Kamis, 12 Maret 2026

Tiga Hari Bersama PAI KUA Kalimanah, Siswa SMPN 2 Belajar Pemulasaran Jenazah

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Pujianto dan Mughofar saat menyampaikan materi Pemulasaran Jenazah di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di ruang kelas setempat, Selasa (10/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)
Purbalingga-Dalam program “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah: Upgrade Iman, Tingkatkan Toleransi dan I’tikaf Qolbu.” yang diselenggarakan oleh SMP Negeri 2 Kalimanah bersama KUA Kalimanah, selama tig ahri berturut-turut, Selasa-Kamis (10-12/3/2026) para siswa mendapatkan pembelajaran penting mengenai pemulasaran jenazah sebagai bagian dari kewajiban umat Islam. 

Materi ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Pujianto, Mughofar, dan Zamroni Irham kepada para siswa sebagai bekal pengetahuan keagamaan yang aplikatif dalam kehidupan bermasyarakat.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/03/kua-kalimanah-dan-smpn-2-kalimanah.html 

Para siswa diperkenalkan pada tata cara pengurusan jenazah dalam Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyolatkan jenazah

Para siswa sedang praktik mengkafani jenazah pada kegiatan program Aksi Islami SMPN2 Kalimanah di ruang kelas setempat, Rabu (11/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Pada tahap memandikan jenazah, dijelaskan bahwa jenazah dibersihkan dengan cara yang baik dan penuh penghormatan sebagai bentuk pemuliaan terakhir kepada orang yang telah meninggal. Proses ini dilakukan dengan menjaga aurat serta mengikuti tata cara yang dianjurkan dalam syariat Islam.

Selanjutnya pada tahap mengkafani jenazah, para siswa dijelaskan bahwa jenazah dikafani dengan kain kafan yang bersih dan suci sebagai simbol kesederhanaan manusia ketika kembali kepada Allah SWT. 

Kain kafan dililitkan dengan rapi sesuai tuntunan syariat sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan.

Adapun menyolatkan jenazah merupakan doa yang dipanjatkan oleh kaum muslimin untuk memohonkan ampunan dan rahmat Allah SWT bagi orang yang telah wafat. 

Sholat jenazah dilaksanakan tanpa rukuk dan sujud, namun berisi doa-doa kebaikan agar almarhum atau almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Pujianto dan Mughofar saat menyampaikan materi Pemulasaran Jenazah di hadapan ratusan pelajar SMPN2 Kalimanah di ruang kelas setempat, Selasa (10/3/2026). (Foto: Zamroni Irham)

Melalui materi ini, para pelajar diharapkan memahami bahwa pemulasaran jenazah merupakan kewajiban fardhu kifayah, yaitu kewajiban bersama umat Islam yang harus dilaksanakan ketika ada anggota masyarakat yang meninggal dunia. 

Dengan memahami ilmu ini sejak dini, para siswa diharapkan memiliki kesiapan dan kepedulian untuk berkontribusi dalam kehidupan sosial keagamaan di lingkungan mereka.

Pembelajaran ini juga menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama manusia, sehingga para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga menyadari makna ibadah dan tanggung jawab sosial dalam ajaran Islam.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PAI KUA Kalimanah Bekali Materi Tentang Sholat Sunah Berjamaah Bagi Siswa SMPN 2 di Masjid Al Huda

PAI KUA Kalimanah, MA Zaenal Abidin saat membimbing praktik sholat sunah berjamaah di acara “Ramadhan Aksi Islami bersama KUA Kalimanah yan...