Rabu, 10 Desember 2025

#15 Keutamaan Amal Tersembunyi, Keteladanan Nabi Ibrahim as, dan Hikmah Penyembuh Hati dalam Nashoihul ‘Ibad

PAI KUA Kalimanah, Pujianto (kiri) saat mengantarkan kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 15 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (10/12/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga – Kajian rutin Kitab Nashoihul ‘Ibad edisi ke-15 kembali digelar pada Rabu pagi di KUA Kalimanah. Seperti biasa, acara diawali dengan pembacaan teks Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Pujianto dan dilanjutkan dengan penjelasan makna serta kandungan kitab oleh Staf KUA Kalimanah, Amin Muakhor, Rabu (10/12/2025).

Pada kesempatan ini, pembahasan memasuki Bab 3 Maqolah 10-12, berikut penjelasan singkatnya.Berikut ringkasan / sari dari Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 10–12: 
Maqolah 10 – Tiga Golongan yang Mendapat Naungan Allah
Nabi ﷺ menyebutkan bahwa ada tiga golongan yang akan mendapatkan naungan Arsy Allah pada hari kiamat, yaitu:

1. Orang yang berwudhu di waktu-waktu sulit, seperti saat cuaca sangat dingin.
2. Orang yang berjalan ke masjid di waktu gelap untuk melaksanakan shalat berjamaah.
3. Orang yang memberi makan orang yang lapar.

Maqolah 11 – Tiga Sebab Nabi Ibrahim A.S. Menjadi Khalilullah
Ketika ditanya mengapa Allah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai kekasih-Nya (Khalilullah), beliau menjawab:

1. Selalu memilih perintah Allah di atas perintah selain Allah.
2. Tidak memikirkan apa yang sudah Allah jamin, termasuk urusan rezeki.
3. Tidak pernah makan pagi atau malam kecuali bersama tamu, bahkan beliau berjalan jauh untuk mencari orang yang bisa diajak makan bersama. 

Kepala, PAI, dan Staf KUA Kalimanah Purbalingga saat mengikuti kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 15 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (10/12/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Maqolah 12 – Tiga Hal yang Menghilangkan Kesempitan Hati
Sebagian ahli hikmah menyebutkan tiga perkara yang dapat melapangkan kesedihan dan kesumpekan, yaitu:

1. Berdzikir kepada Allah, dengan lafaz apa pun, termasuk doa dan munajat untuk memohon pertolongan-Nya.
2. Bertemu para wali Allah, yaitu ulama dan orang saleh.
3. Mendengar atau mengambil nasihat dari orang bijak, yaitu ucapan yang memberi manfaat dunia dan akhirat.
Inti Umum

Ketiga maqolah ini menekankan amal kecil namun ikhlas, ketaatan penuh kepada Allah, kepedulian sosial, serta pengobatan hati melalui dzikir, pertemanan yang baik, dan nasihat hikmah. 

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 10

 الْمَقَالَةُ الْعَاشِرَةُ (قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: ثَلَاثَةُ نَفَرٍ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ) أَيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ (اَلْمُتَوَضِّئُ فِي الْمَكَارِهِ) جَمْعُ مُكْرَهٍ بِفَتْحِ الْمِيمِ وَالرَّاءِ أَيْ فِي أَوْقَاتِ الْمَشَقَّةِ وَهِيَ أَوْقَاتُ الْبَرْدِ الشَّدِيدِ (وَالْمَاشِي إِلَى الْمَسَاجِدِ فِي الظُّلَمِ) لِأَجْلِ الصَّلَاةِ مَعَ الْجَمَاعَةِ (وَمُظْعِمُ الْجَائِعِ).

Maqolah yang ke sepuluh (Telah bersabda Nabi ﷺ: Tiga golongan yang akan menaungi merekak Allah Subhanahu Wata'ala di bawah naungan arsyinya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan Allah) Maksudnya di hari kiamat (Orang yang berwudhu di waktu waktu yang dibenci) lafadz الْمَكَارِهُ adalah jamak dari lafadz مُكْرَهٌ dengan memfathahkan mim dan ro. Maksudnya di waktu-waktu sulit yaitu waktu-waktu dingin yang sangat (Dan orang yang berjalan menuju masjid di waktu gelap) Untuk melaksanakan sholat berjamaah (Dan orang yang memberi makan kepada orang yang lapar).
Kepala, PAI, dan Staf KUA Kalimanah Purbalingga saat mengikuti kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 15 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (10/12/2025). (Foto: Rizal)

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 11

 الْمَقَالَةُ الْحَادِيَةَ عَشْرَةَ (قِيلَ لِإِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: لِأَيِّ شَيْءٍ اتَّخَذَكَ اللَّهُ خَلِيلًاً؟ قَالَ: بِثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: اِخْتَرْتُ أَمْرَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَى أَمْرِ غَيْرِهِ) وَفِي نُسْخَةٍ: مَا اخْتَرْتُ أَمْرَ الْغَيْرِ عَلَى أَمْرِ اللَّهِ تَعَالَى (وَمَا اهْتَمَمْتُ بِمَا تَكَفَّلَ اللَّهُ لِي) أَيْ مَا قُمْتُ بِأَمْرِ مَا تَحَمَّلَ اللَّهُ لِي مِنَ الرِّزْقِ (وَمَا تَعَشَّيْتُ) أَيْ مَا أَكَلْتُ وَقْتَ الْمَسَاءِ (وَمَا تَغَدَّيْتُ) أَيْ مَا أَكَلْتُ وَقْتَ الْغَدَاةِ (إلَّا مَعَ الضَّيْفِ) رُوِيَ أَنَّهُ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَمْشِي مِيلًاً أَوْ مِيلَيْنِ لِطَلَبِ مَنْ يَأْكُلُ مَعَهُ عَلَيْهِ السَّلَامُ.

Maqolah yang ke sebelas (Dikatakan pada Nabi Ibrohim Alaihis Salam: Karena sebab apa Allah Subhanahu Wataalah menjadikan kamu sebagai kekasih? Nabi Ibrahim bersabda: Sebab tiga perkara: Aku lebih memilih perintah Allah di atas perintah selain Allah) Dan dalam satu tulisan: Aku tidak mengutamakan perintah orang lain di atas perintah Allah Ta'ala (Dan aku tidak pernah meresahkan perkara yang telah Allah jamin untukku) Maksudnya aku tidak berdiri atas perkara yang Allah telah menjamin untukku daru urusan rizqi (Aku tidak makan malam) Maksudnya Aku tidak makan di waktu sore (Dan aku tidak makan siang) Maksudnya aku tidak makan di waktu siang (Kecuali bersama tamu) Diriwayatkan sesungguhnya Nabi Ibrohim Alaihissalam berjalan satu mil atau dua mil untuk mencari orang yang akan makan bersama Nabi Ibrohim Alaihissalam.

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 12

 الْمَقَالَةُ الثَّانِيَةَ عَشْرَةَ (عَنْ بَعْضِ الْحُكَمَاءِ) أَيْ أَطِبَّاءِ الْقُلُوبِ (ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ تُفَرِّجُ الْغُصَصَ) بِضَمِّ الْغَيْنِ أَيْ تَكْشِفُ الْغُمُومَ (ذِكْرُ اللَّهِ تَعَالَى) بِأَيِّ صِيغَةٍ كَانَتْ كَأَنْ يَقُولَ كَثِيرًا: "لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاللَّهِ"، أَوْ بِالْمُنَاجَاةِ كَأَنْ يَقُولَ: "يَا مُغِيثَ كُلِّ مَلْهُوفٍ" نَادَاهُ "وَيَا مُجِيبَ كُلِّ مُضْطَرٍّ" دَعَاهُ، وَ"يَا حَلِيمًا عَلَى كُلِّ ذِي هَفْوَةٍ" عَصَاهُ، وَ"يَا قَائِمًا بِالْكِفَايَةِ" لِمَنْ آثَرَهُ عَلَى دُنْيَاهُ "أَسْأَلُكَ الْوُصُولَ إلَى مَا لَا أَصِلُ إلَيْهِ إلَّا بِمَعُونَتِكَ وَدَفْعَ مَا لَا أُطِيقُ دَفْعَهُ إلَّا بِقُوَّتِكَ وَأَسْأَلُكَ خَيْرَةً فِيهَا عَافِيَةٌ وَعَافِيَةً فِيهَا خَيْرَةٌ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ".

Maqolah yang ke dua belas (Dari sebagian ahli hikmah) Maksudnya dokter hati (Tiga perkara yang akan membuka lebar-lebar kesempitan) Lafadz الْغُصَصَ dengan mendhommahkan huruf gin. Maksudnya akan menghilangkan kesumpekan (Dzikir kepada Allah Ta'ala) Dengan redaksi manapun yang ada seperti seseorang berkata sebanyak-banyaknya: "Tiada tuhan selain Allah tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan pertolongan Allah", atau dengan bermunajat seperti seseorang berkata: "Wahai dzat yang selalu menolong setiap orang yang dilanda kesedihan" ia memanggil kepada Allah dan "Wahai dzat yang selalu mengijabah setiap orang yang terdesak" ia berdoa kepada Allah dan "Wahai dzat yang selalu lemah lembut kepada setiap orang yang memiliki kesalahan" yang ia bermaksiat kepada Allah dan "Wahai dzat yang mendirikan kecukupan" untuk orang yang lebih mengutamakan kepada Allah di atas keduniaannya "Aku memohon kepadamu untuk mencapai apa yang tidak bisa aku raih kecuali dengan pertolonganmu dan aku memohon kepadamu untuk mencegah perkara yang aku tidak kuasa untuk mencegahnya kecuali dengan kekuatanmu dan aku memohon kepadamu kebaikan yang di dalamnya ada keselamatan dan keselamatan yang di dalamnya ada kebaikan dengan rahmatmu wahai dzat yang maha penyayang dari yang penyayang".

(وَلِقَاءُ أَوْلِيَائِهِ) مِنْ الْعُلَمَاءِ وَالصَّالِحِينَ (وَكَلَامُ الْحُكَمَاءِ) أَيْ الَّذِي يَدُلُّ عَلَى خَيْرَيْ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

(Dan bertemu kekasih Allah) Dari golongan para ulama yang sholeh (Dan kalam ahli hikmah) Maksudnya orang yang menunjukkan pada dua kebaikan dunia dan akhirat.

SUMBER:  
© Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 maqolah 11-15 | lilmuslimin
Source: https://lilmuslimin.com/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-bab-3-maqolah-11-15/

Editor: Imam Edi Siswanto

Kamis, 04 Desember 2025

#14 Kajian Kitab Nashoihul ‘Ibad: Intisari Maqolah 8–9, Penyempurna Amal dan Adab terhadap Sesama

Pegawai KUA Kalimanah Purbalingga saat mengikuti kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 14 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (3/12/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)
Purbalingga – Kajian rutin Kitab Nashoihul ‘Ibad edisi ke-14 kembali digelar pada Rabu pagi di KUA Kalimanah. Seperti biasa, acara diawali dengan pembacaan teks oleh Staf KUA Kalimanah, Amin Muakhor, dilanjutkan dengan penjelasan makna serta kandungan kitab oleh Prayitno dan Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah, Pujianto, Rabu (3/12/2025).

Pada kesempatan ini, pembahasan memasuki Bab 3 Maqolah 8-9, berikut penjelasan singkatnya.

Maqolah 8 — Tentang Hakikat Amal dan Penyempurnanya
Isi pokok:
1. Amal tidak dihitung hanya dari bentuk lahirnya, tetapi dinilai dari keikhlasan, ketepatan niat, dan kesesuaian dengan syariat.
2. Ditekankan bahwa amal tanpa keikhlasan bagaikan tubuh tanpa ruh—ada rupa, tetapi tidak bernilai di sisi Allah.
3. Oleh karena itu, seorang hamba harus:

· memperbaiki niat sebelum beramal,
· menjaga keikhlasan ketika beramal,
· dan tidak mengharapkan pujian manusia setelah beramal.

4. Orang beramal dengan mengharapkan dunia akan kehilangan pahala akhirat, meskipun amalnya terlihat besar.

 Inti: Amal diterima bukan karena banyaknya, tetapi karena keikhlasan dan ketepatannya
 
 
Maqolah 9 — Tentang Adab dan Akhlak Terhadap Sesama 
Isi pokok:
1. Nabi SAW menekankan agar seorang muslim tidak menyakiti orang lain, baik dengan ucapan maupun perbuatan.
2. Akhlak yang baik merupakan ibadah dan menjadi penyempurna iman.
3. Disebutkan bahwa:
  • orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia,
  • menjaga lisan adalah salah satu bentuk kebaikan terbesar,
  • memperbaiki hubungan dan tidak membuat kerusakan di tengah masyarakat termasuk akhlak mulia.
4. Akhlak buruk seperti iri, dengki, dan suka membicarakan aib orang lain mendatangkan dosa besar dan merusak amal.
 
Inti: Akhlak baik adalah ibadah agung; menjaga lisan dan tidak menyakiti sesama adalah kunci keselamatan.
Pegawai KUA Kalimanah Purbalingga saat mengikuti kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 14 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (3/12/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)
Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 8

(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّامِنَةُ (عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ) وَاسْمُهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ صَخْرٍ (أَنَّهُ قَالَ) قَالَ النَّبِيُّ : ("ثَلَاثٌ مُنْجِيَاتٌ) أَيْ مُخَلِّصَاتٌ لِصَاحِبِهَا مِنَ الْعَذَابِ (وَثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ) أَيْ مُوقِعَاتٌ لِفَاعِلِهَا فِي الْهَلَاكِ (وَثَلَاثُ دَرَجَاتٍ) أَيْ مَنَازِلُ فِي الْآخِرَةِ (وَثَلَاثُ كَفَّارَاتٍ) لِذُنُوبِ عَامِلِهَا (أَمَّا الْمُنْجِيَاتُ: فَخَشْيَةُ اللَّهِ تَعَالَى فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ) قُدِّمَ السِّرُّ لِأَنَّ تَقْوَى اللَّهِ فِيهِ أَعْلَى دَرَجَةً (وَالْقَصْدُ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى) أَيْ التَّوَسُّطُ فِي الْمَعِيشَةِ بِأَنْ لَمْ يُجَاوِزْ فِيهَا الْحَدَّ وَرَضِيَ بِذَلِكَ (وَالْعَدْلُ فِي الرِّضَا وَالْغَضَبِ) بِأَنْ يَغْضَبَ لِلَّهِ وَيَرْضَى لِرِضَاهُ.

Maqolah yang ke delapan (Dari Abu Huroiroh Radhiallahu Anhu) Namanya Abu Huroiroh adalah Abdul Rahman bin Sokhr (Sesungguhnya Abu Huroiroh berkata) Telah bersabda Nabi ﷺ : ("Tiga perkara yang menyelamatkan) Maksudnya menyelamatkan bagi orang yang membawanya dari adzab (Dan tiga perkara yang membinasakan) Maksudnya terjadi bagi orang yang melakukannya dalam kebinasaan (Dan tiga derajat) Maksudnya tempat-tempat di akhirat (Dan tiga penghapus) Untuk menhapus dosa dosa dari orang yang melakukannya (Adapun perkara yang menyelamatkan adalah: Takut kepada Allah dalam kerahasiaan dan dalam keramaian) Didahulukan lafadz السِّرُّ karena sesungguhnya bertakwa kepada Allah dalam kerahasiaan itu adalah setinggi tingginya derajat (Dan bercita cita dalam keadaan faqir dan dalam keadaan kaya) Maksudnya pertengahan dalam masalah kehidupan dengan cara tidak melewati dalam masalah kehidupan pada batasan dan ia ridho terhadap kehidupan. (Dan adil dalam keridhoan dan dalam kemarahan) Dengan cara ia mara karena Allah dan ia ridho karena ridhonya Allah.

(وَأَمَّا الْمُهْلِكَاتُ فَشُحٌ شَدِيدٌ) أَيْ بُخْلٌ شَدِيدٌ فَلَا يُؤَدِّي مَا عَلَيْهِ مِنْ حَقِّ اللَّهِ وَحَقِّ الْخَلْقِ. وَفِي رِوَايَةٍ: فَشُحٌّ مُطَاعٌ أَيْ بُخْلٌ يُطِيعُهُ الْإِنْسَانُ أَمَّا لَوْ كَانَ الْبُخْلُ مَوْجُودًا فِي النَّفْسِ غَيْرَ مُطَاعٍ فَلَا يَكُونُ مُهْلِكًا لِأَنَّهُ مِنَ الصِّفَاتِ اللَّازِمَةِ لِلنَّفْسِ (وَهَوًى مُتَّبَعٌ) بِأَنْ يَتْبَعَ مَا يَأْمُرُهُ بِهِ هَوَاهُ (وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ) أَيْ نَظْرُهُ إِلَيْهَا بِعَيْنِ الْكَمَالِ مَعَ نِسْيَانِ نِعْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى وَمَعَ الْأَمْنِ مِنْ زَوَالِهَا .

(Adapun perkara yang membinasakan adalah pelit yang keterlaluan) Maksudnya pelit yang keterlaluan ia tidak menunaikan suatu perkara yang wajib atasnya dari hak Allah dan hak makhluk. Dalam suatu riwayat: Pelit yang diikuti maksudnya pelit yang mengikuti padanya para manusia. Adapaun jika terbukti sifat pelit yang ada dalam dirinya tidak diikuti maka sifat pelit itu tidak akan menjadi hal yang membinasakan karena sesungguhnya sifat pelit adalah sebagian dari sifat yang lazim bagi diri (Dan keinginan yang diikuti) Dengan cara ia mengikuti perkara yang memerintah kepada dirinya atas perkara itu keinginannya (Dan ujubnya seseorang pada dirinya sendiri) Maksudnya melihatnya ia pada dirinya sendiri dengan pandangan kesempurnaan sambil melupakan nikmat dari Allah dan sambil merasa aman dari hilangnya nikmat itu.

(وَأَمَّا الدَّرَجَاتُ فَإِفْشَاءُ السَّلَامِ) أَيْ إِظْهَارُ السَّلَامِ بَيْنَ النَّاسِ بِأَنْ تُسَلِّمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَهُ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْهُ (وَإِطْعَامُ الطَّعَامِ) لِلضَّيْفِ وَالْجَائِعِ (وَالصَّلَاةُ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ) أَيْ التَّهَجُّدُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ حَالَ غَفْلَةِ النَّاسِ فِي لَذَّةِ النَّوْمِ.

(Adapun derajat adalah menyebarkan salam) Maksudnya menampakkan salam di antara manusia dengan cara mengucapkan salam kepada orang yang ia kenal dan kepada orang yang tidak ia kenal (Dan memberi makanan) Kepada tamu dan kepada orang yang lapar (Dan Sholat di waktu malam sedangkan manusia tertidur) Maksudnya sholat tahajud di tengah malam dalam keadaan lengahnya manusia sebab nikmatnya tidur.

(وَأَمَّا الْكَفَّارَاتُ) أَيْ الَّتِي عَادَتُهَا أَنْ تَمْحُوَ الْخَطِيئَةَ (فَإِسْبَاغُ الْوُضُوءِ فِي السَّبَرَاتِ) بِفَتْحَتَيْنِ جَمْعُ سَبْرَةٍ بِفَتْحٍ فَسُكُونٍ أَيْ إِتْمَامُ الْوُضُوءِ فِي وَقْتِ شِدَّةِ الْبَرْدِ بِأَنْ يَأْتِيَ بِسُنَنِهِ (وَنَقْلُ الْأَقْدَامِ إِلَى الْجَمَاعَاتِ) أَيْ إِلَى الصَّلَاةِ مَعَ الْجَمَاعَةِ (وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ) لِيُصَلِّيَهَا فِى الْمَسْجِدِ وَمِثْلُهُ انْتِظَارُ كُلِّ خَيْرٍ.

(Adapun perkara yang menghapus dosa) Maksudnya yang kebiasaannya menghapus pada kesalahan (Menyempurnakan wudhu disaat dingin) Dengan memfathahkan keduanya Jamak dari lafadz سَبْرَةٍ dengan membaca fathah kemudian sukun. Maksudnya menyempurnakan wudhu di waktu yang sangat dingin dengan mendatangkan sunah-sunah wudhu (Dan melangkahkan kaki untuk berjamaah) Maksudnya untuk melaksanakan sholat sambil berjamaah (Dan menunggu sholat sesudah sholat) sehingga ia bisa melaksanakan sholat berjamaah di masjid dan yang seumpama dari menggu sholat sesudah sholat adalah menunggu setiap kebaikan.

Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 9

(وَ) الْمَقَالَةُ التَّاسِعَةُ (قَالَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ: يَا مُحَمَّدُ عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ) لِأَنَّ آخِرَ الْحَيِّ مَيِّتٌ (وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّك مُفَارِقُهُ) أَيْ مُفَارِقُ مَنْ شِئْتَ بِالْمَوْتِ (وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّك مَجْزِيٌّ بِهِ) لِأَنَّ الْعِبَادَ مَجْزِيُّونَ بِأَعْمَالِهِمْ إِنْ خَيْرًا فَخَيْرٌ وَإِنْ شَرًّا فَشَرٌّ .

Maqolah yang ke sembilan (Telah berkata Malaikat Jibril Alaihis salam: Wahai Muhammad hiduplah semaumu karena sesungguhnya engkau akan mati) Karena sesungguhnya akhir dari kehidupan adalah mati (Dan cintailah orang yang engkau kehendaki karena sesungguhnya engkau akan berpisah darinya) Maksudnya berpisah dari orang yang engkau kehendaki sebab kematian (Dan beramallah kamu atas apa yang engkau kehendaki Karena sesungguhnya engkau akan dibalas sebab amal mu) Karena sesungguhnhya para hamba akan dibalas sebab amal-amal mereka jika amal mereka baik maka balasannya baik jika amal mereka jelek maka balasannya jelek.

Sumber: 
© Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 | lilmuslimin
Source: https://lilmuslimin.com/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-bab-3/
 
Editor:  Imam Edi Siswanto

Rabu, 03 Desember 2025

Inovasi dan Pembinaan Berkelanjutan: Ini Deretan Program Strategis PAI KUA Kalimanah

Penyuluh Agama (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) kepada Catin di Balai Nikah KUA Kalimanah. (Foto: Dok IES)

Purbalingga-Sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di masyarakat, Penyuluh Agama (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah terus menghadirkan berbagai program pembinaan dan layanan inovatif yang dirancang untuk menjawab kebutuhan umat secara komprehensif.

Melalui agenda rutin, kolaboratif, hingga program berbasis digital, KUA berupaya memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, serta memperluas akses informasi yang relevan dan moderat. Berikut ragam kegiatanya:

A. Kepenyuluhan
1. Kelas Bimbingan Perkawinan (Bimwin) – Selasa & Kamis


Kelas Bimwin merupakan kegiatan rutin di KUA Kalimanah yang ditujukan bagi calon pengantin. Pembinaan dilakukan setiap hari Selasa dan Kamis dengan metode ceramah, diskusi, dan simulasi. Materi yang diberikan meliputi kesiapan mental, spiritual, emosional, lierasi keuangan keluarga, manajemen konflik, pendidikan anak, kesehatan reproduksi dan keterampilan komunikasi pasangan untuk membangun keluarga harmonis. 

Tujuan

  • Membekali calon pengantin menghadapi kehidupan rumah tangga secara matang.
  • Mengurangi angka perceraian melalui peningkatan kualitas pemahaman keluarga.
  • Membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
  • Meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami–istri. 

Penyuluh Agama (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Moch Agus Zaena Abidinl  saat melaksanakan Penyuluh Sahabat Madrasah – Peduli Pendidikan di MIM Grecol. (Foto: IES)
2. PSM–PM (Penyuluh Sahabat Madrasah – Peduli Pendidikan) di 9 Madrasah – Senin, Rabu, Jumat

Program Penyuluhan Sahabat Madrasah – Peduli Pendidikan (PSM–PM) merupakan pembinaan keagamaan bagi para pelajar pada sembilan madrasah di wilayah Kalimanah, hasil kolaboratif antara PAI KUA Kalimanah dan Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKKM) Kecamatan Kalimanah. Dilaksanakan setiap Senin, Rabu, dan Jumat, kegiatan ini membahas materi akhlak, ibadah, moderasi beragama, hingga pembinaan karakter pelajar.

Tujuan

  • Menanamkan nilai-nilai Islam moderat dan berkarakter pada pelajar.
  • Membina akhlak mulia dan meningkatkan kedisiplinan spiritual.
  • Mencegah penyimpangan moral dan radikalisme.
  • Mengoptimalkan pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah.

KUA Sambang Toga dan Tomas dengan H. Fathoni di Kalimanah Wetan, Jumat (24/10/2025) lalu. (Foto: Dok KUA Kalimanah)
3. KUA Sambang Toga & Tomas – Jumat, Dua Pekan Sekali

Program Sambang Toga dan Tomas adalah kunjungan silaturahmi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah Kalimanah. Melalui dialog terbuka dan koordinasi, program ini memperkuat sinergi antara KUA dan masyarakat dalam pembinaan keagamaan.

Tujuan 

  • Menguatkan hubungan antara KUA, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
  • Menggali aspirasi serta permasalahan umat di tingkat akar rumput.
  • Meningkatkan kolaborasi dalam pembinaan keagamaan.
  • Mendorong peran aktif toga dan tomas dalam pembangunan masyarakat.  

Shooting Program KUA 1 Menit (Konsultasi Keagamaan) (Foto: M Agus Zaenal Abidin)

4. KUA 1 Menit – Konsultasi Keagamaan (Seminggu Sekali)

KUA 1 Menit merupakan layanan konsultasi cepat yang diberikan secara offline kepada masyarakat. Program ini memberikan jawaban singkat, jelas, dan langsung tentang berbagai persoalan keagamaan seperti ibadah, keluarga, hukum Islam, dan sosial masyarakat.

Tujuan 

  • Mempermudah masyarakat mendapatkan solusi keagamaan secara cepat.
  • Meningkatkan literasi keagamaan publik.
  • Mewujudkan layanan KUA yang responsif dan mudah diakses.
  • Membantu masyarakat mengambil keputusan keagamaan yang benar.

PKJ (Penyuluh Khutbah Jumat)
5. PKJ (Penyuluh Khutbah Jumat) – Setiap Jumat di 5 Masjid

Program PKJ adalah kegiatan penyampaian khutbah Jumat oleh Penyuluh Agama Islam di masjid-masjid binaan. Materi khutbah disampaikan dengan pendekatan Islam moderat dan menyejukkan, serta membahas isu sosial-keagamaan yang relevan.

Tujuan 

  • Menyampaikan pesan dakwah yang inspiratif dan menyejukkan.
  • Menguatkan pemahaman moderasi beragama di tengah masyarakat.
  • Menjadi sarana pembinaan akhlak dan ibadah secara rutin.
  • Meningkatkan peran penyuluh sebagai pendamping umat.

Bidik (Bimbingan dan Diklat) Pemulasaran Jenazah di Mewek, Rabu (15/1/2025). (Foto: Dok KUA Kalimanah) 

6. Bidik Pemulasaran Jenazah – Bimbingan dan Diklat

Program ini memberikan pelatihan pemulasaran jenazah kepada masyarakat, termasuk praktik memandikan, mengkafani, menshalati, dan menguburkan jenazah sesuai tuntunan syariat. Kegiatan dilakukan untuk mencetak kader pemulasaran jenazah di tiap lingkungan binaan.

Tujuan 

  • Membekali masyarakat dengan kompetensi pemulasaran jenazah yang benar.
  • Mencetak kader fardu kifayah di setiap wilayah.
  • Meningkatkan kualitas pelayanan pengurusan jenazah.
  • Menghidupkan semangat gotong royong dalam kewajiban sosial-keagamaan.

Program Live Pelaksanaan Perkawinan via TikTok
7. Program Live Pelaksanaan Perkawinan via TikTok

Program Live Pelaksanaan Perkawinan via TikTok merupakan inovasi digital KUA Kalimanah dalam menyiarkan prosesi akad nikah secara langsung melalui platform TikTok. Selain sebagai sarana edukasi publik mengenai tata cara akad nikah, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan transparansi layanan, memperluas akses dakwah, serta memperkenalkan layanan KUA kepada masyarakat luas berbasis media sosial.

Tujuan 

  • Menyebarluaskan edukasi tentang tata cara pelaksanaan akad nikah yang sesuai syariat.
  • Menampilkan proses pelayanan KUA secara terbuka dan transparan.
  • Meningkatkan citra, jangkauan, dan pelayanan publik berbasis digital.
  • Mengajak generasi muda memahami proses pernikahan melalui platform yang mereka gunakan.

Program One Day One Flyer
8. Program One Day One Flyer

Program One Day One Flyer merupakan gerakan edukasi digital harian yang berisi materi keagamaan dalam bentuk flyer yang disebarkan melalui media sosial. Materi meliputi sejarah Islam, akidah-akhlak, fikih perkawinan, quotes inspiratif, moderasi beragama, serta ayat dan hadis populer. Program ini menjadi sarana dakwah literatif yang mudah dipahami, singkat, dan menarik secara visual.

Tujuan 

  • Memberikan edukasi keagamaan harian yang mudah diakses masyarakat.
  • Meningkatkan literasi Islam melalui konten singkat, padat, dan akurat.
  • Menyebarkan pemahaman moderasi beragama secara konsisten.
  • Menguatkan dakwah digital yang relevan bagi generasi muda dan masyarakat umum.  

Kajian Kitab Nashoihul ‘Ibad – Setiap Rabu Pagi 

9. Kajian Kitab Nashoihul ‘Ibad – Setiap Rabu Pagi 

Kajian kitab Nashoihul ‘Ibad merupakan program pembinaan keagamaan rutin setiap Rabu pagi yang difokuskan pada pendalaman akhlak, nasihat-nasihat hikmah, serta penguatan spiritual masyarakat. Melalui pembacaan dan penjelasan isi kitab, peserta diajak memahami nilai-nilai moral Islam yang bersumber dari ajaran Al-Qur’an dan Hadis. Kegiatan ini menjadi sarana peningkatan ilmu, karakter, dan kedekatan spiritual dalam suasana yang teduh dan penuh kekeluargaan.

Tujuan

  • Menanamkan akhlak mulia dan etika sosial melalui nasihat ulama salaf.
  • Meningkatkan wawasan keagamaan masyarakat secara mendalam dan aplikatif.
  • Menghidupkan tradisi keilmuan Islam di lingkungan KUA Kalimanah.
  • Menjadi ruang pembinaan spiritual dan pembentukan karakter umat secara berkelanjutan.

B. Kegiatan Rutin Di Wilayah Desa Binaan Masing-Masing  

1. Mengajar di TPQ
2. Mengajar di Madin
3. Mengisi Majelis Taklim
4. PKK
5. Khutbah Jumat
6. Mengajar di Mushala
7. Dll

C. Kegiatan tambahan diantaranya, 

1. Digitalisasi data akta nikah
2. Kehumasan KUA

3. Pelayanan publik
4. Dan lain-lain

D. Program Mandatori, antara lain,

1. Pendataan atau survey Majelis Taklim, Lembaga Keagamaan, Pondok Pesantren, TPQ, Madin
2. Collaboration and Tolerance Center (CTC),
3. Kemenag Asri,
4. Gas Nikah (Gerakan Sadar Pencatatan Nikah) dan
5. Program Urab Mendoan serta Eco Office.

Pewarta : Imam Edi Siswanto

Rabu, 26 November 2025

DWP Perwanida Kalimanah Gelar Kegiatan Pembinaan dan Silaturahmi di Aula PPAI

Kegiatan DWP Perwanida Kecamatan Kalimanah di Aula PPAI Kalimanah yang diikuti oleh para anggota DWP-Perwanida dari berbagai satuan kerja, Selasa (25/11/2025). (Foto: Dok DWP Perwanida Kalimanah)
 
Purbalingga-Kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perwanida (Persatuan Dharma Wanita Kementerian Agama) Kecamatan Kalimanah berlangsung pada Selasa, 25 November 2025, di Aula PPAI Kalimanah. Acara dimulai pukul 14.30 hingga 15.00 WIB dengan dihadiri para anggota DWP-Perwanida dari berbagai satuan kerja.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan salam dan kata pengantar, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Dharma Wanita dan Perwanida sebagai bentuk penguatan nilai kebersamaan dan identitas organisasi. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/02/pai-kua-kalimanah-azizah-dp-ajak.html

Memasuki sesi santapan rohani, para peserta mendapat penguatan materi oleh Trisnaeni mengenai pentingnya memilih teman yang saleh, sebagaimana diungkapkan Imam Al-Ghazali yaitu teman yang berakal, berakhlak baik, jujur, dan tidak tamak.

Materi ini juga menekankan pentingnya menghindari pergaulan negatif, saling menyayangi, serta menjaga lisan agar tetap santun.

Para anggota diingatkan untuk menjauhi ucapan kasar dan merendahkan, menjunjung tinggi sikap tolong-menolong dalam kebaikan, menghargai perasaan dan privasi, serta menumbuhkan sifat rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua DWP Kalimanah, Nurul Kholidin, dalam kesempatannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh anggota DWP-Perwanida. 

Kegiatan DWP Perwanida Kecamatan Kalimanah di Aula PPAI Kalimanah yang diikuti oleh para anggota DWP-Perwanida dari berbagai satuan kerja, Selasa (25/11/2025). (Foto: Dok DWP Perwanida Kalimanah)

Ia juga memberikan ucapan Selamat Hari Guru Nasional, seraya mengingatkan bahwa meskipun tidak semua anggota berprofesi sebagai guru, namun pada hakikatnya setiap perempuan turut menjadi pendidik, baik bagi jamaah, santri, anak-anak di rumah, maupun lingkungan sekitar, seperti para penyuluh, guru TPQ, dan ibu rumah tangga.

Dalam sambutannya, Ibu Nurul juga menyampaikan hasil pertemuan DWP tingkat kecamatan.

“Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita, akan diselenggarakan berbagai kegiatan di tingkat kabupaten, antara lain lomba shibori, lomba kultum, fashion show, serta penyajian jajanan tradisional,” ucapnya.

Selain itu, akan diadakan pula program “DWP Mengajar” sebagai bentuk kontribusi nyata organisasi dalam dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap, kegiatan ini mampu mempererat silaturahmi antaranggota, memperkuat nilai-nilai keorganisasian, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan peran sosial dan kemasyarakatan Dharma Wanita Persatuan dan Perwanida Kalimanah.(*) 

Kontributor: Azizah Dwi Purba
Editor: Imam Edi Siswanto

Penyuluh KUA Kalimanah Hadir di MIM Babakan 1 dalam Program PSM–Peduli Pendidikan

 
Salah satu siswa Kelas 6 MIM Babakan 1 Kalimanah saat praktik menulis huruf hijaiyah, Jumat (21/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga- Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin, kembali hadir di MIM Babakan 1 Kalimanah untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan pada Jumat (21/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Penyuluh Sahabat Madrasah Peduli Pendidikan (PSM–Peduli Pendidikan)”, sebuah inisiatif kolaboratif antara PAI KUA Kalimanah dan Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKKM) Kecamatan Kalimanah. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/PSM%20Peduli%20%20Pendidikan

Pada kunjungan keduanya ini, Imam dan Zaenal memberikan materi Bahasa Arab di kelas 6 A dan Kelas 6 B dengan fokus pada cara menulis, melafalkan, dan memberi harakat pada huruf hijaiyah.

Materi ini menjadi fondasi penting dalam pembelajaran Al-Qur’an sekaligus dasar bagi pemahaman bahasa Arab bagi peserta didik. 

Imam menjelaskan bahwa kemampuan anak dalam menulis dan melafalkan huruf hijaiyah bukan hanya keterampilan teknis, tetapi menjadi pintu awal bagi mereka untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. 

Salah satu siswi Kelas 6 MIM Babakan 1 Kalimanah saat praktik menulis huruf hijaiyah, Jumat (21/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Pemahaman terhadap harakat, lanjutnya, sangat penting untuk menghindari kesalahan makna serta memperkuat dasar ilmu bahasa Arab sejak dini.

“Dengan memahami harakat, anak dapat melafalkan kata sesuai kaidah, meningkatkan ketelitian dan konsentrasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar,” ungkapnya. 

Ia juga menambahkan bahwa pembiasaan ini mampu menumbuhkan karakter disiplin, melatih fokus, dan membentuk kebiasaan belajar positif yang akan bermanfaat sepanjang perjalanan pendidikan anak.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menanamkan semangat belajar dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. 

Melalui program PSM–Peduli Pendidikan, penyuluh agama hadir sebagai sahabat bagi madrasah, mendampingi, menguatkan, dan menginspirasi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan percaya diri.

Selain materi bahasa Arab, kegiatan penyuluhan juga mencakup Tahsin, Aqidah Akhlak, Qur’an Hadis, serta penguatan karakter siswa.

Selama periode November hingga Desember 2025, para Penyuluh Agama Islam dari KUA Kalimanah dijadwalkan untuk berkeliling ke berbagai madrasah, membawa semangat kolaborasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan keagamaan di tingkat dasar.

Sebelumnya, materi yang sama juga disampaikan di MIM Rabak pada Senin 17 November 2025 dan di MIM Rabak pada Rabu 19 November 2025.

Berikut, jadwal dan nama PAI KUA Kalimanah selama bulan November sampai Desember 2025.

Senin

MIM Jompo

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Rabak

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIMA Rabak

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

Rabu

MIMA Blater

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Grecol

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIM Kalikabong

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

Jum'at

MIM Babakan 1

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Babakan 2

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIM Kalimanah Wetan

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

Sebagai informasi: Untuk jadwal dan materi berikutnya, insyaallah akan dipublikasikan pada kesempatan mendatang.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto

#13 Kajian Kitab Nashoihul ‘Ibad: Empat Pilar Keselamatan Mukmin

Pegawai KUA Kalimanah Purbalingga saat mengikuti kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 13 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (26/11/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Purbalingga – Kajian rutin Kitab Nashoihul ‘Ibad edisi ke-13 kembali digelar pada Rabu pagi di KUA Kalimanah. Seperti biasa, acara diawali dengan pembacaan teks oleh Staf KUA Kalimanah, Amin Muakhor, dilanjutkan dengan penjelasan makna serta kandungan kitab oleh Prayitno dan Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah, Pujianto (26/11/2025).

Pada kesempatan ini, pembahasan memasuki Bab 3 Maqolah 4–7 yang memuat empat pesan pokok bagi pembinaan akhlak seorang mukmin.

Pertama, pentingnya bergaul dengan orang-orang saleh karena pergaulan yang baik membawa keberkahan dan membentuk karakter, sementara pergaulan buruk menjadi sumber kerusakan moral.  

Kedua, pemahaman tentang hakikat dunia sebagai sarana, bukan tujuan hidup, sehingga seorang mukmin tidak tenggelam dalam kecintaan berlebihan terhadap dunia.

Ketiga, anjuran untuk memerangi nafsu yang menjadi musuh terbesar manusia dan hanya dapat ditundukkan melalui mujahadah serta memperbanyak ibadah. Keempat, penegasan bahwa ilmu harus diamalkan karena ilmu tanpa amal tidak memberi manfaat bahkan dapat menjerumuskan pelakunya.

Keempat maqolah ini menegaskan bahwa keselamatan seorang mukmin terletak pada kualitas pergaulannya, kezuhudan terhadap dunia, kemampuan mengendalikan nafsu, serta perpaduan antara ilmu dan amal saleh. 

Inti pesan atau hikmah yang dapat kita ambil dari kajian Bab 3 Maqolah 4–7 Nashoihul ‘Ibad adalah bahwa keempat hal ini menjadi bekal penting untuk membangun pribadi yang selamat, berakhlak mulia, dan dekat dengan Allah.

Pegawai KUA Kalimanah Purbalingga saat mengikuti kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 13 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (26/11/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Berikut narasi lengkapnya.
Bab 3 Maqolah 4

 الْمَقَالَةُ الرَّابِعَةُ (عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: "مَنْ تَرَكَ الدُّنْيَا) بِأَنَّ أَقَلَّ الشِّبَعَ وَالْأَكْلَ وَأَبْغَضَ الثَّنَاءَ مِنَ النَّاسِ (أَحَبَّهُ اللَّهُ تَعَالَى) لِأَنَّهُ تَرَكَ الرِّيَاءَ وَالتَّفَاخُرَ (وَمَنْ تَرَكَ الذُّنُوبَ أَحَبَّهُ الْمَلَائِكَةُ) لِأَنَّهُ لَا يُتْعِبُ الْكَتَبَةَ الَّذِينَ يَكْتُبُونَ السَّيِّئَاتِ (وَمَنْ حَسَمَ الطَّمَعَ عَنِ الْمُسْلِمِينَ) أَيْ قَطَعَهُ عَنْهُمْ (أَحَبَّهُ الْمُسْلِمُونَ") لِأَنَّهُ لَا يُكَدِّرُ قُلُوبَهُمْ.

Maqolah yang ke empat (Dari Utsman Radhiallahu Anhu: "Barang siapa meninggalkan dunia) Dengan cara menyedikitkan rasa kenyang dan makan dan membenci pujian dari manusia (Maka akan mencintainya Allah Subhanahu Wata'ala) Karena sesungguhnya ia telah meninggalkan riya dan membangga-banggakan amal (Dan barang siapa meninggalkan dosa maka akan mencintainya para malaikat) Karena sesungguhnya ia tidak melelahkan malaikat katabah yang menulis amal-amal keburukan (Dan barang siapa meningglakna sifat rakus dari orang orang muslim) Maksudnya memutuskan sifat rakus dari orang orang muslim (Maka akan mencintainya orang orang muslim") Karena sesungguhnya ia tidak mengotori hati orang orang muslim.

Bab 3 Maqolah 5

 الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةُ (عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ) وَكَرَّمَ وَجْهَهُ (إِنَّ مِنْ نَعِيمِ الدُّنْيَا يَكْفِيكَ الْإِسْلَامُ نِعْمَةً) فَإِنَّ أَعْظَمَ نِعَمِ اللَّهِ لِلْعَبْدِ إخْرَاجُهُ مِنَ الْعَدَمِ إلَى الْوُجُودِ، وَإِخْرَاجُهُ مِنْ ظُلُمَاتِ الْكُفْرِ إلَى نُورِ الْإِسْلَامِ (وَإِنَّ مِنَ الشُّغْلِ يَكْفِيْكَ الطَّاعَةُ شُغْلًا) فَطَاعَةُ اللَّهِ تَعَالَى أَعْظَمُ الْأَشْغَالِ (وَإِنَّ مِنَ الْعِبْرَةِ) أَيْ الْعِظَةِ (يَكْفِيْكَ الْمَوْتُ عِبْرَةً) فَإِنَّ الْمَوْتَ أَكْبَرُ الْمَوَاعِظِ لِلنَّاسِ.

Maqolah yang ke lima (Dari Ali Radhiallahu Anhu) Dan Karroma wajhahu (Sesungguhnya sebagian dari kenikmatan dunia cukup bagimu islam sebagai kenikmatan) Karena sesungguhnya yang terbesar dari nikmat Allah untuk seorang hamba adalah keluarnya seorang hamba dari tidak ada menjadi ada, dan ia keluar dari kegelapan kafir menuju cahaya Islam (Dan sesungguhnya sebagian dari kesibukkan cukup bagimu ta'at sebagai kesibukan) Karena Taat kepada Allah Subhanahu Wata'ala adalah paling agungnya kesibukan (Dan sesungguhnya sebagian dari pelajaran) Maksudnya nasihat (Cukup bagimu mati sebagai pelajaran) Karena sesungguhnya mati adalah yang terbesar dari sebagian nasihat untuk manusia.

Bab 3 Maqolah 6

 الْمَقَالَةُ السَّادِسَةُ (عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: كَمْ مِنْ مُسْتَدْرَجٍ) أَيْ مَأْخُوذٍ قَلِيلًا قَلِيلًا (بِالنِّعْمَةِ) بِإِكْثَارِهَا (عَلَيْهِ، وَكَمْ مِنْ مَفْتُونٍ) أَيْ مُمْتَحَنٍ بِالْبَلَاءِ (بِالثَّنَاءِ) أَيْ بِكَثْرَةِ ثَنَاءِ النَّاسِ (عَلَيْهِ، وَكَمْ مِنْ مَغْرُورٍ) أَيْ مُطْمَئِنٍّ قَلْبُهُ فِي الدُّنْيَا وَغَافِلٌ عَنْ الْآخِرَةِ (بِالسَّتْرِ) أَيْ بِسَتْرِ اللَّهِ عُيُوبَهُ (عَلَيْهِ).

Maqolah yang ke enam (Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu Anhu: Begitu banyak dari orang yang ditipu) Maksudnya orang yang diadzab sedikit demi sedikit (dengan kenikmatan) dengan memperbanyak nikmat (Kepadanya, Dan begitu banyak dari orang yang diberi ujian) Maksudnya orang yang diuji dengan musibah (Dengan pujian) Maksudnya dengan banyaknya pujian dari manusia (Kepadanya, Dan begitu banyak dari orang yang tertipu) Maksudnya ditenangkan hatinya di dunia dan lalai dari akhirat (Dengan ditutupnya aib) Maksudnya dengan cara Allah menutup aibnya (Kepadanya).

Bab 3 Maqolah 7

 الْمَقَالَهُ السَّابِعَهُ (عَنْ دَاوُدَ النَّبِيِّ) عَلَيْهِ السَّلَامُ (قَالَ: اُوْحِي فِي الزَّبُورِ) وَهُوَ كِتَابٌ اُنْزِلَ عَلَيْهِ (حَقٌّ عَلَى الْعَاقِلِ) ايْ وَاجِبٌ عَلَيْهِ (أَنْ لَا يَشْتَغِلَ إِلَّا بِثَلَاثٍ) مِنْ الْخِصَالِ (تَزَوَّدٌ لِمَعَادٍ) ايْ لِآخِرَتِهِ بِأَدَاءِ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ (وَمُؤْنَةٌ لِمَعَاشٍ) ايْ قِيَامٌ بِأَمْرِ كِفَايَتِهِ وَصَوْنِهِ, وَفِي عِبَارَةٍ: وَمَرَمَّةٌ لِمَعَاشٍ بِفَتْحِ الْمِيمِ وَالرَّاءِ وَتَشْدِيدِ الْمِيمِ أَيْ إِصْلَاحِهِ (وَطَلَبُ لَذَّةٍ بِحَلَالٍ) فَإِنَّ كَسْبَ الْحَلَالِ وَاجِبٌ.

Maqolah yang ke tujuh (Dari Daud seorang Nabi) Alaihis Salam (Ia bersabda: Telah diwahyukan dalam kitab Zabur) Kitab Zabur adalah kitab yang diwahyukan kepadanya (Hak atas orang yang berakal sehat) Maksudnya wajib atasnya (Tidak menyibukkan diri kecuali atas tiga) Perkara (Berbekal untuk tempat kembali) Maksudnya untuk Akhirat dengan cara menunaikan amal-amal sholeh (Dan usaha untuk kehidupan) Maksudnya mendirikan pekerjaan yang mencukupinya dan menjaganya, dan Dalam suatu ibarat: مَرَمَّةٌ لِمَعَاشٍ dengan memfathahkan huruf mim dan ra dan mentasydid mim maksudnya memperbaiki urusan untuk kehidupannya (Dan mencari kenikmatan dengan yang halal) Karena sesungguhnya pekerjaan halal adalah wajib.

© Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 | lilmuslimin
Source: https://lilmuslimin.com/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-bab-3/

Editor: Imam Edi Siswanto

KUA Kalimanah Rampungkan Pendataan Pesantren 2025, Tiga Pesantren Tercatat


PP Roudlotul Arifin Blater. (Foto: Dok KUA Kalimanah)

Purbalingga-Di Kecamatan Kalimanah, pendataan Pondok Pesantren (PP) tahun 2025 telah selesai dilaksanakan dengan mencatat tiga pesantren aktif, yaitu PP Ar Rohman Kalikabong, PP Roudlotul Arifin Blater, dan PP Tunas Ilmu Kedungwuluh.

Pendataan yang dikoordinasikan Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.Si., dan dilaksanakan oleh tim Penyuluh Agama Islam (PAI) ini menjadi dasar penting dalam penguatan pembinaan serta pengembangan pesantren di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Adapun tim pendataan PAI KUA Kalimanah yakni, Imam Edi Siswanto, Pujianto, Azizah Dwi Purba, Mughofar, Zamroni Irham dan Moch. Agus Zaenal Abidin.


PP Ar Rohman Kalikabong. (Foto: Dok KUA Kalimanah)

Informasi tersebut menjadi salah satu bagian data kegiatan Rapat Koordinasi Validasi dan Evaluasi Data Pesantren Tahun 2025 yang diikuti oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Kalimanah, Imam Edi Siswanto dan Pujianto.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/11/kolaborasi-lintas-ormas-150-peserta.html

Rakor ini digelar oleh Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Aula Andrawina Owabong, Purbalingga, Selasa (25/11/2025).

Usai mengikuti kegiatan, Imam Edi Siswanto mengabarkan bahwa rakor yang dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani, tersebut bertujuan memperkuat proses pendataan sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pesantren di Kabupaten Purbalingga.


PP Tunas Ilmu Kedungwuluh. (Foto: Dok KUA Kalimanah)

Pujianto menambahkan, bahwa berikutnya adalah melakukan validasi data yang meliputi data Pondok Pesantren, Madin, TPQ, dan Majelis Taklim

Rakor validasi dan evaluasi data ini merupakan bagian dari agenda serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang dilaksanakan pada 24–30 November 2025.

Melalui pelaksanaan serentak tersebut, diharapkan tercipta standar pendataan pesantren yang seragam di seluruh wilayah, sehingga pembinaan pesantren dapat dilakukan secara lebih merata dan efektif.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto

#38 Nashoihul Ibad Bab 4 Maqolah 24 - 26, Mengendalikan Hawa Nafsu dan Menjaga Ibadah dalam Segala Keadaan

Suasana kajian kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani di KUA Kalimanah pada kajian rutin Rabu Pagi edisi ke 38, Rabu (2/9/20...