Purbalingga-Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, KUA Kalimanah menggelar kegiatan sadranan sebagai wujud pelestarian budaya Jawa sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT di kantor KUA Kalimanah, Kamis (12/2/2026) kemarin.
Acara diikuti oleh seluruh staf dan Penyuluh Agam Islam (PAI) KUA Kalimanah bersama para Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (PPPN) dalam suasana penuh khidmat, kebersamaan, dan kekeluargaan.
Tradisi sadranan menjadi momentum spiritual untuk mempererat silaturahmi sekaligus mempersiapkan diri menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dan penuh rasa syukur.
Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.SI, dalam sambutannya menyampaikan pesan penting tentang makna kebermanfaatan dalam kehidupan. Ia mengingatkan bahwa manusia terbaik adalah yang mampu memberikan manfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Beliau menyampaikan hadis Rasulullah SAW:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya: "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya".
BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search?q=kholidin
Menurutnya, nilai kebermanfaatan tersebut harus tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat, terlebih menjelang Ramadhan yang menjadi momentum meningkatkan kualitas ibadah dan kepedulian sosial.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan oleh pegawai KUA Kalimanah, Amiin Muakhor. Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya sikap syukur dalam setiap aspek kehidupan.
Ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah SWT, baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Menurutnya, rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan ketaatan serta kepedulian terhadap sesama.
Dalam pengajiannya, ia juga menyampaikan bahwa manusia harus mampu mensyukuri nikmat yang sudah dimiliki sekaligus berikhtiar meraih nikmat yang belum dicapai.
Ia menjelaskan, para ulama mengajarkan bahwa nikmat yang telah ada dijaga dengan rasa syukur, sedangkan nikmat yang belum diraih ditempuh dengan kesungguhan usaha, doa, dan tawakal kepada Allah SWT.
Menurutnya, syukur bukan hanya dengan lisan, tetapi diwujudkan dengan menggunakan nikmat untuk kebaikan dan ketaatan. Sementara untuk menggapai nikmat yang belum diperoleh, umat Islam diajarkan untuk memperbaiki niat, meningkatkan amal saleh, bersungguh-sungguh dalam berusaha, serta tidak berputus asa dari rahmat Allah.
Ia menegaskan bahwa perpaduan antara syukur, ikhtiar, dan tawakal menjadi kunci keberkahan hidup serta jalan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Setelah rangkaian kegiatan keagamaan, acara dilanjutkan dengan makan bersama. Suasana kebersamaan tampak semakin hangat, penuh keakraban, dan mempererat hubungan kekeluargaan di antara seluruh pegawai dan PPPN.
Melalui kegiatan sadranan ini, KUA Kalimanah berharap tradisi budaya yang sarat nilai spiritual dapat terus dilestarikan sekaligus menjadi sarana memperkuat persiapan mental dan spiritual dalam menyambut Ramadhan.
Momentum ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, pelayanan yang lebih baik, serta peningkatan kualitas ibadah seluruh aparatur KUA Kalimanah.(*)
Pewarta: Imam Edi Siswanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar