Senin, 20 Juli 2026

Kepala KUA Kalimanah: Quality Control, ASN Harus Menjaga Kepekaan Hati dan Pikiran Positif

Kepala KUA Kalimanah, Kholodin, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) yang digelar oleh KUA Kalimanah, Senin (20/7/2026). (Foto: Rizal Nur Ahmadi)

Purbalingga-Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk senantiasa menjaga kejernihan hati dan menggunakan setiap nikmat yang diberikan Allah SWT untuk hal-hal yang membawa kebaikan. Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan quality control rutin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Senin (20/7/2026).

Dalam arahannya, Kholidin mengingatkan bahwa setiap manusia telah dianugerahi pendengaran, penglihatan, dan hati yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Rakor 

Suasana rapat koordinasi (rakor) dan Quality Control yang digelar oleh KUA Kalimanah, Senin (20/7/2026). (Foto: Pujianto)

Oleh karena itu, indera pendengaran dan penglihatan hendaknya digunakan untuk menyimak, melihat, dan mempelajari berbagai hal yang bermanfaat, bukan justru terjerumus pada perbuatan yang menjauhkan dari nilai-nilai kebaikan.

"Pendengaran dan penglihatan harus kita kembalikan kepada tujuan penciptaannya, yakni menjadi sarana untuk meraih ilmu, hikmah, dan kemaslahatan. Demikian pula hati harus terus dijaga agar tetap hidup dan peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Jangan sampai hati menjadi mati rasa," pesannya.

PAI KUA Kalimanah, Mughofar, saat merawat tanaman di halaman KUA Kalimanah, Senin (20/7/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Menurutnya, kepekaan hati menjadi modal penting bagi seorang ASN, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ASN yang memiliki empati akan lebih mudah memahami kebutuhan masyarakat, mampu bekerja sama dengan rekan kerja, serta sigap membaca situasi dan kondisi yang berkembang di lingkungan kerja.

"Kemudahan kita sebagai ASN adalah ketika memiliki kepekaan terhadap situasi dan kondisi dalam bekerja. Dengan hati yang hidup, pelayanan akan terasa lebih tulus, responsif, dan menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat," tambahnya.

Penghulu Muda KUA Kalimanah, Rizal Nur Ahmadi, saat melayani calon pengantin di KUA Kalimanah, Senin (20/7/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Selain pembinaan spiritual dan karakter, kegiatan quality control juga diisi dengan evaluasi terhadap beberapa agenda strategis. Di antaranya adalah penguatan budaya berpikir positif kepada setiap tamu yang datang ke kantor sebagai wujud pelayanan prima.

Kemudian, evaluasi pelaksanaan pengukuran arah kiblat (Rashdul Qiblat), penguatan implementasi program Eco Theology melalui kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, serta persiapan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Pegawai KUA Kalimanah, Prayitno dan Supriyanto di ruang Fron Office KUA Kalimanah, Senin (20/7/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Melalui evaluasi rutin tersebut, KUA Kalimanah terus berupaya membangun budaya kerja yang profesional, humanis, dan berintegritas. Pembinaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kinerja administrasi, tetapi juga pembentukan karakter ASN yang berakhlak, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto 

Minggu, 19 Juli 2026

Menginspirasi dengan Integritas, Pegawai KUA Kalimanah Raih Penghargaan Pelopor Akuntabilitas Kinerja

Pegawai KUA Kalimanah, Regina Maharanie Eka Omara Putera berhasil. (Foto: Humas Kemenag Purbalingga)

Purbalingga – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh aparatur Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah. Regina Maharanie Eka Omara Putera berhasil meraih Penghargaan Pelopor Akuntabilitas Kinerja dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. 

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Apel Penghormatan Bendera yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumat (17/7/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan komitmen Regina dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. 

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa semangat kerja yang dilandasi integritas dan tanggung jawab akan melahirkan kepercayaan serta kinerja yang berdampak positif bagi organisasi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani, mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan merupakan bentuk penghormatan kepada aparatur sipil negara maupun satuan kerja yang telah menunjukkan dedikasi, integritas, inovasi, dan kinerja terbaik selama Triwulan II Tahun 2026.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani saat menyerahkan piagam penghargaan kepada Pegawai KUA Kalimanah, Regina Maharanie Eka Omara Putera pada Apel Penghormatan Bendera yang digelar di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Jumat (17/7/2026).. (Foto: Humas Kemenag Purbalingga)


Sementara itu, Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan konsistensi dalam menjalankan tugas serta menjadi penyemangat bagi seluruh pegawai untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi institusi.

"Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada masyarakat. Penghargaan bukanlah tujuan akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan manfaat yang lebih luas," ungkapnya.

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto

Indeks Kepuasan Masyarakat KUA Kalimanah Capai 99,92, Raih Predikat "A (Sangat Baik)"

Tangkapan layar facebook KUA Kalimanah


Purbalingga-Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Triwulan II Tahun 2026 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, KUA Kalimanah berhasil meraih Nilai Kepuasan Pelayanan sebesar 99,92 dengan predikat "A (Sangat Baik)".

Capaian tersebut diperoleh dari penilaian 138 responden yang telah menerima layanan di KUA Kalimanah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 responden laki-laki dan 88 responden perempuan turut memberikan penilaian terhadap kualitas pelayanan yang diterima.

Berdasarkan tingkat pendidikan, responden terdiri atas 1 orang lulusan SD, 22 orang lulusan SMP, 91 orang lulusan SMA, 23 orang lulusan Strata 1 (S1), dan 1 orang lulusan Strata 2 (S2). Keberagaman latar belakang pendidikan responden menunjukkan bahwa pelayanan KUA Kalimanah dinilai positif oleh berbagai lapisan masyarakat.

LIHAT: https://www.facebook.com/share/p/19K4vrGSQZ/ 

Hasil Survei Kepuasan Masyarakat ini menjadi indikator bahwa layanan yang diberikan KUA Kalimanah telah memenuhi harapan masyarakat, baik dari aspek keramahan petugas, kecepatan pelayanan, kemudahan prosedur, maupun kenyamanan sarana dan prasarana.

Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh aparatur KUA Kalimanah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Ke depan, insyaallah KUA Kalimanah tetap berkomitmen untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan melalui inovasi berkelanjutan, sehingga kehadiran KUA benar-benar dapat memberikan manfaat serta pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat.(*)

Pewaarta/editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 15 Juli 2026

#36 Meraih Ridha Allah: Hikmah Surga, Pengendalian Diri, dan Menjaga Lisan dalam Nashoihul 'Ibad

Staf KUA Kalimanah, Amin Muakhor saat menyampaikan isi kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani di KUA Kalimanah, Rabu (8/7/2026). (Foto: Imam Edi siswanto)

Pubalingga–Kajian rutin Kitab Nashoihul ‘Ibad edisi ke-36 kembali dilaksanakan pada Rabu pagi di KUA Kalimanah. Acara diawali dengan pembacaan teks Kitab oleh staf KUA KAlimanah Amin Muakhor dan dilanjutkan dengan penjelasan oleh PAI KUA Kalimanah Pujianto, Rabu (15/7/2026). 

Berikut ringkasan Hasil Kajian

Kajian Maqolah 19–21 dalam Kitab Nashoihul 'Ibad mengajarkan bahwa tujuan tertinggi seorang mukmin bukan sekadar memperoleh kenikmatan surga, tetapi meraih ridha Allah SWT.

Pada Maqolah 19, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ada empat kenikmatan di surga yang nilainya lebih agung daripada surga itu sendiri, yaitu kekal di dalamnya, pelayanan para malaikat, kedekatan dengan para nabi, dan puncaknya adalah ridha Allah.

Sebaliknya, di neraka terdapat empat penderitaan yang lebih berat daripada api neraka, yaitu kekal di dalamnya, celaan malaikat, bertetangga dengan setan, dan yang paling dahsyat adalah murka Allah. Hal ini menunjukkan bahwa ridha dan murka Allah merupakan inti dari kebahagiaan maupun kesengsaraan manusia.

Pada Maqolah 20, seorang ahli hikmah menggambarkan prinsip hidup seorang mukmin yang ideal, yaitu selalu selaras dengan perintah Allah, menentang hawa nafsu, menebarkan nasihat kepada sesama, dan memanfaatkan dunia hanya sebatas kebutuhan. Pesan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara hubungan dengan Allah, pengendalian diri, kepedulian sosial, dan sikap zuhud terhadap dunia.

Sementara itu, Maqolah 21 merangkum empat mutiara hikmah yang diambil dari kitab-kitab samawi: ridha terhadap rezeki Allah melahirkan ketenangan, mengendalikan syahwat membawa kemuliaan, tidak bergantung kepada manusia mendatangkan keselamatan, dan menjaga lisan menjadi jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Rasulullah ﷺ juga menegaskan bahwa menjaga lisan termasuk amalan yang paling dicintai Allah, sementara banyak diam dan menjauhi percakapan yang tidak bermanfaat merupakan bagian penting dari keselamatan seorang mukmin.

Suasana kajian kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani di KUA Kalimanah, Rabu (8/7/2026). (Foto: Imam Edi siswanto)

 BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kajian%20Kitab 

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 4 Maqolah 19

(وَ) الْمَقَالَةُ التَّاسِعَةَ عَشْرَةَ (عَنِ النَّبِيِّ أَنَّهُ قَالَ: [أَرْبَعَةٌ) مِنَ الْخِصَالِ (فِي الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الْجَنَّةِ) نَفْسِهَا (الْخُلُودُ فِي الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الْجَنَّةِ) أَيْ إطَالَةُ الْإِقَامَةِ فِي الْجَنَّةِ أَنْعَمُ لِأَهْلِهَا مِنْ وُجُودِ نَفْسِ الْجَنَّةِ (وَخِذْمَةُ الْمَلَائِكَةِ فِي الْجَنَّةِ) لِأَهْلِهَا (خَيْرٌ مِنَ الْجَنَّةِ) فَخِدْمَةُ الْمَلَائِكَةِ تَدُلُّ عَلَى زِيَادَةِ ارْتِفَاعِ أَهْلِ الْجَنَّةِ (وَجِوَارُ الْأَنْبِيَاءِ) بِكَسْرِ الْجِيمِ وَضَمِّهَا مِنْ قُرْبِهِمْ (فِي الْجَنَّةِ) لِأَهْلِهَا (خَيْرٌ مِنَ الْجَنَّةِ) قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿وَحَسُنَ أُوْلّئِكَ رَفِيْقًا﴾ [النِّسَاءُ: الْآيَةَ ٦٩]، (وَرِضَا اللَّهِ تَعَالَى فِي الْجَنَّةِ) عَنْ أَهْلِهَا (خَيْرٌ مِنَ الْجَنَّةِ) لِأَنَّ رِضْوَانَ اللَّهِ تَعَالَى أَكْبَرُ مِنْ جَمِيعِ النِّعَمِ.

Maqolah yang ke sembilan belas (Dari Nabi sesungguhnya Nabi bersabda: Empat) Dari perkara (Di dalam surga itu lebih baik daripada surga) Dzatnya Surga (Kekal di dalam surga itu lebih baik daripada surga) Maksudnya lama tinggal di dalam surga itu lebih nikmat bagi penduduk surga daripada keberadaan surga itu sendiri (Dan berkhidmatnya para malaikat di dalam surga) Kepada penduduk surga (Itu lebih baik daripada surga) Maka berkhidmahnya para malaikat itu menujukkan atas lebih tingginya derajat penduduk surga (Dan bertetangga dengan para Nabi) Ladadz جِوَارُ dengan mengkasrohkan huruf jim atau mendhommahkannya karena dekat dengan mereka (Di dalam surga) Bagi penduduk surga (Itu lebih baik daripada surga) Telah berfirman Allah Ta'ala: ﴾Dan sebaik-baiknya para nabi itu sebagai teman﴿ [An-Nisa: Ayat 69] (Dan ridho Allah Ta'ala di dalam surga) Pada penduduka surga (Itu lebih baik daripada surga) Karena sesungguhnya ridho allah Ta'ala itu lebih besar daripada seluruh jenis kenikmatan.

(وَأَرْبَعَةٌ) مِنَ الْخِصَالِ (فِي النَّارِ شَرٌّ مِنَ النَّارِ) نَفْسِهَا (اَلْخُلُودُ فِي النَّارِ شَرٌّ مِنَ النَّارِ) أَيْ طُولُ الْإِقَامَةِ فِيهَا أَشَدُّ عَلَى أَهْلِهَا مِنْ دُخُولِهَا (وَتَوْبِيْخُ الْمَلَائِكَةِ الْكُفَّارَ فِي النَّارِ شَرٌّ مِنَ النَّارِ) فَالتَّوْبِيخُ التَّعْيِيرُ وَالتَّعْنِيفُ وَالتَّهْدِيدُ (وَجِوَارُ الشَّيْطَانِ فِي النَّارِ شَرٌّ مِنَ النَّارِ) فَالشَّيْطَانُ قَرِينُ أَهْلِهَا فِي سِلْسِلَةٍ وَاحِدَةٍ (وَغَضَبُ اللَّهِ تَعَالَى فِي النَّارِ شَرٌّ مِنَ النَّارِ]) وَأَهْلُ اللَّهِ تَعَالَى لَا يُبَالُونَ مِنْ دُخُولِ النَّارِ إذَا حَصَلَ لَهُمُ الرِّضْوَانُ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى، فَالْحَيَّاتُ وَالْعَقَارِبُ فِي النَّارِ لَا تَتَأَلَّمُ بِهَا لِأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى رَضِيَ عَنْهَا فِي دُخُولِهَا النَّارَ.

(Dan empat) Dari perkara (Di dalam neraka itu lebih buruk daripada neraka) Dzatnya neraka (Kekal di dalam neraka) Maksudnya lama tinggal di dalam neraka itu lebih buruk atas penduduk neraka daripada masuk ke dalam neraka (Dan menegurnya para malaikat kepada orang kafir di dalam neraka itu lebih buruk daripada neraka) Taubikh adalah mengibaratkan dan menegur dan menggertak (Dan bertetangga dengan setan di neraka itu lebih buruk daripada neraka) Maka setan itu mendampingi ahli neraka dalam rantai yang satu (Dan murka Allah Ta'ala di dalam neraka itu lebih buruk daripada neraka]) Dan para wali Allah Ta'ala itu mereka tidak perduli masuk neraka ketika hasil kepada mereka ridho dari Allah Ta'ala. Maka ular-ular dan kalajengking-kalajengking di dalam neraka itu tidak merasa sakit sebab neraka karena sesungguhnya Allah Ta'ala telah ridho kepada mereka dalam masuknya mereka ke dalam neraka.

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 4 Maqolah 20

(وَ) الْمَقَالَةُ الْعِشْرُونَ (عَنْ بَعْضِ الْحُكَمَاءِ حِينَ سُئِلَ كَيْفَ أَنْتَ) أَيْ عَلَى أَيِّ حَالٍ أَنْتَ (فَقَالَ: أَنَا مَعَ الْمَوْلَى) أَيْ الْمُتَوَلِّي لِأُمُورِنَا (عَلَى الْمُوَافَقَةِ) لِأَوَامِرِهِ (وَمَعَ النَّفْسِ عَلَى الْمُخَالَفَةِ) لِمُرَادَاتِهَا (وَمَعَ الْخَلْقِ عَلَى النَّصِيحَةِ) وَهِيَ الدُّعَاءُ إِلَى مَا فِيهِ الصَّلَاحُ وَالنَّهْيُ عَمَّا فِيهِ الْفَسَادُ (وَمَعَ الدُّنْيَا) أَيْ مَتَاعِهَا (عَلَى الضَّرُورَةِ) أَيْ الْحَاجَةِ اللَّازِمَةِ الَّتِي لَا مَدْفَعَ لَهَا.

Maqolah yang ke dua puluh (Dari sebagian orang-orang yang bijaksana ketika ditanya bagaimana kamu) Maksudnya dalam kondisi apa kamu (Kemudian ia menjawab: Aku bersama tuhan) Maksudnya dzat yang mengatur urusan kita (Dalam keserasian) pada perintah-perintah tuhan (Dan bersama nafsu dalam keadaan menyelisihi) pada yang di inginkan nafsu (Dan bersama makhluk dalam nasihat) Nasihat adalah mengajak kepada perkara yang didalamnya ada kemaslahatan dan mencegah dari perkara yang di dalamnya ada kerusakan (Dan bersama dunia) Maksudnya kesenangan dunia (Dalam kedaruratan) Maksudnya kebutuhan yang pasti yang tidak bisa ditolak pada kebutuhan itu.

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 4 Maqolah 21

(وَ) الْمَقَالَةُ الْحَادِيَةُ وَالْعِشْرُونَ (اِخْتَارَ بَعْضُ الْحُكَمَاءِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ) أَيْ أَرْبَعَ جُمَلٍ (مِنْ أَرْبَعَةِ كُتُبٍ) سَمَاوِيَّةٍ (مِنَ التَّوْرَاةِ: مَنْ رَضِيَ بِمَا أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى) مِنَ الرِّزْقِ (اسْتَرَاحَ) أَيْ صَارَ تَعَبُهُ ذَاهِبًا (فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمِنَ الْإِنْجِيلِ: مَنْ هَدَمَ الشَّهَوَاتِ) أَيْ مَنْ تَرَكَ مُشْتَاقَاتِ النَّفْسِ (عَزَّ) أَيْ صَارَ قَوِيًّا (فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمِنَ الزَّبُورِ: مَنْ تَفَرَّدَ) بِنَفْسِهِ وَبِمَالِهِ (عَنِ النَّاسِ نَجَا) أَيْ خَلَصَ مِنَ الْهَلَاكِ وَبَعُدَ عَنْهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ (وَمِنَ الْفُرْقَانِ: مَنْ حَفِظَ اللِّسَانِ) مِمَّا لَا فَائِدَةَ فِيهِ وَمِمَّا لَا يُعْتَدُّ بِهِ (سَلِمَ) أَيْ خَلَصَ مِنَ الْآفَاتِ (فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ).

Maqolah yang ke dua puluh satu (Telah memilih sebagian orang-orang yang bijaksana pada empat kalimat) Maksudnya pada empat jumlah (Dari empat kitab-kitab) Samawi (Dari kitab Taurat: Barang siapa yang ridho atas perkara yang telah memberikan kepadanya Allah Ta'ala) Dari rizqi (Maka menjadi tenang) Maksudnya jadi rasa lelahnya orang itu menghilang (Di dunia dan di akhirat. Dan dari kitab Injil: Barang siapa yang menghancurkan syahwat-syahwatnya) Maksudnya barang siapa yang meninggalkan perkara yang diinginkan nafsu (Maka mulia) Maksudnya ia menjadi kuat (Di dunia dan di akhirat. Dan dari kitab zabur: Barang siapa yang menyendiri) dengan dirinya dan dengan hartanya (Dari manusia maka ia selamat) Maksudnya ia selamat dari kerusakan dan ia jauh dari kerusakan itu di dunia dan di akhirat (Dan dari Al-Furqon: Barang siapa yang menjaga pada lisan) Dari perkara yang tidak ada faedah di dalamnya dan dari perkara yang tidak di anggap dengannya (Maka ia selamat) Maksudnya ia selamat dari kerusakan-kerusakan (Di dunia dan di akhirat).

رُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى حِفْظُ اللِّسَانِ] رَوَاهُ الْبَيْهَقِيُّ، وَرُوِيَ أَنَّهُ ﷺ قَالَ: [الْعَافِيَةُ عَشَرَةُ أَجْزَاءٍ: تِسْعَةٌ فِي الصَّمْتِ وَالْعَاشِرَةُ فِي الْعُزْلَةِ عَنِ النَّاسِ] رَوَاهُ الدَّيْلَمِيُّ.

Diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah menjaga lidah] Telah meriwayatkan hadits ini Imam Al-Baihaqi. Dan diriwayatkan sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: [Keselamatan itu ada 10 bagian yang kesembilan itu dalam diam dan kesepuluh itu dalam menyendiri dari manusia] Telah meriwayatkan hadits ini Imam Ad-Dailimi.


Nashoihul Ibad Bab 4
Source: https://lilmuslimin.com
Editor: Imam Edi Siswanto 

Eco Office: KUA Kalimanah Wujudkan Gerakan Menanam dan Merawat Tanaman

Mukhyono dan Imam Edi siswanto, saat melaksanakan piket dengan merawat tanaman di halaman KUA Kalimanah, Rabu (15/7/2026). (Foto: MA Zaenal Abidn)

Purbalingga-Suasana hijau dan asri terus dihadirkan di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah melalui kegiatan menyiram, merawat, dan menanam tanaman hias yang dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) pagi. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KUA Kalimanah dalam mendukung program Eco Office dan Eco Teologi Kementerian Agama Republik Indonesia.

Tampak Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, saat membawa bibit tanaman bunga di halaman KUA Kalimanah, Rabu (15/7/2026). (Foto: MA Zaenal Abidn)

Sesuai jadwal piket, kegiatan perawatan lingkungan pada hari tersebut dilaksanakan oleh Mukhyono, Imam Edi Siswanto, dan Siti Sholihatun. Namun, semangat menjaga kelestarian lingkungan tidak hanya dilakukan oleh petugas piket. 

Seluruh pegawai dan mahasiswa dari UIN Saizu Purwokerto yang sedang PKL turut berpartisipasi, mulai dari membersihkan meja kerja, kursi, lemari, pintu, jendela, hingga berbagai fasilitas pelayanan agar tetap bersih, rapi, dan bebas dari debu.

Prayitno dan Supriyono yang selalu senyum ceria menyambut tamu di ruang fron office KUA Kalimanah, Rabu (15/7/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search?q=tanaman 

Di saat yang sama, Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I., turut menanam tanaman perdu di pot-pot yang menghiasi halaman kantor.

Kholidin menyampaikan bahwa menjaga lingkungan kerja yang bersih, hijau, dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, lingkungan yang asri tidak hanya menciptakan suasana kerja yang sehat dan menyenangkan, tetapi juga menjadi wujud nyata implementasi nilai-nilai keagamaan yang mengajarkan kepedulian terhadap alam sebagai amanah dari Allah Swt.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/12/kua-kalimanah-publikasikan-video.html 

Prayitno dan Mahasiswa UIN Saizu Purwokerto, bergtong royong merawat tanaman di halaman KUA Kalimanah, Rabu (15/7/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Melalui kegiatan sederhana seperti menyiram, merawat, dan menanam tanaman, diharapkan dapat membangun budaya cinta lingkungan di lingkungan kerja. 

"Ini merupakan implementasi program Eco Office dan Eco Teologi yang dicanangkan Kementerian Agama, sekaligus menjadi pengingat bahwa merawat bumi adalah bagian dari ibadah," ucapnya.

Program Eco Office mendorong terciptanya tata kelola perkantoran yang ramah lingkungan melalui berbagai langkah nyata, seperti penghijauan, pengelolaan sampah, serta efisiensi penggunaan sumber daya. 

Mughofar saat membersihakan fasilitas kantor dari debu di KUA Kalimanah, Rabu (15/7/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara itu, Eco Teologi mengajak seluruh insan Kementerian Agama untuk menginternalisasikan nilai-nilai ajaran agama dalam menjaga kelestarian alam sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual.

Melalui kegiatan ini, KUA Kalimanah berharap semangat mencintai lingkungan dapat terus tumbuh di kalangan ASN dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam demi mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto 

Quality Control: KUA Kalimanah Perkuat Budaya Kerja Melalui Kebersihan Lingkungan dan Penguatan Pelayanan

Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Kalimanah mengikuti sesi evaluasi dan penguatan budaya kerja (Quality Control) yang dipimpin oleh Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, Rabu (15/7/2026. (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Setelah melaksanakan kegiatan perawatan tanaman, penyiraman, penataan pot bunga, serta membersihkan lingkungan kantor, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Kalimanah mengikuti sesi evaluasi dan penguatan budaya kerja yang dipimpin oleh Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, Rabu (15/7/2026) pagi.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kholidin 

Dalam kegiatan quality control tersebut, Kholidin menegaskan tiga hal penting yang harus menjadi komitmen bersama seluruh ASN. 

Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Kalimanah mengikuti doa bersama pada acara evaluasi dan penguatan budaya kerja (Quality Control) yang dipimpin oleh Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, Rabu (15/7/2026. (Foto: Imam Edi Siswanto)
Pertama, menjaga kerapian dan kebersihan kantor beserta lingkungan kerja sebagai bagian dari budaya kerja yang harus melekat dalam setiap aktivitas pelayanan. 

Kedua, menerapkan prinsip eco office melalui kepedulian terhadap lingkungan, di antaranya dengan merawat tanaman serta menanam berbagai jenis bunga dan tanaman perdu agar tercipta suasana kantor yang asri dan nyaman. 


Ketiga, membangun suasana kerja yang harmonis serta komunikasi yang baik antarsesama pegawai guna mendukung terciptanya pelayanan prima dan meningkatkan kepuasan masyarakat yang datang ke KUA Kalimanah.

Aparatur Sipil Negara (ASN) KUA Kalimanah mengikuti sesi kajian rutin Kitab Nashoihul Ibad, Rabu (15/7/2026. (Foto: Azizah Dwi Purba)

Usai kegiatan evaluasi, seluruh ASN melanjutkan agenda dengan mengikuti kajian rutin Kitab Nashoihul Ibad sebagai sarana memperkuat nilai-nilai spiritual dan etika dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto 

Jumat, 10 Juli 2026

Quality Control: Kepala KUA Kalimanah Tekankan Mutu Layanan dan Budaya Kerja

Kepala KUA Kalimanah, Kholodin, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) yang digelar oleh KUA Kalimanah, Jumat (10/7/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga – Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan penguatan budaya kerja dalam rapat koordinasi rutin yang digelar pada Jumat (10/7/2026). 

Rapat tersebut diikuti seluruh pegawai sebagai momentum evaluasi sekaligus penyamaan langkah dalam meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Kholidin menekankan bahwa quality control harus diterapkan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek lahiriah seperti kerapian penampilan dan administrasi, tetapi juga pada kualitas batin berupa keikhlasan, integritas, serta sikap dalam melayani masyarakat. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Rakor 

"Keselarasan antara penampilan lahir dan akhlak akan melahirkan pelayanan yang profesional sekaligus humanis," ucapnya.

Suasa rapat koordinasi (rakor) yang digelar oleh KUA Kalimanah, Jumat (10/7/2026). (Foto: Rizal Nur Ahmadi)

Selain itu, ia mengingatkan seluruh pegawai agar senantiasa responsif terhadap kondisi dan dinamika di lingkungan kantor, baik yang berkaitan dengan tugas, tanggung jawab, maupun perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. 

Sikap peduli terhadap lingkungan kerja dinilai menjadi bagian penting dalam membangun budaya organisasi yang sehat dan produktif.

Pada kesempatan tersebut, Kholidin juga menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan santunan anak yatim dalam rangka Peaceful Muharam 1448 Hijriah. 

Ia berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial tersebut terus dipertahankan dalam berbagai program pelayanan kepada masyarakat.

Rapat juga membahas dukungan terhadap program nasional Rashdul Kiblat, di mana seluruh ASN KUA Kalimanah didorong untuk berpartisipasi aktif dengan terlebih dahulu membuat akun pada aplikasi Indonesia Berkiblat

Program ini diharapkan semakin meningkatkan pemahaman dan akurasi arah kiblat di tengah masyarakat.

Di bidang penataan lingkungan, seluruh pegawai diajak mewujudkan konsep Eco Office melalui kepedulian menjaga dan merawat tanaman serta pepohonan di lingkungan kantor agar tercipta suasana kerja yang hijau, bersih, dan nyaman. 

Menutup rapat, disampaikan pula laporan bahwa pekerjaan teknis pengecatan kantor telah selesai dilaksanakan sehingga diharapkan semakin mendukung kenyamanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.(*)

Pewarta: Imam Edii Siswanto 

Kepala KUA Kalimanah: Quality Control, ASN Harus Menjaga Kepekaan Hati dan Pikiran Positif

Kepala KUA Kalimanah, Kholodin, saat memimpin  rapat koordinasi (rakor) yang digelar oleh KUA Kalimanah, Senin (20/7/2026). (Foto: Rizal Nur...