Rabu, 31 Desember 2025

#17 Pelajaran Penting dari Maqolah 16–20 Kitab Nashoihul ‘Ibad

Suasana kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 17 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (31/12/2025). (Foto: Riza Nur Ahmadi)

Purbalingga – Kajian rutin Kitab Nashoihul ‘Ibad edisi ke-17 kembali digelar pada Rabu pagi di KUA Kalimanah. Seperti biasa, acara diawali dengan pembacaan teks dan penjelasanya oleh Staf KUA Kalimanah, Prayitno atau Ibrahim dan penjelasan oleh Amin Muakhor, Rabu (31/12/2025).

Berikut ringkasan Maqolah 16–20 Kitab Nashoihul ‘Ibad Bab 3 secara ringkas, runtut, dan mudah dipahami, tanpa mengurangi makna pokoknya:

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kajian%20Kitab

Maqolah 16 – Cinta dan Harap kepada Allah

Seorang hamba hendaknya selalu menggantungkan harapannya kepada rahmat Allah. Meskipun memiliki dosa dan kekurangan, ia tetap berharap pada ampunan dan kemurahan Allah. Bahkan jika harus diuji dengan siksa, cinta kepada Allah tetap tidak berubah. Ini menunjukkan kedalaman cinta dan pengharapan seorang hamba kepada Rabb-nya.

Maqolah 17 – Hakikat Kebahagiaan

Orang yang paling bahagia adalah:

  • Memiliki hati yang sadar akan kehadiran Allah,
  • Tubuh yang sabar dalam ketaatan dan ujian,
  • Hati yang qana’ah, ridha dengan ketentuan Allah.

Kebahagiaan sejati bukan pada harta atau kedudukan, melainkan pada ketenangan hati dan kedekatan kepada Allah.

Maqolah 18 – Penyebab Kebinasaan Manusia

Kebinasaan umat terdahulu disebabkan oleh tiga hal:

  1. Banyak bicara yang tidak bermanfaat,
  2. Makan berlebihan,
  3. Tidur berlebihan.

Semua itu melemahkan ruhani dan menjauhkan dari ketaatan kepada Allah.

Maqolah 19 – Persiapan Menuju Akhirat

Orang yang beruntung adalah yang:

  • Meninggalkan cinta dunia sebelum dunia meninggalkannya,
  • Menggunakan hartanya untuk kebaikan,
  • Mempersiapkan bekal akhirat sebelum datang kematian,
  • Meraih ridha Allah dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Maqolah 20 – Jalan Hidup Para Wali Allah

Ciri orang yang mengikuti jalan Allah dan para wali-Nya adalah:

  • Menjaga rahasia dan amanah,
  • Mampu bergaul dengan baik dan bijaksana,
  • Sabar terhadap gangguan manusia,
  • Memperbaiki hubungan dengan Allah agar hubungan dengan manusia ikut baik.

Siapa yang ikhlas memperbaiki batinnya, maka Allah akan memperindah lahiriahnya dan mencukupkan urusannya.

Kesimpulan Singkat

Maqolah 16–20 mengajarkan bahwa kedekatan kepada Allah lahir dari cinta, kesabaran, kesederhanaan, pengendalian diri, dan keikhlasan. Barang siapa menjaga hubungannya dengan Allah, maka Allah akan menjaga hidupnya di dunia dan akhirat.

Berikut terjemahan Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 16 - 20

 الْمَقَالَةُ السَّادِسَةَ عَشْرَةَ (عَنْ أَبِي سُلَيْمَانَ الدَّارَانِيِّ) عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَطِيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَدَارَانِ قَرْيَةٌ مِنْ قُرَى دِمَشْقَ، مَاتَ سَنَةَ خَمْسَ عَشْرَةَ وَمِائَتَيْنِ (أَنَّهُ قَالَ فِي الْمُنَاجَاةِ:) مَعَ اللَّهِ تَعَالَى (إلَهِيْ لَئِنْ طَالَبْتَنِيْ بِذَنْبِيْ لَأَطْلُبَنَّكَ بِعَفْوِكَ) لِأَنَّ مَغْفِرَتَكَ أَوْسَعُ مِنْ ذُنُوبِيْ (وَلَئِنْ طَالَبْتَنِيْ بِبُخْلِيْ) بِمَنْعِ الْوَاجِبِ أَوْ مَنْعِ السَّائِلِ مِمَّا فَضَلَ عِنْدِيْ (لَأَطْلُبَنَّكَ بِسَخَائِكَ) أَيْ بِكَرَمِكَ (وَلَئِنْ أَدْخَلْتَنِيْ النَّارَ لَأَخْبَرْتُ أَهْلَ النَّارِ بِأَنِّيْ أُحِبُّكَ).

Maqolah yang ke enam belas (Dari Abu Sulaiman Ad-Daroni) Abdur Rahman bin Atiyyah Radhiallahu Anhu, Istilah daroni adalah satu desa dari sebagian desa desa damasqus, beliau wafat pada tahun 215 H (Sesungguhnya ia telah berkata dalam munajatnya:) Bersama Allah Ta'ala (Wahai tuhanku jika engkau menuntut padaku atas dosaku pasti aku akan menuntut padamu atas ampunanmu) Karena sesunguhnya ampunanmu lebih luas dibandingkan dengan dosa-dosaku (Dan jika engkau menuntut padaku atas sifat pelitku) Dengan menahan kewajiban atau mencegah dari orang yang meminta-minta dari apa yang telah engkau anugrahkan kepadaku (Pasti aku akan menuntut padamu atas sifat kedermawananmu) Maksudnya atas sifat pemurahmu (Dan jika engkau memasukkanku ke dalam neraka pasti aku akan mengabarkan pada penduduk neraka bahwa sungguh aku cinta padamu).

Bab 3 Maqolah 17

 الْمَقَالَةُ السَّابِعَةَ عَشْرَةَ (قِيلَ: أَسْعَدُ النَّاسِ مَنْ لَهُ قَلْبٌ عَالِمٌ) بِأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى مَعَهُ فِي أَيِّ مَوْضِعٍ كَانَ (وَبَدَنٌ صَابِرٌ) عَلَى الطَّاعَاتِ وَالْمَرَازِي (وَقَنَاعَةٌ) أَيْ رِضًا (بِمَا فِي الْيَدِ) مِنْ قِسْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى وَسُكُونِ الْقَلْبِ عِنْدَ عَدَمِ الْمَأْلُوفَاتِ.

Maqolah yang ke tujuh belas (Dikatakan: Paling bahagianya manusia adalah orang yang memiliki hati yang alim) Karena sesungguhnya Allah Ta'ala bersamanya di tempat manapun ia berada (Dan badan yang sabar) Atas ketaatan dan kebaktian (Dan qona'ah) Maksudnya ridho (Atas perkara yang ada pada tangan) Yakni bagian dari Allah Ta'ala dan tenangnya hati ketika tidak ada orang yang dikenal.

Bab 3 Maqolah 18

 الْمَقَالَةُ الثَّامِنَةَ عَشْرَةَ (عَنْ إِبْرَاهِيمَ النَّخَعِيِّ) رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ (إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ هَلَكَ قَبْلَكُمْ) مِنَ الْأُمَمِ (بِثَلَاثِ خِصَالٍ: بِفُضُولِ الْكَلَامِ) وَهُوَ مَا لَا خَيْرَ فِيهِ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا (وَفُضُولِ الطَّعَامِ) وَهُوَ مَا لَا يُعِينُهُ عَلَى الدِّينِ (وَفُضُولِ الْمَنَامِ) وَهُوَ مَا لَا يَنْفَعُهُ فِي الدِّينِ.

Maqolah yang ke delapan belas (Dari Ibrohim An-Nakho'i) Radhiallahu Anhu (Sesungguhnya celaka pada orang yang celaka sebelum kalian) Dari umat-umat (Hanya sebab tiga perkara: Sebab berlebihan berbicara) Yaitu ucapan yang tidak ada kebaikan di dalamnya tentang agama dan dunia (Dan berlebihan makan) Yaitu makanan yang tidak menolongnya pada agama (Dan berlebihan tidur) Yaitu tidur yang tidak memberi manfaat untuk agama.

Bab 3 Maqolah 19

 الْمَقَالَةُ التَّاسِعَةَ عَشْرَةَ (عَنْ يَحْيَى بْنِ مُعَاذٍ الرَّازِيّ) الْوَاعِظُ لَهُ لِسَانٌ فِي الرَّجَاءِ خُصُوصًا وَكَلَامٌ فِي الْمَعْرِفَةِ، خَرَجَ إِلَى بَلْخٍ وَأَقَامَ بِهَا مُدَّةً وَرَجَعَ إِلَى نَيْسَابُورَ وَمَاتَ بِهَا سَنَةَ ثَمَانٍ وَخَمْسِينَ وَمِائَتَيْنِ (طُوبَى لِمَنْ تَرَكَ الدُّنْيَا قَبْلَ أَنْ تَتْرُكَهُ) أَيْ الْخَيْرُ الْكَثِيرُ لِمَنْ صَرَفَ أَمْوَالَهُ فِي أَنْوَاعِ الْبِرِّ قَبْلَ ذَهَابِهَا عَنْهُ (وَبَنَى قَبْرَهُ قَبْلَ أَنْ يَدْخُلَهُ) بِأَنْ عَمِلَ مَا فِيهِ تَوْنِيْسٌ فِي الْقَبْرِ (وَأَرْضَى رَبَّهُ) بِامْتِثَالِ أَمْرِهِ وَاجْتِنَابِ نَهْيِهِ (قَبْلَ أَنْ يَلْقَاهُ) بِالْمَوْتِ.

Maqolah yang ke sembilan belas (Dari Yahya bin Mu'ad Ar-Razi) Seorang pepatah yang memiliki bahasa pasih dalam masalah roja khususnya dan perkataan dalam masalah kema'rifatan. Beliau keluar menuju daerah Balkh dan bermukim di daerah Balkh pada satu masa dan kembali ke daerah Naisabur dan mati di daerah Naisabur pada tahun 258 H (Kebahagiaan bagi orang yang meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkannya) Maksudnya kebaikan yang banyak bagi orang yang mentasorufkan hartanya dalam warna kebaikan sebelum hilang harta itu darinya (Dan membangun kuburannya sebelum ia masuk ke dalam kubur) Dengan mengamalkan perkara yang didalamnya ada kesenangan di alam qubur (Dan ridho kepada Rabbnya) Dengan melaksanakan perintahnya dan menjauhi larangannya (Sebelum ia bertemu dengannya) Sebab mati.

Bab 3 Maqolah 20

الْمَقَالَةُ الْعِشْرُونَ (عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ) وَكَرَّمَ وَجْهَهُ (مَنْ لَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ سُنَّةُ اللَّهِ) أَيْ عَادَتُهُ (وَسُنَّةُ رَسُولِهِ) أَيْ شَأْنُهُ (وَسُنَّةُ أَوْلِيَائِهِ) أَيْ أَمْرُهُمْ (فَلَيْسَ فِي يَدِهِ شَيْءٌ) أَيْ فَلَيْسَ لَهُ شَيْءٌ يُعْتَدُّ بِهِ (قِيلَ لَهُ - أَيْ لِعَلِيٍّ - مَا سُنَّةُ اللَّهِ؟ قَالَ:) أَيْ عَلَيٌّ (كِتْمَانُ السِّرِّ) وَهُوَ مَا أَخْفَاهُ النَّاسُ مِنَ الْحَدِيثِ عِنْدَ شَخْصٍ فَكِتْمَانُ السِّرِّ وَاجِبٌ (وَقِيلَ: مَا سُنَّةُ الرَّسُولِ؟ قَالَ: الْمُدَارَاةُ بَيْنَ النَّاسِ) كَمَا قَالَ بَعْضُهُمْ:

Maqolah yang ke dua puluh (Dari Ali Radhiallahu Anhu) Wakarroma Wajhahu (Barang siapa yang tidak ada padanya sunnatullah) Maksudnya kebiasaan Allah (Dan sunnah Rasulnya) Maksudnya urusan rasulullah (Dan sunnah wali-wali Allah) Maksudnya urusan wali-wali Allah (Maka tidak ada pada tangannya apapun) Maksudnya tidak ada baginya sesuatu yang dianggap atasnya (Dikatakan padanya - Maksudnya pada Ali - Apa Sunnatullah ? Ia berkata) Maksudnya Ali (Menyimpan rahasia) Rahasia adalah perkara yang telah menyembunyikan padanya manusia dari perakara yang datang dari seseorang maka menyembunyikan rahasia adalah wajib (Dan dikatakan: Apa sunnah Rasul ? Ia berkata: Beradaptasi di antara manusisa) Sebagaimana telah berkata sebagian ulama:

وَأَرْضِهِمْ مَا دُمْتْ فِي أَرْضِهِمْ * وَدَارِهِمْ مَا دُمْتَ فِي دَارِهِمْ
Dan kamu harus beradaptasi dengan manusia selama kamu masih berada di kampung halaman mereka * Dan kamu harus ridho kepada manusia selama kamu masi berada di tanah mereka

(وَقِيلَ: مَا سُنَّةُ أَوْلِيَائِهِ؟ قَالَ: اِحْتِمَالُ الْأَذَى مِنَ النَّاسِ، وَكَانُوا مَنْ قَبْلَنَا) مِنَ الْأُمَمِ (يَتَوَاصَوْنَ) أَيْ يُوصِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا (بِثَلَاثِ خِصَالٍ وَيَتَكَاتَبُونَ بِهَا) أَيْ يُرْسِلُ بَعْضُهُمُ الْكِتَابَةَ بِتِلْكَ الثَّلَاثِ إِلَى بَعْضٍ، فَمَنْ بَدَلٌ مِنْ اِسْمِ كَانَ (مَنْ عَمِلَ) شَيْئًا مِنَ الْأَعْمَالِ (لِآخِرَتِهِ كَفَاهُ اللَّهُ أَمْرَ دِينِهِ وَدُنْيَاهُ) أَيْ فَهُوَ فِي حِفْظِ اللَّهِ تَعَالَى فِي جَمِيعِ أَحْوَالِهِ (وَمَنْ أَحْسَنَ سَرِيرَتَهُ) أَيْ ضَمِيرَ قَلْبِهِ (أَحْسَنَ اللَّهُ عَلَانِيَتَهُ) فَالظَّاهِرُ يَدُلُّ عَلَى الْبَاطِنِ (وَمَنْ أَصْلَحَ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ) بِأَنْ عَمِلَ عَمَلًا خَالِصًا مِنَ الرِّيَاءِ وَالْعُجْبِ وَالتَّسْمِيعِ (أَصْلَحَ اللَّهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّاسِ) فَمَنْ أَحَبَّهُ اللَّهُ تَعَالَى أَحَبَّهُ الْخَلْقُ.

(Dan dikatakan: Apa sunnah wali-wali Allah ? Ia berkata: Menanggung rasa sakit dari manusia, Dan ada wali wali Allah itu yaitu orang sebelum kita semua) Dari berbagai umat (Mereka saling memberikan wasiat) Maksudnya memberikan wasiat sebagian dari mereka kepada sebagian yang lainnya (Dengan tiga perkara dan mereka saling berkirim surat dengan tiga perkara itu) Maksudnya mengirim sebagian dari mereka sebuah tulisan dengan tiga perkara kepada sebagian yang lain. Lafadz مَنْ قَبْلَنَا adalah badal dari isim كَانَ (Barang siapa beramal) suatu perkara dari berbagai amal (Untuk akhiratnya maka Allah akan mencukupi urusan agama dan urusan dunianya) Maksudnya ia dalam penjeagaan Allah di dalam semua keadaan (Dan barang siapa yang membaguskan rahasianya) Maksudnya hati nuraninya (Maka pasti Allah akan membaguskan lahiriyahnya) Dzohir itu menunjukkan pada hal yang batin (Dan barang siapa yang memperbaiki perkara antara dirinya dan antara Allah) Dengan cara mengamalkan amalan yang murni dari sifat riya dan ujub dan sum'ah (Maka pasti Allah akan memperbaiki perkara antara dirinya dan manusia) Barang siapa yang cinta padanya Allah maka akan cinta kepadanya makhluk.

Sumber: https://lilmuslimin.com/terjemah-kitab-nashoihul-ibad-bab-3-maqolah-16-20/
Editor: Imam Edi Siswanto 

Rabu, 24 Desember 2025

Silaturahmi ke Kades, PAI KUA Kalimanah Tegaskan Peran Penyuluh Agama

Papan Nama Kantor Kepala Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Rabu (24/12/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Imam Edi Siswanto, melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Kepala Desa Klapasawit, Catur Sutanto, serta Kepala Desa Selabaya, Sukarman, Rabu (24/12/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di balai desa masing-masing sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara KUA, Penyuluh Agama Islam dan Pemerintah Desa (Pemdes) dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search?q=program

Dalam pertemuan tersebut, Imam Edi Siswanto menyampaikan secara komprehensif tugas pokok, fungsi, serta program-program Penyuluh Agama Islam KUA Kalimanah. Langkah ini dilakukan agar para pemangku kebijakan di tingkat desa memiliki pemahaman yang utuh mengenai peran strategis penyuluh agama sebagai ujung tombak Kementerian Agama di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa PAI memiliki tugas utama melaksanakan bimbingan dan penyuluhan agama Islam serta pembangunan masyarakat melalui pendekatan bahasa agama yang sejuk, moderat, dan solutif. Peran ini dijalankan tidak hanya dalam ruang ibadah, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan sosial kemasyarakatan.

BACA: https://iparipurbalingga.blogspot.com/search/label/IMAM%20EDI%20SISWANTO

Dalam kesempatan tersebut, Imam juga memaparkan empat fungsi utama Penyuluh Agama Islam.

Pertama, fungsi informatif, yakni menyampaikan informasi kebijakan dan program pemerintah di bidang keagamaan, moderasi beragama, serta isu-isu religiusitas aktual kepada masyarakat.

Kedua, fungsi edukatif, yaitu mendidik dan membimbing umat agar memahami ajaran Islam yang benar sesuai Al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus menanamkan nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, fungsi advokatif, di mana penyuluh berperan sebagai penengah, pelindung, dan pembela umat dari berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu akidah, ibadah, dan akhlak, serta menjaga keharmonisan antarumat beragama.

Keempat, fungsi konsultatif, yakni menjadi rujukan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan keagamaan, keluarga, dan sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

Papan Nama Kantor Kepala Desa Klapasawit, Kecamatan Kalimanah, Rabu (24/12/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto)
Selain itu, Imam juga menyampaikan berbagai program konkret yang selama ini dijalankan PAI KUA Kalimanah, antara lain pembinaan majelis taklim, pelatihan pemulasaran jenazah, tahsin Al-Qur’an, khutbah Jumat, pendataan lembaga keagamaan seperti ormas Islam, TPQ, madrasah diniyah, dan pondok pesantren.

Program lainnya meliputi pendataan tempat ibadah, wakaf, zakat, infak, dan sedekah, pembinaan lansia, pembinaan remaja termasuk pencegahan pernikahan dini, serta silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Selain menyampaikan tugas dan fungsi Penyuluh Agama Islam, Imam juga menegaskan kepada para kepala desa bahwa seluruh layanan di KUA Kalimanah adalah gratis atau nol rupiah.

Ia menjelaskan bahwa satu-satunya layanan yang dikenai biaya adalah nikah di luar kantor KUA, dengan tarif resmi sebesar Rp. 600.000 yang dibayarkan langsung melalui bank, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penegasan ini disampaikan untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada Pemerintah Desa dan masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya kesalahpahaman terkait layanan KUA.

Silaturahmi ini disambut baik oleh Kepala Desa Klapasawit dan Kepala Desa Selabaya. Keduanya menyampaikan apresiasi atas peran aktif Penyuluh Agama Islam dalam mendampingi masyarakat dan berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi terciptanya kehidupan beragama yang rukun, moderat, dan berdaya.

Melalui kegiatan ini, PAI KUA Kalimanah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah desa, sekaligus penggerak pembangunan berbasis nilai-nilai keagamaan, sejalan dengan visi Kementerian Agama Republik Indonesia dalam memperkuat moderasi beragama dan ketahanan sosial umat.(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto

#16 Mengapa Ilmu Tidak Selalu Membawa Kedekatan kepada Allah?

Staf KUA Kalimanah, Amin Muakhor (Kanan) saat mengantarkan kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 16 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (24/12/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)
Purbalingga – Kajian rutin Kitab Nashoihul ‘Ibad edisi ke-16 kembali digelar pada Rabu pagi di KUA Kalimanah. Seperti biasa, acara diawali dengan pembacaan teks dan penjelasanya oleh Staf KUA Kalimanah, Amin Muakhor, Rabu (24/12/2025).

Pada kesempatan ini, pembahasan memasuki Bab 3 Maqolah 13-15, berikut penjelasan singkatnya.Berikut ringkasan / sari dari Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 13–15: 


Berikut ringkasan isi Maqolah 13, 14, dan 15 Kitab Nashoihul ‘Ibad Bab 3 dengan bahasa singkat, runtut, dan mudah dipahami:

Ringkasan Maqolah 13
Hasan Al-Bashri rahimahullah menegaskan bahwa akhlak (adab), kesabaran, dan wara’ adalah pilar utama agama. 

  • Orang yang tidak beradab kepada Allah dan sesama manusia, maka ilmunya tidak bernilai.
  • Orang yang tidak sabar menghadapi musibah, gangguan manusia, serta beratnya menjauhi maksiat dan menjalankan kewajiban, maka agamanya tidak kokoh.
  • Orang yang tidak memiliki sikap wara’ (menjauhi yang haram dan syubhat), maka ia tidak memiliki kedudukan dan kedekatan di sisi Allah.

Intinya: Ilmu dan agama hanya bermakna jika dibarengi adab, kesabaran, dan kehati-hatian dalam hidup.

Ringkasan Maqolah 14
Seorang Nabi dari Bani Israil menasihati seorang pemuda pencari ilmu dengan tiga perkara inti yang mencakup ilmu dunia dan akhirat: 

  • Takut kepada Allah baik saat sendiri maupun di hadapan manusia.
  • Menjaga lisan, tidak membicarakan orang lain kecuali dengan kebaikan.
  • Memastikan kehalalan makanan, hanya memakan yang halal dan meninggalkan yang syubhat atau haram.

Nasihat ini begitu mendalam hingga pemuda tersebut merasa cukup dengan ilmu itu dan tidak melanjutkan perjalanan mencari ilmu.

Intinya: Hakikat ilmu terletak pada ketakwaan, akhlak lisan, dan kehalalan rezeki.

Ringkasan Maqolah 15
Dikisahkan seorang lelaki Bani Israil yang mengumpulkan 80 peti ilmu, namun tidak mendapatkan manfaat darinya. Allah menegaskan bahwa ilmu hanya bermanfaat jika diamalkan dengan tiga prinsip utama: Tidak mencintai dunia, karena dunia bukan tempat balasan bagi orang beriman.

Tidak mengikuti setan, karena setan bukan sahabat orang beriman.
Tidak menyakiti sesama, karena menyakiti bukan sifat orang beriman.

Intinya: Banyaknya ilmu tidak menjamin manfaat tanpa amal, zuhud, dan akhlak mulia.

Kesimpulan Umum
Ketiga maqolah ini menegaskan bahwa nilai ilmu dan agama bukan pada banyaknya pengetahuan, tetapi pada: 

  • Adab dan akhlak
  • Kesabaran dan ketakwaan
  • Kehalalan, wara’, dan pengamalan ilmu

Ilmu yang tidak membentuk akhlak dan amal hanya akan menjadi beban, bukan cahaya.

Suasana kajian rutin KUA Kalimanah setiap Rabu Pagi edisi ke 16 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (24/12/2025). (Foto: Azizah Dwi Purba)
Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 13

 الْمَقَالَةُ الثَّالِثَةَ عَشْرَةَ (عَنِ الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ) وَهُوَ مِنْ أَكَابِرِ التَّابِعِينَ (مَنْ لَا أَدَبَ لَهُ) مَعَ اللَّهِ تَعَالَى وَمَعَ الْخَلْقِ (لَا عِلْمَ لَهُ) يُعْتَدُّ بِهِ (وَمَنْ لَا صَبْرَ لَهُ) عَلَى تَحَمُّلِ الْبَلَايَا وَأَذَى الْخَلْقِ وَعَلَى مَشَقَّةِ اجْتِنَابِ الْمَعَاصِي وَعَلَى أَدَاءِ الْفَرَائِضِ (لَا دِينَ لَهُ) يُعْتَدُّ بِهِ (وَمَنْ لَا وَرَعَ لَهُ) عَنِ الْمَحَارِمِ وَالشُّبُهَاتِ (لَا زُلْفَى لَهُ) أَيْ لَا مَرْتَبَةَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا قُرْبَةَ لَهُ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى.

Maqolah yang ke tiga belas (Dari Hasan Al-Basri Radhiallahu Anhu) Beliau termasuk dari sebagian para pembesar tabiin (Barang siapa yang tidak ada adab pada dirinya) Bersama Allah dan bersama makhluk (Maka tidak ada ilmu baginya) Yang dianggap padanya (Dan barang siapa tidak ada kesabaran pada dirinya) Atas tanggungan berbagai musibah dan atas gangguan dari sesama makhluk dan atas beratnya menjauhi kemaksiatan dan atas beratnya melaksanakan kewajiban (Maka tidak ada agama baginya) Yang dianggap padanya (Dan barang siapa tidak ada kehati-hatian pada dirinya) Dari perkara haram dan syubhat (Maka tidak ada kedekatan pada allah baginya) Maksudnya tidak ada pangkat baginya di sisi Allah dan tidak ada kedekatan baginya dari Allah Ta'ala. 

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 14

 الْمَقَالَةُ الرَّابِعَةَ عَشْرَةَ (رُوِيَ أَنَّ رَجُلًا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ خَرَجَ إِلَى طَلَبِ الْعِلْمِ فَبَلَغَ ذَلِكَ نَبِيَّهُمْ) عَلَيْهِ السَّلَامُ (فَبَعَثَ إِلَيْهِ فَأَتَاهُ) عَلَيْهِ السَّلَامُ (فَقَالَ) عَلَيْهِ السَّلَامُ (لَهُ) أَيْ لِذَلِكَ الرَّجُلِ (يَا فَتَى إنِّي أَعِظُكَ بِثَلَاثِ خِصَالٍ فِيهَا عِلْمُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ) أَيْ يَكْفِيكَ ذَلِكَ (خَفِ اللَّهَ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ) أَيْ فِي حَالِ الْخَفَاءِ عَنِ النَّاسِ وَفِي حَالِ الظُّهُورِ عِنْدَهُمْ (وَأَمْسِكْ لِسَانَكَ عَنِ الْخَلْقِ لَا تَذْكُرْهُمْ إلَّا بِخَيْرٍ) كَمَا قَالُوا: مَنْ غَرْبَلَ النَّاسَ نَخْلُوهُ (وَانْظُرْ خُبْزَكَ الَّذِي تَأْكُلُهُ حَتَّى يَكُونَ) أَيْ ذَلِكَ الْخُبْزُ (مِنَ الْحَلَالِ) فَحِينَئِذٍ تَأْكُلُهُ وَإِلَّا فَلَا تَأْكُلْهُ (فَامْتَنَعَ الْفَتَى عَنِ الْخُرُوجِ) إِلَى بَلَدٍ آخَرَ لِطَلَبِ الْعِلْمِ.

Maqolah yang ke empat belas (Diriwayatkan sesungguhnya ada seorang lelaki dari Bani Israil yang keluar untuk mencari ilmu kemudian sampailah cerita itu kepada Nabi Bani Israil) Alaihimus Salam (Kemudian nabi mengutus kepadanya kemudian pemuda itu mendatangi Nabi) Alaihis Salam (Kemudian berkata) Alaihis Salam (Kepadanya) Maksudnya kepada pemuda itu (Wahai pemuda sesungguhnya aku akan memberikan pepatah kepadamu dengan tiga perkara yang didalamnya ada ilmu awal dan akhir) Maksudnya cukup untukmu ilmu itu (Takutlah kamu kepada Allah dalam keadaan rahasia maupun dalam keadaan ramai) Maksudnya dalam keadaan sepi dari manusia dan dalam keadaan nampak di sisi orang lain (Tahan lisanmu dari para manusai jangan menyebut-nyebut manusia kecuali dengan perkataan yang baik) Sebagaimana telah para ulama telah berkata : Barang siapa mencari-cari kesalahan manusia maka manusia akan mencari kesalahannya (Dan perhatikanlah tentang rotimu yang akan kamu makan sehingga terbukti) roti (Dari yang halal) ketika itu halal silahkan kamu memakannya dan jika tidak maka jangan kamu makan roti itu (Kemudian pemuda itu tercegah dari keluar) Menuju Negara lain untuk mencari ilmu. 

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 15

 الْمَقَالَةُ الْخَامِسَةَ عَشْرَةَ (رُوِيَ أَنَّ رَجُلًا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ جَمَعَ ثَمَانِينَ تَابُوتًا مِنَ الْعِلْمِ وَ) الْحَالُ أَنَّهُ (لَمْ يَنْتَفِعْ بِعِلْمِهِ، فَأَوْحَى اللَّهُ تَعَالَى إلَى نَبِيِّهِمْ) عَلَيْهِ السَّلَامُ (أَنْ) تَفْسِيرِيَّةٌ (قُلْ لِهَذَا الْجَامِعِ) لِتِلْكَ الْكُتُبِ (لَوْ جَمَعْتَ كَثِيرًا مِنَ الْعِلْمِ لَمْ يَنْفَعْكَ إلَّا أَنْ تَعْمَلَ بِثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: لَا تُحِبَّ الدُّنْيَا) أَيْ مَتَاعَهَا وَزُخْرُفَهَا (فَلَيْسَتْ بِدَارِ الْمُؤْمِنِينَ) الْفَاءُ لِلتَّعْلِيلِ، أَيْ لِأَنَّهَا لَيْسَتْ دَارَ جَزَاءٍ لِلْمُؤْمِنِينَ فَإِنَّ دَارَ ثَوَابِهِمْ الْجَنَّةُ (وَلَا تُصَاحِبِ الشَّيْطَانَ) بِأَنْ تُطِيعَ أَمْرَهُ بِمُخَالَفَةِ أَمْرِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ (فَلَيْسَ بِرَفِيقِ الْمُؤْمِنِينَ) أَيْ لِأَنَّ الشَّيْطَانَ لَيْسَ رَفِيقًا لَهُمْ (وَلَا تُؤْذِ أَحَدًا) مِنْ عِبَادِ اللَّهِ (فَلَيْسَ بِحِرْفَةِ الْمُؤْمِنِينَ) أَيْ لِأَنَّ الْإِيذَاءَ لَيْسَ صَنْعَتَهُمْ.

Maqolah yang ke lima belas (Diriwayatkan sesungguhnya ada seorang lelaki dari Bani Israil yang mengumpulkan 80 peti dari ilmu dan) keadaan lelaki itu sesungguhnya ia (Tidak menerima manfaat dengan ilmunya, kemudian Allah Ta'ala mewahyukan kepada Nabi Bani Israil) Alaihis Salam (Yakni) lafadz أَنْ pada kalimat ini bermakna tafsiriyah / penjelasan (Katakanlah kepada orang yang mengumpulkan ilmu ini) tentang buku-buku itu (Walaupun kamu mengumpulkan begitu banyak sebagian dari ilmu tidak akan bermanfaat ilmu itu kecuali kamu megamalkan tiga perkara: Kamu tidak mencintai dunia) Maksudnya pada kesenangan dunia dan hiasan dunia (Karena sesungguhnya dunia bukanlah tempat tinggal orang-orang mu'min) Huruf ف pada kalimat فَلَيْسَتْ itu bermakna litta'lil, Maksudnya karena sesungguhnya dunia bukanlah tempat balasan untuk orang orang mu'min karena sesungguhnya balasan orang-orang mu'min adalah Surga (Dan janganlah kamu bersahabat dengan Syaiton) Dengan mengikuti perintah Syaiton dan menyelisihi perintah dari Allah dan dari Rasulullah (Karena Syaitan itu bukanlah sahabat orang-orang mu'min) Maksudnya karena sesungguhnya Syaiton bukanlah sahabat bagi orang-orang mu'min (Dan janganlah kamu menyakiti satu orangpun) Dari hamba-hamba Allah (Karena menyakiti bukanlah pekerjaan orang-orang mu'min) Maksudnya karena sesungguhnya menyakiti bukanlah pekerjaan orang-orang mu'min.

Sumber: lilmuslimin
Editor: Imam Edi Siswanto

Selasa, 23 Desember 2025

Rakor KUA Kalimanah Tekankan Sinergi, Profesionalisme, dan Pelayanan Humanis

Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, MSI, saat memimpin rakor rutin di ruang Balai Nikah KUA Kalimanah, Selasa (23/12/2025). (Foto; Imam Edi Siswanto)
 
Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, MSI, pada Selasa, 23 Desember 2025. Rakor ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Kepala KUA menegaskan pentingnya saling koordinasi, keterbukaan informasi, dan kerja sama antarpegawai. Menurutnya, sinergi yang baik akan menciptakan suasana kerja yang harmonis dan berdampak langsung pada kualitas layanan publik.

Rakor juga membahas kesiapan menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru, terutama terkait penguatan pelayanan dan kewaspadaan dalam mendukung kondusivitas di tengah masyarakat. Seluruh jajaran diharapkan tetap siaga dan responsif sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
 
Suasana rakor rutin di ruang Balai Nikah KUA Kalimanah, Selasa (23/12/2025). (Foto; Rizal)
 
Aspek peningkatan kinerja pelayanan publik menjadi perhatian utama. Pelayanan di KUA harus dilakukan secara efektif, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Untuk itu, pelayanan real-time diminta tetap dijaga agar kebutuhan masyarakat dapat terlayani dengan cepat dan tepat.

Selain itu, Kepala KUA menekankan pentingnya kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dengan publik, baik saat memberikan pelayanan di kantor maupun ketika berinteraksi di masyarakat.

Komunikasi yang baik akan menciptakan kepercayaan dan citra positif lembaga.
Ia juga mengingatkan bahwa KUA merupakan wajah atau etalase Kementerian Agama, sehingga seluruh pegawai harus menjaga keteladanan, integritas, serta disiplin dalam pelayanan publik. Sikap ramah, wajah yang bahagia, dan senyum tulus saat melayani masyarakat dinilai sebagai bagian penting dari pelayanan prima.

Terkait tugas kepenyuluhan, jadwal kepenyuluhan wajib dipastikan terpasang dan dilaksanakan sesuai rencana. Laporan bulanan Penyuluh Agama Islam (PAI) juga akan terus dipantau sebagai bentuk monitoring dan evaluasi kinerja.

Dalam bidang layanan nikah, kembali ditegaskan sosialisasi biaya nikah, yakni nikah di luar kantor sebesar Rp. 600.000 yang dibayarkan melalui bank, sedangkan nikah di kantor KUA gratis atau Rp. 0. Informasi ini harus disampaikan secara jelas kepada masyarakat untuk mencegah kesalahpahaman.

Rakor turut menyampaikan informasi rotasi Kepala KUA dan pegawai yang telah bertugas di atas tiga tahun, serta penguatan monitoring pegawai guna menjaga profesionalitas dan kinerja.

Menjelang Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama, KUA Kalimanah juga akan mendukung program Launching Desa Sadar Wakaf sebagai bagian dari penguatan peran Kemenag di bidang pemberdayaan umat.

Terakhir, dibahas pula laporan hasil pendataan kelembagaan, meliputi organisasi kemasyarakatan (ormas), Madrasah Diniyah (Madin), TPQ, masjid, dan musala. Data ini menjadi penting sebagai dasar perencanaan program dan kebijakan ke depan.

Melalui Rakor ini, diharapkan seluruh jajaran KUA Kalimanah semakin solid, profesional, dan mampu menghadirkan pelayanan yang berkualitas, humanis, serta berintegritas bagi masyarakat.(*)
 
Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Senin, 22 Desember 2025

KUA Kalimanah Publikasikan Video Ekoteologi Dukung Eco Office dan Asta Protas Kemenag

Tangkapan layar video dokumenter pendek berjudul “Dari KUA Kalimanah untuk Bumi: Ekoteologi Menuju Kemenag Asri” dalam rangka menyemarakkan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kemenag Kabupaten Purbalingga, Senin (22/12/2025).

Purbalingga-Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, mempublikasikan video dokumenter pendek berjudul “Dari KUA Kalimanah untuk Bumi: Ekoteologi Menuju Kemenag Asri” dalam rangka menyemarakkan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kemenag Kabupaten Purbalingga, Senin (22/12/2025). 

Video tersebut telah diunggah melalui platform YouTube sebagai bagian dari Lomba Video Kreatif HAB ke-80 Kemenag RI tingkat Kabupaten Purbalingga. 

Lihat Videonya:  

https://www.youtube.com/watch?v=mKWXbNJxK5Y

https://www.instagram.com/reel/DSjxWNrkXu5/ 

https://www.tiktok.com/@kua.kalimanah/video/7586592514816183572?q=kua%20kalimanah&t=1766414765692 

Kepala KUA Kalimanah, Kholidin menegaskan bahwa video ini merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Protas Kementerian Agama RI, khususnya pada penguatan ekoteologi, layanan keagamaan berdampak, serta digitalisasi tata kelola melalui media kreatif. 

Video yang disutradarai oleh Imam Edi Siswanto ini mengusung konsep dokumenter–naratif dengan gaya hangat, inspiratif, dan sederhana.

Dijelaskan oleh Imam, bahwa kontennya menampilkan aktivitas nyata pegawai KUA Kalimanah dalam menerapkan prinsip Eco Office Zona Ramah Lingkungan, seperti penghematan energi, pemanfaatan cahaya alami, pemilahan sampah, serta penataan lingkungan kantor yang hijau dan asri. 

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kegiatan

Selain menampilkan praktik ramah lingkungan, video ini juga menguatkan pesan ekoteologi sebagai landasan spiritual dalam menjaga kelestarian alam. Melalui narasi reflektif disampaikan bahwa “Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama menjadi momentum untuk bergerak bersama, menjaga bumi sebagai amanah Tuhan.”

Pesan tersebut diperkuat dengan nilai ajaran Islam yang menekankan keseimbangan hidup, sebagaimana disampaikan dalam video bahwa “Islam mengajarkan keseimbangan. Merusak alam berarti mengkhianati amanah sebagai khalifah di bumi.”

Nilai tersebut dipertegas dengan kutipan ayat Al-Qur’an, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi…” (QS. Al-A’raf: 56). Dalam konteks ini, ditegaskan pula bahwa “Di KUA Kalimanah, kepedulian lingkungan dimulai dari hal-hal kecil, dari kantor, dari diri sendiri.” 

Menurutnya, bahwa karya ini dibuat untuk menghadirkan pesan keagamaan yang membumi dan mudah dipahami masyarakat.

“Melalui video ini, kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari ruang kerja dan kebiasaan sederhana, sekaligus menjadi bagian dari ibadah dan penguatan nilai ekoteologi,” ujarnya.

Ia berharap, video berdurasi 5 menit dengan format HD ini, mampu menginspirasi satuan kerja Kementerian Agama lainnya dan juga masyarakat untuk terus berinovasi dalam membangun budaya kerja ramah lingkungan serta memperkuat peran keagamaan yang selaras dengan pelestarian alam.

Sebagai informasi, pengumuman nominator Lomba Video Kreatif HAB ke-80 Kemenag Kabupaten Purbalingga dijadwalkan pada 25 Desember 2025 dan akan diumumkan secara daring melalui media sosial resmi Kemenag Kabupaten Purbalingga.

Melalui video “Dari KUA Kalimanah untuk Bumi: Ekoteologi Menuju Kemenag Asri”, KUA Kalimanah menghadirkan pesan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah.

Inilah wujud dukungan kami terhadap HAB ke-80 Kemenag RI, penerapan Eco Office, dan penguatan ekoteologi menuju Kemenag yang asri dan berkelanjutan.

Saksikan videonya dan mari bergerak bersama merawat bumi sebagai amanah Tuhan.
(*)

Pewarta/Editor: Imam Edi Siswanto 

Kamis, 11 Desember 2025

PAI KUA Kalimanah Menyebar di 6 Desa/Kelurahan Lakukan Verifikasi Jemaah Haji Cadangan Tahun 1447 H/2026 M

PAI KUA Kalimanah saat melaksanakan Rakor
 

Purbalingga – Setelah melakukan koordinasi dan berkonsultasi dengan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah, Drs. H. Kholidin, MSI,  Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, Pujianto, Mughofar, Azizah Dwi Purba, dan Moch. Agus Zaenal Abidin, melaksanakan verifikasi terhadap Jemaah Haji Cadangan Berhak Lunas Tahap 2 untuk pemberangkatan tahun 1447 H/2026 M pada Kamis (11/12/2025).

Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan kesiapan para calon jemaah dalam aspek kesehatan, pelunasan biaya haji, serta validitas kontak komunikasi, termasuk nomor telepon atau WhatsApp.

Tercatat sebanyak 17 jemaah cadangan masuk dalam daftar verifikasi. Mereka tersebar di enam desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Kalimanah, yaitu Babakan, Kalikabong, Selabaya, Kalimanah Wetan, Karangmanyar, dan Jompo.

Kegiatan verifikasi ini dilaksanakan berdasarkan imbauan Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kemenang Purbalingga, Khikam Aziz, kepada seluruh PAI di wilayah Kemenag Purbalingga untuk membantu suksesnya proses verifikasi.

"PAI KUA Kalimanah turun langsung ke lapangan menemui calon jemaah haji untuk melakukan pendataan dan pengecekan kepada para jemaah," kata PAI KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto. 

Selain memastikan kelengkapan berkas dan kesiapan pelunasan, petugas juga menanyakan kondisi kesehatan calon jemaah serta melakukan pembaruan data kontak agar proses komunikasi dan informasi terkait keberangkatan dapat berjalan dengan lancar.

Kegiatan ini diharapkan mampu memastikan bahwa seluruh jemaah cadangan dapat mengikuti tahapan pemberangkatan haji dengan baik, sekaligus mempermudah koordinasi antara KUA, jemaah, serta pihak terkait dalam proses penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.(*)

Pewarta: Imam Edi Siswanto 

Rabu, 10 Desember 2025

Data Wakaf yang Akurat: KUA Kalimanah Pendataan Lapangan di 17 Desa dan Kelurahan, Ini Hasilnya

Kepala KUA Kalimanah sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), Drs. H. Kholidin, M.Si, saat memberikan pengarahan dan pembinaan di Rakor rutinKUA Kalimanah, Rabu (10/12/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto) 

Purbalingga-Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas pengelolaan wakaf dan memperbarui database aset wakaf di wilayah Kecamatan Kalimanah, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kalimanah melaksanakan pendataan lapangan secara langsung di 17 desa.

 

Kegiatan ini berlangsung sepanjang bulan berjalan dengan tujuan memastikan seluruh aset wakaf di Kalimanah memiliki kejelasan status hukum, peruntukan, serta tingkat kebermanfaatannya bagi masyarakat. 

Upaya ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf yang menegaskan pentingnya pendayagunaan harta benda wakaf secara tertib administrasi, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kemaslahatan umum. 

Operator Siwak KUA Kalimanah, Zamroni Irham bersama Mughofar saat pengecekan dan pendataan wakaf dalam rapat koordinasi rutin pada Senin pagi (8/12/2025). (Foto: Imam Edi Siswanto) 

Kepala KUA Kalimanah sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), Drs. H. Kholidin, M.Si, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan pendataan dan validasi aset wakaf ini. Beliau menegaskan pentingnya sinergi antara penyuluh, nadzir, dan pemerintah desa agar data wakaf di Kalimanah semakin tertib, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Dengan pendataan yang akurat dan valid, aset wakaf diharapkan dapat dijaga keberlanjutannya serta dimanfaatkan secara optimal sesuai tujuan wakaf," ucapnya.

Dukungan ini sekaligus memperkuat komitmen KUA Kalimanah dalam meningkatkan kualitas layanan dan tata kelola wakaf di wilayah kerjanya.

Pendataan dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari wawancara dengan pihak terkait, pengecekan fisik lokasi, pencocokan data dengan nadzir, hingga verifikasi dokumen seperti Akta Ikrar Wakaf (AIW), Akta Pengganti AIW, dan sertifikat tanah wakaf.

Operator Siwak KUA Kalimanah, Zamroni Irham, dalam rapat koordinasi rutin Senin pagi (8/12/2025) bersama Imam Edi Siswanto, Pujianto, Mughofar, Azizah Dwi Purba, dan Moch. Agus Zaenal Abidin, memaparkan bahwa pendataan berkelanjutan ini sebenarnya telah berjalan sejak tahun 2014. 

"Pada tahun-tahun sebelumnya, proses pendataan masih dilakukan dalam bentuk berkas atau file manual sehingga diperlukan sistem pendataan yang lebih modern dan terpadu," katanya.

Berikut hasil data yang di himpun oleh KUA Kalimanah, Purbalingga.

1. DESA-DESA SASARAN PENDATAAN WAKAF

Pendataan dilakukan di 17 desa/kelurahan di Kecamatan Kalimanah, yaitu:

1.     Jompo

2.     Rabak

3.     Blater

4.     Sidakangen

5.     Karangpetir

6.     Grecol

7.     Selabaya

8.     Babakan

9.     Klapasawit

10. Kedungwuluh

11. Karangsari

12. Manduraga

13. Kalimanah Kulon

14. Kalimanah Wetan

15. Kelurahan Mewek

16. Kelurahan Karangmanyar

17. Kelurahan Kalikabong

2. REKAPITULASI PENDATAAN ASET WAKAF

A. Jumlah Lokasi Wakaf

Dari hasil pendataan dari 2014 sampai 2025, ditemukan total 186 lokasi (49.499 M2) aset wakaf yang tersebar di 17 desa, dengan variasi penggunaan seperti masjid, musholla, madrasah, makam, tanah produktif, serta sarana sosial. (Data ini masih tetap berjalan).

 

B. Status Wakaf

Status legalitas aset wakaf bervariasi, yaitu:

·  180 lokasi telah bersertifikat wakaf (SHM-W/Sertifikat Tanah Wakaf) (49.499 M2)

·  6 lokasi memiliki AIW namun belum bersertifikat (1129 M2).

·  21 Data belum terkonfirmasi

·  1 lokasi belum memiliki dokumen lengkap dan dalam proses konsolidasi bersama nadzir dan ahli waris. (131 M2).

 

Upaya edukasi serta advokasi sertifikasi wakaf dilakukan pada desa-desa dengan status belum sempurnadan pendataan berjalan.

 

C. Peruntukan Wakaf

Peruntukan aset wakaf yang ditemukan meliputi:

 

No

Peruntukan

Jumlah Titik Lokasi

1

Masjid

53 lokasi

2

Musholla

155 lokasi

3

TPQ

33 lokasi

4

MI

10 lokasi

5

MTs

1 lokasi

6

Madin

5 lokasi

7

Pasar

1 lokasi

8

TK/RA

14 lokasi

9

Makam/TPU Wakaf

2 lokasi

10

Tanah Sosial/Gedung

4 lokasi

11

Produktif (kebun/sawah)

6 lokasi


TOTAL

284 lokasi

 

Jumlah ini berbeda dengan data di atas, karena ada lokasi wakaf tidak untuk 1 peruntukan.

D. MANFAAT KEGIATAN PENDATAAN

Kegiatan pendataan aset wakaf ini menghasilkan beberapa manfaat strategis:

  1. Memperbarui database wakaf secara valid dan terverifikasi.
  2. Mengidentifikasi aset wakaf yang belum memiliki legalitas, sehingga langkah sertifikasi dapat segera dilakukan.
  3. Mendorong nadzir lebih aktif dalam pengelolaan wakaf produktif.
  4. Mencegah sengketa tanah dengan penguatan dokumen.
  5. Mendukung program nasional percepatan sertifikasi tanah wakaf.
Melalui kegiatan pendataan aset wakaf di 17 desa, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah berkomitmen memastikan bahwa aset wakaf di wilayah Kalimanah terdata dengan baik, terjaga keasliannya, dan dapat dimanfaatkan optimal untuk kepentingan umat. Pendataan ini menjadi langkah awal menuju manajemen wakaf yang lebih profesional, legal, dan produktif untuk kemaslahatan umat.
 
Sebagai informasi, data atau jumlah titik lokasi dan peruntukan terus akan diupdate berdasarkan informasi dan data yang baru serta terverifikasi. Untuk itu, jika ada informasi terbaru, masyarakat bisa menyampaikan langsung ke KUA Kalimanah pada jam kerja atau Operator Siwak KUA Kalimanah, Zamroni Irham.(*)

Kontributor: Zamroni Irham
Pewarta: Imam Edi Siswanto

#19 Kaya Tanpa Harta, Kuat Tanpa Pasukan: Rahasia Hidup Mulia Menurut Ulama Salaf

Suasana kajian rutin setiap Rabu Pagi edisi ke 19 dengan Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani, Rabu (14/1/2026). (Foto: Im...