Kamis, 13 Agustus 2026

BRUN KUA Kalimanah Hadirkan Lima Narasumber Bekali Remaja Menuju Pernikahan

Foto bersama peserta program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) KUA Kalimanah usai acara di Aula Pengawas Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PPAI) Kecamatan Kalimanah, Kamis (13/8/2026). (Foto: Rizal)

Purbalingga-Program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) KUA Kalimanah resmi dibuka oleh Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, di Aula Pengawas Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PPAI) Kecamatan Kalimanah, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta ini, menjadi langkah awal dalam memberikan bekal pengetahuan dan kesiapan kepada generasi muda sebelum memasuki kehidupan pernikahan. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/08/gerak-cepat-kua-kalimanah-siapkan.html 

Kepala KUA Kalimanah, Kholidin saat membuka dan mengisi materi di acara Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) KUA Kalimanah usai acara di Aula Pengawas Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PPAI) Kecamatan Kalimanah, Kamis (13/8/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

BRUN tidak hanya diarahkan untuk mempersiapkan remaja dari sisi pengetahuan tentang pernikahan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa keluarga merupakan tempat tumbuhnya ketenangan, kasih sayang, tanggung jawab, dan ibadah.

Dalam arahannya, Kholidin menegaskan bahwa pernikahan hendaknya dibangun di atas iman dan cinta yang tulus karena Allah. Menurutnya, rumah tangga bukan sekadar tempat menyatukan dua orang yang saling mencintai, tetapi juga menjadi lahan ibadah dan tempat membangun generasi.

Penghulu Muda, Hasbiq Muzni saat mengisi materi di acara Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) KUA Kalimanah usai acara di Aula Pengawas Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PPAI) Kecamatan Kalimanah, Kamis (13/8/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

“Keluarga harus dibangun dengan dasar iman dan cinta yang tulus karena Allah. Keluarga adalah lahan ibadah. Jangan sampai menikah hanya karena cinta yang didorong hawa nafsu atau love is blind, cinta buta,” ujarnya.

Menurut Kholidin, cinta dalam pernikahan harus berkembang menjadi tanggung jawab, kesetiaan, kasih sayang, dan kesediaan untuk saling menguatkan dalam menjalani kehidupan. Karena itu, remaja perlu memiliki kesiapan yang matang, baik secara spiritual, mental, emosional, fisik, maupun sosial.

Penyuluh Agama Islam, Pujianto saat mengisi materi di acara Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) KUA Kalimanah usai acara di Aula Pengawas Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PPAI) Kecamatan Kalimanah, Kamis (13/8/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

“Menikah itu bukan sekadar mengikuti perasaan. Menikah adalah memasuki perjalanan ibadah yang panjang. Maka yang harus dipersiapkan bukan hanya hati untuk mencintai, tetapi juga ilmu dan mental untuk bertanggung jawab,” tambahnya.

Untuk memperkaya wawasan peserta, kegiatan BRUN KUA Kalimanah menghadirkan lima narasumber dengan materi yang saling melengkapi.

Sesi pertama disampaikan oleh Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, dengan materi “Dasar dan Tujuan Pernikahan.” Materi ini memberikan pemahaman mengenai hakikat pernikahan, tujuan membangun rumah tangga, serta pentingnya menjadikan pernikahan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.

Penyuluh Agama Islam, Azizah Dwi Purba saat mengisi materi di acara Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) KUA Kalimanah usai acara di Aula Pengawas Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PPAI) Kecamatan Kalimanah, Kamis (13/8/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Materi kedua disampaikan oleh Penghulu Muda KUA Kalimanah, Hasbiq Muzni, dengan tema “Konsep Keluarga Sakinah.” Peserta diajak memahami bagaimana membangun keluarga yang menghadirkan ketenteraman, kasih sayang, dan tanggung jawab antara pasangan.

Selanjutnya, Penyuluh Agama Islam (PAI) Pujianto menyampaikan materi “Memahami Diri.” Materi ini diarahkan agar remaja mampu mengenali karakter, potensi, kekurangan, serta kebutuhan dirinya sebagai bagian penting dari kesiapan memasuki kehidupan berkeluarga.

Materi keempat disampaikan oleh PAI Azizah Dwi Purba dengan tema “Mempersiapkan Diri.” Peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai aspek yang perlu dipersiapkan sebelum memasuki jenjang pernikahan, sehingga keputusan menikah tidak hanya didasarkan pada dorongan perasaan, tetapi juga pertimbangan yang matang.

Kepala Puskesmas Kalimanah Aan Isnaeni Fitrianto, S.Kep, Ns, saat mengisi materi di acara Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) KUA Kalimanah usai acara di Aula Pengawas Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PPAI) Kecamatan Kalimanah, Kamis (13/8/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara materi terakhir disampaikan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kalimanah, yang membahas “Kesehatan Reproduksi dan penegahan Stunting.” Materi ini memberikan bekal kepada peserta mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta memahami aspek kesehatan yang berkaitan dengan kehidupan pernikahan.

Melalui lima materi tersebut, BRUN KUA Kalimanah diharapkan mampu memberikan perspektif yang utuh kepada remaja bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan dari berbagai sisi.

Kholidin berharap peserta tidak hanya memahami kapan seseorang siap menikah, tetapi juga memahami untuk apa pernikahan dibangun dan bagaimana menjalaninya.

Dengan bekal iman, ilmu, pemahaman diri, kesiapan mental, kesehatan, dan konsep keluarga sakinah, generasi muda diharapkan mampu membangun rumah tangga yang bukan hanya bahagia secara duniawi, tetapi juga menjadi lahan ibadah dan jalan menuju keluarga yang diridai Allah SWT(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Senin, 10 Agustus 2026

Dari Kebersihan Masjid hingga Kepedulian, KUA Kalimanah Hidupkan Semangat “Geber Mas”

 

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I. saat melakukan bersih-bersih dalam kegiatan Geber Mas di masjid Al Huda Kalimanah Kecamatan Kalimanah, Senin (10/8/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Semangat menjaga kebersihan rumah ibadah diwujudkan oleh keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah melalui Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) di Masjid Al Huda, Kalimanah Wetan, Senin (10/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, staf, Penyuluh Agama Islam, dan Kepala KUA Kalimanah turun langsung bersama Takmir Masjid Al Huda untuk membersihkan lingkungan serta berbagai fasilitas masjid.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/07/peaceful-muharam-1448-h-pai-kua.html 

Kegiatan Geber Mas menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih sekaligus menghadirkan masjid yang nyaman, sehat, tertata, dan siap digunakan masyarakat untuk beribadah. Kegiatan ini tidak sekadar membersihkan halaman, tetapi menyentuh berbagai bagian dan fasilitas masjid yang perlu mendapat perhatian secara berkala.

PAI KUA Kalimanah, Zamroni Irham saat melakukan bersih-bersih tempat wudhu dalam kegiatan Geber Mas di masjid Al Huda Kalimanah Kecamatan Kalimanah, Senin (10/8/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I., bersama jajaran ASN dan Penyuluh Agama Islam ikut terjun langsung melakukan kegiatan kebersihan. Kebersamaan dengan Takmir Masjid Al Huda menunjukkan bahwa menjaga kebersihan masjid merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pengurus masjid.

Berbagai area menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut, antara lain halaman, teras dan selasar masjid, ruang salat utama, mihrab, mimbar, serta tempat imam. Area tersebut dibersihkan dari debu, kotoran, daun kering, pasir, dan sampah kecil sehingga lingkungan masjid tampak lebih bersih dan nyaman.

Staf, PAI dan Penghulu Muda dan Kepala KUA Kalimanah bergotong royong bersih-bersih selasar masjid dalam kegiatan Geber Mas di masjid Al Huda Kalimanah Kecamatan Kalimanah, Senin (10/8/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Perhatian juga diberikan terhadap karpet dan sajadah agar terbebas dari debu, noda, rambut, maupun bau yang tidak sedap. Demikian pula mukena, sarung, dan perlengkapan salat ditata agar tetap bersih, rapi, dan mudah digunakan oleh jamaah.

Pada fasilitas pendukung, kegiatan mencakup pembersihan area wudu, termasuk lantai, dinding, kran, bak, dan saluran air. Toilet dan kamar mandi juga menjadi bagian penting yang diperhatikan, meliputi kebersihan kloset, lantai, wastafel, pintu, gagang pintu, hingga ventilasi.

ASN KUA Kalimanah foto bersama Takmir masjid Al Huda usai bergotong royong bersih-bersih masjid dalam kegiatan Geber Mas di masjid Al Huda Kalimanah Kecamatan Kalimanah, Senin (10/8/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Selain itu, rak Al-Qur’an dan buku-buku keagamaan ditata agar tetap bersih dan rapi. Kipas angin, AC, lampu, dan sound system juga perlu dibersihkan secara berkala karena debu yang menumpuk dapat mengurangi kenyamanan dan mengganggu fungsi peralatan.

Tidak kalah penting, tempat sampah, rak sandal dan sepatu, saluran air serta drainase turut menjadi perhatian. Tempat sampah dibersihkan agar tidak menimbulkan bau, sementara rak sandal dan sepatu ditata serta dibersihkan dari debu dan sampah kecil. Saluran air dan drainase diperiksa agar tidak tersumbat dan tidak menimbulkan genangan.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

BRUN KUA Kalimanah Hadirkan Lima Narasumber Bekali Remaja Menuju Pernikahan

Foto bersama peserta program Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) KUA Kalimanah usai acara di Aula Pengawas Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PP...