Jumat, 31 Juli 2026

Quality Control: Dari Hati yang Terhubung kepada Allah, Lahir Pelayanan Prima

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I. (Kanan) di acara Quality Control di ruang Balai Nikah KUA Kecamatan Kalimanah, Jumat (31/7/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar menjalankan rutinitas pekerjaan, melainkan bagian dari ibadah yang harus dilandasi niat tulus karena Allah Swt. Pesan tersebut disampaikan Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I., saat memberikan pembinaan pada kegiatan Quality Control ASN di halaman KUA Kalimanah, Jumat (31/7/2026).

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kholidin 

Menurut Kholidin, kualitas pelayanan publik sangat ditentukan oleh niat yang benar. Melayani masyarakat tidak cukup hanya menjawab pertanyaan atau memenuhi kebutuhan administratif, tetapi harus disertai keikhlasan, kepedulian, dan semangat memberikan manfaat terbaik kepada setiap tamu yang datang. Ketika pekerjaan diniatkan sebagai ibadah, maka setiap bentuk pelayanan akan bernilai amal saleh di sisi Allah Swt.

Dalam kesempatan tersebut, Kholidin juga mengajak seluruh ASN merenungkan makna Surah An-Nas, khususnya tentang pentingnya memohon perlindungan kepada Allah dari bisikan (waswas) yang menimbulkan keraguan, kecemasan, maupun dorongan menuju perilaku yang tidak baik. Ia menjelaskan bahwa godaan senantiasa hadir di dalam hati manusia. 

ASN KUA Kalimanah saat saling mendoakan rekan kerja dan saling memijat anggota badan pada acara Quality Control di ruang Balai Nikah KUA Kecamatan Kalimanah, Jumat (31/7/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Karena itu, setiap insan harus senantiasa mengingat Allah dan mengembalikan seluruh urusan kepada-Nya sebagai Rabb, Raja, dan Tuhan seluruh manusia. Dengan hati yang terhubung kepada Allah, seseorang akan lebih tenang, jernih dalam berpikir, serta bijaksana dalam menjalankan amanah pelayanan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan menjalankan tugas di lingkungan kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kekuatan spiritual. Integritas, keikhlasan, serta ketulusan berserah diri kepada Allah merupakan fondasi penting agar setiap pekerjaan membawa keberkahan, baik bagi diri sendiri, lembaga, maupun masyarakat yang dilayani.

Kholidin menambahkan bahwa budaya berdoa, bertawakal, dan menghadirkan ketulusan dalam bekerja juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan program Eco Office yang dikembangkan Kementerian Agama.

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I. (Kanan) saat memberikan arahan pada seluruh ASN di acara Quality Control di ruang Balai Nikah KUA Kecamatan Kalimanah, Jumat (31/7/2026). (Foto: Rizal Nur Ahmadi)

Menurutnya, Eco Office tidak hanya dimaknai sebagai upaya menciptakan lingkungan kantor yang bersih, hijau, hemat energi, dan ramah lingkungan, tetapi juga membangun ekosistem kerja yang sehat secara spiritual.

Lingkungan kerja yang dipenuhi doa, rasa syukur, kepedulian, serta kepasrahan kepada Allah akan melahirkan ketenangan batin, hubungan kerja yang harmonis, dan budaya organisasi yang penuh keberkahan. Nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat Eco Teologi, yakni mengintegrasikan ajaran agama dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam membangun budaya kerja yang berkelanjutan.

Kholidin juga mengajak seluruh pegawai untuk membiasakan mendoakan rekan kerja dan masyarakat yang datang ke kantor. Menurutnya, doa yang tulus merupakan energi positif yang akan kembali menjadi keberkahan bagi semua pihak. Ketika setiap pelayanan diawali dengan niat yang ikhlas dan diiringi doa kepada Allah, maka pekerjaan tidak hanya menghasilkan kepuasan masyarakat, tetapi juga menghadirkan ketenteraman bagi para pelaksananya.

Dengan demikian, Eco Office tidak hanya tampak dari lingkungan fisik yang tertata, melainkan juga dari hati para ASN yang bersih, penuh syukur, dan senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah Swt.

Sebagai bagian dari budaya kerja yang terus dibangun, kegiatan Quality Control pekan ini kembali diakhiri dengan tradisi saling memberikan pijatan ringan antar ASN sebagai bentuk relaksasi setelah beraktivitas.

Menariknya, setiap pijatan disertai doa terbaik bagi rekan yang dipijat. Tradisi sederhana tersebut menjadi simbol kepedulian, kebersamaan, sekaligus pengingat bahwa kesehatan fisik, ketenangan batin, dan pelayanan yang humanis merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan dalam mewujudkan budaya kerja yang profesional, religius, serta mendukung implementasi Eco Office dan Eco Teologi di lingkungan Kementerian Agama.(*)

Pewarta: Imam Edi siswanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Quality Control: Dari Hati yang Terhubung kepada Allah, Lahir Pelayanan Prima

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I. (Kanan) di acara Quality Control  di ruang Balai Nikah KUA Kecamatan Kalimanah, Jumat (31/7/2...