Rabu, 04 Maret 2026

#26 Ciri-Ciri Orang yang Mengenal Allah dan Kunci Kebaikan Dunia–Akhirat

Kegiatan rutin kajian Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani di KUA Kalimanah setiap Rabu Pagi edisi ke 26, Rabu (4/3/2026). (Foto: Supriyono)

Pubalingga–Kajian rutin Kitab Nashoihul ‘Ibad edisi ke-26 kembali digelar pada Rabu pagi di KUA Kalimanah. Seperti biasa, acara diawali dengan pembacaan teks oleh Staf KUA Kalimanah, Prayitno yang akrab disapa Ibrahim dan penjelasan oleh Amin Muakhor, Rabu (4/3/2026). 

Dari kajian tersebut dapat kami sampaikan ringkasan isi kandungan terjemah kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 51 sampai 53 dari Kitab Nashoihul Ibad.

Rangkuman Maqolah 51–53 dari Nashoihul ‘Ibad:
1. Ciri Orang yang Mengenal Allah (Maqolah 51–52)
Menurut Dzun Nun Al-Misri, orang yang benar-benar mengenal Allah (arif billah) memiliki beberapa tanda utama:
  • Terikat oleh cinta kepada Allah, sehingga seluruh hidupnya tertawan dalam kecintaan dan ketaatan kepada-Nya.
  • Hatinya selalu merasa diawasi (muraqabah) dan lahiriahnya dihiasi dengan evaluasi diri (muhasabah).
  • Banyak beramal untuk Allah, amalnya terus bertambah dan dilakukan dengan ikhlas.
  • Menepati janji kepada Allah, yakni melaksanakan perintah-perintah-Nya dengan setia.
  • Berhati cerdas dan cepat tanggap, peka terhadap kebenaran.
  • Amalnya suci dan berkembang, selalu diperbaiki dan ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Intinya, orang yang mengenal Allah bukan hanya kuat secara spiritual dalam hati, tetapi juga nyata dalam amal dan komitmennya.

BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Kajian%20Kitab?m=0

2. Pangkal Segala Kebaikan (Maqolah 53)
Menurut Abu Sulaiman Ad-Darani, pokok seluruh kebaikan di dunia dan akhirat adalah rasa takut kepada Allah.

  • Rasa takut kepada Allah mampu mengubah nasib amal seseorang dari keburukan menjadi kebaikan.Seorang hamba sebaiknya memiliki rasa takut dan harap sekaligus:
  • Takut mencegah dari maksiat.
  • Harap mendorong untuk beramal saleh.

Ibadah yang didasari harapan kepada rahmat dan cinta Allah lebih utama dibanding ibadah yang hanya didasari rasa takut, sebagaimana seorang raja dapat membedakan antara pelayan yang taat karena takut hukuman dan yang taat karena berharap kemurahan.

Beliau juga menjelaskan:
Kunci dunia adalah kenyang, karena kenyang memudahkan urusan dunia.

Kunci akhirat adalah lapar, karena lapar (hidup sederhana dan menahan diri) melembutkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
Kesimpulan

Maqolah 51–53 menegaskan bahwa orang yang mengenal Allah akan dipenuhi cinta, kesetiaan, keikhlasan, serta kesungguhan dalam beramal. Sementara itu, rasa takut dan harap kepada Allah menjadi fondasi utama segala kebaikan, dengan sikap zuhud dan pengendalian diri sebagai jalan menuju kebahagiaan akhirat.

Kegiatan rutin kajian Kitab Nashoihul ‘Ibad karya Syaikh Nawawi al-Bantani di KUA Kalimanah setiap Rabu Pagi edisi ke 26, Rabu (4/3/2026). (Foto: Rizal)

Berikut terjemahan lengkapnya:

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 51

 الْمَقَالَةُ الْحَادِيَةُ وَالْخَمْسُونَ (قَالَ) أَيْ ذُو النُّونِ الْمِصْرِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ (اَلْعَارِفُ بِاللَّهِ تَعَالَى أَسِيرٌ) أَيْ مَرْبُوطٌ بِحُبِّهِ (وَقَلْبُهُ بَصِيرٌ) أَيْ مُزَيِّنٌ لِبَاطِنِهِ بِالْمُرَاقَبَةِ وَلِظَاهِرِهِ بِالْمُحَاسَبَةِ (وَعَمَلُهُ لِلَّهِ كَثِيرٌ).

Maqolah yang ke lima puluh satu (Telah berkata) Maksudnya Dzun nun Al-Misri Radhiallahu Anhu (Orang yang kenal kepada Allah Ta'ala itu tertawan) Maksudnya terikat dengan cintanya kepada Allah (Dan hatinya itu melihat) Maksudnya menghiasai untuk hatinya dengan sifat merasa terus diawasi Allah dan pada jasmaninya dengan berevaluasi diri (Dan amalnya kepada Allah itu banyak).

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 52


 الْمَقَالَةُ الثَّانِيَةُ وَالْخَمْسُونَ (قَالَ) أَيْ ذُو النُّونِ الْمِصْرِيُّ (اَلْعَارِفُ بِاللَّهِ تَعَالَى وَفِيٌّ) أَيْ بِعَهْدِ اللَّهِ تَعَالَى بِأَنْ أَدَّى أَوَامِرَ اللَّهِ تَعَالَى (وَقَلْبُهُ ذَكِيٌّ) أَيْ سَرِيعٌ (وَعَمَلُهُ لِلَّهِ زَكِيٌّ) أَيْ صَالِحٌ زَائِدٌ فِي كُلِّ وَقْتٍ.

Maqolah yang ke lima puluh dua (Telah berkata) Maksudnya Dzun nun Al-Misri (Orang yang kenal kepada Allah itu menepati janji) Maksudnya atas janji kepada Allah Ta'ala dengan menunaikan perintah-perintah Allah Ta'ala (Dan hatinya itu cerdas) Maksudnya cepat tanggap (Dan amalnya kepada Allah itu murni) Maksudnya yang lurus dan bertambah di setiap waktu.

Terjemah Kitab Nashoihul Ibad Bab 3 Maqolah 53

 الْمَقَالَةُ الثَّالِثَةُ وَالْخَمْسُونَ (عَنْ أَبِي سُلَيْمَانَ الدَّرَانِيِّ أَنَّهُ قَالَ: أَصْلُ كُلِّ خَيْرٍ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ الْخَوْفُ مِنَ اللَّهِ) فَإِنَّ الْخَوْفَ مِنْ اللَّهِ تَعَالَى مُحَوِّلُ الصَّحِيفَةِ فَيَجْعَلُهَا فِي الْيَمِينِ بَعْدَ أَنْ هَوَتْ إلَى الشِّمَالِ فَلِلْعَبْدِ فِي حَالِ سَلَامَتِهِ مِنَ الْمَرَضِ أَنْ يَكُونَ خَائِفًا رَاجِيًا لِيَزْجُرَهُ الْخَوْفُ مِنْ الْمَعَاصِي وَيَبْعَثَهُ الرَّجَاءُ عَلَى اكْتِسَابِ الْعَمَلِ الصَّالِحِ، وَعِبَادَةُ الرَّاجِي أَفْضَلُ لِغَلَبَةِ مَحَبَّةِ اللَّهِ فِيهِ فَوْقَ الْخَائِفِ وَالْمَلِكُ يُفَرِّقُ بَيْنَ مَنْ يَخْدُمُهُ اتِّقَاءَ عِقَابِهِ وَمَنْ يَخْدُمُهُ رَجَاءَ كَرَمِهِ وَمَنْ يَخْدُمُهُ لَا لِشَيْءٍ (وَمِفْتَاحُ الدُّنْيَا الشَّبَعُ) فَتُفْتَحُ أُمُورُ الدُّنْيَا بِالشَّبَعِ (وَمِفْتَاحُ الْآخِرَةِ الْجُوعُ) فَتُفْتَحُ أُمُورُ الْآخِرَةِ بِالْجُوعِ.

Maqolah yang ke lima puluh tiga (Dari Abu Sulaiman Ad-Daroni ia berkata : Pangkal dari setiap kebaikan di dunia dan di akhirat adalah takut karena Allah) Karena sesungguhnya takut karena Allah Ta'ala itu bisa merubah lembaran amal maka rasa takut akan menjadikan lembaran amal di tangan kanan sesudah jatuhnya lembaran amal itu di tangan kiri maka untuk seorang hamba dalam keadaan selamatannya hamba itu dari penyakit supaya ada rasa takut lagi berharap supaya mencegah kepadanya oleh rasa takut dari melaksanakan maksiat dan supaya membangkitkan padanya oleh rasa berharap melakukan amalah sholeh. Ibadah orang yang berharap itu lebih utama karena lebih kuatnya cinta kepada Allah karena berharap diatas orang yang takut. Seorang raja itu bisa membedakan antara orang yang berkhidmah kepada raja karena takut dari siksaan raja dan orang yang berkhidmah kepada raja karena berharap dari kemurahannya dan orang yang berkhidmah kepada raja bukan karena apa-apa (Kunci dunia adalah kenyang) Maka terbuka urusan dunia dengan kenyang (Sedangkan kunci akhirat adalah lapar) Maka terbuka urusan-urusan akhirat dengan lapar.

Source: lilmuslimin.com
Editor: Imam Edi Siswanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menyiapkan Keluarga Sakinah Sejak Awal: KUA Kalimanah Bimbing 5 Pasangan Calon Pengantin

PAI KUA Kalimanah, Pujianto (berdiri) dan Kepala KUA Kalimanah, Drs. H. Kholidin, M.SI (kanan depan) pada acara Bimbingan Perkawinan (Bimwin...