Purbalingga – Semangat melayani dengan tulus yang ditunjukkan oleh Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh Kalimanah membuahkan apresiasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi aktif masjid dalam menyukseskan Program Masjid Ramah Pemudik (MRP) Idulfitri 1447 H/2026 M, dalam kegiatan Pembinaan ASN di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026).
Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Kankemenag Purbalingga, Zahid Khasani, sebelum dimulainya kegiatan pembinaan ASN. Momentum tersebut sekaligus menandai berakhirnya operasional program Masjid Ramah Pemudik di wilayah Purbalingga yang telah berjalan dengan penuh dedikasi.
Program MRP yang memasuki pelaksanaan tahun kedua ini dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para pemudik. Sejak H-4 hingga H+4 Idulfitri, masjid-masjid yang tergabung dalam program ini menjadi tempat singgah yang aman, nyaman, dan penuh kehangatan bagi para musafir.
Dalam sambutannya, Zahid Khasani menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Terima kasih kepada para takmir, penyuluh, pengawas, dan guru yang telah melayani pemudik dengan sepenuh hati. Ini menjadi amal jariyah sekaligus syiar Islam yang perlu kita jaga dan lanjutkan,” ucapya.
Ia juga berharap program ini tidak hanya dipertahankan, tetapi terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Menurutnya, setiap bentuk pelayanan yang dilakukan dengan keikhlasan akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Sementara itu, Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pada pelaksanaan MRP di tahun berikutnya.
“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi ini. Semoga ke depan program Masjid Ramah Pemudik semakin baik dan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi para pemudik,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Kemenag Purbalingga, sebanyak 1.984 pemudik tercatat singgah di 10 titik Masjid Ramah Pemudik. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap masjid sebagai tempat beristirahat selama perjalanan mudik.
Adapun rincian jumlah pemudik di masing-masing masjid antara lain: Masjid Al Hasanah Tlahab Lor (423 pemudik), Masjid An Nahdiyah (250), Masjid Cheng Hoo (218), Masjid Darunnajaa (115), Masjid Baitul Muttaqiin (20), Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh (25), Masjid Nurul Falah Senon (150), Masjid At Taqwa Bakulan (240), Masjid Nurul Falah Bukateja (175), dan Masjid Al Iftitah (368).
Data tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan Masjid Ramah Pemudik bukan sekadar program seremonial, melainkan solusi nyata yang memberikan kenyamanan, keamanan, sekaligus menghadirkan nilai spiritual bagi para pemudik.
Lebih dari itu, program ini menjadi cerminan bahwa masjid mampu berperan sebagai pusat pelayanan umat tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam menghadirkan kepedulian sosial. Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, Masjid Ramah Pemudik telah menjelma menjadi ladang amal yang terus mengalirkan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.(*)


















