Kamis, 08 Oktober 2026

Bimwin: Sabar dan Shalat Sebagai Penolong Keluarga Sakinah

Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, saat melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) pada calon pengantin di Balai KUA Kalimanah, Rabu (7/10/2026). (Foto: Moch. Agus ZA)

SABAR, SHALAT DAN MU‘ASYARAH BIL-MA‘RUF
(Penolong dan Penjaga dalam Membangun Keluarga Sakinah)
Oleh: Imam Edi Siswanto, SAg, MH

A. Pernikahan adalah Ibadah dan Perjalanan Bersama
Pernikahan bukan hanya menyatukan dua orang, tetapi juga menyatukan dua karakter, dua kebiasaan, dua latar belakang keluarga dan dua cara berpikir. Karena itu, kehidupan rumah tangga pasti memiliki tantangan dan perbedaan. 
 
BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Imam%20Edi%20Siswanto

Keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang tidak pernah memiliki masalah, tetapi keluarga yang mampu menghadapi masalah dengan iman, kesabaran, komunikasi dan sikap saling menghargai. Allah SWT berfirman:

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153).

B. Sabar sebagai Penjaga Rumah Tangga
Sabar bukan berarti pasrah atau membiarkan diri diperlakukan tidak baik. Sabar adalah kemampuan mengendalikan diri agar tidak menyelesaikan persoalan dengan cara yang salah.

Dalam rumah tangga, sabar berarti:
· mampu menahan emosi ketika terjadi perbedaan pendapat;
· tidak mudah mengucapkan kata-kata yang menyakiti pasangan;
· bersedia mendengarkan sebelum menyimpulkan;
· sabar menghadapi kesulitan ekonomi dan persoalan keluarga;
· tidak menjadikan kekurangan pasangan sebagai bahan untuk merendahkan.

Ketika emosi sedang tinggi, jangan mengambil keputusan besar. Tenangkan hati, berwudhu, shalat, kemudian bicarakan masalah dengan kepala yang dingin.

C. Shalat sebagai Penolong dan Penjaga
Shalat adalah hubungan langsung seorang hamba dengan Allah SWT. Karena itu, pasangan suami istri harus saling menguatkan dalam menjaga shalat. Allah SWT berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

“Perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha: 132).

Jadikan rumah sebagai tempat tumbuhnya ketaatan: saling mengingatkan shalat, berdoa bersama, membaca Al-Qur'an dan membiasakan menyelesaikan persoalan dengan kembali kepada Allah.

D. Mu‘asyarah bil-Ma‘ruf: Memperlakukan Pasangan dengan Cara yang Baik

Allah SWT berfirman:

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” (QS. An-Nisa: 19).

Inilah prinsip mu‘asyarah bil-ma‘ruf, yaitu menjalani kehidupan bersama pasangan dengan cara yang baik, patut, penuh penghormatan dan sesuai dengan tuntunan agama.

Mu‘asyarah bil-ma‘ruf bukan hanya kewajiban suami kepada istri, tetapi semangat yang harus dibangun oleh kedua belah pihak.

Bentuknya antara lain:
1. Saling menghormati
Jangan merendahkan pasangan, baik di rumah maupun di hadapan orang lain.

2. Saling menjaga ucapan
Perkataan dapat menjadi obat, tetapi juga dapat menjadi luka yang bertahan lama. Hindari hinaan, cacian, ancaman dan membuka aib pasangan.

3. Saling memenuhi hak dan kewajiban
Suami dan istri memahami tanggung jawab masing-masing serta tidak hanya menuntut hak, tetapi juga berusaha menunaikan kewajibannya.

4. Saling menjaga kehormatan dan kesetiaan
Jangan membuka ruang bagi pihak ketiga yang dapat merusak kepercayaan dalam rumah tangga.

5. Saling membantu dan bermusyawarah
Pekerjaan rumah, pengasuhan anak dan persoalan keluarga bukan sekadar urusan salah satu pihak. Bangun kerja sama dan komunikasi.

6. Saling menerima kekurangan
Pasangan bukan manusia sempurna. Jangan hanya melihat kekurangannya, tetapi ingatlah kebaikan dan perjuangan yang telah diberikan.

E. Tiga Kekuatan untuk Keluarga Sakinah
Calon pengantin perlu membangun tiga kekuatan dalam rumah tangga:
SABAR ketika menghadapi ujian.
SHALAT ketika membutuhkan pertolongan Allah.
MU‘ASYARAH BIL-MA‘RUF ketika memperlakukan pasangan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiganya saling melengkapi. Sabar menjaga emosi, shalat menjaga hubungan dengan Allah, dan mu‘asyarah bil-ma‘ruf menjaga hubungan dengan pasangan.

Pesan untuk Calon Pengantin
Jangan membangun rumah tangga hanya dengan modal cinta. Bangunlah dengan iman, ilmu, kesabaran, komunikasi dan akhlak yang baik.

Ketika bahagia, bersyukurlah bersama.
Ketika menghadapi masalah, bersabarlah bersama.
Ketika hati gelisah, kembalilah kepada Allah melalui shalat dan doa.
Dan dalam setiap keadaan, perlakukan pasangan dengan mu‘asyarah bil-ma‘ruf.

Keluarga sakinah bukan keluarga tanpa masalah, tetapi keluarga yang tahu bagaimana menyelesaikan masalah tanpa kehilangan cinta, kehormatan dan ketakwaan kepada Allah SWT.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KUA Kalimanah: Sambut Hari Santri Nasional dan Perkuat Komitmen WBBM dengan Doa Bersama dan Khotmil Qur’an

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalimanah, Drs. H. Kholidin, MSI, bersama staf dan pegawai mengikuti kegiatan doa bersama dan kho...