Selasa, 03 Maret 2026

KUA Kalimanah Perkuat Integritas dan Pelayanan, Wujudkan Layanan Unggul Menuju WBBM 2027

Rapat koordinasi (rakor) rutin dan pembinaan di ruang Balai Nikah KUA setempat, Selasa (3/3/2026). (Foto: Rizal)

Purbalingga – KUA Kalimanah menggelar rapat koordinasi (rakor) rutin dan pembinaan di ruang Balai Nikah KUA setempat, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan integritas, peningkatan kualitas pelayanan, serta komitmen bersama menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2027.

Wujudkan KUA Unggul dan Berdampak
Dalam sesi pembinaan, Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I., menegaskan komitmen mewujudkan KUA yang unggul dan berdampak bagi masyarakat.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Pelayanan?m=0

Ia menekankan bahwa praktik gratifikasi tidak dibenarkan di lingkungan KUA, kecuali yang telah diatur secara resmi dalam peraturan pemerintah.

“Dalam pelayanan, jangan sampai mencederai kepercayaan publik dengan meminta imbalan dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Kholidin juga menyampaikan bahwa kualitas pelayanan KUA Kalimanah menunjukkan hasil membanggakan. Berdasarkan survei kepuasan masyarakat sejak 2025 hingga Januari 2026, nilai yang diperoleh masuk kategori sangat baik. Hal ini menunjukkan pelayanan publik telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.S.I., menegaskan komitmen mewujudkan KUA yang unggul dan berdampak bagi masyarakat, pada Rakor rutin KUA Kalimanah diruang Balai Nikah, Selasa (3/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Menurutnya, peran KUA tidak hanya terbatas pada urusan pernikahan, tetapi juga harus menyentuh sektor-sektor lain yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. ASN Kemenag, lanjutnya, harus menjadi teladan di lingkungan masing-masing dan mewujudkan rasa syukur melalui kinerja dan pengabdian sehari-hari.

Perkuat Budaya Kerja dan Dokumentasi Tugas
Dalam upaya mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), pimpinan KUA diminta terus melakukan pembinaan guna menjaga lima nilai budaya kerja, yakni integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.

“Semua pegawai harus paham dan melaksanakannya dengan sepenuh hati,” tegasnya.

Ia juga menguraikan secara rinci makna lima nilai tersebut, sekaligus menanamkan filosofi kepemimpinan Jawa, ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani, sebagai spirit dalam membangun tim kerja yang solid.

Selain itu, sistem penugasan kini harus mengikuti format terbaru, yakni setiap tugas wajib didokumentasikan dan dilaporkan secara resmi dengan surat tugas sebagai bukti administrasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menuju WBBM 2027.

Dorong Inovasi dan Optimalisasi Media Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Kholidin juga menyampaikan pesan dari Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga. Pesan tersebut menekankan pentingnya mempertahankan WBK sekaligus terus bergerak menuju WBBM, mendorong inovasi pelayanan, serta meningkatkan kualitas dan eksistensi media sosial Kemenag Purbalingga dan KUA.

ASN Kemenag Purbalingga juga diimbau untuk lebih peduli dan aktif dalam pengelolaan media sosial sebagai sarana transparansi dan edukasi publik.

Program “The Most KUA” turut dibahas dalam rakor tersebut. Dalam konteks ini, penanaman nilai-nilai keluarga sakinah ditekankan sejak masa usia pra nikah, saat pernikahan, hingga pasca nikah sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan kepada masyarakat.

Sementara itu disampaikan juga pesan dari Analis Kepegawaian Kemenag Purbalingga mengingatkan pentingnya menjaga dan meningkatkan disiplin kerja. PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

"Dan hasil survei pelayanan yang telah diraih harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan melalui evaluasi dan analisis berkala," pesannya tegas.

Melalui rakor dan pembinaan ini, KUA Kalimanah meneguhkan komitmen untuk terus berbenah, memperkuat integritas, dan menghadirkan pelayanan publik yang profesional, bersih, serta berdampak nyata bagi masyarakat.
PAI KUA Kalimanah, Zamroni Irham (dua dari kanan) saat menyampaikan kultum Ramadhan pada Rakor rutin KUA Kalimanah diruang Balai Nikah, Selasa (3/3/2026). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Sebelumnya, Rakor dimulai kegiatan diawali dengan kuliah tujuh menit (kultum) Ramadan yang disampaikan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Zamroni Irham. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pentingnya memandang kehidupan secara lebih mendalam, tidak hanya sebatas lahiriah.

“Sebagai ilustrasi, saat berpuasa dan melihat makanan terasa sangat menggoda untuk dimakan. Namun ketika waktu berbuka tiba, hanya dengan seteguk air putih, semua gambaran dan keinginan saat berpuasa seakan hilang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dunia tidak cukup dipandang dengan kasat mata semata. Kehidupan sejati, katanya, adalah kehidupan yang abadi di akhirat. Karena itu, setiap insan perlu membekali diri dengan amal kebajikan dan amal jariyah yang diridai Allah SWT.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto


KUA Kalimanah Perkuat Integritas dan Pelayanan, Wujudkan Layanan Unggul Menuju WBBM 2027

Rapat koordinasi (rakor) rutin dan pembinaan di ruang Balai Nikah KUA setempat, Selasa (3/3/2026). (Foto: Rizal) Purbalingga – KUA Kalimanah...