Tampilkan postingan dengan label Anti Bullying. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Bullying. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Maret 2026

Masjid Ramah Pemudik: At Taqwa Redjo Maghfiroh Kalimanah Raih Apresiasi Kemenag Purbalingga

Perwakilan dari Takmir Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh Kalimanah, saat menerima piagam penghargaan dari Kasi Bimas Islam Kankemenag Purbalingga, Moh Nur Hidayat di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026). (Foto: MA Zaenal Abidin)

Purbalingga – Semangat melayani dengan tulus yang ditunjukkan oleh Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh Kalimanah membuahkan apresiasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi aktif masjid dalam menyukseskan Program Masjid Ramah Pemudik (MRP) Idulfitri 1447 H/2026 M, dalam kegiatan Pembinaan ASN di Aula Uswatun Hasanah, Senin (30/3/2026).

Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Kankemenag Purbalingga, Zahid Khasani, sebelum dimulainya kegiatan pembinaan ASN. Momentum tersebut sekaligus menandai berakhirnya operasional program Masjid Ramah Pemudik di wilayah Purbalingga yang telah berjalan dengan penuh dedikasi.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Masjid%20Ramah%20Pemudik%202026?m=0

Program MRP yang memasuki pelaksanaan tahun kedua ini dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya para pemudik. Sejak H-4 hingga H+4 Idulfitri, masjid-masjid yang tergabung dalam program ini menjadi tempat singgah yang aman, nyaman, dan penuh kehangatan bagi para musafir.

Dalam sambutannya, Zahid Khasani menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat.

“Terima kasih kepada para takmir, penyuluh, pengawas, dan guru yang telah melayani pemudik dengan sepenuh hati. Ini menjadi amal jariyah sekaligus syiar Islam yang perlu kita jaga dan lanjutkan,” ucapya.

Ia juga berharap program ini tidak hanya dipertahankan, tetapi terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas di masa mendatang. Menurutnya, setiap bentuk pelayanan yang dilakukan dengan keikhlasan akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Sementara itu, Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Ia menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan pada pelaksanaan MRP di tahun berikutnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi ini. Semoga ke depan program Masjid Ramah Pemudik semakin baik dan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal bagi para pemudik,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kemenag Purbalingga, sebanyak 1.984 pemudik tercatat singgah di 10 titik Masjid Ramah Pemudik. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap masjid sebagai tempat beristirahat selama perjalanan mudik.

Adapun rincian jumlah pemudik di masing-masing masjid antara lain: Masjid Al Hasanah Tlahab Lor (423 pemudik), Masjid An Nahdiyah (250), Masjid Cheng Hoo (218), Masjid Darunnajaa (115), Masjid Baitul Muttaqiin (20), Masjid At Taqwa Redjo Maghfiroh (25), Masjid Nurul Falah Senon (150), Masjid At Taqwa Bakulan (240), Masjid Nurul Falah Bukateja (175), dan Masjid Al Iftitah (368).

Data tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan Masjid Ramah Pemudik bukan sekadar program seremonial, melainkan solusi nyata yang memberikan kenyamanan, keamanan, sekaligus menghadirkan nilai spiritual bagi para pemudik.

Lebih dari itu, program ini menjadi cerminan bahwa masjid mampu berperan sebagai pusat pelayanan umat tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam menghadirkan kepedulian sosial. Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, Masjid Ramah Pemudik telah menjelma menjadi ladang amal yang terus mengalirkan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Senin, 08 September 2025

Meneladani Rasul Sejak Dini: PAI KUA Kalimanah Berkisah hingga Makan Nasi Takir Bersama Santri TPQ Nurul Iman Penaruban

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat berkisah kehidupan Nabi Muhammad SAW pada santri TPQ Nurul Iman Penaruban di Mushala Al HAq, Senin (8/9/2025). (Foto: Iqbal)

Purbalingga-Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurul Iman Penaruban menyelenggarakan sebuah kegiatan penuh makna dan kehangatan bertajuk "Meneladani Rasul Sejak Dini, Dari Kisah hingga Cinta Nabi."

Kegiatan yang digelar di Mushala Al Haq Penaruban ini, dirancang untuk menanamkan kecintaan dan keteladanan kepada Rasulullah SAW dalam hati para santri sejak usia dini, Senin (8/9/2025). 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/09/pai-kua-kalimanah-imam-edi-siswanto.html 

Melalui rangkaian acara yang menyentuh dan edukatif, anak-anak diajak untuk lebih mengenal Nabi sebagai sosok panutan dalam setiap aspek kehidupan.

Acara diawali dengan membaca dan berkirim sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk cinta dan penghormatan kita kepada beliau yang telah membawa cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia. 

Santri  TPQ Nurul Iman Penaruban aat menyaksikan film pendek kehidupan Nabi Muhammad SAW di Mushala Al HAq, Senin (8/9/2025). (Foto: Tri Ani Nuraini)

Kemudian, para santri menyaksikan film pendek melalui proyektor yang mengisahkan masa kecil Rasulullah SAW, mengenalkan mereka pada kelembutan dan kebaikan yang telah tampak sejak usia belia. 

Kisah ini menjadi pintu awal untuk menggugah rasa cinta dan kekaguman kepada sosok Nabi yang mulia.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kisah inspiratif dari Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah Imam Edi Siswanto, yang membawakan materi tentang:

  • Masa kecil Rasulullah SAW yang penuh kesabaran dan kebaikan,
  • Tugas kerasulan yang diemban dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan, serta
  • Sifat-sifat luhur Rasulullah SAW yang wajib diteladani oleh setiap muslim, khususnya anak-anak.  

Santri  TPQ Nurul Iman Penaruban saat sedang menikmatoi makan nasi Takir usai acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushala Al HAq, Senin (8/9/2025). (Foto: Tri Ani Nuraini)

Empat sifat utama Rasulullah SAW yang ditekankan sebagai pedoman perilaku sejak dini, yaitu, Sidiq (jujur/benar): Menjadi anak yang selalu berkata dan bersikap benar. Amanah (dapat dipercaya): Belajar memegang tanggung jawab dan tidak mengingkari janji.

Tabligh (menyampaikan): Berani menyampaikan kebenaran dengan santun dan bijak.
Fathonah (cerdas dan bijaksana): Berpikir cerdas dan bersikap arif dalam menghadapi setiap keadaan.

Setelah sesi penyampaian kisah, anak-anak diajak mengikuti kuis tanya jawab seputar materi yang disampaikan, untuk memperkuat pemahaman dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan hidup dan cinta yang dalam kepada Rasulullah SAW. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama nasi takir (daun  pisang) sebuah simbol kesederhanaan dan kebersamaan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto 

Jumat, 08 Agustus 2025

Pepeling Ulama: Menebar Nilai Anti-Bullying di TPQ Al Ittihad Karangmanyar dengan Ceria, Cinta dan Aneka Hadiah

PAI KUA Kalimana Zamroni Irham saat menyampaikan materi Anti Bullying di TPQ AL Ittihad Karangmanyar, Jumat (8/8/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)


Purbalingga-Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al Ittihad di Kelurahan Karangmanyar, Kecamatan Kalimanah, tampak berbeda dari biasanya. Jumat Sore itu dipenuhi gelak tawa, antusiasme, dan semangat para santri yang mengikuti kegiatan edukatif bertajuk Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying-Unit Layanan Penyuluh Agama), Jumat (8/8/2025). 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Anti%20Bullying

Kegiatan ini diinisiasi oleh para Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, dengan menyampaikan pesan-pesan moral untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan menolak segala bentuk bullying. 

Kepala TPQ Al Ittihad Pujianto saat menyampaikan kata sambutan diacara Anti Bullying di TPQ AL Ittihad Karangmanyar, Jumat (8/8/2025). (Foto: Zamroni Irham)

Belajar Anti-Bullying Lewat Cara yang Menyenangkan

Para santri diajak menyaksikan film pendek bertema anti bullying, menyanyikan lagu “Di Sini Teman, Di Sana Teman”, dan mengikuti kuis-kuis edukatif berhadiah. Tak hanya belajar, mereka juga membawa pulang aneka jajanan kesukaan dan buku tulis sebagai hadiah.

Pujianto, Kepala TPQ Al Ittihad yang juga merupakan PAI KUA Kalimanah, menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan agar santri lebih paham tentang pentingnya akhlak mulia dan bahaya bullying.

“Kami sengaja mengundang teman-teman Penyuluh Agama Islam, agar santri mendapatkan pelajaran sekaligus pengalaman baru tentang anti bullying,” ungkapnya. 

Santri TPQ Al Ittihad saat menonton film pendek Anti Bullying di TPQ Al Ittihad Karangmanyar, Jumat (8/8/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Pesan Cinta dan Kasih dari Para Penyuluh Agama

Zamroni Irham, salah satu PAI KUA Kalimanah, memberikan pesan hangat kepada para santri.

“Anak-anakku, Islam mengajarkan kita untuk saling menghormati dan menyayangi. Jangan pernah saling menghina atau mengejek, seperti yang kita tonton di film tadi. Ingat, berbuat baik itu untuk kebaikan diri kita sendiri.”

Pesan disampaikan dengan kelembutan, menciptakan suasana hangat dan menyentuh hati para santri.

Sementara itu, PAI Azizah Dwi Purba dan M. Agus Zaenal Abidin mengajak para santri menyanyikan lagu “Di Sini Teman, Di Sana Teman” sambil sesekali menyelipkan kuis yang berisi pertanyaan tentang materi bullying, bahasa Arab, bahasa Jawa, hingga tajwid.

“Yang bisa menjawab tentang materi stop bulliying, mendapatkan hadian jajanan. Dan yang bisa menjawab pertanyaan bahasa Arab, bahasa Jawa dan tajwid mendapat hadiah buku,”,” ucap Azizah penuh semangat.

Menanamkan Akhlak Mulia Sejak Dini

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan akhlak dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

Para santri tidak hanya memahami pentingnya menghormati teman, guru, dan orang tua, tetapi juga merasakan kebersamaan yang membahagiakan.

Gema Braling dan Pepeling Ulama sukses menciptakan ruang edukatif yang penuh cinta, tawa, dan pelajaran bermakna di hati para santri TPQ Al Ittihad.

Sebuah langkah kecil, namun berdampak besar untuk menanamkan karakter Islami sejak usia dini.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto


Senin, 04 Agustus 2025

Dihadapan 320 Siswa Madrasah: Pepeling Ulama Ajak Siswa MI Muhammadiyah Babakan Jadi Generasi Sholeh

PAI KUA Kalimanah, Mughofar pada acara Anti Bulllying di MIM Babakan, Kalimanah, Jumat (1/8/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan, sebanyak 320 siswa MI Muhammadiyah Babakan mengikuti kegiatan Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying) pada Jumat 1 Agustus 2025 lalu.

Acara tersebut diwarnai pesan-pesan penting seputar akhlak mulia, pencegahan bullying, dan penguatan karakter Islami bagi anak-anak.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Anti%20Bullying

Kepala MIM Babakan, Joko Haryono pada acara Anti Bulllying di MIM Babakan, Kalimanah, Jumat (1/8/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Menjadi Anak Baik dan Berakhlak

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Joko Haryono, menegaskan bahwa semua siswa harus menjaga lisan dan perbuatan agar tidak menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun emosional.

“Tidak boleh saling mengejek, menghina, atau menyakiti. Kita harus jadi anak-anak yang saling menyayangi dan menghormati,” pesannya di hadapan 320 siswa dan dewan guru.

Bekali Akhlak Mulia Sejak Dini

Pengawas Madrasah Kecamatan Kalimanah, Aris Sumanto, turut menyampaikan bahwa membentuk karakter anak dengan akhlak mulia adalah investasi penting untuk masa depan bangsa dan agama.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Sejak dini, mereka harus dibekali nilai-nilai kebaikan dan akhlakul karimah,” tuturnya. 

Pengawas Madrasah Kecamatan Kalimanah, Aris Sumanto pada acara Anti Bulllying di MIM Babakan, Kalimanah, Jumat (1/8/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Belajar dari Film dan Visual Edukatif

Kegiatan semakin menarik saat Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Mughofar, tampil menyampaikan pesan dengan gaya santai namun sarat makna.

“Di sekolah, di rumah, saat belajar ataupun bermain, kita tetap harus jadi anak baik dan sholeh,” ujarnya sambil menunjukkan slide gambar kepada para siswa.

Siswa juga diajak menyaksikan film pendek edukatif yang menggambarkan dampak buruk perilaku bullying, seperti mengejek, memaksa, atau mengolok-olok teman. 

Tayangan ini membuka mata dan hati anak-anak tentang pentingnya empati dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

Komitmen Bersama “Tidak Akan Membully!”

Setelah menonton film, PAI KUA Kalimanah lainya, Imam Edi Siswanto dan M. Agus Zaenal Abidin mengajak seluruh siswa membuat komitmen bersama untuk tidak melakukan tindakan bullying. Suasana menjadi haru dan semangat saat seluruh siswa mengucapkan janji bersama-sama.

Kegiatan ditutup dengan penuh keceriaan saat para penyuluh dan siswa bernyanyi lagu “Di Sini Teman, Di Sana Teman”, sebagai simbol bahwa semua adalah sahabat yang harus saling menjaga dan menghormati.(*)

Pewarta & Editor: Imam Edi Siswanto

Pepeling Ulama Hadir di MI Ma’arif NU Karangsari, Edukasi Siswa Madrasah Ramah Tanpa Bullying

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto pada acara Anti Bulllying di MI Ma’arif NU Karangsari, Kalimanah, Senin (4/8/2025). (Foto: M Agus Zaenal Abdidin)

Purbalingga-Semangat menciptakan lingkungan madrasah yang ramah dan bebas dari perundungan terus digelorakan di Kabupaten Purbalingga.

Kali ini, Gerakan Madrasah Brantas Bullying (Gema Braling) dan Penyuluh Agama Peduli Bullying – Unit Layanan Penyuluh Agama (Pepeling Ulama) kembali menyapa siswa-siswi MI Ma’arif NU Karangsari, Kalimanah dalam kegiatan edukatif bertema anti-bullying di Masjid Al-Mustahal, Senin (4/8/2025).

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/07/pai-kua-kalimana-imam-edi-siswanto-saat.html

Penyuluh Agama Islam (PAI) K KUA Kalimanah, hadir dengan pendekatan yang lembut, menyenangkan, dan sarat pesan moral.

Melalui kegiatan ini, Gema Braling dan Pepeling Ulama menegaskan komitmennya dalam memberantas bullying di lingkungan madrasah. Mereka tidak hanya mengedukasi, tetapi juga membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, peduli, dan berakhlak mulia.

PAI KUA Kalimanah, M. Agus Zaenal Abidin pada acara Anti Bulllying di MI Ma’arif NU Karangsari, Kalimanah, Senin (4/8/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

1. Mengajarkan Akhlak Mulia Sejak Dini

Penyuluh agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, M. Agus Zaenal Abidin mengawali kegiatan dengan nasihat hangat yang menyentuh hati. Ia mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anakku, Islam mengajarkan akhlak yang mulia. Jadilah anak baik. Jangan suka menghina, mengejek, atau berkelahi. Itu bukan perbuatan yang baik,” tutur Agus dengan nada lembut.

Melalui tayangan slide proyektor, Zaenal juga memperkenalkan berbagai contoh perilaku positif seperti berkata jujur, suka menolong, serta saling menghormati. Tujuannya adalah menanamkan nilai kebaikan dalam diri anak-anak sejak dini.

PAI KUA Kalimanah, Mughofar pada acara Anti Bulllying di MI Ma’arif NU Karangsari, Kalimanah, Senin (4/8/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

2. Film Edukatif: Media Efektif Tanamkan Empati

Penyuluh agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto kemudian mengajak siswa menyaksikan film pendek bertema bullying. Ia meyakini bahwa tayangan visual mampu menyentuh emosi anak-anak lebih cepat dan efektif.

“Kalau suka nakal dan mengganggu teman seperti di film tadi, itu namanya akhlak buruk. Jangan ditiru, ya,” pesannya, lembut namun tegas.

Dengan menonton film atau video pendek, anak-anak bisa lebih memahami dampak negatif dari perundungan terhadap teman sebayanya.

Imam juga mengajak salah satu siswa kelas 5 untuk tampil di depan sebagai sahabat. Adegan dan pertanyaan yang dilontarkan kepada siswa-siswi dalam contoh perilaku yang baik, diharapkan bisa diterima efektif pada anak-anak.

Sebelum mengahiri materinya, Ia mengajak anak-anak untuk saling berangkulan, sebagai tanda saling menyayangi sesama teman di sekolah dan di rumah.

Pengawas Madrasah Kecamatan Padamara, Akbar, pada acara Anti Bulllying di MI Ma’arif NU Karangsari, Kalimanah, Senin (4/8/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

3. Bernyanyi, Bergandengan, dan Saling Memaafkan

Keceriaan pun hadir saat PAI Mughofar mengajak anak-anak bernyanyi bersama lagu “Di Sana Teman, Di Sini Teman.” Setelahnya, para siswa diajak bergandengan tangan, saling bersalaman, dan berpelukan tanda persahabatan dan saling memaafkan.

Kegiatan ini menciptakan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan yang memperkuat pesan bahwa madrasah adalah tempat yang aman dan nyaman untuk semua.

Kepala MI Ma’arif NU Karangsari, Tofik acara Anti Bulllying di MI Ma’arif NU Karangsari, Kalimanah, Senin (4/8/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara itu, Sebelumnya dalam kata sambutanya Kepala MI Ma’arif NU Karangsari, Tofik, mengajak anak-anak untuk menjaga persahabatan dan menjadikan madrasah sebagai tempat menimba ilmu dengan hati yang gembira dan saling menghargai.

Senada dengan itu, Pengawas Madrasah Kecamatan Padamara, Akbar, juga memberikan wejangan penting kepada siswa-siswi agar mereka terus menjaga adab dalam pergaulan dan memperkuat kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.(*)

Pewarta & Editor : Imam Edi Siswanto

Kamis, 31 Juli 2025

Bersama Pepeling Ulama Kita Lawan Bullying: Menjadi Generasi Sholeh Tanpa Kekerasan di MIM Grecol

PAI KUA Kalimanah, Mughofar saat menyampaikan materi anti bullying di MI Muhammadiyah Grecol, kamis (31/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying-Unit Layanan Penyuluh Agama) kembali menggelar kegiatan edukatif bertema anti-bullying di MI Muhammadiyah Grecol.

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang bahaya bullying serta menumbuhkan semangat akhlak mulia di kalangan siswa. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Anti%20Bullying

Penyuluh Agama Islam (PAI) dari KUA Kalimanah, Mughofar mengajak anak-anak memahami istilah bullying secara sederhana namun mengena. 

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat menyampaikan materi anti bullying di MI Muhammadiyah Grecol, kamis (31/7/2025). (Foto: M. Agus Zaenal Abidin))

Ia menjelaskan bahwa kata "bullying" berasal dari bahasa Inggris "bull" yang berarti banteng hewan yang dikenal agresif, suka menyepak dan menanduk.

Dengan pendekatan ini, anak-anak diajak untuk mengenali bahwa perilaku menyerang, menyakiti, dan merasa paling kuat seperti "banteng" tidak patut ditiru manusia.

“Ayo anak-anak, mari kita jadikan rumah, sekolah, dan lingkungan pertemanan sebagai tempat yang nyaman dan membahagiakan dengan berakhlak baik,” ajaknya penuh semangat. 

Dalam pemaparannya, Mughofar menekankan empat jenis bullying yang harus dihindari, yakni.

  1. Bullying Fisik: seperti memukul, mendorong, atau bentuk kekerasan fisik lainnya.
  2. Bullying Verbal: termasuk memanggil dengan nama buruk, menghina, atau menggunakan kata-kata kasar.
  3. Bullying Sosial: seperti mengucilkan, menyebarkan rumor, atau mempermalukan di depan umum.
  4. Cyber Bullying: termasuk mempermalukan seseorang di media sosial atau mengirim pesan yang menyakiti.  

Kepala MI Muhammadiyah Grecol, Joko Waluyo saat menyampaikan materi anti bullying di MI Muhammadiyah Grecol, kamis (31/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara itu, Imam Edi Siswanto, PAI KUA Kalimanah lainnya, menyampaikan pentingnya komunikasi dua arah dalam interaksi anak-anak, agar mereka fokus dan lebih mudah memahami pesan-pesan anti-bullying.

Ia juga memutar sebuah video pendek yang menggambarkan dampak bullying dan mengajak siswa merefleksikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Bullying bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Pelaku bullying bisa menyebabkan temannya merasa minder, stres, bahkan prestasinya menurun. Itu sebabnya, Islam sangat menekankan akhlak yang baik dalam pergaulan, seperti dalam surat al Hujurat ayat 11,” jelas Imam. 

Dari kiri PAI KUA Kalimanah, M. Agus Zaenal Abidin, Imam Edi Siswanto, dan Mughofar dalami acara anti bullying di MI Muhammadiyah Grecol, kamis (31/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Kegiatan ini ditutup dengan ajakan dan jani kepada seluruh siswa untuk menjadikan berperilaku baik sebagai gaya hidup, sebagai wujud pengamalan ajaran Islam. 


“Jadilah anak yang sholeh, karena anak yang baik insyaallah akan meraih masa depan yang bahagia, di dunia maupun akhirat,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah Grecol, Joko Waluyo, menyambut baik kegiatan anti-bullying yang digagas oleh Gema Braling dan Pepeling Ulama tersebut. 

Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian para Penyuluh Agama Islam dalam membina karakter siswa sejak dini.

Dan Ia juga berpesan kepada anak-anak bahwa sikap saling menyayangi dan menghormati sesama adalah inti dari pendidikan Islam.(*)


Pewarta: Imam Edi Siswanto

Pepeling Ulama Gelar Drama Tali Sepatu: Cara Seru Anak Madrasah Belajar Cegah Bullying dan Ini Manfaatnya

PAI KUA Kalimana Imam Edi Siswanto saat menyampaikan materi Anti Bullying dengan metode cerita dan drama pendek di MI Ma'arif NU Rabak, Selasa (29/7/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Purbalingga-Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying-Unit Layanan Penyuluh Agama) Kembali melksanakan kegiatan Anti Bullying di MI Maarif NU Rabak, Selasa (29/7/2025) lalu. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Anti%20Bullying

Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto, menyampaikan materi dengan melakukan cerita yag dikemas dengan drama pendek dengan melibatkan salah satu siswa madrasah.

Dalam cerita dan dramnya, Ia membangun suasana emosi anak-anak untuk merespon dari peristiwa atau cerita yang dilihatnya.

Berikut manfaat sosialisasi anti-bullying pada anak-anak madrasah melalui metode bercerita langsung, dan drama dengan tema "tali sepatu lepas", terutama dalam konteks pendidikan karakter dan pembentukan empati.

1. Meningkatkan Kesadaran tentang Bullying

  • Metode ini membantu anak-anak: Memahami apa itu bullying (verbal, fisik, sosial, dll).
  • Mengenali bahwa tindakan mengejek, mengolok-olok, atau mempermalukan teman karena hal sepele seperti “tali sepatu lepas” adalah bentuk bullying.

2. Menumbuhkan Empati dan Toleransi

  • Melalui drama dan cerita, anak-anak bisa: Masuk ke dalam peran orang yang dibully.
  • Merasakan bagaimana perasaan teman yang diejek karena tali sepatunya lepas, misalnya.
  • Menjadi lebih peka dan berempati terhadap teman yang berbeda atau mengalami kesulitan.

3. Mendorong Perilaku Positif dan Tolong-menolong

  • Drama dengan tema “tali sepatu lepas” bisa menonjolkan nilai: Tolong-menolong (misalnya ada anak yang membantu mengikatkan tali sepatu temannya).
  • Saling mengingatkan dengan baik, bukan mengejek.
  • Menunjukkan bahwa kebaikan kecil bisa mencegah bullying.

4. Melatih Keterlibatan Emosional dan Sosial

  • Keterlibatan langsung anak-anak dalam cerita atau drama: Membuat mereka aktif belajar, bukan hanya menerima informasi.
  • Meningkatkan kecerdasan emosional dan sosial.
  • Memberi ruang bagi mereka untuk berdiskusi, berekspresi, dan menyampaikan pendapat.

5. Menyampaikan Pesan Moral dengan Cara Menyenangkan.

  • Cerita, dan drama membuat pembelajaran terasa ringan dan menyenangkan.
  • Anak-anak lebih mudah memahami pesan moral karena dikaitkan dengan situasi nyata dan simbolis seperti "tali sepatu lepas".

Contoh Makna Simbolik “Tali Sepatu Lepas” dalam Drama Makna nyata: 

  • Anak yang ceroboh atau belum pandai mengikat sepatu.
  • Makna simbolik: Anak yang dianggap “berbeda” atau “kurang” oleh teman lainnya.
  • Di sinilah bisa muncul perilaku bullying — atau sebaliknya, sikap tolong-menolong.

Hadir dalam acara tersebut, Pengawas Madrasah Kecamatan Kalimanah, Aris Sumanto, Kepala Madrasah MI Maarif NU Rabak, Umi Hidayatun, PAI KAUA Kalimanah, Pujianto, Mughofar, Azizah Dwi Purba, Zamroni Ircham dan M. Agus Zaenal Abidin

Demikian semoga bermanfaat dan semoga anak-anak kita senantiasa berperilaku atau berakhlak mulia, amin.

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Selasa, 29 Juli 2025

Anti Bullying: PAI KUA Kalimanah Tanamkan Nilai Persahabatan Sejak Dini di MI Ma'arif NU Rabak

PAI KUA Kalimana Azizah Dwi Purba saat menyampaikan materi Anti Bullying di MI Ma'arif NU Rabak, Selasa (29/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan, Kepala Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif NU Rabak, Umi Hidayatun, mengajak seluruh siswa untuk menanamkan pesan-pesan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/07/gema-braling-dan-pepeling-ulama-bangun.html

Ia menekankan pentingnya bersikap baik, tidak mengejek, menghina, atau melakukan tindakan yang menyakiti orang lain, karena masa depan yang cerah dibangun dari hati yang bersih dan sikap yang mulia. 

Nasehat tersebut disampaikanya saat sambutan diacara Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying-Unit Layanan Penyuluh Agama) di MI Maarif NU Rabak, Selasa (29/7/2025).  

PAI KUA Kalimana Imam Edi Siswanto saat menyampaikan materi Anti Bullying di MI Ma'arif NU Rabak, Selasa (29/7/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Pengawas Madrasah Kecamatan Kalimanah, Aris Sumanto juga berpesan agar anak-anak senantiasa menjadikan akhlak baik sebagai gaya hidup sehari-hari.

“Anak-anak harus tumbuh dengan sikap saling menyayangi dan menghormati, baik kepada teman sekelas, adik kelas maupun kakak kelas. Di sekolah, semua memiliki kedudukan yang sama sebagai pelajar,” pesanya kepad semua anak-anak yang hadir.

Ia juga menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan buruk yang dapat melukai sesama, baik secara fisik maupun emosional. 

Pengawas Madrasah Kecamatan Kalimanah, Aris Sumanto saat sambutan di acara Anti Bullying di MI Ma'arif NU Rabak, Selasa (29/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)


Senada dengan itu, Pujianto mengingatkan bahwa menjadi pribadi yang baik berarti tidak mengganggu, menakuti, atau membuat teman merasa tidak nyaman.

Ia menegaskan pentingnya menjaga kebahagiaan sesama dan menghindari paksaan dalam pergaulan.

“Jadilah anak yang mengasihi dan menyayangi teman. Jangan suka memaksa atau menekan teman untuk menuruti keinginan kita,” tuturnya. 

PAI KUA Kalimana Pujianto saat menyampaikan materi Anti Bullying di MI Ma'arif NU Rabak, Selasa (29/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara itu, Imam Edi Siswanto memberikan pesan moral melalui kisah inspiratif tentang seorang anak yang sepatunya rusak dan hampir lepas talinya.

Anak-anak diajak untuk merespons situasi itu, apakah hanya sekadar mengingatkan, atau ikut membantu memperbaikinya.

Dua reaksi positif ini menjadi gambaran bahwa kepedulian dan empati masih tumbuh subur di antara siswa MI Ma’arif NU Rabak. 

Kepala MI Ma'arif NU Rabak, Umi Hidayatun saat sambutan di acara Anti Bullying di MI Ma'arif NU Rabak, Selasa (29/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Imam juga menekankan pentingnya menjaga semangat belajar dan sikap baik sebagai bekal masa depan.

“Jangan pernah berhenti menjadi anak baik. Teruslah belajar dan ukir prestasi untuk masa depan yang gemilang,” pesannya.

Menutup kegiatan, Azizah Dwi Purba mengajak seluruh siswa berjanji untuk tidak melakukan perundungan dalam bentuk apapun. Ia mengajak anak-anak bernyanyi bersama lagu sederhana namun penuh makna.

Di sini teman,
Di sana teman,
Di mana-mana semua teman.
Tak ada musuh,
Tak ada lawan,
Semua saling sayang dengan teman...

Tidak ejek-ejekan
Tidak pukul-pukulan
Saling tolong dan saying dengan teman … 2x
.(*)

Pewarta & Editor: Imam Edi Siswanto 

Gema Braling dan Pepeling Ulama: Bangun Madrasah Bebas Bullying Lewat Cerita dan lagu di MIM Jompo

Pengawas Madrasah Kecamatan Kalimanah, Aris Sumanto saat memberi sambutan pada acara Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying-Unit Layanan Penyuluh Agama) di MI Muhammadiyah Jompo, Selasa (29/7/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Purbalingga – Gerakan kolaboratif untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan penuh kasih kembali digelar di MI Muhammadiyah Jompo, Kalimanah, Purbalingga di Masjid At-Taqwa, Selasa (29/7/2025).

Kegiatan pada hari kedua ini merupakan lanjutan dari inisiatif bersama Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying - Unit Layanan Penyuluh Agama).

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/07/pelajar-berprestasi-tanpa-bullying-pai.html

Dengan mengusung metode bercerita dan menyanyi, kegiatan ini dirancang agar siswa-siswi madrasah ibtidaiyah dapat memahami bahaya bullying dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Metode ini disampaikan langsung oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah. 

Kepala MI Muhammadiyah Jompo Supriyanto, memberi sambutan pada acara Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying-Unit Layanan Penyuluh Agama) di MI Muhammadiyah Jompo, Selasa (29/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

"Anak-anak yang mengalami bullying biasanya menjadi sedih, takut, cemas, bahkan nilai akademiknya bisa menurun dan cenderung suka menyendiri," jelas Azizah Dwi Purba, salah satu penyuluh dalam kegiatan tersebut.

Interaksi yang aktif menjadi kunci sukses acara ini. Narasumber kerap mengajak siswa untuk menjawab pertanyaan dan menyelesaikan tugas-tugas kecil selama sesi, agar mereka tetap fokus dan antusias mengikuti materi anti-bullying. 

PAI KUA Kalimanah Pujianto saat memberi materi pada acara Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying-Unit Layanan Penyuluh Agama) di MI Muhammadiyah Jompo, Selasa (29/7/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Kegiatan ini diikuti oleh 86 siswa-siswi MI Muhammadiyah Jompo. Sebelum dimulai, mereka terlebih dahulu mendapat nasihat dari Pengawas Madrasah Kecamatan Kalimanah, Aris Sumanto, yang menekankan pentingnya menjaga akhlak dan sopan santun, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan sekitar.

"Hindarilah perilaku buruk seperti bullying. Jaga kerapian berpakaian, rajin belajar, dan jangan lupa untuk selalu berdoa," pesan Aris. 

PAI KUA Kalimanah Zamroni Ircham saat memberi materi pada acara Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying-Unit Layanan Penyuluh Agama) di MI Muhammadiyah Jompo, Selasa (29/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Hal senada juga disampaikan oleh Zamroni Ircham, yang berkisah tentang dampak buruk dalam prgaulan bahwa kebiasaan mengejek dan menghina sesama adalah perbuatan buruk yang dapat merusak karakter sejak dini.

"Kalau kita berbuat jahat kepada orang lain, maka dampaknya akan kembali kepada diri kita sendiri," tegas Zamroni. 

PAI KUA Kalimanah Azizah Dwi Purba saat memberi materi pada acara Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying-Unit Layanan Penyuluh Agama) di MI Muhammadiyah Jompo, Selasa (29/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto )

Ia juga mengajak para siswa untuk membudayakan perilaku baik, karena menurutnya, perbuatan buruk bisa membawa seseorang ke dalam kehinaan, bahkan neraka wail.

Sebagai penutup kegiatan, PAI KUA Kalimanah, 
Pujianto memimpin ikrar bersama para siswa untuk berkomitmen tidak melakukan bullying serta turut mewujudkan sekolah yang aman dan bebas dari segala bentuk perundungan.(*)

Pewarta & Editor: Imam Edi Siswanto


Senin, 28 Juli 2025

Pelajar Berprestasi Tanpa Bullying: PAI KUA Kalimanah Tanamkan Nilai Kebaikan dan Anti-Kekerasan Sejak Dini di MTs Al Hikmah

PAI KUA Kalimana Pujianto saat menyampaikan materi Anti Bullying di MTs Al Hikmah Kalikabong, Senin (28/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga – Suasana berbeda tampak di MTs Al Hikmah, Kelurahan Kalikabong, Senin (28/7/2025). Sebanyak 80 siswa dan Guru antusias mengikuti kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Madrasah Ramah Anak (Anti Perundungan/Bullying) yang digelar guna menumbuhkan kesadaran dan sikap aktif dalam mencegah segala bentuk kekerasan atau perundungan di lingkungan sekolah, Senin (28/7/2025).

Kegiatan kolaborasi Tim Gema Braling (Gerakan Madrasah Brantas Bullying) dan Pepeling Ulama (Penyuluh Agama Peduli Bullying-Unit Layanan Penyuluh Agama) ini menjadi langkah penting dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, hukum, dan ajaran agama yang mengedepankan perdamaian serta saling menghormati sesama. 

Para narasumber menghadirkan sudut pandang yang beragam namun saling melengkapi, memberikan pemahaman yang utuh tentang pentingnya menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa. 

Kepala MTs Al Hikmah Kalikabong Suroyo saat membuka acara Anti Bullying di MTs Al Hikmah Kalikabong, Senin (28/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Pujianto, dalam membuka acara dan penyampaian materinya, menekankan bahwa anak-anak adalah generasi penerus agama dan bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari bullying.

Menurutnya, perilaku saling menyakiti tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga dapat menghambat masa depan generasi muda.

Dari sisi hukum, Azizah Dwi Purba menjelaskan bahwa tindakan perundungan tidak hanya sekadar persoalan etika, tetapi juga bisa termasuk pelanggaran hak asasi manusia dan memiliki konsekuensi hukum.

PAI KUA Kalimana Azizah Dwi Purba saat menyampaikan materi Anti Bullying di MTs Al Hikmah Kalikabong, Senin (28/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

"Bullying bisa dipidanakan," tegasnya, sembari mengingatkan pentingnya anak-anak memahami batasan-batasan hukum dalam berinteraksi sosial.

Sementara itu, Imam Edi Siswanto menyampaikan pandangan keislaman tentang bullying. Ia mengutip QS Al-Hujurat ayat 11 yang secara jelas melarang umat Islam saling mengolok-olok satu sama lain.

“Islam mengajarkan perdamaian, saling menghormati, dan saling menghargai. Itu yang harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di sekolah,” tegasnya.

Kepala MTs Al Hikmah Kalikabong Suroyo menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap seluruh siswa dapat menjaga komitmen untuk terus menebar kebaikan, menghormati sesama, serta taat pada aturan madrasah.

Kegiatan ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa, tetapi juga membentuk tekad baru.

Salah satu siswa kelas XI, Faiz Maulana, mengaku sangat bersyukur mendapat pembinaan seperti ini. Menurutnya, menjaga akhlak baik dalam pergaulan bukan hanya kewajiban, tetapi telah menjadi gaya hidup. 

PAI KUA Kalimana Imam edi Siswanto saat menyampaikan materi Anti Bullying di MTs Al Hikmah Kalikabong, Senin (28/7/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

“Kita harus saling menjaga pergaulan dan persaudaraan, serta saling support sama teman, agar suasana nyaman di sekolah maupun di luar sekolah,” ucap Faiz penuh semangat.

Dengan kegiatan ini, MTs Al Hikmah membuktikan komitmennya sebagai madrasah ramah anak yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter pelajar yang berakhlak mulia, cerdas secara sosial, dan taat hukum.

Turut hadir dalam TIM PAI KUA Kalimanah di MTs Al Hikma Kelurahan Kalikabong, Puralingga, Mughofar, Moch. Zainal Abidin dan Zamroni Ircham.(*)

Pewarta & Editor: Imam Edi Siswanto



KUA Kalimanah: Sambut Hari Santri Nasional dan Perkuat Komitmen WBBM dengan Doa Bersama dan Khotmil Qur’an

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Drs. H. Kholidin, MSI, bersama staf dan pegawai mengikuti kegiatan doa bersama dan kho...