Pubalingga–Kajian rutin Kitab Nashoihul ‘Ibad edisi ke-34 seperti biasa dilaksanakan pada Rabu pagi di Kantor KUA Kalimanah. Sebagaimana biasa, acara diawali dengan pembacaan teks atau matan Kitab Nashoihul ‘Ibad oleh staf KUA KAlimanah Amin Muakhor, dan dilanjutkan dengan penjelasan oleh PAI KUA Kalimanah, Pujianto, Rabu (17/6/2026).
Dari kajian tersebut dapat disampaikan ringkasan isi kandungan terjemah kitab Nashoihul 'Ibad Bab 4 (Maqolah 15-16).
Dalam kajian Bab 4 Maqolah 15 sampai 16, menekankan pada karakter manusia yang celaka dan bahagia serta panji-panji keimanan.
Pertama, Maqolah 15 Dari Hadits Nabi Muhammad SAW bahwa 4 tanda dari orang yang celaka yaitu: melupakan dosa dan kesalahan yang telah dilakukan padahal semuanya tercatat oleh Allah SWT, selalu mengingat kebaikan yang telah dilakukan padahal belum tentu kebaikan tersebut diterima di sisiNYA, dalam urusan dunia memandang orang lain yeng lebih tinggi , dalam urusan agama memandang orang lain yang lebih rendah. Sedangkan 4 tanda orang yang bahagia yaitu: selalu mengingat dan menyesali terhadap dosa yang telah dilakukan walaupun telah berlalu, tidak mengungkit kebaikan yang telah dilakukan karena tidak akan terlepas dari penyakit atau hal yang merusak, dalam urusan dunia memandang orang lain yeng lebih rendah, dalam urusan agama memandang orang lain yang lebih tinggi.
Bagi orang yang menginginkan kebahagiaan kelak di akhirat hendaknya selalu mengingat kesalahan yang telah dilakukan dan memohon ampun atas kesalahan itu, dan terus menjaga hati untuk mengabaikan kebaikan yang telah dilakukan karena sadar bahwa kebaikan yang telah dilakukan belum tentu diterima oleh Allah SWT. Selain itu hendaknya dalam urusan dunia ketika akan membandingkan dengan orang lain maka akan memandang pada orang yang lebih rendah sehingga akan timbul rasa syukur. Sebaliknya, dalam urusan agama ketika akan membandingkan dengan orang lain maka akan memandang pada orang yang lebih tinggi sehingga akan terhindar dari sifat riya dan akan timbul keinginan untuk mengikutinya.
Kedua, Maqolah 16 Dari sebagian Hukama menyatakan bahwa panji-panji keimanan yaitu: taqwa, rasa malu, syukur, dan sabar.
Orang yang beriman akan selalu taqwa yang diartikan taat dan ikhlas dalam menjalankan perintahNYA, memiliki rasa malu kepada Allah jika akan berbuat maksiat, bersyukur, dan sabar serta tidak mengeluh kepada selain Allah saat ditimpa musibah.
Kesimpulan kajian, Kedua maqolah tersebut memiliki kaitan dalam bagi seorang muslim agar dapat menjaga keimanan dengan taqwa, rasa malu kepada Allah, syukur dan sabar, serta menjaga diri agar berbahagia kelak diakhirat dengan selalu mengingat kesalahan di masa lampau dan bertaubat, mengabaikan kebaikan yang telah dilakukan, mengikuti orang yang lebih tinggi dalam urusan agama, bersyukur terhadap apa yang telah didapat dengan melihat orang lain yang lebih rendah dalam urusan dunia.
Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 4 Maqolah 15
وعن النبى عليه السلام أنه قال: عَلَامَةُ الشَّقَاوَةِ أَرْبعََةٌ نِسْيَانُ الذُّنوُْبِ الْمَاضِيَةِ وهى عِنْدَ اللهِ
تَعَالَى مَحْفُوْظَةٌ وَذِكْرُ الحَْسَنَاتِ الْمَاضِيَةِ وَلَا يَدْرِى أَ قْبِلَتْ أَمْ رُدَّتْ، وَنَظَرُهُ إِلَى مَنْ فَوْقَهُ فِىْ
الدُّنْيَا وَنَظَرُهُ إِلَى مَ نْ دُوْنَهُ فِى الدِّيْنِ يقَُوْلُ اللهُ أَرَدْتُهُ وَلمَْ يُرِدْنِى فَتَرَكْتُهُ وَعَلَامَةُ السَّعَادَةِ أَرْبعََةٌ
ذِكْرُالذُّنوُْبِ الْمَاضِيَةِ وَنِسْيَانُ الحَْسَنَاتِ الْمَاضِيَةِ وَنَظَرُهُ إِلَى مَنْ دُ وْنَهُ فِى الدُّنْيَا.
وعن بعض الحكماء أن شعائر الايمان أربعة التقوى والحياء والشكر والصبر
“Sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian hukama, sesungguhnya panji-panji
keimanan itu ada empat, yaitu: taqwa (kepada Allah SWT.), rasa malu, syukur dan
sabar.”
ذِرْ وِةُ الْإِيْمَانِ أرْبَعُ خِلَالٍ: الصَّبْرُ لِلْحُكْمِ وَالرِّضَا بِالْقَدَرِ وَالْإِخْلَاصُ لِلتَّوَكُّلِ وَالْاِسْتِسْلَامُ لِلرَّبِّ
“Puncak iman itu ada empat perkara, yaitu: sabar dalam menerima keputusan
Allah, ridha menerima takdir, ikhlas bertawakkal dan menyerahkan diri sepenuhnya
kepada Allah SWT. (semata).”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar