![]() |
| Kepala KUA Kalimanah, Kholodin (kiri), saat memimpin rapat koordinasi (rakor) yang digelar oleh KUA Kalimanah, Rabu (21/10/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto) |
Purbalingga-Usai mengikuti kajian rutin Kitab Nashoihul Ibad, jajaran pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah melanjutkan kegiatan dengan rapat internal yang dipimpin Kepala KUA Kalimanah, Kholidin. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus meningkatkan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Rabu (21/10/2026).
Dalam arahannya, Kholidin menekankan pentingnya tidak sekadar membaca dan memahami pesan-pesan yang disampaikan para ulama dalam Kitab Nashoihul Ibad, tetapi juga meresapi serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pelaksanaan tugas kedinasan.
BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2026/10/44-mengenali-penyakit-hati-dan.html
Menurutnya, nasihat para ulama hendaknya menjadi pedoman dalam membentuk karakter, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas pengabdian. Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan keikhlasan dalam menjalankan amanah sebagai aparatur negara atau lima budaya kerja ASN Kemenag, yakni Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab, Keteladanan.
“Ilmu yang kita pelajari hendaknya tidak berhenti pada pemahaman, tetapi harus tercermin dalam perilaku dan pelaksanaan tugas sehari-hari. Pelayanan kepada masyarakat juga merupakan bagian dari pengabdian yang harus dilandasi keikhlasan, tanggung jawab, dan niat untuk meraih rida Allah SWT,” tegas Kholidin.

Spanduk Hari Santri Nasional tahun 2026 terpasang di halaman KUA Kalimanah, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) yang digelar oleh KUA Kalimanah, Rabu (21/10/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas pelayanan publik tidak hanya diukur dari terselesaikannya urusan administrasi, tetapi juga dari sikap, keramahan, kepedulian, dan kesungguhan pegawai dalam membantu masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai spiritual yang diperoleh melalui kajian keagamaan dapat berjalan selaras dengan peningkatan profesionalisme dan integritas dalam bekerja.
Selain membahas penguatan kinerja dan pelayanan, rapat tersebut juga menyoroti persiapan peringatan Hari Santri Nasional (HSN). Kholidin mengajak seluruh jajaran KUA Kalimanah untuk berpartisipasi aktif dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan.
Beberapa kegiatan yang menjadi perhatian antara lain khotmil Qur’an, upacara peringatan Hari Santri Nasional, serta berbagai kegiatan pendukung lainnya. Seluruh pegawai diharapkan dapat berkoordinasi dan bekerja sama agar setiap agenda terlaksana dengan tertib, lancar, dan penuh makna.
![]() |
| Flyer ucapan HSN tahun 2026 |
Kholidin menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk meneladani perjuangan, keikhlasan, kedisiplinan, dan kecintaan para santri terhadap agama serta bangsa.
Melalui perpaduan kajian kitab dan rapat koordinasi tersebut, KUA Kalimanah berupaya membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target kedinasan, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai religius. Harapannya, semangat menuntut ilmu, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas pelayanan dapat terus tumbuh seiring dengan komitmen menyukseskan peringatan Hari Santri Nasional.
Dengan demikian, kegiatan keagamaan dan koordinasi kedinasan menjadi dua hal yang saling menguatkan dalam mewujudkan aparatur yang berintegritas, pelayanan yang semakin berkualitas, serta pengabdian yang membawa manfaat bagi masyarakat dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.(*)
Pewarta: Imam Edi Siswanto


Tidak ada komentar:
Posting Komentar