Rabu, 26 November 2025

DWP Perwanida Kalimanah Gelar Kegiatan Pembinaan dan Silaturahmi di Aula PPAI

Kegiatan DWP Perwanida Kecamatan Kalimanah di Aula PPAI Kalimanah yang diikuti oleh para anggota DWP-Perwanida dari berbagai satuan kerja, Selasa (25/11/2025). (Foto: Dok DWP Perwanida Kalimanah)
 
Purbalingga-Kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perwanida (Persatuan Dharma Wanita Kementerian Agama) Kecamatan Kalimanah berlangsung pada Selasa, 25 November 2025, di Aula PPAI Kalimanah. Acara dimulai pukul 14.30 hingga 15.00 WIB dengan dihadiri para anggota DWP-Perwanida dari berbagai satuan kerja.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan salam dan kata pengantar, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Dharma Wanita dan Perwanida sebagai bentuk penguatan nilai kebersamaan dan identitas organisasi. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/02/pai-kua-kalimanah-azizah-dp-ajak.html

Memasuki sesi santapan rohani, para peserta mendapat penguatan materi oleh Trisnaeni mengenai pentingnya memilih teman yang saleh, sebagaimana diungkapkan Imam Al-Ghazali yaitu teman yang berakal, berakhlak baik, jujur, dan tidak tamak.

Materi ini juga menekankan pentingnya menghindari pergaulan negatif, saling menyayangi, serta menjaga lisan agar tetap santun.

Para anggota diingatkan untuk menjauhi ucapan kasar dan merendahkan, menjunjung tinggi sikap tolong-menolong dalam kebaikan, menghargai perasaan dan privasi, serta menumbuhkan sifat rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua DWP Kalimanah, Nurul Kholidin, dalam kesempatannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh anggota DWP-Perwanida. 

Kegiatan DWP Perwanida Kecamatan Kalimanah di Aula PPAI Kalimanah yang diikuti oleh para anggota DWP-Perwanida dari berbagai satuan kerja, Selasa (25/11/2025). (Foto: Dok DWP Perwanida Kalimanah)

Ia juga memberikan ucapan Selamat Hari Guru Nasional, seraya mengingatkan bahwa meskipun tidak semua anggota berprofesi sebagai guru, namun pada hakikatnya setiap perempuan turut menjadi pendidik, baik bagi jamaah, santri, anak-anak di rumah, maupun lingkungan sekitar, seperti para penyuluh, guru TPQ, dan ibu rumah tangga.

Dalam sambutannya, Ibu Nurul juga menyampaikan hasil pertemuan DWP tingkat kecamatan.

“Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita, akan diselenggarakan berbagai kegiatan di tingkat kabupaten, antara lain lomba shibori, lomba kultum, fashion show, serta penyajian jajanan tradisional,” ucapnya.

Selain itu, akan diadakan pula program “DWP Mengajar” sebagai bentuk kontribusi nyata organisasi dalam dunia pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Ia berharap, kegiatan ini mampu mempererat silaturahmi antaranggota, memperkuat nilai-nilai keorganisasian, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalankan peran sosial dan kemasyarakatan Dharma Wanita Persatuan dan Perwanida Kalimanah.(*) 

Kontributor: Azizah Dwi Purba
Editor: Imam Edi Siswanto

Penyuluh KUA Kalimanah Hadir di MIM Babakan 1 dalam Program PSM–Peduli Pendidikan

 
Salah satu siswa Kelas 6 MIM Babakan 1 Kalimanah saat praktik menulis huruf hijaiyah, Jumat (21/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga- Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin, kembali hadir di MIM Babakan 1 Kalimanah untuk melaksanakan kegiatan penyuluhan pada Jumat (21/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Penyuluh Sahabat Madrasah Peduli Pendidikan (PSM–Peduli Pendidikan)”, sebuah inisiatif kolaboratif antara PAI KUA Kalimanah dan Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKKM) Kecamatan Kalimanah. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/PSM%20Peduli%20%20Pendidikan

Pada kunjungan keduanya ini, Imam dan Zaenal memberikan materi Bahasa Arab di kelas 6 A dan Kelas 6 B dengan fokus pada cara menulis, melafalkan, dan memberi harakat pada huruf hijaiyah.

Materi ini menjadi fondasi penting dalam pembelajaran Al-Qur’an sekaligus dasar bagi pemahaman bahasa Arab bagi peserta didik. 

Imam menjelaskan bahwa kemampuan anak dalam menulis dan melafalkan huruf hijaiyah bukan hanya keterampilan teknis, tetapi menjadi pintu awal bagi mereka untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. 

Salah satu siswi Kelas 6 MIM Babakan 1 Kalimanah saat praktik menulis huruf hijaiyah, Jumat (21/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Pemahaman terhadap harakat, lanjutnya, sangat penting untuk menghindari kesalahan makna serta memperkuat dasar ilmu bahasa Arab sejak dini.

“Dengan memahami harakat, anak dapat melafalkan kata sesuai kaidah, meningkatkan ketelitian dan konsentrasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam belajar,” ungkapnya. 

Ia juga menambahkan bahwa pembiasaan ini mampu menumbuhkan karakter disiplin, melatih fokus, dan membentuk kebiasaan belajar positif yang akan bermanfaat sepanjang perjalanan pendidikan anak.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga menanamkan semangat belajar dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. 

Melalui program PSM–Peduli Pendidikan, penyuluh agama hadir sebagai sahabat bagi madrasah, mendampingi, menguatkan, dan menginspirasi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan percaya diri.

Selain materi bahasa Arab, kegiatan penyuluhan juga mencakup Tahsin, Aqidah Akhlak, Qur’an Hadis, serta penguatan karakter siswa.

Selama periode November hingga Desember 2025, para Penyuluh Agama Islam dari KUA Kalimanah dijadwalkan untuk berkeliling ke berbagai madrasah, membawa semangat kolaborasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan keagamaan di tingkat dasar.

Sebelumnya, materi yang sama juga disampaikan di MIM Rabak pada Senin 17 November 2025 dan di MIM Rabak pada Rabu 19 November 2025.

Berikut, jadwal dan nama PAI KUA Kalimanah selama bulan November sampai Desember 2025.

Senin

MIM Jompo

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Rabak

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIMA Rabak

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

Rabu

MIMA Blater

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Grecol

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIM Kalikabong

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

Jum'at

MIM Babakan 1

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Babakan 2

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIM Kalimanah Wetan

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

Sebagai informasi: Untuk jadwal dan materi berikutnya, insyaallah akan dipublikasikan pada kesempatan mendatang.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto

#13 Kajian Kitab Nashoihul ‘Ibad: Empat Pilar Keselamatan Mukmin

Pegawai KUA Kalimanah Purbalingga saat mengikuti kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 13 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (26/11/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Purbalingga – Kajian rutin Kitab Nashoihul ‘Ibad edisi ke-13 kembali digelar pada Rabu pagi di KUA Kalimanah. Seperti biasa, acara diawali dengan pembacaan teks oleh Staf KUA Kalimanah, Amin Muakhor, dilanjutkan dengan penjelasan makna serta kandungan kitab oleh Prayitno dan Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah, Pujianto (26/11/2025).

Pada kesempatan ini, pembahasan memasuki Bab 3 Maqolah 4–7 yang memuat empat pesan pokok bagi pembinaan akhlak seorang mukmin.

Pertama, pentingnya bergaul dengan orang-orang saleh karena pergaulan yang baik membawa keberkahan dan membentuk karakter, sementara pergaulan buruk menjadi sumber kerusakan moral.  

Kedua, pemahaman tentang hakikat dunia sebagai sarana, bukan tujuan hidup, sehingga seorang mukmin tidak tenggelam dalam kecintaan berlebihan terhadap dunia.

Ketiga, anjuran untuk memerangi nafsu yang menjadi musuh terbesar manusia dan hanya dapat ditundukkan melalui mujahadah serta memperbanyak ibadah. Keempat, penegasan bahwa ilmu harus diamalkan karena ilmu tanpa amal tidak memberi manfaat bahkan dapat menjerumuskan pelakunya.

Keempat maqolah ini menegaskan bahwa keselamatan seorang mukmin terletak pada kualitas pergaulannya, kezuhudan terhadap dunia, kemampuan mengendalikan nafsu, serta perpaduan antara ilmu dan amal saleh. 

Inti pesan atau hikmah yang dapat kita ambil dari kajian Bab 3 Maqolah 4–7 Nashoihul ‘Ibad adalah bahwa keempat hal ini menjadi bekal penting untuk membangun pribadi yang selamat, berakhlak mulia, dan dekat dengan Allah.

Pegawai KUA Kalimanah Purbalingga saat mengikuti kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 13 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (26/11/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)

Berikut narasi lengkapnya.
Bab 3 Maqolah 4

 الْمَقَالَةُ الرَّابِعَةُ (عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: "مَنْ تَرَكَ الدُّنْيَا) بِأَنَّ أَقَلَّ الشِّبَعَ وَالْأَكْلَ وَأَبْغَضَ الثَّنَاءَ مِنَ النَّاسِ (أَحَبَّهُ اللَّهُ تَعَالَى) لِأَنَّهُ تَرَكَ الرِّيَاءَ وَالتَّفَاخُرَ (وَمَنْ تَرَكَ الذُّنُوبَ أَحَبَّهُ الْمَلَائِكَةُ) لِأَنَّهُ لَا يُتْعِبُ الْكَتَبَةَ الَّذِينَ يَكْتُبُونَ السَّيِّئَاتِ (وَمَنْ حَسَمَ الطَّمَعَ عَنِ الْمُسْلِمِينَ) أَيْ قَطَعَهُ عَنْهُمْ (أَحَبَّهُ الْمُسْلِمُونَ") لِأَنَّهُ لَا يُكَدِّرُ قُلُوبَهُمْ.

Maqolah yang ke empat (Dari Utsman Radhiallahu Anhu: "Barang siapa meninggalkan dunia) Dengan cara menyedikitkan rasa kenyang dan makan dan membenci pujian dari manusia (Maka akan mencintainya Allah Subhanahu Wata'ala) Karena sesungguhnya ia telah meninggalkan riya dan membangga-banggakan amal (Dan barang siapa meninggalkan dosa maka akan mencintainya para malaikat) Karena sesungguhnya ia tidak melelahkan malaikat katabah yang menulis amal-amal keburukan (Dan barang siapa meningglakna sifat rakus dari orang orang muslim) Maksudnya memutuskan sifat rakus dari orang orang muslim (Maka akan mencintainya orang orang muslim") Karena sesungguhnya ia tidak mengotori hati orang orang muslim.

Bab 3 Maqolah 5

 الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةُ (عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ) وَكَرَّمَ وَجْهَهُ (إِنَّ مِنْ نَعِيمِ الدُّنْيَا يَكْفِيكَ الْإِسْلَامُ نِعْمَةً) فَإِنَّ أَعْظَمَ نِعَمِ اللَّهِ لِلْعَبْدِ إخْرَاجُهُ مِنَ الْعَدَمِ إلَى الْوُجُودِ، وَإِخْرَاجُهُ مِنْ ظُلُمَاتِ الْكُفْرِ إلَى نُورِ الْإِسْلَامِ (وَإِنَّ مِنَ الشُّغْلِ يَكْفِيْكَ الطَّاعَةُ شُغْلًا) فَطَاعَةُ اللَّهِ تَعَالَى أَعْظَمُ الْأَشْغَالِ (وَإِنَّ مِنَ الْعِبْرَةِ) أَيْ الْعِظَةِ (يَكْفِيْكَ الْمَوْتُ عِبْرَةً) فَإِنَّ الْمَوْتَ أَكْبَرُ الْمَوَاعِظِ لِلنَّاسِ.

Maqolah yang ke lima (Dari Ali Radhiallahu Anhu) Dan Karroma wajhahu (Sesungguhnya sebagian dari kenikmatan dunia cukup bagimu islam sebagai kenikmatan) Karena sesungguhnya yang terbesar dari nikmat Allah untuk seorang hamba adalah keluarnya seorang hamba dari tidak ada menjadi ada, dan ia keluar dari kegelapan kafir menuju cahaya Islam (Dan sesungguhnya sebagian dari kesibukkan cukup bagimu ta'at sebagai kesibukan) Karena Taat kepada Allah Subhanahu Wata'ala adalah paling agungnya kesibukan (Dan sesungguhnya sebagian dari pelajaran) Maksudnya nasihat (Cukup bagimu mati sebagai pelajaran) Karena sesungguhnya mati adalah yang terbesar dari sebagian nasihat untuk manusia.

Bab 3 Maqolah 6

 الْمَقَالَةُ السَّادِسَةُ (عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: كَمْ مِنْ مُسْتَدْرَجٍ) أَيْ مَأْخُوذٍ قَلِيلًا قَلِيلًا (بِالنِّعْمَةِ) بِإِكْثَارِهَا (عَلَيْهِ، وَكَمْ مِنْ مَفْتُونٍ) أَيْ مُمْتَحَنٍ بِالْبَلَاءِ (بِالثَّنَاءِ) أَيْ بِكَثْرَةِ ثَنَاءِ النَّاسِ (عَلَيْهِ، وَكَمْ مِنْ مَغْرُورٍ) أَيْ مُطْمَئِنٍّ قَلْبُهُ فِي الدُّنْيَا وَغَافِلٌ عَنْ الْآخِرَةِ (بِالسَّتْرِ) أَيْ بِسَتْرِ اللَّهِ عُيُوبَهُ (عَلَيْهِ).

Maqolah yang ke enam (Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu Anhu: Begitu banyak dari orang yang ditipu) Maksudnya orang yang diadzab sedikit demi sedikit (dengan kenikmatan) dengan memperbanyak nikmat (Kepadanya, Dan begitu banyak dari orang yang diberi ujian) Maksudnya orang yang diuji dengan musibah (Dengan pujian) Maksudnya dengan banyaknya pujian dari manusia (Kepadanya, Dan begitu banyak dari orang yang tertipu) Maksudnya ditenangkan hatinya di dunia dan lalai dari akhirat (Dengan ditutupnya aib) Maksudnya dengan cara Allah menutup aibnya (Kepadanya).

Bab 3 Maqolah 7

 الْمَقَالَهُ السَّابِعَهُ (عَنْ دَاوُدَ النَّبِيِّ) عَلَيْهِ السَّلَامُ (قَالَ: اُوْحِي فِي الزَّبُورِ) وَهُوَ كِتَابٌ اُنْزِلَ عَلَيْهِ (حَقٌّ عَلَى الْعَاقِلِ) ايْ وَاجِبٌ عَلَيْهِ (أَنْ لَا يَشْتَغِلَ إِلَّا بِثَلَاثٍ) مِنْ الْخِصَالِ (تَزَوَّدٌ لِمَعَادٍ) ايْ لِآخِرَتِهِ بِأَدَاءِ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ (وَمُؤْنَةٌ لِمَعَاشٍ) ايْ قِيَامٌ بِأَمْرِ كِفَايَتِهِ وَصَوْنِهِ, وَفِي عِبَارَةٍ: وَمَرَمَّةٌ لِمَعَاشٍ بِفَتْحِ الْمِيمِ وَالرَّاءِ وَتَشْدِيدِ الْمِيمِ أَيْ إِصْلَاحِهِ (وَطَلَبُ لَذَّةٍ بِحَلَالٍ) فَإِنَّ كَسْبَ الْحَلَالِ وَاجِبٌ.

Maqolah yang ke tujuh (Dari Daud seorang Nabi) Alaihis Salam (Ia bersabda: Telah diwahyukan dalam kitab Zabur) Kitab Zabur adalah kitab yang diwahyukan kepadanya (Hak atas orang yang berakal sehat) Maksudnya wajib atasnya (Tidak menyibukkan diri kecuali atas tiga) Perkara (Berbekal untuk tempat kembali) Maksudnya untuk Akhirat dengan cara menunaikan amal-amal sholeh (Dan usaha untuk kehidupan) Maksudnya mendirikan pekerjaan yang mencukupinya dan menjaganya, dan Dalam suatu ibarat: مَرَمَّةٌ لِمَعَاشٍ dengan memfathahkan huruf mim dan ra dan mentasydid mim maksudnya memperbaiki urusan untuk kehidupannya (Dan mencari kenikmatan dengan yang halal) Karena sesungguhnya pekerjaan halal adalah wajib.

© Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 | lilmuslimin
Source: https://lilmuslimin.com/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-bab-3/

Editor: Imam Edi Siswanto

KUA Kalimanah Rampungkan Pendataan Pesantren 2025, Tiga Pesantren Tercatat


PP Roudlotul Arifin Blater. (Foto: Dok KUA Kalimanah)

Purbalingga-Di Kecamatan Kalimanah, pendataan Pondok Pesantren (PP) tahun 2025 telah selesai dilaksanakan dengan mencatat tiga pesantren aktif, yaitu PP Ar Rohman Kalikabong, PP Roudlotul Arifin Blater, dan PP Tunas Ilmu Kedungwuluh.

Pendataan yang dikoordinasikan Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.Si., dan dilaksanakan oleh tim Penyuluh Agama Islam (PAI) ini menjadi dasar penting dalam penguatan pembinaan serta pengembangan pesantren di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Adapun tim pendataan PAI KUA Kalimanah yakni, Imam Edi Siswanto, Pujianto, Azizah Dwi Purba, Mughofar, Zamroni Irham dan Moch. Agus Zaenal Abidin.


PP Ar Rohman Kalikabong. (Foto: Dok KUA Kalimanah)

Informasi tersebut menjadi salah satu bagian data kegiatan Rapat Koordinasi Validasi dan Evaluasi Data Pesantren Tahun 2025 yang diikuti oleh Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Kalimanah, Imam Edi Siswanto dan Pujianto.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/2025/11/kolaborasi-lintas-ormas-150-peserta.html

Rakor ini digelar oleh Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga di Aula Andrawina Owabong, Purbalingga, Selasa (25/11/2025).

Usai mengikuti kegiatan, Imam Edi Siswanto mengabarkan bahwa rakor yang dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Khasani, tersebut bertujuan memperkuat proses pendataan sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pesantren di Kabupaten Purbalingga.


PP Tunas Ilmu Kedungwuluh. (Foto: Dok KUA Kalimanah)

Pujianto menambahkan, bahwa berikutnya adalah melakukan validasi data yang meliputi data Pondok Pesantren, Madin, TPQ, dan Majelis Taklim

Rakor validasi dan evaluasi data ini merupakan bagian dari agenda serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang dilaksanakan pada 24–30 November 2025.

Melalui pelaksanaan serentak tersebut, diharapkan tercipta standar pendataan pesantren yang seragam di seluruh wilayah, sehingga pembinaan pesantren dapat dilakukan secara lebih merata dan efektif.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto

Jumat, 21 November 2025

Penguatan Literasi Fikih Jenazah: PAI Kalimanah Latih TP PKK Kelurahan Karangmanyar


Para kader PKK saat praktik Pelatihan Pemulasaran Jenazah Tim Penggerak PKK Kelurahan Karangmanyar di Aula Balai Kelurahan Karangmanyar, Kamis (20/11/2025). (Foto: Zamroni Irham)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah kembali menggelar kegiatan penyuluhan dan pelatihan pemulasaraan jenazah sebagai penguatan literasi fikih jenazah bagi Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) di Aula Balai Kelurahan Karangmanyar, Kamis (20/11/2025) kemarin.

PAI KUA Kalimanah
, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut yakni, Pujianto, Mughofar, Moch. Agus Zaenal Abidin, Azizah Dwi Purba, dan Zamroni Irham. 

Penyampaian materi yang disertai praktik langsung ini, mulai dari proses memandikan hingga menshalatkan jenazah. Materi inti disampaikan oleh Pujianto, didampingi para penyuluh lainnya. 

Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah, Pujianto, saat mengisi Pelatihan Pemulasaran Jenazah Tim Penggerak PKK di Aula Balai Kelurahan Karangmanyar, Kamis (20/11/2025). (Foto: Moch. Agus Zaenal Abidin)

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/10/pai-kua-kalimanah-bekali-warga-desa.html

Usai pemaparan, peserta dibagi ke dalam tiga kelompok untuk melaksanakan praktik menggunakan alat peraga yang telah disiapkan. Kegiatan ini turut diselingi sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.

Suasana pelatihan tampak hidup dan penuh antusiasme. Para peserta sigap menyiapkan meja praktik, mengajukan berbagai pertanyaan, dan terlibat aktif dalam setiap tahapan simulasi. 

Kehebohan muncul ketika masing-masing kelompok menunjuk seorang anggota untuk berperan sebagai jenazah. Tawa dan canda mewarnai proses pengkafanan, bahkan beberapa peserta tampak mengabadikan dengan kamera ponsel sebagai dokumentasi kegiatan. 

Para peserta sigap menyiapkan meja praktik untuk Pelatihan Pemulasaran Jenazah Tim Penggerak PKK di Aula Balai Kelurahan Karangmanyar, Kamis (20/11/2025). (Foto: Zamroni Irham)

Pihak Kelurahan Karangmanyar menyambut baik penyelenggaraan pelatihan ini karena dinilai sangat bermanfaat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemulasaraan jenazah perempuan. 

Selama ini, petugas pemulasaraan yang tersedia di lingkungan masyarakat umumnya laki-laki, sehingga keberadaan kader perempuan yang memiliki kompetensi menjadi kebutuhan mendesak.

Plt. Lurah Karangmanyar, Irfan Noval, S.STP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan edukatif yang diikuti 30 peserta dari tiga RW tersebut.

Ia berharap, para kader PKK dapat mengatasi kendala terkait pemulasaraan jenazah perempuan yang selama ini menjadi persoalan di masyarakat. 

Dari Kiri, Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah, Zamroni Irham, Mughofar, Azizah Dwi Purba dan Pujianto, saat mengisi Pelatihan Pemulasaran Jenazah Tim Penggerak PKK di Aula Balai Kelurahan Karangmanyar, Kamis (20/11/2025). (Foto: Moch. Agus Zaenal Abidin)
 
Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Karangmanyar, Diana Asih Aprianti, turut menyampaikan apresiasi dan harapan serupa.  

“Terima kasih kepada para penyuluh yang telah hadir memberikan materi dan pendampingan praktik secara langsung. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, karena masih banyak hal di masyarakat Karangmanyar yang memerlukan sinergi antara kelurahan dan para penyuluh,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini memberikan nilai tambah bagi kegiatan PKK, sehingga tidak hanya diisi dengan agenda rutin seperti arisan.

Kegiatan penyuluhan dan pelatihan pemulasaraan jenazah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas kader PKK dalam memberikan layanan sosial keagamaan di tengah masyarakat serta memperkuat kolaborasi antara Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah dan Kelurahan Karangmanyar untuk mewujudkan pelayanan yang lebih optimal.(*)

Kontributor: Zamroni Irham

Editor: Editor: Imam Edi Siswanto

Rabu, 19 November 2025

#12 Kajian Kitab Nashoihul ‘Ibad: Memahami Tiga Maqolah tentang Keluhan, Hakikat Hidup, dan Akhlak

Pegawai KUA Kalimanah Purbalingga saat mengikuti kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 12 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (19/11/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)

Purbalingga-Kajian rutin Kitab Nashoihul edisi ke 12 Rabu pagi KUA Kalimanah Seperti biasa kajian dihantarkan oleh Staf KUA Kalimanah Amin Muakhor dan penjelasan makna serta kandungan Bab 2 Maqolah 1 oleh Staf KUA Kalimanah, Prayitno dan Bab 2 Maqolah 2 sampai 3 oleh PAI KUA Kalimanah Pujianto, Rabu (19/11/2025). 

Dalam penjelasanya, disampaikan simpulan umum tiga maqolah (Bab Tsulatsiy / Bab 3), yakni.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kajian%20Kitab 

Maqolah 1 – Tentang Keluhan, Ridho, dan Adab Hati
Maqolah ini menekankan tiga ajaran pokok:

1. Tidak pantas mengeluh kepada manusia tentang sempitnya rezeki
Siapa yang mengeluh kepada manusia tentang rezeki seakan mengeluh kepada Allah.
Keluhan yang benar hanya ditujukan kepada Allah karena ia termasuk bentuk doa.

2. Mengeluh tentang urusan dunia = tidak ridho kepada takdir Allah
Orang yang bangun pagi dalam keadaan sedih karena persoalan dunia berarti sedang marah kepada Allah, karena ia tidak ridho, tidak sabar, dan tidak mengakui qadha-qadar Allah.

3. Merendah kepada orang kaya karena hartanya merusak agama
Menghormati orang hanya karena kekayaannya menyebabkan hilangnya dua pertiga agama, sebab kemuliaan manusia seharusnya karena ilmu dan keshalihannya, bukan karena harta.

4. Prinsip hidup seorang mukmin
Menurut Syekh Abdul Qadir al-Jailani, seorang mukmin selalu berada dalam tiga keadaan:

Melaksanakan perintah Allah
Menjauhi larangan
Ridho terhadap takdir

Dan seorang mukmin seharusnya selalu membawa tiga hal ini dalam hati, ucapan, dan seluruh anggota tubuhnya. 

Pegawai KUA Kalimanah Purbalingga saat mengikuti kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 11 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (5/11/2025). (Foto: Rizal)
Maqolah 2 – Hakikat Kaya, Muda, dan Sehat
Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq menjelaskan tiga hal yang tidak dapat dicapai dengan tiga cara yang salah:

1. Kekayaan tidak didapat dengan angan-angan
Banyak berkhayal tidak membuat seseorang kaya; kekayaan datang dari pembagian Allah dan usaha yang benar.

2. Muda tidak diraih dengan mengecat rambut
Mengecat rambut tidak mengembalikan usia. Hakikat muda tidak terletak pada tampilan luar, tetapi pada kesehatan, amal, dan jiwa.

3. Kesehatan tidak semata-mata dari obat
Obat hanyalah sebab; kesembuhan hakiki berasal dari Allah.

Inti nilai maqolah:
Manusia harus realistis, tidak tertipu oleh penampilan, dan yakin bahwa segala hasil berasal dari kehendak Allah.

Maqolah 3 – Tiga Setengah Kebaikan: Akal, Ilmu, dan Ma’isyah
Dari Sayyidina Umar r.a., terdapat tiga sifat yang bernilai “setengah” dari tiga hal penting: 

1. Baik dalam bergaul (tawaddud/mudaroh) = setengah akal
Lemah lembut kepada manusia dianggap sedekah.
Contoh dari Nabi ﷺ:
– tidak pernah mencela makanan
– tidak membentak pembantu
– tidak memukul istri

Mudaroh adalah bersikap baik untuk menjaga agama (berbeda dengan mudahanah: bersikap manis demi keuntungan dunia).

2. Baik dalam bertanya = setengah ilmu
Ilmu diperoleh dengan bertanya.
Pertanyaan yang benar adalah jalan utama untuk memahami ilmu agama.

3. Baik dalam mengatur urusan = setengah penghidupan
Pengelolaan (tadbir) yang baik—yaitu menimbang akibat sebelum bertindak—adalah rahasia keberhasilan dalam mencari nafkah dan menjalani kehidupan.

Lebih jelasnya, melansir dari lilmuslimin.com, sebagai berikut.

Bab 3 Maqolah 1

الْمَقَالَةُ الْأُولَى (رُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنْ أَصْبَحَ) أَيْ دَخَلَ فِي وَقْتِ الصَّبَاحِ (وَهُوَ يَشْكُوْ) إِلَى النَّاسِ (ضِيْقَ الْمَعَاشِ فَكَأَنَّمَا يَشْكُوْ رَبَّهُ) وَالشِّكَايَةُ لَا تَلِيْقُ إلَّا إلَى اللّٰهِ، فَإِنَّهَا مِنْ جُمْلَةِ الدُّعَاءِ.

Maqolah yang pertama (Diriwayatkan dari Nabi ﷺ sesungguhnya Nabi ﷺ telah bersabda : Barang siapa masuk waktu subuh) Maksudnya masuk di waktu subuh (Dan ia mengeluh) Kepada manusia (Tentang kesempitan hidup maka seakan akan ia mengeluh kepada tuhannya) Sedangkan mengeluh tidaklah layak kecuali kepada Allah karena sesungguhnya mengeluh adalah sebagian dari jumlah doa.


أَمَّا الشِّكَايَةُ إلَى النَّاسِ فَهِيَ مِنْ عَلَامَاتِ عَدَمِ الرِّضَا بِقِسْمَةِ اللّٰهِ تَعَالَى لَهُ، كَمَا رُوِيَ عَنْ عَبْدِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَلَا أُعَلِّمُكُمُ الْكَلِمَاتِ الَّتِيْ تَكَلَّمَ بِهَا مُوْسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ حِيْنَ جَاوَزَ الْبَحْرَ مَعَ بَنِيْ إسْرَائِيْلَ؟"، فَقُلْنَا بَلَى يَا رَسُولَ اللّٰهِ ، قَالَ : قُوْلُوْا اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ. قَالَ الْأَعْمَشُ فَمَا تَرَكْتُهُنَّ مُنْذُ سَمِعْتُهُنَّ مِنْ شَقِيْقِيْ اَلْأَسَدِيِّ الْكُوْفِيِّ, وَهُوَ عَنْ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ.

Adapun mengeluh kepada manusia maka itu adalah tanda tidak adanya ridho terhadap bagian dari Allah Ta'ala untuknya. Sebagai mana telah diriwayatkan dari abdullah bin Mas'ud beliau berkata : Telah bersabda Rasulullahi :"Apakah tidak aku memberitahukan kepada kalian beberapa kalimat yang telah berkata dengan kalimat itu nabi musa alaihissalam ketika ia melintasi lautan bersama bani israil ?" Maka kami berkata tentu wahai Rasulullah, Rasulullah ﷺ bersabda : "Ucapkanlah oleh kalian Ya Allah hanya milikmu segala puji dan hanya kepadamulah tempat mengeluh dan kamu adalah yang dimintai pertolongan. Tiada daya dan tiada upaya kecuali dengan pertolongan Allah yang maha luhur dan agung." Telah berkata A'mas maka aku tidak pernah meninggalkan doa itu sejak aku mendengar kalimat itu dari saudara kandungku Asadi bangsa kufi, dan A'mas menerimanya dari Abdullah Radhiallahu Anhu.

قَالَ الْأَعْمَشُ أَتَانِي آتٍ فِى الْمَنَامِ فَقَالَ: يَا سُلَيْمَانُ زِدْ فِى هٰذِهِ الْكَلِمَاتِ وَنَسْتَعِيْنُكَ عَلَى فَسَادٍ فِيْنَا، وَنَسْأَلُكَ صَلَاحَ أَمْرِنَا كُلِّهِ.

Telah berkata A'mas telah datang kepadaku orang yang datang dalam mimpi kemudian ia berkata : Wahai Sulaiman tambahkanlah pada kalimat ini. Aku meminta pertolongan kepadamu atas kerusakan dalam diri kami, dan kami meminta kepadamu atas keperluan urusan kami semua seluruhnya.

(وَمَنْ أَصْبَحَ) أَيْ دَخَلَ فِى الصَّبَاحِ (لِأُمُوْرِ الدُّنْيَا حَزِينًا فَقَدْ أَصْبَحَ سَاخِطًا عَلَى اللّٰهِ) وَالْمَعْنَى مَنْ حَزِنَ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا فَقَدْ غَضِبَ عَلَى اللّٰهِ، لِأَنَّهُ لَمْ يَرْضَ بِقَضَاءِ اللّٰهِ وَلَمْ يَصْبِرْ عَلَى بَلَائِهِ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِقَدَرِهِ لِأَنَّ كُلَّ مَا وَقَعَ فِي الدُّنْيَا فَهُوَ بِقَضَاءِ اللّٰهِ تَعَالَى وَقَدَرِهِ (وَمَنْ تَوَاضَعَ لِغَنِيٍّ لِغِنَاهُ فَقَدْ ذَهَبَ ثُلُثَا دِيْنِهِ) أَيْ لِأَنَّ الشَّرِيْعَةَ أَنْ يَكُوْنَ تَعْظِيْمُ النَّاسِ لِأَجْلِ صَلَاحِهِ وَلِأَجْلِ عِلْمِهِ دُوْنَ التَّعْظِيْمِ لِأَجْلِ مَالِهِ، فَإِنَّ مَنْ أَكْرَمَ الْمَالَ أَهَانَ الْعِلْمَ وَالصَّلَاحَ.

(Dan barang siapa masuk waktu subuh) Maksudnya masuk di waktu subuh (Karena urusan dunia seraya mengeluh maka sungguh ia telah masuk waktu subuh seraya murka kepada Allah) Makna orang yang mengeluh atas urusan dunia maka sungguh ia telah murka kepada Allah, karena sesungguhnya ia tidak ridho atas qodho Allah dan ia tidak bersabar atas cobaannya dan ia tidak beriman atas kodarnya karena sesungguhnya setiap perkara yang terjadi di dunia maka setiap perkara yang terjadi itu sebab qodho dari Allah dan sebab qodar dari Allah (Dan barang siap merendah kepada orang kaya karena kekayaan orang itu maka sungguh telah hilang dua pertiga agamanya) Maksudnya karena sesungguhnya syariat itu mengagungkan manusia karena kesholehannya dan karena keilmuannya bukan mengagungkan karena hartanya. Sungguh orang yang memuliakan harta ia telah merendahkan ilmu dan kesholehan.

قَالَ سَيِّدِيْ عَبْدُ الْقَادِرِ الْجِيلَانِيُّ قَدَّسَ اللّٰهُ سِرَّهُ: لَا بُدَّ لِكُلِّ مُؤْمِنٍ فِي سَائِرِ أَحْوَالِهِ مِنْ ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ أَمْرٍ يَمْتَثِلُهُ وَنَهْيٍ يَجْتَنِبُهُ وَقَدَرٍ يَرْضَى بِهِ، فَأَقَلُّ حَالَاتِ الْمُؤْمِنِ لَا يَخْلُوْ فِيْهَا مِنْ أَحَدِ هَذِهِ الْأَشْيَاءِ الثَّلَاثَةِ، فَيَنْبَغِي لَهُ أَنْ يُلْزِمَ هَمَّهَا قَلْبَهُ وَيُحَدِّثَ بِهَا نَفْسَهُ وَيَأْخُذَ الْجَوَارِحَ بِهَا فِي سَائِرِ أَحْوَالِهِ اهْ.

Telah berkata tuanku Abdul Qodir Al-Jailani Qoddasallahu Sirrohu: Tidak boleh tidak bagi setiap orang mu'min dalam setiap keadaannya dari tiga perkara: Yang pertama perintah yang ia melaksanakannya yang kedua larangan yang ia menjauhinya yang ketiga qodar yang ia ridho padanya. Maka paling sedikit keadaan orang mu'min adalah tidak kosong dalam keadaan itu salah satu dari tiga perkara ini, maka penting bagi orang mu'min mengharuskan dirinya mementingkan tiga perkara ini ke dalam hatinya dan membisikkan tentang tiga perkara ini ke dalam hatinya dan membawa anggota badan bersama tiga perkara ini dalam setiap keadaannya.

Bab 3 Maqolah 2

(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّانِيَةُ (عَنْ أَبِيْ بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ: ثَلَاثٌ لَا تُدْرَكُ بِثَلَاثٍ) أَيْ ثَلَاثُ خِصَالٍ لَا تُطْلَبُ بِثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ (اَلْغِنَى بِالْمُنَى) بِضَمِّ الْمِيْمِ جَمْعُ مُنْيَةٍ، أَيْ فَلَا يَحْصُلُ الْغِنَى بِالْأَمَانِى بَلْ بِالْقِسْمَةِ مِنَ اللّٰهِ تَعَالَى (وَالشَّبَابُ بِالْخِضَابِ) فَلَا يَحْصُلُ الشَّبَابُ بِخِضَابِ الشَّعْرِ بِالْحِنَّاءِ وَنَحْوِهِ (وَالصِّحَّةُ بِالْأَدْوِيَةِ) فَلَا تَحْصُلُ الصِّحَّةُ بِنَفْسِ الْأَدْوِيَةِ بَلْ بِشِفَاءِ اللّٰهِ تَعَالَى.

Maqolah yang ke dua (Dari Abu Bakar As-Siddiq Radhiallahu Anhu: Tiga perkara yang tidak bisa dicapai dengan tiga perkara) Maksudnya tiga perkara yang tidak bisa dicari dengan tiga perkara (Yang pertama kaya dengan cara melamun) Dengan mendhommahkan huruf mim, lafad مُنَى adalah jamak dari lafad مُنْيَةٌ. Maksudnya maka tidak akan bisa hasil kekayaan dengan cara melamun akan tetapi bisa hasilnya kekayaan sebab ada bagian dari Allah ta'ala (Yang kedua muda dengan mewarnai rambut) Maka tidak akan bisa hasil muda dengan cara menyemir rambut menggunakan hena dan semisalnya (Yang ketiga sehat dengan obat-obatan) Maka tidak akan bisa hasil kesehatan dengan dzat obat-obatan akan tetapi bisa hasilnya kesehatan itu sebab kesembuhan dari Allah Ta'ala.

Bab 3 Maqolah 3

(وَ) الْمَقَالَةُ الثَّالِثَةُ (عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: حُسْنُ التَّوَدُّدِ) أَيْ الْمَحَبَّةِ (إِلَى النَّاسِ نِصْفُ الْعَقْلِ) كَمَا رَوَى ابْنُ حِبَّانَ وَالطَّبَرَانِيُّ وَالْبَيْهَقَىُّ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "مُدَارَاةُ النَّاسِ صَدَقَةٌ" أَيْ مُلَاطَفَةُ النَّاسِ بِالْقَوْلِ وَالْفِعْلِ يُثَابُ عَلَيْهَا ثَوَابَ الصَّدَقَةِ، وَكَانَ مِنْ مُدَارَتِهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ لَا يَذُمُّ طَعَامًا وَلَا يَنْهَرُ خَادِمًا وَلَا يَضْرِبُ امْرَأَةً. وَالْمُدَارَاةُ هِيَ تَرْكُ الدُّنْيَا لِأَجْلِ الدِّينِ عَكْسُ الْمُدَاهَنَةِ (وَحُسْنُ السُّؤَالِ) أَيْ لِلْعُلَمَاءِ (نِصْفُ الْعِلْمِ) لِأَنَّ الْعِلْمَ يَحْصُلُ بِهِ (وَحُسْنُ التَّدْبِيرِ) أَيْ إِجْرَاءُ الْأُمُورِ عَلَى عِلْمِ الْعَوَاقِبِ (نِصْفُ الْمَعِيشَةِ) وَهِيَ مَكْسَبُ الْإِنْسَانِ الَّذِي يَعِيشُ بِسَبَبِهِ.

Maqolah yang ke tiga (Dari Umar Radhiallahu Anhu: Baiknya rasa sayang) Maksudnya cinta (Kepada manusia adalah setengah dari aqal) Sebagaimana telah meriwayatkan Imam Ibnu Hibban dan Imam Thobroni dan Imam Al-Baihaqi dari Jabir bin Abdullah sesungguhnya Nabi ﷺ telah bersabda: "lemah lembut kepada manusia adalah sodaqoh" Maksudnya lemah lembut kepada manusia dengan ucapan dan perbuatan akan diberipahala pada orang yang lemah lembut dengan pahala sodaqoh, dan ada dari sebagian sifat lemah lembutnya Nabi ﷺ sesungguhnya Nabi tidak pernah mencela pada makanan dan tidak pernah menyentak kepada pembantu dan tidak pernah memukul kepada istri. Mudaroh adalah meninggalkan dunia karena agama kebalikan dari mudahanah (Dan baiknya bertanya) Maksudnya kepada Ulama (Adalah setengah dari Ilmu) Karena sesungguhnya ilmu itu akan hasil sebab bertanya (Dan baiknya mengelola) Maksudnya mengelola setiap perkara karena mengetahui akibatnya (Adalah setengah dari ma'isyah) Ma'isyah adalah pekerjaan manusia yang ia bisa hidup sebab pekerjaannya.

Source: https://lilmuslimin.com/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-bab-3/
Editor: Imam Edi Siswanto 

 


Rabu, 12 November 2025

Penyuluh Sahabat Madrasah: PAI KUA Kalimanah Perkuat Pendidikan Keagamaan Siswa

PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat menyampaikan materi dasar bahasa arab di MIM Blater, Senin (10/11/2025) lalu.(Foto: MA Zaenal Abidin)

Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan di empat madrasah di wilayah Kecamatan Kalimanah, pada Senin dan Rabu (10 dan 12 November 2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program baru bertajuk “Penyuluh Sahabat Madrasah Peduli Pendidikan (PSM-Peduli Pendidikan)”, hasil kolaborasi antara PAI KUA Kalimanah dan Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKKM) Kecamatan Kalimanah. 

BACA: 

1. https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/10/program-berdampak-tingkatkan-mutu-dan.html
2. https://kuakalimanah.blogspot.com/2025/10/uraian-singkat-dampak-nyata-program.html

Program ini disepakati dalam rapat koordinasi yang digelar pada Selasa, 7 September 2025 lalu, sebagai bentuk sinergi antara penyuluh agama dan lembaga pendidikan madrasah dalam memperkuat pembinaan karakter serta meningkatkan kemampuan dasar keagamaan siswa.

PAI KUA Kalimanah, Moch. Agus Zaenal Abidin, saat menyampaikan materi bahasa arab di MIM Grecol, Rabu (12/11/2025). (Foto: MA Zaenal Abidin)

Salah satu PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, menjelaskan bahwa materi pembelajaran disesuaikan dengan kemampuan siswa di masing-masing madrasah, khususnya dalam pelajaran bahasa Arab.

“Materi kami arahkan agar sesuai dengan tingkat kemampuan anak, terutama dalam memahami, melafalkan, dan menulis huruf hijaiyyah dengan baik dan benar,” ungkapnya saat berbincang dengan guru kelas 6 MI Muhammadiyah Rabak, Senin (10/11/2025) lalu. 

PAI KUA Kalimanah, Mughofar, saat menyampaikan materi bahasa arab di MIM Kalikabong, Rabu (12/11/2025).(Foto: Zamroni Irham)

Menurutnya, target kegiatan ini sederhana tetapi berdampak langsung bagi siswa, terutama dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kemampuan membaca teks Arab.

“Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab. Ia adalah sumber ilmu, petunjuk, dan hukum Islam. Maka sangat ironis bila umat Islam tidak memahami pentingnya bisa membaca teks Arab, khususnya Al-Qur’an,” tegasnya.

Selain materi bahasa Arab, kegiatan penyuluhan juga mencakup Tahsin, Aqidah Akhlak, Qur’an Hadis, serta penguatan karakter siswa. .

PAI KUA Kalimanah, Zamroni Irham, saat menyampaikan materi bahasa arab di MIM Kalikabong, Rabu (12/11/2025).(Foto: Mughofar)

Selama periode November hingga Desember 2025, para Penyuluh Agama Islam dari KUA Kalimanah dijadwalkan untuk berkeliling ke berbagai madrasah, membawa semangat kolaborasi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan keagamaan di tingkat dasar.

Berikut, jadwal dan nama PAI KUA Kalimanah selama bulan November sampai Desember 2025. 

Senin

MIM Jompo

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Rabak

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIMA Rabak

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

Rabu

MIMA Blater

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Grecol

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIM Kalikabong

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

Jum'at

MIM Babakan 1

Pujianto dan Azizah Dwi Purba

Bahasa Arab

MIM Babakan 2

Imam Edi Siswanto dan Moch. Agus Zaenal Abidin

Bahasa Arab

MIM Kalimanah Wetan

Mughofar dan Zamroni Irham

Bahasa Arab

PAI KUA Kalimanah, Pujianto, saat menyampaikan materi bahasa arab di MI Maarif Blater, Rabu (12/11/2025).(Foto: Istimewa)

Sebagai informasi: Untuk jadwal dan materi berikutnya, insyaallah akan dipublikasikan pada kesempatan mendatang.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto

#19 Kaya Tanpa Harta, Kuat Tanpa Pasukan: Rahasia Hidup Mulia Menurut Ulama Salaf

Suasana kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 19 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (14/1/2026). (Foto: Im...