Selasa, 07 April 2026

Pujianto: Menikah dengan yang Siap Menerima Apa Adanya

PAI KUA Kalimanah, Pujianto (Kanan) dan Moh Agus Zaenal Abidin (Kiri) foto bersama di halaman kantor KUA Kalimanah usai menyampaikan materi Bimbingan Perkawinan bertema Keluarga Sakinah kepada siswa kelas XI MAN Purbalingga, Selasa (7/4/2026). (Foto: Dok. KUA Kalimanah)

Purbalingga-Pernikahan tidak cukup hanya berlandaskan rasa cinta, tetapi harus dibangun di atas kesiapan menerima pasangan apa adanya. Pesan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Pujianto, saat memberikan materi Bimbingan Perkawinan bertema Keluarga Sakinah kepada siswa kelas XI MAN Purbalingga, Selasa (7/4/2026).

Dalam penyampaiannya, Pujianto menegaskan bahwa banyak orang memandang pernikahan sebagai puncak dari cinta. Padahal, menurutnya, tidak semua yang dicintai benar-benar siap menjalani kehidupan rumah tangga bersama. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/The%20Most%20KUA%202026 

“Menikah itu bukan dengan yang kita cintai semata, tetapi dengan yang siap menerima kita apa adanya. Cinta itu bukan buta, tetapi harus berpijak pada realitas,” ungkapnya di hadapan para siswa.

Ia menjelaskan, pernikahan ideal tidak hanya dilandasi perasaan, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, dan emosional. Niat beribadah menjadi fondasi utama dalam membangun rumah tangga, yang kemudian diperkuat dengan sikap saling memahami, keterbukaan, serta komitmen untuk saling menyayangi dalam berbagai kondisi kehidupan.

Senada dengan hal tersebut, PAI KUA Kalimanah lainnya, Zamroni Irham, mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak dalam slogan hedonisme yang menempatkan cinta sebagai segalanya. 

“Menikah jangan sampai terbius dengan slogan love above all (cinta di atas segalanya) karena hawa nafsu` Karena cinta saja tidak cukup untuk menopang kehidupan rumah tangga. Tanpa kesiapan, tanggung jawab, dan nilai-nilai agama, cinta bisa rapuh di tengah ujian kehidupan,” tegasnya.

Secara keilmuan, pandangan ini selaras dengan ajaran Islam yang menempatkan pernikahan sebagai mitsaqan ghalizha (perjanjian yang kuat), sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. 

Tujuan pernikahan bukan sekadar memenuhi kebutuhan emosional, tetapi untuk mewujudkan ketenangan (sakinah), kasih sayang (mawaddah), dan rahmat (rahmah), sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ar-Rum ayat 21. 

Dalam perspektif psikologi keluarga, pernikahan yang sehat membutuhkan kematangan emosi, kemampuan komunikasi, manajemen konflik, serta kesiapan menghadapi realitas ekonomi dan sosial.

Sementara itu, menurut PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, bahwa ulasan ini menegaskan bahwa cinta memang penting sebagai pengikat awal, namun bukan satu-satunya fondasi dalam pernikahan. Tanpa kesiapan mental, spiritual, dan komitmen yang kuat, cinta dapat memudar ketika dihadapkan pada persoalan hidup. 

"Oleh karena itu, keseimbangan antara cinta, tanggung jawab, dan nilai-nilai keimanan menjadi kunci utama dalam membangun keluarga yang kokoh dan harmonis," ucapnya.

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memahami bahwa pernikahan adalah ibadah jangka panjang yang memerlukan kesiapan menyeluruh, bukan sekadar mengikuti perasaan. 

Dengan bekal tersebut, diharapkan lahir generasi yang mampu membangun keluarga sakinah yang kuat, harmonis, dan senantiasa berada dalam naungan rahmat Allah SWT.

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Senin, 06 April 2026

Belajar Ketahanan Keluarga Sejak Dini, Siswa MAN Purbalingga Serap Nilai Kehidupan di KUA Kalimanah

Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, bersama Penghulu Muda Rizal Nur Ahmadi di ruang PPAI saat berdialog dengan Siswan Kelas XI MAN Purbalingga di ruang PPAI Kecamatan kalimanah, Senin (6/3/2026) (Foto: Rizal)

Purbalingga-Sebanyak 25 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga yang tergabung dalam kelompok kokurikuler melaksanakan kunjungan edukatif ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Kamis (2/4/2026). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual dengan tema “Analisis Statistika Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Remaja di Kabupaten Purbalingga”.

Kunjungan tersebut dibagi dalam lima kelompok. Pada hari kedua, kelompok pertama yang terdiri dari empat siswa kelas XI diterima langsung oleh Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, bersama Penghulu Muda Rizal Nur Ahmadi di ruang PPAI. 

Penghulu Muda, Rizal Nur Ahmadi (Kanan) dan Hasbiq Muzni foto bersama di halaman KUA Kalimanah, Senin (6/3/2026) (Foto: Azizah)

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/04/kua-kalimanah-jadi-kelas-nyata-pelajar.html 

Suasana dialog yang hangat, para siswa mendapatkan pemahaman langsung tentang konsep keluarga sakinah dan tantangan kehidupan berumah tangga di era modern.

Dalam arahannya, Kholidin menekankan bahwa aspek ekonomi memang penting dalam membangun rumah tangga, namun bukan menjadi satu-satunya penentu. 

Ia mengingatkan bahwa kesiapan mental, fisik, serta kematangan spiritual menjadi fondasi utama dalam membentuk keluarga yang harmonis. 

“Rezeki telah dijamin oleh Allah SWT, sehingga tidak seharusnya menjadi alasan utama dalam menentukan keputusan menikah,” ungkapnya. 

Penghulu Muda, Rizal Nur Ahmadi (Kiri) dan PAI KUA Kalimanah, Azizah Dwi Purba saat berdialog dengan Siswa MAN Purbalingga di Aula Balai Nikah KUA Kalimanah, Senin (6/3/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto)

Lebih lanjut, Kholidin menegaskan bahwa keyakinan kepada Allah harus diiringi dengan ilmu dan wawasan yang luas dalam mempersiapkan masa depan. 

Ia juga mengingatkan para siswa untuk menjaga diri dari pergaulan bebas sebagai langkah penting dalam mencegah pernikahan dini. 

“Hindari pergaulan bebas agar tidak terjerumus pada keputusan menikah dini yang belum siap secara lahir dan batin,” pesannya.

Sementara itu, kelompok kedua hingga kelima mengikuti sesi diskusi serupa yang dipandu oleh Penyuluh Agama Islam, Azizah Dwi Purba dan Penghulu Muda Hasbiq Muzni. 

Penghulu Muda, Rizal Nur Ahmadi (Kanan) dan PAI KUA Kalimanah, Azizah Dwi Purba saat berdialog dengan Siswa MAN Purbalingga di Aula Balai Nikah KUA Kalimanah, Senin (6/3/2026) (Foto: Imam Edi Siswanto)

Dialog interaktif ini membahas berbagai aspek pernikahan ideal dan pentingnya kesiapan remaja dalam merencanakan masa depan.

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu memahami pentingnya ketahanan keluarga sejak dini, serta memiliki bekal pengetahuan dan sikap bijak dalam menghadapi tantangan kehidupan, khususnya terkait pernikahan dan masa depan generasi muda.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Kamis, 02 April 2026

KUA Kalimanah Jadi Kelas Nyata: Pelajar MAN Purbalingga Menggali Rahasia Ketahanan Keluarga

Pelajar kelas XI MAN Purbalingga, saat kunjungannya di KUA Kalimanah dalam acara kokurikuler, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah menerima kunjungan pelajar dari MAN Purbalingga dalam rangka kegiatan kokurikuler, Kamis (2/4/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual dengan tema “Analisis Statistika Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Remaja di Kabupaten Purbalingga.”

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/The%20Most%20KUA%202026?m=1

Sebanyak delapan pelajar yang tergabung dalam satu kelompok studi disambut penuh keakraban dan kekeluargaan oleh Staf KUA Kalimanah, Supriyono dan Prayitno.

Kelompok yang dibimbing oleh guru MAN Purbalingga, Toin As'ad ini diketuai oleh Mohammad Zidan, dengan Naurah Darmawan sebagai sekretaris, serta anggota Alika Hanifah, Rose Dewi, Rifka Khoero, Syifa Anisaun, dan Kelandra Raissa. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menggali pemahaman tentang pernikahan dini beserta dampaknya terhadap ketahanan keluarga, sekaligus sebagai bahan penyusunan laporan akademik.
Penghulu Muda KUA Kalimanah, Hasbiq Muzni (Kanan depan) dan Rizal Nur Ahmadi, saat menyampaikan penjelasan tentang perkawinan pada para pelajar Kelas XI MAN Purbalingga di KUA Kalimanah dalam acara kokurikuler, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Dalam sesi dialog, Penghulu Muda KUA Kalimanah, Hasbiq Muzni bersama Rizal Nur Ahmadi, memberikan penjelasan komprehensif terkait syarat dan administrasi pernikahan.

Mereka menegaskan bahwa dalam pernikahan harus terpenuhi unsur-unsur penting seperti adanya calon pengantin, wali, dua orang saksi, ijab qobul atau akad nikah serta mahar sebagai bagian dari rukun dan syarat sah pernikahan.

Lebih lanjut, keduanya mengulas dampak pernikahan dini yang dinilai berpotensi melemahkan ketahanan keluarga, baik dari aspek fisik maupun mental. Secara fisik, usia yang terlalu muda dinilai rentan terhadap risiko kesehatan reproduksi. 

Sementara dari sisi psikologis, ketidaksiapan dalam menjalankan peran sebagai pasangan maupun orang tua dapat memicu berbagai persoalan dalam rumah tangga.

“Ketahanan keluarga yang kuat harus diawali dari kesiapan usia, kematangan fisik dan mental, serta kesiapan spiritual dan administratif,” jelas Hasbiq Muzni dalam pemaparannya.

Selain itu, para pelajar juga diingatkan pentingnya menjaga akhlak dan kepribadian. Nilai-nilai moral dan spiritual dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan yang harmonis dan terhindar dari berbagai dampak negatif, baik di dunia maupun di akhirat.

Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan pelajar, tetapi juga menjadi jembatan edukasi antara lembaga pendidikan dan KUA dalam membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga yang matang.
Penghulu Muda KUA Kalimanah, Rizal Nur Ahmadi (Kiri) dan Hasbiq Muzni, saat menyampaikan penjelasan tentang perkawinan kepada Ketua kelompok Kokurikuler Kelas XI MAN Purbalingga, Mohammad Zidan (tengah) bersama para pelajar Kelas XI MAN Purbalingga di KUA Kalimanah dalam acara kokurikuler, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Ketua Kelompok, Mohammad Zidan, mengaku puas atas pelayanan dan informasi yang disampaikan pada acara tersebut.

"Kami merasa puas, karena jelas dalam penyampaian informasinya. Dan kami mengucapkan terima kasih atas pelayanan dan informasi yang disampaikan oleh KUA Kalimanah," akunya singkat.

Ulasan Singkat:
Kegiatan ini mencerminkan sinergi positif antara dunia pendidikan dan institusi keagamaan dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan yang aplikatif. Edukasi tentang pernikahan dini dan ketahanan keluarga menjadi sangat relevan di tengah tantangan sosial saat ini. 

Dengan pendekatan ilmiah dan nilai-nilai keagamaan, pelajar diharapkan mampu mengambil keputusan bijak dalam merencanakan masa depan, sekaligus menjadi agen perubahan dalam menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

KUA Kalimanah Tetap Prima Layani Masyarakat, Menuju Sukses WBBM 2027

Pegawai KUA Kalimanah, Regina tampak sedang beraktivitas diruang kerja kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Di tengah beragam kebutuhan layanan keagamaan, seluruh jajaran tetap bekerja dengan penuh semangat, profesional, dan humanis, Kamis (2/4/2026).

Sejak pagi hari, aktivitas pelayanan sudah tampak berjalan optimal. Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, terlihat langsung turun tangan melayani masyarakat. Ia dengan ramah menerima tamu yang datang untuk berkonsultasi terkait rencana pernikahan, memberikan arahan dan solusi yang tepat guna mempersiapkan pernikahan yang sakinah.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kholidin?m=0

Di sisi lain, para Penyuluh Agama Islam (PAI) juga aktif menjalankan tugasnya. Mereka tampak melakukan pembaruan (update) data lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta data wakaf. Langkah ini penting untuk memastikan data keagamaan tetap valid dan dapat mendukung program pembinaan umat secara berkelanjutan.
Kepala KUA Kalimanah, Kholidin tampak sedang melayani konsultasi masyarakat di ruang kerjanya, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Pelayanan administrasi pun berjalan dinamis. Staf KUA Kalimanah sigap melayani masyarakat yang mengurus permohonan surat rekomendasi nikah, dengan proses yang cepat dan transparan. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen KUA dalam memberikan kemudahan akses layanan bagi masyarakat.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Pelayanan?m=0

Tak kalah penting, Penghulu Muda juga terlihat aktif melaksanakan bimbingan perkawinan (bimwin) bagi calon pengantin. Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam membekali pasangan dengan pengetahuan dan kesiapan membangun keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

Selain layanan inti, administrasi kehumasan juga terus diperkuat melalui berbagai media informasi. KUA Kalimanah secara aktif mengelola kanal digital untuk menyampaikan informasi, edukasi, serta publikasi kegiatan kepada masyarakat luas.
PAI KUA Kalimanah, Zamroni Irham dan Pujianto tampak sedang melakukan updating data Wakaf dan lembaga TPQ di ruang kerja kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Adapun jam pelayanan KUA Kalimanah dibuka setiap hari Senin hingga Jumat, pukul 07.30 hingga 16.00 WIB, dan khusus hari Jumat hingga pukul 16.30 WIB. Kantor ini beralamat di Jalan Mayjend Sungkono No. 529, Kalimanah.

Lebih dari itu, semangat pelayanan yang ditunjukkan KUA Kalimanah tidak lepas dari komitmen besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.
Dengan suasana kekeluargaan, Pegawai KUA Kalimanah, Prayitno dan Supriyono tampak sedang melayani tamu di ruang kerja kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Setelah sukses meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), kini seluruh satuan kerja, termasuk KUA Kalimanah, terus berbenah dan berinovasi menuju pencapaian Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2027.

Langkah ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas layanan publik, penguatan integritas aparatur, serta optimalisasi pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat. Dengan semangat tersebut, KUA Kalimanah siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan birokrasi yang tidak hanya bersih, tetapi juga semakin responsif, transparan, dan berdampak nyata bagi umat.
Penghulu Muda KUA Kalimanah, Rizal tampak sedang melayani konsultasi di ruang kerja kantor setempat, Kamis (2/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Masyarakat juga dapat mengakses informasi dan layanan melalui berbagai media resmi KUA Kalimanah, di antaranya email: kuakalimanah1@gmail.com, serta media sosial Instagram, Facebook, TikTok, dan blog resmi KUA Kalimanah.

1. Instagram @kuakalimanah https://www.instagram.com/kuakalimanah?igsh=YzljYTk1ODg3Zg==
2. Facebook @kuakalimanah https://www.facebook.com/share/fVV7hsEveuzmB5PX/?mibextid=qi2Omg
3. Tiktok @kuakalimanah
https://vt.tiktok.com/ZSY3KtrX6/
4. Blogspot
https://kuakalimanah.blogspot.com/?m=1

Dengan semangat melayani sepenuh hati, KUA Kalimanah terus berupaya menjadi garda terdepan dalam pelayanan keagamaan yang profesional, responsif, dan berdampak positif bagi masyarakat. Komitmen ini menjadi wujud nyata transformasi layanan publik yang semakin adaptif di era modern serta langkah optimis menuju WBBM 2027.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Rabu, 01 April 2026

Hangatnya Halal Bihalal PPAI Kalimanah, Pererat Sinergi Pendidikan dan Silaturahmi

Pengawas Madrasah Kecamatan Kalimanah, Aris Sumanto (batik warna kuning), Kepala KUA Kalimanah, Kholidin (baju warna merah) saat foto bersama dengan sebagian para pengurus PPAI dan guru madrasah Kecamatan Kalimanah pada acara halal bihalal halal dikantor setempat, Rabu (1/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Kalimanah-Keluarga besar Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kecamatan Kalimanah menggelar Silaturahmi Akbar dalam rangka halal bihalal di kantor PPAI Kalimanah, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi antarpendidik di wilayah tersebut.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/PSM%20Peduli%20%20Pendidikan?m=0

Pengawas Madrasah Kecamatan Kalimanah, Aris Sumanto, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Idulfitri serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh hadirin, yang terdiri dari guru TK, RA, BA, hingga guru madrasah se-Kecamatan Kalimanah. 
Suasana acara silaturahmi keluarga besar PPAI Kecamatan Kalimanah di kantor setempat, Rabu (1/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Ia menegaskan pentingnya profesi guru dalam menjaga silaturahmi sebagai fondasi dalam mewujudkan generasi yang beriman dan bertaqwa serta unggul dalam prestasi.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Madrasah%20Berasrama?m=0

Suasana acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Ratusan peserta, termasuk Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, para Penyuluh Agama Islam (PAI), serta staf, saling bersalaman dan berbincang akrab.

Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menikmati hidangan khas lebaran, seperti jajanan pasar, bakso, ketupat, dan kerupuk. 

Momen ini tidak hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga memperkuat komunikasi yang diharapkan mampu membawa dampak positif secara sosial dan kultural di lingkungan pendidikan.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

#27 Intisari Keimanan, Takwa, dan Penyucian Diri dalam Nashoihul ‘Ibad

Staf KUA Kalimanah, Amin Muakhor saat menjelaskan isi kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani di KUA Kalimanah setiap Rabu Pagi edisi ke 27, Rabu (1/4/2026). (Foto: Rizal)

Pubalingga–Kajian rutin Kitab Nashoihul ‘Ibad edisi ke-27 kembali digelar pada Rabu pagi di KUA Kalimanah. Seperti biasa, acara diawali dengan pembacaan teks oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah Staf KUA Kalimanah, Pujianto dan penjelasan oleh staf, Amin Muakhor, Rabu (1/4/2026).

Dari kajian tersebut dapat kami sampaikan ringkasan isi kandungan terjemah kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 52 sampai 55 dari Kitab Nashoihul Ibad.


Rangkaian maqolah dalam Nashoihul ‘Ibad ini mengajarkan fondasi penting dalam membangun kualitas iman dan akhlak seorang hamba.

Pada maqolah 52, dijelaskan bahwa orang yang benar-benar mengenal Allah adalah mereka yang setia pada janji-Nya dengan menjalankan perintah-Nya. Ciri lainnya adalah hati yang cerdas dan peka serta amal yang ikhlas dan terus meningkat.

Maqolah 53 menegaskan bahwa sumber segala kebaikan di dunia dan akhirat adalah rasa takut kepada Allah. Rasa takut ini menjaga dari maksiat, sementara harapan kepada Allah mendorong amal saleh. Keseimbangan antara takut dan harap menjadi kunci ibadah yang sempurna, dengan penekanan bahwa cinta dan harap kepada Allah lebih utama. Selain itu, disampaikan bahwa kenikmatan dunia sering terbuka dengan kenyang, sedangkan keberkahan akhirat justru lahir dari kesederhanaan dan pengendalian diri (lapar).

Pada maqolah 54, ibadah diibaratkan sebagai sebuah “usaha” dengan kesendirian (khusyu’ dan kedekatan dengan Allah) sebagai tempatnya, takwa sebagai modal utama, dan surga sebagai keuntungan akhirnya. Ini menunjukkan bahwa ibadah membutuhkan kesungguhan, keikhlasan, dan penjagaan diri dari dosa.

Maqolah 55 mengajarkan upaya penyucian diri dengan mengganti sifat buruk dengan sifat baik: kesombongan dilawan dengan tawadu, keserakahan dengan qana’ah, dan kedengkian dengan nasihat serta keinginan kebaikan bagi orang lain. Ditekankan pula bahwa iman tidak akan bersatu dengan sifat hasad dalam hati seseorang.

Secara keseluruhan, ajaran ini menekankan pentingnya menjaga hati, menumbuhkan keikhlasan, serta mengendalikan sifat-sifat buruk sebagai jalan menuju kesempurnaan iman dan kebahagiaan dunia-akhirat.

PAI KUA Kalimanah, Pujianto saat menlmbacakan isi kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani di KUA Kalimanah setiap Rabu Pagi edisi ke 27, Rabu (1/4/2026). (Foto: Rizal)

Berikut isi lengkapnya.
Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 52
(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّانِيَةُ وَالْخَمْسُونَ (قَالَ) أَيْ ذُو النُّونِ الْمِصْرِيُّ (اَلْعَارِفُ بِاللَّهِ تَعَالَى وَفِيٌّ) أَيْ بِعَهْدِ اللَّهِ تَعَالَى بِأَنْ أَدَّى أَوَامِرَ اللَّهِ تَعَالَى (وَقَلْبُهُ ذَكِيٌّ) أَيْ سَرِيعٌ (وَعَمَلُهُ لِلَّهِ زَكِيٌّ) أَيْ صَالِحٌ زَائِدٌ فِي كُلِّ وَقْتٍ.
Maqolah yang ke lima puluh dua (Telah berkata) Maksudnya Dzun nun Al-Misri (Orang yang kenal kepada Allah itu menepati janji) Maksudnya atas janji kepada Allah Ta'ala dengan menunaikan perintah-perintah Allah Ta'ala (Dan hatinya itu cerdas) Maksudnya cepat tanggap (Dan amalnya kepada Allah itu murni) Maksudnya yang lurus dan bertambah di setiap waktu.

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 53
(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّالِثَةُ وَالْخَمْسُونَ (عَنْ أَبِي سُلَيْمَانَ الدَّرَانِيِّ أَنَّهُ قَالَ: أَصْلُ كُلِّ خَيْرٍ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ الْخَوْفُ مِنَ اللَّهِ) فَإِنَّ الْخَوْفَ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى مُحَوِّلُ الصَّحِيفَةِ فَيَجْعَلُهَا فِي الْيَمِينِ بَعْدَ أَنْ هَوَتْ إلَى الشِّمَالِ فَلِلْعَبْدِ فِي حَالِ سَلَامَتِهِ مِنَ الْمَرَضِ أَنْ يَكُونَ خَائِفًا رَاجِيًا لِيَزْجُرَهُ الْخَوْفُ مِنْ الْمَعَاصِي وَيَبْعَثَهُ الرَّجَاءُ عَلَى اكْتِسَابِ الْعَمَلِ الصَّالِحِ، وَعِبَادَةُ الرَّاجِي أَفْضَلُ لِغَلَبَةِ مَحَبَّةِ اللَّهِ فِيهِ فَوْقَ الْخَائِفِ وَالْمَلِكُ يُفَرِّقُ بَيْنَ مَنْ يَخْدُمُهُ اتِّقَاءَ عِقَابِهِ وَمَنْ يَخْدُمُهُ رَجَاءَ كَرَمِهِ وَمَنْ يَخْدُمُهُ لَا لِشَيْءٍ (وَمِفْتَاحُ الدُّنْيَا الشَّبَعُ) فَتُفْتَحُ أُمُورُ الدُّنْيَا بِالشَّبَعِ (وَمِفْتَاحُ الْآخِرَةِ الْجُوعُ) فَتُفْتَحُ أُمُورُ الْآخِرَةِ بِالْجُوعِ.
Maqolah yang ke lima puluh tiga (Dari Abu Sulaiman Ad-Daroni ia berkata : Pangkal dari setiap kebaikan di dunia dan di akhirat adalah takut karena Allah) Karena sesungguhnya takut karena Allah Ta'ala itu bisa merubah lembaran amal maka rasa takut akan menjadikan lembaran amal di tangan kanan sesudah jatuhnya lembaran amal itu di tangan kiri maka untuk seorang hamba dalam keadaan selamatannya hamba itu dari penyakit supaya ada rasa takut lagi berharap supaya mencegah kepadanya oleh rasa takut dari melaksanakan maksiat dan supaya membangkitkan padanya oleh rasa berharap melakukan amalah sholeh. Ibadah orang yang berharap itu lebih utama karena lebih kuatnya cinta kepada Allah karena berharap diatas orang yang takut. Seorang raja itu bisa membedakan antara orang yang berkhidmah kepada raja karena takut dari siksaan raja dan orang yang berkhidmah kepada raja karena berharap dari kemurahannya dan orang yang berkhidmah kepada raja bukan karena apa-apa (Kunci dunia adalah kenyang) Maka terbuka urusan dunia dengan kenyang (Sedangkan kunci akhirat adalah lapar) Maka terbuka urusan-urusan akhirat dengan lapar.

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 54
(وَ) الْمَقَالَةُ الرَّابِعَةُ وَالْخَمْسُونَ (قِيلَ: الْعِبَادَةُ) لِلَّهِ تَعَالَى (حِرْفَةٌ) أَيْ مَكْسَبٌ مِنْ كُلِّ جِهَةٍ (وَحَانُوتُهَا الْخَلْوَةُ) أَيْ دُكَّانُهَا مُحَادَثَةُ السِّرِّ مَعَ اللَّهِ تَعَالَى حَيْثُ لَا أَحَدَ (وَرَأْسُ مَالِهَا التَّقْوَى) أَيْ أَصْلُ حَالِ الْعِبَادَةِ صِيَانَةُ النَّفْسِ عَمَّا تَسْتَحِقُّ بِهِ الْعُقُوبَةُ مِنْ فِعْلٍ أَوْ تَرْكٍ (وَرِبْحُهَا الْجَنَّةُ) أَيْ دَارُ الثَّوَابِ وَمَا فِيهَا.
Maqolah yang ke lima puluh empat (Dikatakan: Beribadah) Kepada Allah (Adalah pekerjaan) Maksudnya pekerjaan dari setiap arah (Dan warung ibadah adalah sepi) Maksudnya toko ibadah adalah membisikan hati bersama Allah Ta'ala sekiranya tak ada seorangpun (Dan modal utamanya adalah taqwa) Maksudnya modal utama beribadah adalah menjaga diri dari perkara yang berhak sebab perkara itu siksaan dari melakukan maksiat atau meninggalkan kewajiban (Dan untung dari ibadah adalah surga) Maksudnya tempat ganjaran dan berbagai kenikmatan di dalam surga.

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 55

(وَ) الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةُ وَالْخَمْسُونَ (قَالَ مَالِكُ بْنُ دِينَارٍ) رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ (اِحْبِسْ) أَيْ امْنَعْ (ثَلَاثًا) مِنَ الْخِصَالِ الْمَذْمُومَةِ (بِثَلَاثٍ) مِنَ الْخِصَالِ الْمَحْمُودَةِ (حَتَّى تَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ) أَيْ كَيْ تَتَّصِفَ بِحَقَائِقِ الْإِيمَانِ كَالْمُؤْمِنِينَ الصَّادِقِينَ فِي إيْمَانِهِمْ (اَلْكِبْرَ بِالتَّوَاضُعِ) وَالْكِبْرُ هُوَ رُؤْيَةُ النَّفْسِ بِعَيْنِ الْعِزِّ وَرُؤْيَةُ الْغَيْرِ بِعَيْنِ الْحَقَارَةِ عَكْسُ التَّوَاضُعِ وَالْكِبْرُ يَكُونُ بِالْمَنْزِلَةِ وَالْعُجْبُ يَكُونُ بِالْفَضِيلَةِ، فَالْمُتَكَبِّرُ يُجِلُّ نَفْسَهُ عَنْ رُتْبَةِ الْمُتَعَلِّمِينَ وَالْمُعْجِبُ مُسْتَكْثِرٌ فَضْلَهُ عَنْ اسْتِزَادَةِ الْمُتَأَدِّبِينَ (وَالْحِرْصَ بِالْقَنَاعَةِ) فَالْحِرْصُ هُوَ الِاجْتِهَادُ فِي شَيْءٍ يَطْلُبُهُ وَالْقَنَاعَةُ هِيَ الرِّضَا بِالْقِسْمَةِ (وَالْحَسَدَ) وَهُوَ تَمَنِّي زَوَالِ نِعْمَةِ الْمَحْسُودِ إلَى الْحَاسِدِ (بِالنَّصِيحَةِ) وَهِيَ الدُّعَاءُ إلَى مَا فِيهِ الصَّلَاحُ وَالنَّهْيُ عَمَّا فِيهِ الْفَسَادُ. وَفِي الْحَدِيثِ: [لَا يَجْتَمِعُ فِي جَوْفِ عَبْدٍ الْإِيمَانُ وَالْحَسَدُ] اهْ أَيْ الْإِيمَانُ بِالْقَدَرِ.
Maqolah yang ke lima puluh lima (Telah berkata Malik bin Dinar) Radhiallahu Anhu (Cegahlah oleh mu) Maksudnya cegahlah olehmu (Tiga) Perkara yang tercela (Dengan tiga) perkara yang terpuji (Sehingga kamu ada dari golongan orang-orang beriman) Maksudnya supaya kamu bersifat dengan hakikat keimanan seperti orang-orang beriman yang benar dalam keimanannya (Kesombongan dengan tawadu) Sombong adalah memandang diri sendiri dengan pandangan mulya dan memandang orang lain dengan pandangan hina kebalikan dari tawadu. Sombong itu ada sebab martabat dan ujub itu ada sebab kelebihan. Maka orang yang sombong itu mengagung-agungkan dirinya dari pangkat orang-orang yang mengaji dan orang yang ujub itu menganggap lebih banyak nilai keutamaannya dari kelebihan orang yang disiplin (Dan sifat keserakahan dengan sifat qona'ah) Maka sifat rakus yaitu bersungguh sungguh dalam sesuatu yang ia cari dan qona'ah yaitu ridho atas bagian (Dan dengki) Yaitu mengharapkan hilangnya nikmat dari orang yang didengki kepada orang yang dengki (Dengan nasihat) Yaitu mengajak pada perkara yang di dalamnya kemaslahatan dan melarang dari perkara yang di dalamnya kerusakan. Dalam sebuah hadits : [Tidak mungkin mengumpul dalam hati seorang hamba keimanan dan kedengkian]. Maksudnya Iman pada takdir.
وَعَنْ مُعَاوِيَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُلُّ النَّاسِ أَقْدِرُ عَلَى رِضَاهُ إِلَّا حَاسِدَ نِعْمَتِي فَإِنَّهُ لَا يُرْضِيهِ إِلَّا زَوَالُهَا، كَمَا قَالَ بَعْضُهُمْ مِنْ بَحْرِ الطَّوِيلِ:
مُدَارَاتُهُ شَقَّتْ وَعَزَّ نَوَالُهَا * وَدَارَيْتُ كُلَّ النَّاسِ لَكِنَّ حَاسِدِي
إِذَا كَانَ لَا يُرْضِيهِ إِلَّا زَوَالُهَا * وَكَيْفَ يُدَارِي الْمَرْءُ حَاسِدَ نِعْمَةٍ
Dari Mu'awiyah Radhiallahu Anhu ia berkata: Setiap manusia aku mampu atas ridhonya kecuali pada orang yang dengki kepada nikmatku karena sesungguhnya tidak akan membuat puas orang yang dengki itu kecuali dengan hilangnya kenikmatan itu. Sebagaimana telah berkata sebagian ulama dari bahar towil:

Aku berusaha berbaur dengan semua manusia akan tetapi orang yang dengki kepadaku * Berbaur dengannya itu sulit dan menyakitkan untuk meraihnya
Dan bagaimana mungkin bisa berbaur seseorang kepada orang yang dengki akan kenikmatan

* Sementara tidak akan memuaskan kepada orang yang dengki kecuali dengan hilangnya kenikmatan itu.(*)

Source: lilmuslimin.com
Editor: Imam Edi Siswanto

Selasa, 31 Maret 2026

Masjid Ramah Pemudik: At Taqwa Redjo Maghfiroh Kalimanah Raih Apresiasi Kemenag Purbalingga

Perwakilan dari Takmir Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh Kalimanah, saat menerima piagam penghargaan dari Kasi Bimas Islam Kankemenag Purbalingga, Moh Nur Hidayat di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026). (Foto: MA Zaenal Abidin)

Purbalingga – Semangat melayani dengan tulus yang ditunjukkan oleh Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh Kalimanah membuahkan apresiasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi aktif masjid dalam menyukseskan Program Masjid Ramah Pemudik (MRP) Idulfitri 1447 H/2026 M, dalam kegiatan Pembinaan ASN di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026).

Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Kankemenag Purbalingga, Zahid Khasani, sebelum dimulainya kegiatan pembinaan ASN. Momentum tersebut sekaligus menandai berakhirnya operasional program Masjid Ramah Pemudik di wilayah Purbalingga yang telah berjalan dengan penuh dedikasi.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Masjid%20Ramah%20Pemudik%202026?m=0

Program MRP yang memasuki pelaksanaan tahun kedua ini dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para pemudik. Sejak H-4 hingga H+4 Idulfitri, masjid-masjid yang tergabung dalam program ini menjadi tempat singgah yang aman, nyaman, dan penuh kehangatan bagi para musafir.

Dalam sambutannya, Zahid Khasani menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada para takmir, penyuluh, pengawas, dan guru yang telah melayani pemudik dengan sepenuh hati. Ini menjadi amal jariyah sekaligus syiar Islam yang perlu kita jaga dan lanjutkan,” ucapya.

Ia juga berharap program ini tidak hanya dipertahankan, tetapi terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Menurutnya, setiap bentuk pelayanan yang dilakukan dengan keikhlasan akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Sementara itu, Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pada pelaksanaan MRP di tahun berikutnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi ini. Semoga ke depan program Masjid Ramah Pemudik semakin baik dan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi para pemudik,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kemenag Purbalingga, sebanyak 1.984 pemudik tercatat singgah di 10 titik Masjid Ramah Pemudik. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap masjid sebagai tempat beristirahat selama perjalanan mudik.

Adapun rincian jumlah pemudik di masing-masing masjid antara lain: Masjid Al Hasanah Tlahab Lor (423 pemudik), Masjid An Nahdiyah (250), Masjid Cheng Hoo (218), Masjid Darunnajaa (115), Masjid Baitul Muttaqiin (20), Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh (25), Masjid Nurul Falah Senon (150), Masjid At Taqwa Bakulan (240), Masjid Nurul Falah Bukateja (175), dan Masjid Al Iftitah (368).

Data tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan Masjid Ramah Pemudik bukan sekadar program seremonial, melainkan solusi nyata yang memberikan kenyamanan, keamanan, sekaligus menghadirkan nilai spiritual bagi para pemudik.

Lebih dari itu, program ini menjadi cerminan bahwa masjid mampu berperan sebagai pusat pelayanan umat tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam menghadirkan kepedulian sosial. Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, Masjid Ramah Pemudik telah menjelma menjadi ladang amal yang terus mengalirkan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Pujianto: Menikah dengan yang Siap Menerima Apa Adanya

PAI KUA Kalimanah, Pujianto (Kanan) dan Moh Agus Zaenal Abidin (Kiri) foto bersama di halaman kantor KUA Kalimanah usai menyampaikan materi ...