Bagi Para Pemudik Lebaran Silahkan Beristirahat, KUA Kalimanah Telah Siapkan Masjid At Taqwa sebagai Masjid Ramah Pemudik 2026

Sebuah baner berisi informasi tempat untuk beristirahat bagi para pemudik di Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh, Jalan Mayjen Sungkono, Kalimanah, Purbalingga, Juamat (13/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, menyatakan kesiapan untuk menyukseskan program Masjid Ramah Pemudik 2026 yang dipusatkan di Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh Kalimanah.

Masjid tersebut dipilih karena lokasinya strategis, berada di jalur lintas antar kabupaten dan antar provinsi sehingga berpotensi menjadi tempat singgah bagi para pemudik.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/03/pai-kankemenag-purbalingga-pantau.html 

Kepala Kantor Urusan Agama Kalimanah, Kholidin, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pengurus takmir masjid untuk kesiapan program tersebut.

Menurutnya, seluruh staf dan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah telah disiapkan untuk melakukan pemantauan sekaligus memberikan pelayanan kepada para pemudik yang singgah selama arus mudik Lebaran 2026.

Kepala KUA Kalimanah, Kholidin saat meninjau kesiapan Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh untuk program Masjid Ramah Pemudik tahun 2026, Jumat (13/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

“Insyaallah kami siap memantau para pemudik yang singgah atau beristirahat di Masjid Ramah Pemudik di wilayah Kalimanah, khususnya di Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh,” kata Kholidin usai berkoordinasi dengan takmir masjid beberapa waktu lalu.

Sementara itu, salah satu Penyuluh Agama Islam Kalimanah, Imam Edi Siswanto, menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan di lapangan, situasi di sekitar masjid yang berada di Jalan Mayjen Sungkono, Kalimanah, pada Jumat dan Sabtu (13–14 Maret 2026) masih terbilang normal.

Dikatakan Imam, bahwa penunjuk arah serta informasi mengenai masjid ramah pemudik telah dipasang di sejumlah titik strategis guna memudahkan para pemudik menemukan lokasi masjid.

PAI KUA Kalimanah lainnya, Pujianto, menambahkan bahwa operasional layanan Masjid Ramah Pemudik akan berlangsung mulai H-4 hingga H+4 Lebaran sesuai penanggalan nasional. Meski demikian, jika lebih awal sudah ada pemudik yang singgah, pihak pengelola tetap akan memberikan pelayanan.

“Untuk efektivitas pelayanan, pengunjung Masjid Ramah Pemudik juga dapat memberikan testimoni atau laporan kunjungan. Kami telah menyiapkan link laporan serta barcode yang bisa dipindai oleh para pemudik,” jelasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani (Nomor lima dari Kanan) saat menyerahkan T'shirt dan penyerahan paket bingkisan kepada pengelola masjid At Taqwa di halaman masjid setempat disaksikan oleh Kepala KUA Kalimanah, Kholidin (paling kanan), Jumat (13/3/2026). (Foto: MA Zaenal Abidin)

Sebelumnya, pada Jumat (13/3/2026), Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga bersama Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Polres Purbalingga, Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga, BAZNAS Purbalingga, serta Bank Syariah Indonesia melakukan peninjauan kesiapan program Masjid Ramah Pemudik Idulfitri 1447 H/2026 M di Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan paket bingkisan kepada pengelola masjid sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menyampaikan apresiasi atas kesiapan dan dukungan dari KUA Kalimanah serta takmir Masjid At Taqwa dalam menyukseskan program tersebut.

PAI KUA Kalimanah, Mughofar, Zamroni Irham dan Pujianto bersama marbot masjid At Taqwa saat memasang baner Masjid Ramah Pemudik di halaman masjid setempat, Kamis (12/3/2026). (Foto: MA Zaenal Abidin)

Sebagai informasi, sebanyak 11 masjid di Kabupaten Purbalingga telah ditetapkan sebagai posko Masjid Ramah Pemudik, yaitu Masjid Uswatun Khasanah Jalan Pandjaitan Purbalingga, Masjid Al Hasanah Tlahab Lor Karangreja, Masjid An Nahdiyah Bobotsari, Masjid Cheng Hoo Mrebet, Masjid Darunnajaa Bojongsari, Masjid Baitul Muttaqiin Padamara, Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh Kalimanah, Masjid Nurul Falah Kemangkon, Masjid At Taqwa Bakulan, Masjid Nurul Falah Bukateja, serta Masjid Al Iftitah Toyareja.

Program ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik untuk beristirahat sekaligus beribadah selama perjalanan menuju kampung halaman.

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Jumat, 13 Maret 2026

Ramadhan Momentum Memperkuat Integritas dan Amanah, Pesan Inspiratif PAI KUA Kalimanah di Jumpa Ramadhan Kecamatan

Dari kanan, wakil Danramil Kalimanah, Kaplosek Kalimanah, AKP Mubarok, Camat Kalimanah, Karseno dan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat acara Jumpa Ramadhan Kecamatan Kalimanah di aula kantor setempat, Jumat (13/3/2026). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Purbalingga–
Dalam kultumnya, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto. menyampaikan pesan bertema “Ramadhan sebagai Momentum Memperkuat Integritas dan Amanah.” Menurutnya pesan tersebut dinilai sangat relevan dengan kehadiran para pemangku kebijakan dan tokoh masyarakat yang memiliki tanggung jawab besar dalam pelayanan publik.

Suasana religius dan penuh khidmat mewarnai kegiatan Jumpa (Jumat Pagi) Ramadhan yang diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jumat (13/3/2026). 

Kegiatan ini dihadiri Camat Kalimanah, Karseno, Danramil Kalimanah, Kapten Infanteri Walyadi, Kaplosek Kalimanah, AKP Mubarok, Kepala Desa Se Kecamatan Kalimanah dan tokoh masyarakat.

Suasana acara Jumpa Ramadhan Kecamatan Kalimanah di aula kantor setempat, Jumat (13/3/2026). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Dalam penyampaiannya, ia mengawali dengan mengingatkan kembali tujuan utama ibadah puasa sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).

Ayat tersebut menegaskan bahwa puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai sarana membentuk pribadi yang bertakwa.

“Salah satu tanda ketakwaan adalah memiliki integritas dan menjaga amanah,” katanya di hadapan para peserta.

Ia menjelaskan bahwa puasa merupakan ibadah yang sangat unik karena sangat bergantung pada kejujuran pribadi seseorang. Tidak ada manusia lain yang benar-benar mengetahui apakah seseorang benar-benar berpuasa atau tidak. Namun karena keyakinan kepada Allah SWT, seorang muslim tetap menjaga puasanya dengan sungguh-sungguh.

“Di sinilah puasa melatih integritas. Integritas adalah kesesuaian antara perkataan, perbuatan, dan nilai yang kita yakini. Apa yang kita lakukan ketika tidak ada orang yang melihat, itulah ukuran integritas kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa Ramadhan mengajarkan setiap manusia untuk selalu sadar bahwa Allah SWT senantiasa melihat segala perbuatan.

Oleh karena itu, siapa pun yang diberi amanah, baik sebagai pemimpin, aparatur pemerintahan, tokoh masyarakat, maupun sebagai anggota masyarakat, harus menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat rasa tanggung jawab terhadap amanah yang diemban.

Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”

Menurutnya, amanah jabatan, amanah tugas, dan amanah kepercayaan masyarakat pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Karena itu, nilai-nilai yang diajarkan Ramadhan harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya dengan bersikap jujur dalam bekerja, ikhlas dalam melayani masyarakat, adil dalam mengambil keputusan, serta menjaga kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat.

Suasana acara Jumpa Ramadhan Kecamatan Kalimanah di aula kantor setempat, Jumat (13/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Jika nilai-nilai Ramadhan benar-benar kita hayati, insyaAllah bukan hanya kualitas ibadah kita yang meningkat, tetapi juga kualitas kehidupan masyarakat akan menjadi lebih baik, lebih harmonis, dan penuh keberkahan,” harapnya.

Kultum tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan dan keberkahan bagi para pemimpin, masyarakat Kecamatan Kalimanah, serta kemajuan Kabupaten Purbalingga.

Dalam doanya, ia memohon kepada Allah SWT agar seluruh pemimpin dan aparatur yang mengemban amanah diberikan kekuatan, kebijaksanaan, serta keikhlasan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

Ia juga memohon agar Kecamatan Kalimanah dan Kabupaten Purbalingga senantiasa menjadi daerah yang aman, tenteram, penuh persaudaraan, serta dilimpahi keberkahan.

Kegiatan Jumpa Ramadhan yang dihadiri juga oleh PAI KUA Kalimanah, Azizah Dwi Purba dan Staff KUA Kalimanah, Amin Muakhor ini, menjadi momentum yang tidak hanya mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga mengingatkan kembali pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam menjalankan amanah, terlebih di bulan suci Ramadhan yang penuh hikmah.

Dengan pesan-pesan yang disampaikan, diharapkan Ramadhan benar-benar menjadi madrasah kehidupan yang membentuk pribadi-pribadi yang amanah, berintegritas, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Kamis, 12 Maret 2026

PAI KUA Kalimanah Bekali Materi Tentang Sholat Sunah Berjamaah Bagi Siswa SMPN 2 di Masjid Al Huda


PAI KUA Kalimanah, MA Zaenal Abidin saat membimbing praktik sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Rabu (11/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah, para siswa mendapatkan materi tentang shalat sunah berjamaah, pengertian, tata cara dan doanya, selama tiga hari berturut-turut di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa–Kamis (10–12/3/2026).

Materi mengenai shalat sunah berjamaah diikuti oleh sedikitnya 756 siswa, dan materi ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, yaitu Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Purba, dan MA Zaenal Abidin.

Dalam penyampaiannya, Imam Edi Siswanto menjelaskan pengertian shalat sunah berjamaah serta berbagai jenisnya yang dianjurkan dalam Islam, seperti shalat Tarawih, shalat Idul Fitri, shalat Idul Adha, shalat gerhana dan shalat Istisqa. 
PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat menyampaikan materi sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Kamis (12/3/2026). (Foto: MA Zaenal Abidin)
Ia menekankan bahwa pelaksanaan shalat sunah secara berjamaah dapat mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan semangat beribadah di tengah masyarakat.

Menurutnya, shalat Istisqa adalah shalat sunah dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah untuk memohon turunnya hujan ketika terjadi kekeringan.

Shalat ini biasanya dilakukan di lapangan atau tempat terbuka dan dilanjutkan dengan khutbah yang berisi doa, istighfar, dan ajakan untuk banyak bersedekah dan bertaubat kepada Allah SWT. Adapun pelaksanaan sholatnya seperti sholat Idul Fitri/Idul adha atau seperti sholat Jumat.
PAI KUA Kalimanah, Azizah Dwi Purba saat menyampaikan materi sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa (11/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Sementara itu, Azizah Dwi Purba menyampaikan tata cara pelaksanaan shalat sunah berjamaah, mulai dari niat, susunan saf, hingga adab ketika menjadi makmum maupun imam. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekhusyukan dan kedisiplinan dalam berjamaah agar ibadah yang dilakukan lebih bermakna.

Ia menjelasakan tata cara shalat Idul Fitri dan Idul Adha yang dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah pada pagi hari.

Ia menjelaskan bahwa pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir setelah takbiratul ihram, sedangkan pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir sebelum membaca surat Al-Fatihah dan surat dalam Al Quran. Setelah shalat, jamaah mendengarkan khutbah yang berisi pesan keimanan dan persaudaraan.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/03/kua-kalimanah-dan-smpn-2-kalimanah.html

PAI KUA Kalimanah, MA Zaenal Abidin saat menyampaikan materi sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Kamis (12/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)


Sementara itu, MA Zaenal Abidin menjelaskan tata cara shalat gerhana matahari dan gerhana bulan. Shalat ini dilaksanakan dua rakaat, namun setiap rakaat memiliki dua kali ruku’. Shalat gerhana menjadi sarana bagi umat Islam untuk mengingat kebesaran Allah serta memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar ketika terjadi fenomena alam tersebut. 
 
Ia menambahkan penjelasan mengenai hikmah dan keutamaan shalat sunah berjamaah. Menurutnya, selain menambah pahala, ibadah ini juga menjadi sarana pendidikan spiritual yang menumbuhkan kebersamaan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap masjid.

Melalui kegiatan pembelajaran yang diberi contoh dan siswa berpraktik langsung ini, para siswa diharapkan dapat memahami berbagai ibadah dalam Islam tidak hanya secara teori, tetapi juga mengetahui tata cara pelaksanaannya.

Dari kiri PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Ourba dan MA Zaenal Abidin saat di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bekerja sama dengan KUA Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Rabu (11/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Dengan demikian, kegiatan Ramadhan Aksi Islami ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat beribadah di kalangan siswa.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan pula dapat memahami pentingnya shalat sunah berjamaah sekaligus mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun dilingkungan masyarakat, di masjid maupun juga di mushala dilingkunganya.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

KUA Kalimanah Perdalam Pemahaman Haji dan Umrah dalam Program Ramadhan Aksi Islami Siswa SMPN 2

Staf KUA Kalimanah. H. Mukhyono saat menyampaikan materi tentang ibadah haji dan umrah dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan KUA Kalimanah dan dilaksanakan selama tiga hari, Selasa–Kamis (10–12/3/2026). (Foto: Amin Muakhor)

Purbalingga-Siswa SMP Negeri 2 Kalimanah mengikuti pembelajaran tentang ibadah haji dan umrah dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan KUA Kalimanah dan dilaksanakan selama tiga hari, Selasa–Kamis (10–12/3/2026).

Materi disampaikan oleh Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, MSI bersama staf KUA, yaitu Amin Muakhor dan Mukhyono. Kegiatan berlangsung sekitar tiga jam, mulai pukul 08.00 hingga 11.50 WIB di ruang kelas sekolah, dengan antusiasme tinggi dari para siswa.

Dalam pemaparannya, H. Kholidin menjelaskan pengertian ibadah haji dan umrah serta syarat dan rukun yang harus dipenuhi. Ia menerangkan bahwa haji merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi umat Islam yang mampu, sedangkan umrah merupakan ibadah sunnah yang dapat dilakukan kapan saja. 

Ia juga menegaskan bahwa syarat wajib haji meliputi Islam, baligh, berakal, merdeka, dan mampu secara fisik maupun finansial (Istita'ah), sementara rukun haji di antaranya ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa’i, tahallul dan tertib. 

Para pelajar SMPN 2 Kalimanah saat mengikuti materi tentang ibadah haji dan umrah dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan KUA Kalimanah dan dilaksanakan selama tiga hari, Selasa–Kamis (10–12/3/2026). (Foto: Amin Muakhor)

Sementara itu, H. Mukhyono menyampaikan tentang keutamaan ibadah haji dan umrah. Ia menjelaskan bahwa kedua ibadah tersebut memiliki nilai pahala yang sangat besar dan dapat menjadi sarana penghapus dosa. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/03/kua-kalimanah-dan-smpn-2-kalimanah.html 

Selain itu, haji yang mabrur akan membawa perubahan sikap dan akhlak seseorang menjadi lebih baik. Menurutnya, perjalanan haji dan umrah juga mengajarkan kesabaran, keikhlasan, serta persaudaraan umat Islam dari berbagai penjuru dunia.

Adapun Amin Muakhor menjelaskan dasar hukum serta praktik pelaksanaan ibadah haji dan umrah. 

Ia memaparkan bahwa kewajiban haji memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Antara lain QS. Ali 'Imran Ayat 97, yakni ayat utama yang menegaskan bahwa haji adalah kewajiban manusia kepada Allah bagi yang mampu.

Selain itu, dijelaskan pula secara singkat tahapan-tahapan pelaksanaan ibadah tersebut, mulai dari ihram di miqat, tawaf di Ka’bah, sa’i antara Safa dan Marwah, hingga tahallul. 

Penjelasan ini membantu siswa memahami gambaran nyata tentang pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa tidak hanya memahami teori tentang ibadah haji dan umrah, tetapi juga dapat menangkap makna spiritualnya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT serta menumbuhkan semangat untuk beribadah dengan lebih baik di masa mendatang.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Tiga Hari Bersama PAI KUA Kalimanah, Siswa SMPN 2 Belajar Pemulasaran Jenazah

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Pujianto dan Mughofar saat menyampaikan materi Pemulasaran Jenazah di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di ruang kelas setempat, Selasa (10/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)
Purbalingga-Dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bersama KUA Kalimanah, selama tig ahri berturut-turut, Selasa-Kamis (10-12/3/2026) para siswa mendapatkan pembelajaran penting mengenai pemulasaran jenazah sebagai bagian dari kewajiban umat Islam. 

Materi ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Pujianto, Mughofar, dan Zamroni Irham kepada para siswa sebagai bekal pengetahuan keagamaan yang aplikatif dalam kehidupan bermasyarakat.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/03/kua-kalimanah-dan-smpn-2-kalimanah.html 

Para siswa diperkenalkan pada tata cara pengurusan jenazah dalam Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyolatkan jenazah

Para siswa sedang praktik mengkafani jenazah pada kegiatan program Aksi Islami SMPN2 Kalimanah di ruang kelas setempat, Rabu (11/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Pada tahap memandikan jenazah, dijelaskan bahwa jenazah dibersihkan dengan cara yang baik dan penuh penghormatan sebagai bentuk pemuliaan terakhir kepada orang yang telah meninggal. Proses ini dilakukan dengan menjaga aurat serta mengikuti tata cara yang dianjurkan dalam syariat Islam.

Selanjutnya pada tahap mengkafani jenazah, para siswa dijelaskan bahwa jenazah dikafani dengan kain kafan yang bersih dan suci sebagai simbol kesederhanaan manusia ketika kembali kepada Allah SWT. 

Kain kafan dililitkan dengan rapi sesuai tuntunan syariat sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan.

Adapun menyolatkan jenazah merupakan doa yang dipanjatkan oleh kaum muslimin untuk memohonkan ampunan dan rahmat Allah SWT bagi orang yang telah wafat. 

Sholat jenazah dilaksanakan tanpa rukuk dan sujud, namun berisi doa-doa kebaikan agar almarhum atau almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Pujianto dan Mughofar saat menyampaikan materi Pemulasaran Jenazah di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di ruang kelas setempat, Selasa (10/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Melalui materi ini, para pelajar diharapkan memahami bahwa pemulasaran jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah, yaitu kewajiban bersama umat Islam yang harus dilaksanakan ketika ada anggota masyarakat yang meninggal dunia. 

Dengan memahami ilmu ini sejak dini, para siswa diharapkan memiliki kesiapan dan kepedulian untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial keagamaan di lingkungan mereka.

Pembelajaran ini juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama manusia, sehingga para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menyadari makna ibadah dan tanggung jawab sosial dalam ajaran Islam.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Selasa, 10 Maret 2026

KUA Kalimanah dan SMPN 2 Kalimanah Bekali Siswa Ilmu Ibadah dan Praktik Keagamaan, Berikut Ceritanya

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.Si, saat menyampaikan materi Haji dan Umroh di hadapan ratusan pelajar SMPN 2 Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: Amin Muakhor)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah mengisi kegiatan diklat keagamaan bagi siswa-siswi SMP Negeri 2 Kalimanah selama tiga hari berturut-turut, Selasa hingga Kamis (10–12/3/2026).

Kegiatan tersebut dikemas dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” Kegiatan dilaksanakan di lingkungan sekolah serta di Masjid Al Huda Kalimanah.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KUA Kalimanah dan SMPN 2 Kalimanah dalam rangka memberikan penguatan literasi keagamaan bagi para pelajar selama bulan suci Ramadhan. Program ini diikuti oleh tiga kelompok jenjang kelas, yaitu kelas VII, VIII, dan IX, dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran keagamaan bagi para siswa.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/03/menata-masa-depan-dan-cegah-pernikahan.html 

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat menyampaikan materi Sholat Sunah Berjamaah di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: MA Zaenal Abidin)

Pada hari perdana ini, untuk kelas VII, materi disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Pujianto, Mughofar, dan Zamroni Irham dengan tema Pemulasaran Jenazah. Para siswa diberikan pemahaman tentang tata cara pengurusan jenazah dalam Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyolatkan jenazah.

Tidak hanya teori, para siswa juga diajak melakukan praktik secara langsung agar memahami proses tersebut dengan benar. Para siswa terlihat antusias saat mengikuti praktik mengafani jenazah, bahkan secara bergantian mereka ikut mempraktikkan langkah-langkah yang dijelaskan oleh para penyuluh.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan memiliki bekal pengetahuan dasar tentang kewajiban fardhu kifayah yang menjadi tanggung jawab umat Islam.

Sementara itu untuk kelas VIII, materi disampaikan oleh Kepala KUA Kalimanah Drs. H. Kholidin, M.Si bersama staf KUA Amin Muakhor dan H. Mukhyono dengan tema Ibadah Haji dan Umrah. Dalam sesi ini para siswa mendapatkan penjelasan tentang syarat, rukun, dan tujuan ibadah haji dan umrah, serta pemahaman mengenai makna spiritual dari ibadah tersebut.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Pujianto dan Mughofar saat menyampaikan materi Pemulasaran Jenazah di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di ruang kelas setempat, Selasa (10/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Selain materi teori, para siswa juga diajak melakukan praktik mengenakan pakaian ihram dan memahami tata cara thawaf serta urutan pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Kegiatan yang berlangsung sekitar tiga jam, mulai pukul 08.00 hingga 11.50 WIB tersebut berlangsung menarik, meskipun para siswa sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Antusiasme siswa terlihat ketika mereka mencoba mengenakan pakaian ihram secara langsung.

Adapun untuk kelas IX, materi disampaikan oleh PAI Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Purba, dan MA Zaenal Abidin yang dilaksanakan di Masjid Al Huda Kalimanah dengan tema Sholat Sunah Berjamaah.

Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai macam sholat sunah berjamaah, seperti Sholat Idul Fitri, Idul Adha, Sholat Gerhana Matahari dan Bulan, serta Sholat Istisqa (memohon turunnya hujan).

Setelah mendapatkan penjelasan materi, para siswa kemudian diajak untuk mempraktikkan langsung tata cara pelaksanaan sholat-sholat sunah tersebut secara berjamaah.

Beberapa siswa bahkan mendapat kesempatan untuk menjadi imam, di antaranya Iqbal, Riska, dan Aufa, sehingga kegiatan berlangsung lebih interaktif dan edukatif.

Melalui rangkaian kegiatan pembelajaran dan praktik ibadah ini, para siswa diharapkan dapat memahami ajaran Islam secara lebih mendalam serta mampu mempraktikkannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

Program Ramadhan Aksi Islami ini menjadi salah satu bentuk komitmen KUA Kalimanah dalam menghadirkan dakwah yang edukatif dan aplikatif bagi generasi muda, sekaligus memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi keagamaan dalam membentuk karakter pelajar yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Sebagai informasi, para pelajar siswa SMPN 2 Kalimanah akan mendapatkan semua materi tersebut di atas secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak sekolah.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Menata Masa Depan dan Cegah Pernikahan Dini: KUA Kalimanah Awali Program The Most KUA di SMPN 2 Kalimanah

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.Si, saat menyampaikan materi The Most KUA di hadapan ratusan pelajar SMPN 2 Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: Amin Muakhor)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah resmi mengawali Program The Most KUA (Move for Sakinah Maslahat) melalui kegiatan edukasi bagi para pelajar SMP Negeri 2 Kalimanah, Selasa (10/3/2026). 

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KUA Kalimanah dan SMPN 2 Kalimanah dalam memberikan pembinaan keagamaan serta edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan keluarga yang baik dan berkualitas.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah sekaligus koordinator kegiatan, Azizah Dwi Purba, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sinergi antara lembaga pendidikan dan KUA dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan berkeluarga sejak dini kepada para pelajar yang di kemas dalam kegiatan Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah "Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I'tikaf Qolbu". 

Melalui kolaborasi ini diharapkan para siswa memiliki pemahaman yang benar tentang makna pernikahan dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga.

Kegiatan dilaksanakan dengan pembagian materi sesuai jenjang kelas. Untuk kelas VII, materi disampaikan oleh PAI Pujianto, Mughofar, dan Zamroni Irham. Sementara itu kelas VIII mendapatkan pembinaan dari Kepala KUA Kalimanah Drs. H. Kholidin, M.Si, bersama staf KUA Amin Muakhor dan H. Mukhyono

Adapun kelas IX dibimbing oleh PAI Imam Edi Siswanto, Azizah Dwi Purba, dan MA Zaenal Abidin, yang pelaksanaannya bertempat di Masjid Al Huda Kalimanah.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah sekaligus koordinator kegiatan, Azizah Dwi Purba,saat menyampaikan materi The Most KUA di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Materi yang disampaikan kepada para siswa menekankan pada pemahaman tentang fondasi keluarga sakinah serta pentingnya pencegahan pernikahan usia dini. Para pelajar diberikan pemahaman bahwa pernikahan merupakan ikatan suci yang dilandasi cinta, tanggung jawab, dan komitmen jangka panjang antara suami dan istri.

Dalam penyampaiannya, para penyuluh juga menegaskan bahwa berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, batas minimal usia pernikahan di Indonesia adalah 19 tahun bagi laki-laki maupun perempuan. Ketentuan ini bertujuan agar calon pasangan memiliki kesiapan yang cukup, baik secara fisik, mental, maupun sosial sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Para siswa juga diberikan pemahaman bahwa menikah bukan sekadar gambaran romantis seperti yang terlihat dalam foto prewedding atau media sosial. Pernikahan adalah perjalanan panjang yang menuntut kedewasaan, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Selain itu dijelaskan pula bahwa pernikahan di usia terlalu muda dapat menimbulkan berbagai risiko. Dari sisi kesehatan, tubuh remaja umumnya belum siap untuk proses reproduksi secara optimal. Dari sisi psikologis, usia remaja masih berada pada tahap pertumbuhan emosional sehingga belum sepenuhnya matang dalam mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Pujianto saat menyampaikan materi The Most KUA di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di masjid Al Huda Kalimanah, Selasa (10/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.Si, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaborasi ini. Menurutnya, edukasi kepada para pelajar sangat penting agar generasi muda memiliki pemahaman yang benar tentang pernikahan dan mampu merencanakan masa depan dengan bijak.

“Kami sangat mendukung kegiatan kolaboratif seperti ini. Remaja perlu diberikan pemahaman bahwa pernikahan bukan sekadar romantisme sesaat, tetapi sebuah komitmen besar untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Oleh karena itu, mereka harus mempersiapkan diri dengan ilmu, kedewasaan, serta tanggung jawab yang matang,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa para pelajar saat ini sebaiknya memfokuskan diri pada pendidikan, pengembangan diri, serta membangun cita-cita. Dengan bekal tersebut, diharapkan kelak mereka dapat memasuki jenjang pernikahan pada waktu yang tepat dan dengan kesiapan yang lebih baik.

Dijelaskan pula bahwa pernikahan di usia terlalu muda dapat menimbulkan berbagai risiko. Dari sisi kesehatan, tubuh remaja umumnya belum siap untuk proses reproduksi secara optimal. 

Sementara dari sisi psikologis, usia remaja masih berada pada tahap pertumbuhan emosional sehingga belum sepenuhnya matang dalam mengelola konflik dan tanggung jawab dalam rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan memahami bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan kesiapan ilmu, kedewasaan, serta perencanaan masa depan yang matang.

Program The Most KUA menjadi salah satu langkah nyata KUA Kalimanah dalam menghadirkan dakwah yang edukatif sekaligus preventif, serta memperkuat kerja sama antara lembaga pendidikan dan institusi keagamaan dalam membimbing generasi muda menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Bagi Para Pemudik Lebaran Silahkan Beristirahat, KUA Kalimanah Telah Siapkan Masjid At Taqwa sebagai Masjid Ramah Pemudik 2026

Sebuah baner berisi informasi tempat untuk beristirahat bagi para pemudik di Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh,  Jalan Mayjen Sungkono, Kalima...