Selasa, 14 April 2026

Pembinaan ASN Tanpa Jamuan, Kemenag Purbalingga Dorong Integritas dan Budaya Pelayanan Prima Menuju WBBM 2027

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani (dua dari Kiri) saat melakukan pembinaan kepada ASN dan Non ASN di MTs Al Hikmah Kalikabong, Selasa (14/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Suasana berbeda tampak dalam kegiatan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di wilayah Kecamatan Kalimanah dan Padamara yang digelar di MTs Al Hikmah Kalikabong, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 225 peserta ini dilaksanakan dengan konsep sederhana: tanpa penyediaan snack maupun minuman oleh panitia.

Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh peserta diminta membawa makanan dan minuman masing-masing sebagai bentuk kesederhanaan dan efisiensi.

“Acara pada siang ini, no drink no food,” ucapnya singkat, menegaskan konsep kegiatan yang mengedepankan kemandirian peserta.
Kasubag TU Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sudiono (berdiri) saat melakukan pembinaan kepada ASN dan Non ASN di MTs Al Hikmah Kalikabong, Selasa (14/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sementara itu, Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Sudiono, menjelaskan bahwa kebijakan tanpa snack merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang tidak membebani peserta. Ia menegaskan tiga hal penting dalam kegiatan tersebut, yaitu:

Pertama, kegiatan tanpa snack sebagai bentuk efisiensi dan tidak membebani ASN maupun non ASN.

Kedua, seluruh pegawai di lingkungan Kankemenag Purbalingga harus siap menyukseskan target Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2027 setelah sebelumnya meraih WBK.

Ketiga, tidak ada lagi iuran peserta; seluruh peserta cukup membawa konsumsi secara mandiri.
Kepala KUA Kalimanah, Kholidin, saat menyampaikan kata sambutan pada acara pembinaan ASN dan Non ASN Kemenag Purbalingga wilayah Kecamatan Kalimanah dan Padamara di MTs Al Hikmah Kalikabong, Selasa (14/4/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Lebih lanjut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Zahid Khasani, menekankan pentingnya akselerasi menuju WBBM 2027 melalui penguatan tiga nilai utama.

Pertama, Integritas.
Ia mengajak seluruh ASN untuk mempertahankan perilaku jujur dalam setiap situasi, baik di kantor maupun di tengah masyarakat. Integritas dinilai sebagai cerminan kepribadian yang akan dipertanggungjawabkan, sejalan dengan prinsip bahwa setiap individu adalah pemimpin yang kelak dimintai pertanggungjawaban.

Kedua, Profesionalitas.
ASN diminta menjaga profesionalitas dengan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab dan memahami tupoksi masing-masing, baik sebagai penghulu, penyuluh agama, guru, maupun tenaga administrasi. Dedikasi dan kompetensi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kinerja.

Ketiga, Pelayanan Prima dengan Budaya Sehati.
Pelayanan publik harus dilakukan dengan senyum, keikhlasan, serta inovasi. Berbagai program inovatif seperti Urab Mendoan, Paku Bumi, dan penguatan wakaf uang menjadi contoh nyata upaya peningkatan layanan kepada masyarakat.

Menurutnya, ketiga nilai tersebut harus melekat dalam diri setiap ASN sebagai budaya kerja yang berkelanjutan. Dengan semangat integritas, profesionalitas, dan pelayanan prima, seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga optimistis mampu mempercepat transformasi menuju birokrasi yang bersih, transparan, dan melayani.
(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mughofar Paparkan Konsep Keluarga Sakinah dalam Bimwin Catin KUA Kalimanah

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Mughofar (Kiri) dan Rizal Nur Ahmadi (Kanan) dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi c...