Purbalingga-Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto, bersama para santri kelas Al-Qur’an dan kelas Ta’limul Qur’an Lil Aulad (TQA) Nurul Iman Penaruban serta Takmir Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, menggelar kegiatan bersih-bersih mushala, Ahad (15/2/2026).
BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kegiatan
Kegiatan ini sekaligus menyukseskan Program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid dan Mushala (BBM) Tahun 2026, yang diinisiasi oleh Direktur Jenderal Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama Republik Indonesia, dalam rangka meningkatkan kualitas pemberdayaan Rumah Ibadah (Masjid Berdaya Berdampak) jelang Ramadan 1447 H/2026 M.
Dijelaskan oleh Imam Edi, bahwa suasana kerja bakti berlangsung lancar, penuh semangat gotong royong dan kebersamaan. Anak-anak, remaja, dan orang tua berbaur tanpa sekat, bekerja sesuai kemampuan masing-masing.
Pemandangan ini bukan sekadar aktivitas membersihkan bangunan, melainkan juga potret pendidikan karakter yang hidup di tengah masyarakat.
Gotong Royong yang Bernilai Ibadah
Menurut Imam Edi Siswanto, yang juga Kepala TPQ Nurul Iman dan Penasehat Takmir Mushala Al Haq, kerja bakti telah menjadi tradisi masyarakat muslim.
“Gotong royong itu sudah menjadi ciri masyarakat desa, selain juga bernilai ibadah,” jelasnya.
![]() |
| Santri Kelas Al Quran TPQ Nurul Iman Penaruban pada kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto) |
Pernyataan ini menegaskan bahwa kerja bakti bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah (persaudaraan) sekaligus ladang pahala.
Belajar dari Tindakan, Bukan Sekadar Teori
Anak-anak dan remaja dibagi dalam beberapa kelompok. Anak-anak bertugas menyapu lantai, membersihkan kaca jendela, serta menata kitab dan buku di lemari.
Remaja menangani pekerjaan yang lebih menantang seperti membersihkan kipas angin, ventilasi, langit-langit, tempat wudhu, dan WC.
Sementara pekerjaan berat seperti memperbaiki kabel listrik, saluran air, sound system, dan peralatan lainnya dikerjakan oleh para orang tua.
Pembagian tugas ini bukan tanpa tujuan. Imam Edi menjelaskan alasan pentingnya melibatkan anak-anak TPQ dalam kegiatan tersebut:
1. Islam mengajarkan rajin bekerja sejak dini.
2. Melatih tanggung jawab.
3. Menumbuhkan rasa peduli dan memiliki terhadap rumah ibadah.
4. Membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
5. Mendatangkan pahala karena bagian dari ibadah dan sedekah tenaga.
6. Membentuk karakter sukses anak yang gemar membantu di rumah dan di masyarakat.
7. Menunjukkan semangat menyambut Ramadhan sebagai salah satu ciri orang beriman.
![]() |
| Ketua Takmir Mushala al Haq, H. Mudasir (berkopiah) saat kegiatan bersih-bersih mushala di Mushala Al Haq Desa Penaruban, Kaligondang, Purbalingga, Ahad (15/2/2026). (Foto: Imam edi Siswanto) |
Menanam Kenangan, Menuai Kerinduan
Lebih dari sekadar bersih-bersih, kegiatan ini menjadi pengalaman yang membekas di hati anak-anak.
Di masa depan, kenangan menyapu lantai mushala atau membersihkan jendela bersama teman dan orang tua akan menjadi panggilan rindu untuk kembali memakmurkan masjid dan mushala.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membersihkan hati, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kepedulian.
Ketika generasi muda diajak terlibat sejak dini, mereka tidak hanya belajar tentang ibadah, tetapi juga tentang cinta kepada Allah, kepada sesama, dan kepada rumah-Nya.
Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga, menjadikan mushala bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter dan kebersamaan umat.(*)
Pewarta: Imam Edi siswanto




Tidak ada komentar:
Posting Komentar