| Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto saat Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin di Balai Nikah KUA Kalimanah, Selasa (4/8/2026), (Foto: Fadil) |
Purbalingga-Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kalimanah, Imam Edi Siswanto, menyampaikan materi Bimbingan Perkawinan (Bimwin) kepada calon pengantin di Balai Nikah KUA Kalimanah, Selasa (4/8/2026) kemarin.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi merupakan ikatan suci yang membutuhkan kesiapan ilmu, mental, spiritual, dan tanggung jawab agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
BACA: https://kuakalimanah.blogspot.com/search/label/Bimwin
Materi pertama membahas persiapan keluarga sakinah, yaitu membangun rumah tangga yang berlandaskan nilai-nilai agama, memiliki visi dan tujuan hidup yang sama, serta memahami hak dan kewajiban masing-masing sebagai suami dan istri. Menurutnya, keluarga yang kokoh lahir dari komitmen untuk saling mencintai, menghormati, dan bekerja sama dalam menjalankan kehidupan rumah tangga.
Selanjutnya, calon pengantin dibekali materi tentang dinamika perkawinan dan pengelolaan konflik. Imam Edi menjelaskan bahwa perbedaan karakter dan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berumah tangga.
“Oleh karena itu, setiap pasangan perlu membangun komunikasi yang sehat, mengedepankan musyawarah, saling memahami, serta menjadikan setiap persoalan sebagai sarana memperkuat hubungan, bukan sebaliknya.” ungkapnya.
Materi berikutnya mengulas pemenuhan kebutuhan keluarga dan pengelolaan ekonomi rumah tangga. Pasangan diingatkan pentingnya mencari nafkah yang halal, menyusun perencanaan keuangan secara bijaksana, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun budaya hidup sederhana agar keluarga tetap harmonis dan terhindar dari persoalan ekonomi yang dapat memicu konflik.
Pada sesi terakhir disampaikan materi tentang kesehatan keluarga dan membangun generasi berkualitas. Calon pengantin diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, memenuhi gizi keluarga, mencegah stunting sejak masa kehamilan, serta mempersiapkan pola asuh yang baik bagi anak.
Menurut Imam Edi, keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak. Karena itu, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan berkarakter Islami sebagai investasi terbaik bagi masa depan keluarga, bangsa, dan agama.(*)
Pewarta: Imam Edi Siswanto

Tidak ada komentar:
Posting Komentar